Bukan Indigo

Bukan Indigo
Penghuni Gaib Taman Kanak-Kanak 2


__ADS_3

***Siapa Pelakunya


Jam mengajar selesai, Bu Wati mengambil kamera yang disimpannya di dalam tas tadi. dengan penasaran dihubungkannya kamera tersebut dengan laptop miliknya dan mulai menyaksikan apa saja yang terjadi seharian kemarin dikelasnya.


hingga tiba pada waktu pukul 11 malam, tiba-tiba lampu ruangan menyala lalu mati,menyala lagi lalu mati selama beberapa menit. ada suara anak-anak yang sedang bercakap-cakap dan bermain tapi tidak terlihat ada orang dan apa yang diobrolkan tidak terdengar jelas.


Bu Wati masih berpikir logis,mungkin ada orang diluar kelas yang sedang mengobrol.


beberapa menit kemudian beberapa alat permainan anak-anak mulai bergeser dari tempatnya . bola-bola...gitar mainan,..boneka dan ada beberapa yang jatuh tergeletak dilantai. ada beberapa kursi siswa yang digeser , buku-buku terbuka seperti tertiup angin lalu menutup lagi.


Bu Wati mulai panik,apalagi sama sekali tidak tampak sosok apapun di dalam layar itu, dan sesekali beliau mengucap istighfar. bulu kuduknya merinding,apalagi posisinya sekarang adalah beliau masih berada dikelas yang sama di tempat terjadinya kejadiannya itu.


panjang lebar Bu Wati berulang - ulang terus mengucap ayat kursi didalam hati.


hingga tiba pukul 01.00 pada layar kamera tampak jejak lumpur di kelas yang melangkah dari arah selatan menuju ke arah Utara seperti biasa. dengan kata lain ,ia berjalan menembus tembok selatan menuju ke tembok Utara.


sekali lagi Bu Wati mengucapkan istighfar dan bacaan-bacaan lainnya di dalam hati dan yang jelas masih penasaran dengan sosok yang melakukan aktivitas itu karena memang tidak tampak sama sekali.setelah itu di jam-jam berikutnya tidak ada lagi kejadian-kejadian aneh hingga waktu pagi menjelang.


sekarang Bu Wati yakin dan pasti bahwa ada sosok lain dikelasnya, dan beliau tidak menceritakan hal tersebut ke rekan yang lain karena tak ingin mereka menjadi takut dan menjadi perbincangan yang jeleknya bisa saja membuat rusak nama baik sekolah.


*** anak indigo.


di tahun ketiga Bu Wati mengajar, ada seorang anak perempuan yang pintar dan cantik dikelasnya. namanya saila.


selain pintar,anak ini ternyata memiliki kelebihan pada dirinya yaitu memiliki indera keenam.


dan istimewanya anak ini,tidak pernah menceritakan apa yang dilihatnya kepada siapapun kecuali kepada neneknya. anak ini memang hanya tinggal bersama nenek dan bibinya karena kedua orang tuanya bekerja di kota Jakarta.

__ADS_1


anak ini sudah beberapa kali hampir mengalami celaka.


yang pertama di rumah panggung milik neneknya. karena asyik bermain dengan makhluk gaib temannya,dia hampir jatuh dari tangga.


jadi ceritanya dia melihat temannya terus berjalan lurus di pintu keluar rumahnya dan diapun ikut keluar berjalan lurus mengikuti temannya tanpa melihat didepannya ada tangga yang harus dia pake turun. untungnya neneknya melihat dan dengan cepat menangkap tubuh gadis kecil ini sehingga tidak sampai terjatuh. saat sadar ia menceritakan apa yang terjadi kepada neneknya.


kejadian kedua kali adalah anak ini tiba-tiba hilang, dan setelah dilakukan pencarian selama sehari semalam,dia ditemukan di sebuah pohon besar sebuah komplek pemakaman yang tidak jauh dari rumahnya.


kejadian selanjutnya adalah disekolah TK ini, seperti biasa anak ini selalu datang pagi-pagi sekali ke sekolah diantar oleh neneknya. setelah yakin ditinggal dalam posisi aman bersama ibu guru Wati di sekolah,neneknya lalu pamit pulang karena harus cepat - cepat membawa jajanan dagangannya ke toko- toko langganan dikampungnya.


sesaat saila mulai bermain ayunan dan sesekali duduk-duduk di perosotan,duduk maksudnya ini adalah ia tidak naik ke perosotan tapi hanya duduk di bagian ujung bawah perosotan saja.


beberapa saat kemudian ,ibu Wati menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana saila terguling dari perosotan dan jatuh kesamping.disitu tidak ada siapapun,tidak ada temannya.saila jatuh sendiri saat bermain.


panik, Bu Wati mengangkat saila yang terjatuh dan kenyataan pahitnya adalah pergelangan tangan anak ini patah.


saat neneknya datang ke rumah sakit saila menangis ke neneknya sambil bilang " Wa'i itu jahat nek...".


neneknya lalu bertanya; " Wa'i siapa?".


"Wa'i yang disekolah nek, saila disuruh turun tapi saila ga mau ,tangan saila di tarik - tarik nek,makanya saila jatuh ". mendengar itu nenek saila mengucapkan istigfar.


dan...ibu Wati yang ada disamping saila pun bergidik dan mengucap istighfar "Astagfirullah".


setelah selesai dengan urusan saila,Bu Wati kembali ke sekolah. Bu Wati penasaran dengan opas yang ada disekolah ini, apakah selama ini tidak pernah mengalami dan bertemu hal-hal gaib.


Bu Wati pun segera menemui opas sekolahnya yang biasa di panggil pak Udin. beliau biasa duduk di perpustakaan sekolah.

__ADS_1


"pak..pak Udin".


"ia Bu,ada apa buru-buru?". jawab pak Udin


"boleh ngobrol sebentar pak,bapak tidak sedang sibuk?".


"oh tidak Bu,justru sekarang lagi istirahat".


"begini pak...".


Bu Wati lalu menceritakan peristiwa tadi pagi disekolah dan tentang cerita saila tentang sosok Wa'i yang dilihatnya yang disebut sebagai penyebab kecelakaan yang dialaminya.


beberapa saat pak udin terdiam sambil menyimak cerita bu Wati.


selesai bu Wati cerita,pak Udin diam sesaat. lalu akhirnya menceritakan semua keadaan yang ada disekolah.


"Bu Wati...saya mau cerita. tapi ibu jangan jadi membuat ibu takut ya Bu,..karena Allah memang menciptakan kita didunia ada dua alam,alam manusia dan alam jin.dua alam ini akan tetap hidup berdampingan.kita sebagai manusia adalah khilafah yaitu pemimpin dari semua makhluk Allah,karena itu derajat kita lebih tinggi dari mereka. kita tidak boleh takut pada mereka".


"iya, benar pak". Bu Wati menimpali.


"sosok yang bernama Wa'i itu memang benar ada disekolah kita,dia adalah penghuni pohon beringin yang ada disamping kantor kepala sekolah,tapi kadang-.kadang sering menampakkan diri di gerbang sekolah,di depan perpustakaan dan di area bermain anak-anak. sebenarnya wa'i ini suka anak-anak. badannya gemuk sekali.makanya saya sering menyebutnya Wa'i Mpore (Nenek Gemuk)."


" dan sebenarnya ada beberapa sosok lain disekolah ini, tapi saya tidak bisa menceritakan semuanya. Bu Wati cukup tahu saja, jangan mencari tahu dan jika memang mereka siap,mereka pasti sesekali akan menampakkan diri,benteng kita adalah ibadah. rajin shalat dan berdzikir saja bu,kalau bisa setiap hari diperdengarkan murottal Qur'an". tambah pak Udin.


bu Wati hanya mengangguk,mengiyakan apa yang disampaikan oleh pak Udin.


"baik pak ,terima kasih infonya. saya akan ikut saran bapak buat memasang murottal setiap hari. kalau begitu saya permisi pak mau kembali ke kelas".

__ADS_1


"silahkan Bu".


__ADS_2