BUAH HATI KITA

BUAH HATI KITA
Pemaparan Sosialisasi PPDB


__ADS_3

Setelah melewati beberapa ruang kelas, akhirnya mereka sampai di depan pintu ruang kelas sembilan, terlihat dari luar ruang kelas. Siswa nampak tidak sabar untuk menerima pemaparan materi dari Pak Akhmad.


"Silakan masuk! anak-anak sudah menunggu" ucap Bu Lastri mempersilahkan Pak Akhmad untuk bersosialisasi.


"Oh iya, terima kasih Bu!" sahut Pak Ahmad sedikit menundukkan kepalanya dan segera melangkahkan kakinya masuk ke ruang kelas 9.


Setelah Pak Ahmad sudah memasuki ruang kelas 9, dia mempersiapkan semua peralatan yang akan digunakan untuk membantu dirinya dalam memaparkan kegiatan sosialisasi di SMP P.


Setelah semuanya sudah terpasang yang dan sudah siap untuk digunakan, seperti laptop dan proyektor yang sudah terpampang di depan siswa-siswi kelas 9 Pak Ahmad membuka acara dengan mengucapkan salam. "Assalamualaikum, anak-anak! ucap Pak Ahmad membuka acara sosialisasi.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh" siswa-siswi menyahuti Ucapan salam dari Pak Ahmad yaitu dengan membalas salam.


"Selamat pagi anak-anak, bagaimana kabar hari ini?" tanya Pak Toha mengawali acara sosialisasi.


"Alhamdulillah, luar biasa baik!" jawab siswa-siswi kompak.


"Bagaimana hari ini, apakah sudah siap menerima pemaparan sosialisasi dari saya?" sambung Pak Ahmad membuka lebar kedua tangannya.


"Sudah siap, pak!" teriak siswa-siswi kompak. "Oke kalau begitu, saya mulai saja sosialisasi hari ini, silakan kalian melihat ke depan di sana ada layar yang berwarna putih nanti bapak akan menampilkan video peserta foto-foto kegiatan siswa-siswi SMK A di tempat bapak mengajar." pinta Pak Ahmad agar siswa-siswi serius mendengarkan pemaparan dari dirinya.


Setelah selama tiga puluh menit acara sosialisasi berlangsung, Pak Ahmad pun pamit dari hadapan siswa-siswi kelas 9. Dia berjalan menuju ruang kantor untuk berpamitan kepada Bu Lastri yang barusan sudah mempersilahkan dirinya untuk memberikan pemaparan mengenai profil SMK A tempat dia mengajar.


"Hay, Pak! bagaimana sosialisasinya apakah sudah selesai? tanya Bu Lastri menyapa Pak Ahmad yang terlihat baru keluar dari ruang kelas 9 dengan membawa tas besar berisi laptop dan proyektor.


"Hai juga, Bu! Alhamdulillah sosialisasi berjalan dengan lancar. Saya mau berpamitan, Bu!" terang Pak Ahmad sambil berjalan menuju ruang tamu bersama Bu Lastri.


"Oh begitu, mari kita duduk dulu di ruang tamu" seru Bu Lastri mempersilahkan Pak Ahmad istirahat sejenak di ruang tamu sambil berbincang-bincang.

__ADS_1


"Oh iya, Bu! terima kasih! ucap Pak Ahmad berterima kasih kepada Bu Lastri.


Ketika Pak Ahmad sedang duduk di ruang tamu, Rasti berjalan melewati dirinya dengan sangat cuek dia bermain hp di depan Pak Ahmad.


Pak Ahmad pun penasaran, siapa dirinya? begitu angkuhnya dan terlihat sombong tanpa menyapa dirinya yang sedang duduk di ruang tamu sambil menunggu Bu Lastri datang membawakan surat tugas yang sudah diberi stempel.


"Hai Bu! sibuk ya? sapa Pak Ahmad mengerutkan keningnya.


"Hai juga Pak! tidak begitu sibuk sih cuma sedang bermain game, kenapa Pak?" jawab Rasti tanpa menatap Pak Ahmad dan jari-jemarinya terus memainkan hp-nya.


"Oh tidak apa-apa, Bu! hanya sekedar bertanya." cetus Pak Ahmad gugup.


"Tidak ada jam ngajar Bu?" tanya Pak Ahmad kepada Rasti.


"tidak ada Pak! tapi nanti jam terakhir saya ngajar di kelas 9." jawab Rasti ketus.


"Rasti" jawab Rasti singkat.


"oh Bu Rasti, nama yang cantik secantik orangnya." Puji Pak Ahmad kepada Rasti.


Rasti hanya tersenyum kecut mendengar pujian dari Pak Ahmad.


"boleh nomor minta nomor teleponnya, Bu?" pinta Pak Ahmad sambil tersenyum.


"Buat apa? begitu pentingkah nomor telepon saya, untuk dirimu?" celetuk Rasti menautkan kedua alisnya.


"Perkenalkan nama saya Ahmad, Bu!" tukas Pak Ahmad sambil mengulurkan tangannya, mengajak Rasti berjabat tangan.

__ADS_1


"Oh Ahmad sambung Rasti dengan begitu sombongnya.


"Buat apa minta nomor telepon saya?" tanya Rasti, kembali menegaskan.


"Ya, buat menambah daftar nomor telepon di kontak hp saya." jawab Pak Ahmad mengambang.


"Hanya untuk memenuhi kontak HP, Pak Ahmad?" tanya Rasti mengerutkan keningnya. "ya! agar kita bisa komunikasi lebih lanjut menyambung silaturahmi, saling memberi informasi, dan tentunya kita bisa lebih dekat barangkali suatu saat saya lewat depan rumah Bu Rasti kan saya bisa mampir." kata Pak Ahmad dengan santainya.


"mau apa mampir ke rumah saya? Saya belum punya rumah! saya masih numpang di orang tua." tandas Rasti memperjelas statusnya yang masih menumpang di rumah orang tuanya. "boleh lah sekali-kali saya mampir ke rumah orang tuanya Bu Rasti" sambung Pak Ahmad tersenyum dengan PD-nya.


"mampir ke rumah orang tua saya! mau apa? ada penting apa?. Ada perlu apa sama orang tua saya? orang tua saya sibuk jarang ada di rumah." seru Rasti menolak keinginan Pak Ahmad untuk bermain ke rumah orang tuanya. "ya hanya sekedar menyambung silaturahmi dengan orang tuanya Bu Rasti. Bukankah menyambung silaturahmi itu sangat indah dan bisa memperpanjang umur kita, Bu?" tanya Pak Ahmad menaikkan satu alisnya.


"Benarkah?" jawab Rasti bertanya balik kepada Pak Ahmad.


"Betul Bu, itu sangat betul! kalau Ibu tidak percaya tanya saja sama Bu Lastri." terang Pak Ahmad membawa nama Bu Lastri untuk memberikan alasan yang tepat kepada Rasti. "Ayo! Ada apa ini? sepertinya ada yang sedang PDKT ini!" Bu Lasstri mengangkat kedua sudut bibirnya.


"apaan sih! kita lagi ngobrol biasa saja!' kata Rasti menampik ucapan Bu Lastru.


"kalaupun sedang PDKT juga nggak apa-apa. Iya kan Pak Ahmad?" sambar Bu Lastri mendaratkan dirinya di kursi sudut sambil memberikan surat tugas kepada Pak Ahmad.


"ini Pak surat tugasnya sudah saya stempel barusan." terang Bu Lasstri memberitahu kepada Pak Ahmad, bahwa surat tugasnya sudah diketahui sama bapak kepala sekolah. "Terima kasih banyak, Bu! sudah memberikan waktu kepada saya untuk bersosialisasi dan bertatap muka langsung dengan siswa-siswi kelas 9." Pak Rahmat menyimpan kembali Surat tugas dari Kepala Sekolahnya, tanda bahwa dirinya sudah melaksanakan tugas sosialisasi di SMP P.


"Oh ya, Pak Ahmad saya tinggal masuk dulu ya? Ada sesuatu yang penting yang harus saya selesaikan, silakan Pak Ahmad lanjut ngobrol sama Bu Rasti." Sambung Bu lastri mohon pamit meninggalkan Pak Ahmad di ruang tamu bersama Bu Rasti.


"silakan Bu! sebentar lagi saya juga akan pulang." jawab Pak Ahmad bersiap-siap untuk melanjutkan tugasnya.


Bu Lastri berjalan menuju ruang kantor dan meninggalkan Pak Ahmad dengan Rasti ngobrol di ruang tamu, sedangkan Rasti masih saja sibuk dengan hp-nya. Pak Ahmad pun berpamitan pulang kepada Rasti, namun ketika Pak Ahmad hendak melangkahkan kakinya keluar dari ruang tamu Rasti menahan langkah kakinya dengan ucapan yang tidak terduga.

__ADS_1


__ADS_2