
Lelap tidur Rasti karena seharian penuh dengan aktifitasnya di sekolah, di rumah makan, di dalam perjalanan pergi dan pulang dari Tegal, sampai kegiatan yang ada di rumahnya.
Suara denting berbunyi bak nyanyian malam yang romantis, mengiringi mimpi indah Rasti ketika tidur. Sampai waktu sudah menunjukan pukul dua lebih empat puluh lima menit, saatnya Suci menjalankan sholat tahajud yang biasa Rasti tunaikan setiap malam.
Nada alarm lagunya Rossa yang berjudul Ayat-ayat Cinta telah berdering nyaring. Membuyarkan mimpi-mimpi indah, dan membangunkan Rasti dari tidur lelapnya di malam tadi.
Alarm setiap hari terpasang dan distel dengan volume full agar dia tidak terlambat bangun, untuk menjalankan sholat tahajud.
“Hoammm, jam beker sudah menyapa saatnya saya bangun untuk sholat tahajud.” Ucap Rasti sembari menutup mulutnya karena menguap berkali-kali.
Matanya yang masih sipit, rambutnya acak adul, dan wajahnya kusam. Dia berdiri di depan cermin dan seketika dia kaget melihat dirinya sendiri, ternyata penampilan dia sangat jelek ketika bangun tidur. Rasti bangun, dan menuju kamar mandi sembari menarik handuk untuk segera mandi.
Usai bersih-bersih, Rasti mengenakah mukenah yang mau dipakai sholat tahajud. Dia bercermin, dan berkata dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
“Ternyata setelah pakai mukenah, saya terlihat cantik dan anggun. Tapi kenapa saya ditinggalin sama pacar saya? Apa salah saya sama dia?” gerutu Rasti sambil menggaruk kepalanya yang masih tertutup mukena.
Rasti menggerutu, memajukan bibirnya dan memuji diri sendiri, sekedar menyenangkan hatinya yang sedikit masih merasa sakit hati karena dikhianati mantan pacarnya.
“Emmm ya sudah, lah. Semua telah berlalu, tak perlu saya sesali. Semua akan ada hikmah di balik masalah ini. Saatnya sholat tahajud” Gumam Rasti dalam hati.
Rasti menggelar sajadah warna merah yang bergambar mekah, serta bulan dan bintang seraya Rasti sedang berada di sana. Hingga membuat hati Rasti terasa sejuk, dan selalu bersyukur atas semua yang diberikan oleh Allah Swt.
Sholat tahajud Rasyi jalankan setiap hari, kecuali jika dia sedang ada tamu bulanan. Baru dia libur menjalankan sholat lima waktu dan sholat tahajud, atau sholat sunah lainnya.
Sholat tahajud bertujuan agar dirinya diberi kemudahan dalam menjalani hari-harinya, diberi rejeki yang lancar, panjang umur, dan sehat selalu. Serta selalu dalam lindungan Allah Swt, selalu dan selalu mendoakan dirinya sendiri dan mendoakan kedua orangtuanya. Tak lupa Dia juga mendoakan saudara dan teman-temannya.
***
“Alhamdulillahirrobbil alamin, selesai juga sholat tahajud dan bacaan doanya.”
__ADS_1
Sholat tahajud beserta doanya, sudah dia laksanakan dengan kusyu. Dia bergegas mengambil ponselnya, ternyata sudah pukul empat lebih lima belas menit.
Adzan subuh sudah terdengar, telah dikumandangkan oleh Pak Was tetangga yang jarak rumahnya selisih tiga rumah dari rumah Rasti dan berada di depan Musholah.
“Saatnya sholat subuh berjamaah” Ucap Rasti dengan nada riang.
Segera dia memakai sandalnya, dan keluar dari ruang kamarnya. Masih mengenakan mukenah, dan menyampirkan sajadah ke atas punggungnya. Dia membangunkan anggota semua keluarganya agar segera bangun, dan melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah di musholah dekat rumahnya. Biasanya diimami oleh Pak Sholeh.
***
Sepulang sholat subuh berjamaan, Rasti menghubungi teman dekatnya yaitu Zizi dan Jihan, berniat mengajak mereka jalan pagi. Menghirup udara bersih di pagi hari, sekalian membeli makanan di pasar dekat rumahnya untuk sarapan bersama keluarga.
“Hai, Jihan. Kita jalan pagi yu?” Ajak Rasti kepada Jihan.
“Hai, Zi. Kita jalan pagi yu?” Ajak Rasti kepada Zizi.
Bentuk SMS yang sama isinya, Rasti kirim ke Jihan dan Zizi. Rumah mereka berdekatan, lokasinya masuk lorong jalan kecil. Sedangkan rumah Rasti dekat jalan raya.
SMS balasan masuk bersamaan, Zizi dan Jihan teman masa kecilnya membalas SMS dari Suci.
“Sip! okey lah kalau begitu. Tunggu saya depan rumah, ya!” Balas Zizi cepat. Zizi tadi sholat subuh berjamaah Bersama Rasti.
“Okey Ras, Saya siap-siap dulu. Tunggu lima menit, saya mau sholat subuh dulu di rumah.” Balas Jihan, sedikit terlambat. Karena ternyata dia terlambat bangun, dan tidak sholat subuh berjamaah.
Lima belas menit kemudian, setelah Rasti nunggu di depan rumah. Zizi datang sambil membawa notebook yang baru dia beli, dia berniat mau berfoto-foto di taman dekat dengan rest area. Mereka berdua berjalan menuju pasar, dan terlihat Jihan Dari jarak dua puluh meter dari pandangan Rasti dan Zizi, Jihan sudah ada di sana sedang membeli jajanan es pisang coklat kesukaan Jihan.
Mereka menghampiri Jihan, yang masih sibuk transaksi pembelian es pisang coklat.
“Hai Jihan” Sapa Rasti dan Zizi penuh tersenyum dan mencubit pipi Jihan pelan.
__ADS_1
Di pagi hari yang cerah, secerah hati Zizi yang memiliki ponsel baru, mereka berjalan melenggok ke arah taman.
“Hai juga, eh kalian” Jihan menyahuti sapaan Rasti dan Zizi.
“Apa kalian berdua mau es pisang coklat?” Tanya Jihan menatap arah Rasti dan Zizi sambil menunjukan es pisang coklat yang ada di tangan kanannya.
“Saya mau dua biji” Jawab Rasti, seketika menerima roti pisang coklat dari Jihan.
“Saya ngga terlalu suka es pisang coklat, ngga suka sama aroma pisangnya. Bikin perut saya jadi eneg”. Sambil menjawab, Zizi menghindari mereka yang sedang makan.
Transaksi pembelian roti pisang coklat sudah selesai, mereka bertiga berjalan berjajar menuju taman.
Menghirup udara segar di pagi hari, bisa membuat pernafasan menjadi bersih dan lancar. Jalan kaki di pagi hari dengan tidak menggunakan sandal, juga bisa untuk merefleksi otot-otot kaki dan membuat telapak kaki menjadi kuat dan sehat.
Apalgi Ketika matahari sudah terbit dipagi hari, sinarnya mampu memperkuat sendi dan tulang. Selain itu, sinar matahari pagi mengasilkan vitamin D. Baik untuk memperkencang kulit wajahdan menyehatkan badan.
Sesampainya mereka di bawah jalan tol, Zizi mengeluarkan ponsel baru miliknya dan menunjukan ke Jihan. Agar Jihan mau berfoto selfi dengan Zizi dan Rasti. Secara bergantian mereka saling berfoto dan bergaya ala-ala anak muda jaman sekarang.
“Sudah siang, ayo kita pulang. Saya harus berangkat ke sekolah, hari ini mau ada praktik teks prosedur untuk siswa kelas sembilan.” Sambil berjalan dengan langkah cepat, Rasti mengajak Zizi dan Jihan segera pulang.
“Ayo, kita pulang!” seru Jihan dan Zizi, kompak.
Mereka bertiga berjalan melewati pasar yang sangat ramai pengunjung di pagi hari, dan pulang ke rumah-masing.
***
Sesampainya di rumah, Rasti bersiap-siap untuk berangkat mengajar. Aktifitas sehari-hari dia jalani sebagai seorang Guru honorer, yang punya harapan besar yaitu ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan dedikasi yang tinggi, Rasti mengabdidakan diri di sekolah Swasta milik Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Ilmu yang dia peroleh selama empat tahun kuliah, dia amalkan kepada anak didiknya sebagai generasi penerus bangsa. Harapan dia ingin menjadi Guru yang sukses dalam mendidik siswanya, yaitu menjadikan anak didiknya menjadi siswa yang bermutu tinggi. Walaupun dengan sarana dan prasarana sekolahan yang belum memadai. Namun semua itu, tidak mengurungkan niat baiknya.
__ADS_1
Ketika Rasti sudah sampai di rumahnya, dia secepatnya mencuci wajahnya agar tampak lebih segar. Rasti melangkah jinjit menuju kamarnya, dia menyambar handuk yang tersampir di atas pintu.
Sambil membersihkan wajahnya, dia mengecek hp nya yang dari pagi sedang dicas. Dia berniat ingin menghubungi Pak Ahmad, pria yang kemarin bertemu di SMP P.