Bukan Indigo

Bukan Indigo
Ada Apa Di rumahku? 3


__ADS_3

Pov Siska


Hari ini aku berencana shalat magrib di rumah saja.biasanya setiap hari kami selalu berangkat shalat di musala depan rumah.bertemu tetangga dan jemaah musala adalah bagian dari hiburan karena selain bisa bersilaturahmi juga bisa berbagi cerita dan kabar tentang warga dilingkungan sekitar,apalagi ketemu teman-teman seumuran.tapi bukan untuk bergosip ya.


Seperti biasa,aku selalu shalat dikamar jika berada di rumah. selesai shalat maka aku akan berzikir atau mengaji.malam itu kegiatan shalatku tak seperti biasa.entah kenapa ,ada hawa yang tidak nyaman yang aku rasakan dikamarku. aku tetap berusaha khusu' dan tidak berpikir macam-macam.usai shalat aku mengucapkan salam menengok ke kiri dan ke kanan.setelahnya aku berdzikir selama beberapa menit dan berdoa semoga selalu Allah lindungi. usai berdzikir dan berdoa, aku ingin melepaskan perlengkapan shalatku.sebelumnya aku mencoba bercermin dulu, dengan kata lain narsis dulu di cermin sambil memakai mukenah. saat melihat wajahku dalam cermin, dalam hati berkata " ah ,cantik sekali wajahku ini kalau pakai mukenah". sambil senyum-senyum. awalnya biasa-biasa saja. tiba-tiba aku dikejutkan dengan ekspresi bayanganku yang ada di dalam cermin.bayangan yang awalnya berekspresi sesuai dengan ekspresiku yang asli yang sedang tersenyum, perlahan berubah wajahnya menjadi semakin sedih,menangis menitikkan airmata.aku mencoba menyentuh kedua pipiku untuk memastikan airmata itu benar ada pada diriku atau tidak,ternyata tidak ada. kemudian aku memukul kedua pipiku untuk memastikan aku bermimpi atau tidak, nyatanya aku merasakan sakit dipipiku.bayangan dicermin itu terus saja menangis hingga akhirnya aku berteriak kencang sekali lalu akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


Pov Ibu


Entah mengapa perasaan malam ini kurang enak, seperti biasa kami menjalankan shalat Magrib dan Isya di musala tidak jauh dari rumah.sedangkan Siska putri bungsuku memilih shalat sendiri di rumah." tumben-tumbenan tuh anak". pikirku, karena biasanya dia yang paling aktif dan ribut mengajak kami untuk shalat ke musala. karena memikirkan keadaan Siska dirumah, aku memutuskan untuk pulang lebih awal meninggalkan jemaah yang lain yang sedang berdo'a seusai shalat Isya.sesampai dirumah,aku mengucapkan salam. namun tidak dijawab oleh Siska, aku berpikir "oh mungkin Siska sedang shalat Isya dikamarnya". kamar siska memang terletak paling ujung dan paling belakang jauh dari ruang tamu. aku lalu naik ke atas rumah dan melangkah menuju kamar Siska.perlahan aku membuka pintu dan yang membuat aku terkejut,aku melihat siska terbaring di depan cermin dengan memakai mukenah.awalnya aku berpikir ia ketiduran, tapi aku bertanya lagi mengapa bukan di sajadah atau dikasur, ini kok dilantai. aku segera masuk dan membangunkan Siska " Siska sayang, bangun nak". kataku.


siska tidak bangun juga, kucoba tepuk-tepuk pipinya "Siska, kenapa kamu nak, bangun" kataku lagi.aku akhirnya sadar jika Siska pingsan. segera aku ambilkan minyak angin lalu ku ciumkan dihidungnya berkali-kali. seketika Siska terbangun dan wajahnya terlihat pias menatap wajahku dengan lekat,sesaat kemudian ia langsung memelukku.


"kenapa kamu nak? kok bisa tiba-tiba begini?" tanyaku sembari kutawarkan air minum kepadanya.

__ADS_1


usai minum air, Siska lalu menceritakan apa yang dialaminya. aku sedikit terkejut, mengapa akhir-akhir ini sering sekali kami mengalami hal seperti ini,Siska apalagi.mungkin benar kata Suamiku, rumah ini besar dan panjang hingga kebelakang, namun penghuninya berkurang , sehingga datang bersinggahlah penghuni baru yang mencoba untuk tinggal,Wallahualam.


Pov Siska


Aku merasa tubuhku diguncang dan ibu memanggil-manggil namaku,namun aku tetap tak bisa bangun dan membuka mata,entah mengapa.lalu aku mencium bau wangi minyak angin dihidungku berkali-kali hingga akhirnya aku merasa punya kekuatan untuk meggerakkan tubuh dan membuka mataku.sejenak aku menatap wajah ibuku lekat dan akhirnya sadar bahwa yang berada didepanku adalah benar ibuku. aku segera memeluk tubuh ibu.saat ibu bertanya aku kenapa, seusai minum air yang diberikan ibu aku lalu menceritakan apa yang aku lihat dan alami tadi. ibuku terlihat bengong awalnya, namun akhirnya beliau berkata "Mungkin ia adalah bidadari yang sedang datang mengujimu". yang aku jawab "Bidadari dari Hongkong". yang akhirnya membuat ibu tertawa.


Dua hari berlalu, semalam aku mendapat telpon dari salah satu teman SMA ku bernama Nuri, ia mengatakan bahwa pagi ini ia akan pindah dan berangkat ke Surabaya karena ia telah mendapat pekerjaan disana. aku segera minta ijin pada atasan tempat aku bekerja dan Alhamdulillah diijinkan.aku menemuinya di terminal karena ia berkata akan berangkat dengan menggunakan Bus. diterminal aku bukan hanya bertemu dengannya tapi juga bertemu dengan keluarga dan saudara-saudarinya.beberapa saat bercengkrama,tibalah saat ia berangkat, aku menyalami dan memeluknya sambil berkata "Selamat ya dan hati - hati disana,semoga bahagia di tempat baru. jangan lupa selalu kirim kabar". ia menjawab dengan mengangguk dan menangis."tentu saja, kamu adalah teman baikku.pasti aku akan selalu mengabarimu".ucapnya.ia lalu segera naik Bus, aku melihat ia terus menangis dan melambaikan tangannya kepadaku dan keluarganya.


Seusai dari terminal Bus, aku kembali ke tempat kerjaku. baru beberapa menit sampai, Nuri ternyata sudah menelponku."Assalamualaikum,kenapa cepat sekali,sudah kangen ya?" godaku.


"Ah sayang....,Uwekkkk". jawabku yang membuat ia tertawa dengan keras.


"Sis, siapa tadi yang datang bersamamu. cantik sekali. kenapa tidak kau kenalkan padaku". ucapnya yang sedikit membuat aku terkejut.

__ADS_1


"Siapa? nggak ada kok, tadi aku datang sendiri". jawabku bingung.


"Lah, kan dia datang sama kamu, seragamnya juga sama kok".ucap Nuri lagi.


"Nggak ada Nur,sumpah deh". jawabku lagi


"Lah, bukan cuma aku yang lihat. tapi adikku Maya juga lihat kok.dia juga bingung kenapa kamu sok asik sendiri tanpa memperkenalkan temanmu pada kami".cerita Nuri.


"Yaelah, masa aku bohong sih. emang aku datang sendiri Nur".jawabku tegas.


"Dia mirip loh sama kamu,Terus,sebenarnya yang tadi itu siapa? " tanya Nuri bingung.


Aku menelan ludah mendengar penuturan Nuri. kami sama- sama terdiam. dan untuk mencairkan suasana aku mencoba mengalihkan pembicaraan tentang hal - hal lain, namun tetap saja ujung - ujungnya ia masih bertanya-tanya tentang sosok yang berada bersamaku tadi.Wallahualam.

__ADS_1


Pulang ke rumah membuatku sedikit was-was tentang kejadian tadi, terus bertanya-tanya dalam hati " jangan-jangan memang ada yang sering mengikutiku". aku tak berani bercerita pada Ayah dan Ibu tentang apa yang dilihat temanku dan adiknya tadi.sejak itu dirumah aku jadi sering menyalakan murotal-murotal Al Qur'an untuk membuat jiwaku tenang dari memikirkan hal - hal yang tidak nyata ini.barang-barangku sudah aku pindahkan ke kamar sebelah kamar Ayah Ibu dan aku juga pindah tidur disana.


__ADS_2