
Hari itu adalah hari Rabu, dimana pada hari itu ada beberapa acara yang harus dihadiri oleh sebagian besar dari guru-guru TK di Tempat Bu Wati bekerja yaitu acara pernikahan dan rapat rutin organisasi guru TK di kota B. pada pukul 10 pagi,setelah murid-murid pulang.para guru pergi menghadiri acara-acara tersebut dan tinggallah Bu Wati sendiri disekolah,walaupun masih banyak guru-guru SD juga tapi untuk di Taman Kanak-kanak hanya ada Bu Wati seorang. sebenarnya ada seorang guru lagi yang harusnya bersama bu Wati,hanya saja untuk sementara beliau hadir di acara akad nikah kerabatnya dan janjinya akan kembali ke sekolah jam 11.
karena merasa sendiri di kelas,Bu Wati memilih keluar dan duduk-duduk didepan ruang kelas sambil membaca buku modul pembelajaran.pintu kelas sengaja ditutup.
tidak berapa lama saat bu Wati duduk,dari dalam kelas terdengar suara seperti ketukan-ketukan di meja dan di papan tulis. penasaran, bu Wati bangun dan melihat lewat jendela kaca dikelas, dan tampak tidak ada apa-apa didalam. beliaupun kembali duduk dan berpikir mungkin saja itu adalah suara tikus.
selang beberapa saat ada lagi suara ketukan di meja dan papan tulis.
kembali beliau bangun dan mengintip lewat jendela kaca kelasnya.
Dari tempatnya berdiri,Bu Wati melihat sebuah kayu panjang bergerak menunjuk tulisan yang ada di papan tulis,dan ada sosok kecil yang berdiri disana. Bu Wati berpikir , apakah ada anak didiknya yang belum dijemput? karena seingatnya semua anak sudah dijemput oleh orang tuanya masing-masing.
karena sekali lagi ada rasa penasaran,Bu wati pun membuka pintu ruang kelasnya.dan...zonk. sekali lagi tidak ada apa-apa didalam,dan kayu panjang tadi jatuh tepat didepan papan tulis dan menimbulkan suara benda jatuh. Oooh My God.
Karena terkejut akan situasi tersebut,Bu wati pun sontak keluar dan menutup pintu kembali.
beliau memilih duduk di ruang perpustakaan menunggu temannya kembali,duduk bersama guru-guru SD.
tak ada cerita tentang kejadian itu, satu-satunya orang yang mau beliau ceritakan tentang pengalaman ini hanya pada pak Udin,yang ternyata memang tahu seluk beluk sekolah itu.
bu wati hanya berusaha menenangkan diri sambil membaca buku-buku agama di Perpustakaan.
__ADS_1
***cerita penjaga kantin
Keesokan harinya, bu wati duduk sarapan di kantin sekolah. ibu penjaga kantin yang tak lain juga merupakan istri dari pak udin opas sekolah mulai bercerita tentang kejadian yang dialaminya kemarin sore.
pagi itu kebetulan yang ada di kantin sekolah ada beberapa guru SD dan 2 orang guru TK termasuk Bu Wati. Bu Ani mulai bercerita: " bu ibu...aduh kemarin saya mengalami kejadian seram lho...sebenarnya rada takut buat datang jualan tapi ya gimana,kalau ga jualan ga makan".
Bu Sally yang mendengar cerita Bu Ani jadi penasaran ingin mendengar kelanjutannya "ada kejadian apa Bu Ani?" tanyanya
" Kemarin waktu magrib,saya kan biasa ya datang bawa makanan buat makan malam suami saya, nah pas dilorong masuk depan gerbang sekolah lagi asyik jalan,diatas tembok lorong itu ada yang duduk,nenek-nenek gemuk. saya nyapa dong: "permisi...". dianya ga nyahut ,diam saja.pas sudah lewat beberapa langkah baru nyadar terus mikir "tadi siapa yang saya sapa?". otomatis saya nengok dong buat pastiin benar ada ,apa ga. eh ternyata ga ada orangnya,langsung lari kencang masuk gerbang temuin suami saya di sekolah, nah pas cerita,si bapak bilang ,hantu ini namanya Wa'i Mpore ( Nenek Gemuk),biasa emang duduknya disitu".
"Hah...yang benar Bu? kok baru tahu saya?". timpal bu Sally.
"aduh Bu Sally,sebenarnya saya sudah dua kali ketemu nenek -nenek ini,cuma dulunya ga berani cerita,takutnya dibilang halu.tapi karena sudah dua kali ini,makanya berani cerita sama suami saya. dan ternyata suami saya sudah tahu kalau penyebab saya jatuh sakit beberapa bulan lalu ya karena ketemu si nenek ini".
"gimana ceritanya Bu Ani bisa sakit gara-gara nenek ini". Bu Wati juga akhirnya ikut bicara.
"Mmm..Bu Wati ga tahu atau pura-pura ga tahu???".
Semua matapun menatap penasaran ke Bu Ani lalu ke Bu Wati.
" lah... kok jadi saya sih? saya juga kan penasaran dengar cerita Bu Ani".jawab Bu Wati.
__ADS_1
" begini ni ceritanya ....jeng..jeng..jeng..".
Bu Ani memulai ceritanya dengan musik efek dari mulutnya.
"lama....". Bu Sally menimpali.
semuanya tertawa melihat kekonyolan keduanya.
Bu ani pun mulai menceritakan awal mula beliau sakit beberapa waktu lalu.
"waktu itu hari minggu saya berdua sama bapak jagain sekolah, anak-anak semua dirumah, belajar karena memang lagi mau ulangan. nah seperti biasa bapak lagi nyapu-nyapu halaman sekolah,beberapa buah mangga ada yang jatuh...diminta pungutlah sama bapak,disuruh pilih mana yang masih bagus untuk dimakan. saya pergi ke ruang perpustakaan untuk mengambil plastik,saya jalan biasa dan tidak lari, tidak ada benda atau apapun yang menghalangi sebenarnya,tapi kok tiba-tiba saya jatuh tepat dibawah pohon beringin depan perpustakaan dan merasa ada yang menjegal kaki saya.
ketika saya bangun, sekonyong saya lihat nenek gemuk itu sedang duduk merentangkan kakinya dibelakang saya sambil tertawa kencang menatap wajah saya.suaranya nyaring sampai telinga saya terasa sakit dan berdengung. saya segera menutup kuping saya dan lari masuk ke ruang perpustakaan,saya tidur ketakutan di depan TV, badan saya menggigil."
semua yang mendengar terdiam dan tidak berkata-kata, ada rasa bergidik membayangkan wajah nenek-nenek yang diceritakan Bu Ani.
" suami saya heran,kenapa saya tidak balik-balik, dan beliau langsung datang mencari saya, beliau tanya saya kenapa,saya cuma bilang kalau saya ga enak badan dan ingin tidur. beberapa hari saya jatuh sakit,saya terus-terusan demam dan menggigil,sosok nenek itu terus ada di kepala dan pikiran saya,saya terus merasa ketakutan,Sampai suami saya setiap hari terus memperdengarkan Murotal Qur'an dan suami saya terus mendoakan air minum dan makanan saya.setelah itu perlahan hati saya tenang dan saya mulai sembuh karena merasa dijaga".lanjut Bu Ani.
"seram juga ya,ga kebayang ada diposisi itu. tapi Alhamdulillahnya bu Ani ga kenapa-kenapa kali ini, malah ceritanya lancar,sat set sat set". Bu ita berkomentar sambil memainkan kedua tangannya seperti pesawat tempur.
"aduh,emang beneran itu nenek-nenek ada disekolah kita?". Bu Sally menimpali.
__ADS_1
"huss...jangan asal bicara, entar dia denger terus ikutin Bu Sally pulang lagi".Bu Ita menakut-nakuti.
" ih...jangan dong". protes Bu Sally .