Bukan Indigo

Bukan Indigo
Penghuni Gaib Taman Kanak-Kanak 6


__ADS_3

Seusai menentukan kesepakatan hari itu, semua guru dan pak Udin penjaga sekolah bekerja gotong royong membersihkan sekolah, mereka berencana untuk mengadakan doa bersama besok harinya yaitu pada hari Jum'at. memanggil beberapa guru ngaji dan kiyai,oleh karenanya mereka semangat bekerja hari ini.


Kecuali bu Ida yang memang belum bisa hadir karena masih sakit dan trauma. semua guru sama-sama berperan aktif, Bu wati yang mencabut rumput, Bu nia yang memegang linggis dan membersihkan lumut-lumut agar lantai tidak licin,Bu sari meratakan tanah-tanah gundukan didepan kelas dibantu oleh pak udin, Bu Ita menyapu halaman,dan guru-guru lain bertugas membersihkan ruang kelas.


seusai bergotong-royong, mereka makan bersama menggelar tikar di teras depan kelas. seusai itu mereka semua pulang dengan membawa tugas masing-masing untuk esok hari.


* Ada Apa dengan Bu Nia?


Pagi hari Jum'at, guru-guru disekolah terlihat sibuk dengan tugas masing-masing, Bu Wati bersama Bu ita menyiapkan bubur di mangkuk-mangkuk kecil serta menata makanan-makanan lainnya, pak Udin menggelar tarpal sebagai ganti tikar di halaman sekolah, Bu sari dan Bu ida menata minuman. Bu Nia berperan menyambut murid, guru atau kiyai yang datang, guru yang lain bertugas menjaga murid-murid di kelas.


saat itu masih pukul 08.00,menurut rencana ,acara doa akan dimulai pukul 09.00 pagi.


Disaat sedang menunggu tamu, Bu Nia tiba-tiba berjalan menuju ke kelas,sambil tersenyum menatap ke Bu Wati ,tatapannya terlihat berbeda. lalu beliau melangkah ke dalam kelas, tersenyum pada guru-guru yang mengajar anak-anak bershalawat di kelas,kemudian beliau ikut duduk sebentar tanpa bicara sepatah katapun.


selepas itu,beliau bangun dan berjalan menuju ruang Kepala sekolah lalu duduk diam di kursi tamu.


saat itu Bu sari sedang sibuk menelpon para tamunya yang akan hadir,hanya sesekali menatap bingung ke arah Bu Nia yang masih duduk diam.


selesai menelpon,Bu sari pun mengajak Bu Nia bercakap- cakap.


" loh kok Bu Nia disini? tamunya masih belum datang loh,yang lain sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing. ayok kembali ke posisi".


Bu Nia masih diam,sesekali tersenyum menatap Bu sari.


" Ada apa Bu Nia,ada yang bisa di bantu?".tanya Bu sari lagi.


tiba-tiba Bu Nia merebahkan tubuhnya di kursi panjang ,lalu mulai berkata.Bu sari tolong pijitin, kepala saya pusing. Bu sari yang panik segera memanggil Bu Ita.


"Bu Ita,tolong ke kantor sebentar,kayaknya Bu Nia ga enak badan disana,tolong dibantu pijitin".


Bu Ita segera pergi ke ruang kepala sekolah.


"ada apa Bu Nia?".tanya Bu Ita


"tolong pijitin,kepala saya pusing,...aduh kenapa kaki saya panas,..?tolong".


Bu Ita segera memijit kepala Bu Nia.


Bu Wati yang penasaran segera ke kantor "ada apa bu Ita?".tanya Bu Wati


"ini Bu Nia, katanya kepalanya pusing".


jawab Bu Ita


"oh iya sini saya bantuin,kebetulan tugas saya baru saja selesai" kata Bu Wati


"baik Bu Wati,saya ke depan,gantikan tugas Bu Nia buat terima tamu".ujar Bu Ita.

__ADS_1


"baik Bu".


Tak selang berapa lama saat Bu Wati duduk memijit Bu Nia, tiba-tiba Bu Nia terus-terusan menunjuk kakinya dan bilang" panas...panas..panas".


"panas kenapa Bu Nia? ".tanya Bu Wati


" Nia siapa?".tanya bu Nia


"Ya Bu Nia ini, ada apa Bu?".


"oh, namanya Bu Nia ya si dia ini?".


menghadapi percakapan yang tidak nyambung ini,Bu Wati jadi sedikit khawatir.


"lah,memang selain Nia ,nama ibu siapa lagi?".tanya Bu Wati


Bu Nia cuma tersenyum menatap Bu Wati.senyuman yang berbeda yang seakan bukan dirinya.


"panas...masuk kesana panas kakiku". ucap Bu Nia


"Masuk kemana Bu?". tanya Bu wati


"Masuk ke kelas itu panas kakiku,panas sampai disini". sambil menunjukkan lututnya .


"Oh iya Bu,saya pijitin ya?".


"hmm".jawabnya


"Bu,saya telpon suaminya ya suruh jemput ya?,ga baik kalau ibu sakit begini". ucap Bu Wati


"Suami siapa?". tanya Bu Nia


"Ya suami Bu Nia, Bu Nia pulang saja ya?".


"Kenapa saya harus pulang? rumah saya disini,kenapa kamu mau usir-usir saya?".


Bu Wati segera menutup mulutnya dan mulai panik, ia berkata dalam hati " Ya Allah,sepertinya Bu Nia sudah bukan dirinya".


Bu Wati segera keluar memanggil Bu sari "Bu kepala,sepertinya Nia sedang tidak baik-baik saja.dari tadi ngomongnya udah ngelantur". lapor Bu Wati.


Bu sari segera mengikuti langkah Bu Wati menuju ke kantornya.


Bu sari segera mengajak Bu Nia berdialog,


"Bu Nia kenapa?" tanya Bu sari


"Bu Nia,.Bu Nia,. Bu Nia". jawabnya

__ADS_1


"kalau kamu bukan Bu Nia,sebenarnya siapa kamu?".tanya Bu Sari.


lagi-lagi Nia tersenyum dan tiba-tiba berubah menjadi marah.iapun memukul-mukul meja yang ada dihadapannya.


" Dia ini tidak sopan,kemarin dia mengganggu anak-anak saya yang sedang bermain, dia gosok-gosok lumut dilantai pake pisau, pake linggis.anak-anak saya kesakitan". jawab Bu Nia yang ternyata sedang kerasukan.


Bu sari dan Bu Wati sama-sama mengucapkan "oh" didalam hati.


"jadi gara-gara kemarin kami bersih-bersih,membuat kamu marah?". tanya Bu sari lagi.


"ia,tidak ijin dulu. tiba-tiba saja menggosok - gosok pisau,tidak sopan". ujar Bu Nia lagi.


"Maafkanlah, kita tidak lihat ada anakmu disitu".kata Bu Wati.


"Ada lagi satu orang kemarin,main roboh-robohkan gunungan tempat main anak saya pake linggis,tapi saya tak berani ganggu ,orangnya pintar baca do'a".


" oh,kalau pintar baca do'a ,kamu takut?" kata Bu sari


"ia,saya tak mau ganggu ".jawab Bu Nia.


"Maafkan kami kalau begitu,sudah keluarlah..kasihan teman kami,dia itu sedang sakit. maaf ya,kami cuma bersih-bersih kemarin,memang kamu suka tempat kamu kotor?". tanya Bu sari


"tidak,saya juga suka yang bersih.masalahnya kalian tidak bilang dulu,tidak ijin kalau mau bersih-bersih, biar kami menghindar dulu,tidak main disitu".


Bu Wati segera keluar menemui salah satu tamu yang sudah datang, yang tak lain adalah guru dari pak Alim yang bernama Kiyai Hasan.


Saat Kiyai Hasan masuk, sekonyong wajah Bu Nia berubah menjadi takut.


"Siapa Dia? untuk apa dia kemari?.saya tidak mau berurusan dengan dia".ujarnya takut.


"Sudah,.. keluar saja, jangan suka ganggu. maafkanlah kalau beliau salah,namanya juga tidak sengaja". ucap Kiyai Hasan.


Bu Nia masih tertunduk takut,


"Bukannya kalian berada di lokasi yang sama? jadikanlah keluarga,tidak boleh saling mengganggu,harus saling jaga".ungkap kiyai Hasan.


"Saya mau tetap disini,disini rumah saya,jangan usir saya".


"iya,..kamu tidak di usir,asal jangan ganggu".


kiyai hasan lalu membaca beberapa ayat rukiyah hingga akhirnya Bu Nia sadar.


tampak Bu Nia kebingungan, "kenapa saya ada di ruang kepala sekolah?".tanyanya.


"Sudah ya Bu,tidak ada apa-apa,sekarang ibu istirahat dulu".ucap pak kiyai.


Bu Wati segera memberi minum air gula ke Bu Nia. "tidak apa-apa Bu,mungkin tadi ibu kecapekan".kata Bu Wati.

__ADS_1


"Terima kasih bu Wati". ujarnya


"ia,sama-sama".


__ADS_2