Bukan Indigo

Bukan Indigo
Masa Kecil 1


__ADS_3

Namaku Tari, aku memiliki masa kecil yang sedikit banyak sama seperti teman-teman kecil lainnya,yaitu suka sekali bermain dan mencari teman.


aku mau menceritakan sedikit kisah di masa kecil aku yang beberapa kali menemukan hal-hal yang kata orang horor atau mistis,padahal setau dan seingat aku,aku bukanlah anak indigo yang katanya bisa melihat penampakan-penampakan tak kasat mata.tapi mungkin sudah rejekinya aku sehingga si makhluk-makhluk ini mau menampakan dirinya.


ada beberapa kejadian yang aku alami,kisah yang pertama, di kampungku pada saat aku masih kecil ,waktu malam hari suka berkumpul anak-anak seumuranku yang bermain di jalan depan rumah.ada yang main petak umpet,main andong,main galah, macam-macamlah. nah, aku memilih main andong dengan beberapa temanku yang umurnya memang lebih tua 1-2 tahun dari ku,dan memang badan kami yang main andong ini besar atau bongsor.


permainan andong ini biasa dimainkan oleh 5 sampai 10 anak, karena kadang suka bergantian.alat yang digunakan hanya dengan selembar kain sarung.dalam permainan ini setiap kelompok akan membawa 1 orang dari kelompok lain yang kalah pada permainan hompimpa ke suatu tempat yang tidak diketahui,istilahnya si penumpang ini diangkut menggunakan sarung dengan mata tertutup  dan dia tidak tahu akan dibawa kemana.

__ADS_1


Kebetulan disamping rumahku ada sebuah halaman yang didalamnya ada 2 buah rumah panggung atau rumah kayu yang salah satu rumah itu kosong,tidak ditempati dan ada 1 rumah khusus yang dijadikan gudang untuk menyimpan hasil panen seperti jagung dan padi. dibawah bangunan gudang itu ,karena bangunannya agak tinggi dari yang lain,di buatlah baruga sebagai tempat untuk duduk-duduk dan bercengkerama dengan keluarga atau teman-teman. kemudian di belakang bangunan-bangunan tersebut ada banyak sekali pohon pisang. halaman rumah itu memang kalau dilihat ke belakang memang agak seram,karena lampunya juga remang-remang atau tidak terlalu terang. bagian yang terang hanya didepan rumah saja dengan diberi lampu yang lumayan besar.


tibalah giliran aku yang menjadi penumpang andong pada malam itu.dan yang namanya anak-anak ya,kadang suka usil.dibawalah aku ke tempat itu, peraturan permainannya adalah tidak boleh membuka mata hingga  pada hitungan ke sepuluh.


teman -temanku sambil menghitung sambil berlari menjauh meninggalkan aku ditempat gelap itu. saat hitungan ke sepuluh aku membuka mataaku, aku terkejut mendapati aku berada ada disitu.awalnya mau menangis karena memang sudah takut dan panik kok dibawanya ke tempat itu.sempat merasa marah pada teman-temanku, hingga beberapa saat kemudian,di baruga di bawah gudang penyimpanan itu,tiba-tiba aku melihat ada sosok laki-laki berkepala botak yang duduk sambil menunduk mengangguk-anggukan kepala dan dan menggoyangkan kakinya, wajahnya antara jelas dan tidak, dan dilihat dari postur dan perawakan sosok tersebut,sosok ini sepertinya aku kenal.takut pasti,sampai semua tangan gemetar,mulut sudah tidak bisa bicara,ingin teriak juga nggak bisa.dada sudah bergemuruh dan panik sekali,tapi tak bisa berbuat apa.


setelah sosok itu hilang, aku baru bisa menggerakkan kakiku untuk lari dari tempat itu.

__ADS_1


teman-teman yang melihat aku lari cuma tertawa karena mereka mungkin berpikir aku ketakutan karena dibawa ketempat gelap itu,tanpa mereka tahu kalau aku takut juga karena bertemu dengan penghuninya yang bukan manusia.dan seingatku sosok itu tidak lain dan tidak bukan adalah mirip wajah anak pemilik rumah tersebut yang mengalami gangguan jiwa dan meninggal setahun yang lalu.Ya Tuhan. kenapa aku hafal sekali sosoknya? karena disaat dia masih hidup, dia akrab denganku.setiap kali keluar dari rumahnya, ia selalu melambaikan tangannya kepadaku setiap kali lewat di depan rumah. dan aku membalas lambaian tangannya dengan bercanda " pergi Oji,pergi jalan-jalan Oji, Oji pergi jalan". mengulangi kata- kata yang sering diucapkan sosok yang bernama Oji ini setiap kali berada di jalan dan juga membalas melambaikan tangan kepadanya.


Sesampai di rumah, aku melaporkan hal kejadian tadi  kepada ibuku, ibu hanya bilang," sudah tak usah banyak main lagi. belajar dan ngaji saja". aku hanya mengangguk dan mengiyakan perkataan ibu.


setelah kejadian itu,aku tidak pernah lagi mau untuk diajak main andong,apalagi setelah menerima keusilan teman-temanku itu.tanda kutip  ya, aku benar-benar "TRAUMA".


***

__ADS_1


Terima kasih yang udah baca novel aku ini...maafkan jika masih banyak typo. maklumlah penulis baru


__ADS_2