
Seperti biasa di komplek perumahan tempat tinggal Airin,setiap 2 Minggu sekali diadakan pertemuan rutin warga di lingkungan RW komplek asri itu.pertemuan biasanya diadakan diwaktu malam saat-saat akhir pekan seperti ini. selain untuk menyambung silaturahmi antar warga juga sebagai ajang curhat dan diskusi atau musyawarah warga mengenai situasi dan kondisi terbaru dilingkungan tersebut. pertemuan tersebut diadakan di rumah pak RW yang kebetulan rumahnya berhadapan dengan rumah Airin dan Bidan Mila. suasana pertemuan disana terlihat sangat penuh keakraban.tidak terkecuali yang terlihat dari keakraban ustad Ali,pak Syarif sebagai ketua RW dan pak Rudi. Airin yang kebetulan memang belum kembali ke pesantren turut berkumpul bersama anak-anak muda disana sekaligus membantu melayani konsumsi warga.
Usai acara pertemuan,satu persatu warga pulang kembali ke rumahnya,tampak ustad Ali dan pak Rudi berpamitan kepada pak Syarif dan warga yang masih ada di lokasi.ustad Ali juga menyapa bidan Mila dan Airin,mereka berbincang-bincang sebentar,ustad Ali memberikan wejangan pada Airin yang sebentar lagi pulang ke asrama pesantren "Neng,.betapa bahagia kedua orangtuamu jika kelak kamu jadi anak yang Sholehah.belajar yang rajin ya neng,taat pada ibu bapak,perkuat dan amalkan agamamu selagi kamu masih muda,kelak setelah dewasa,semoga bisa menjadi teladan dan contoh yang baik untuk keluarga dan orang lain disekitarmu". "iya ustad,InshaAllah".jawab Airin.
"tidak boleh manja,walau kamu anak bungsu harus tetap bertanggung jawab,belajar sungguh-sungguh biar sukses,jangan lupa hafalan Al Qur'annya ya karena itu yang akan menjadi cahaya di akhirat dan mahkota bagi kedua orang tuamu".tambahnya. "siap".jawab Airin lagi sambil tangannya diangkat seperti posisi hormat.ustad Ali tersenyum sumringah melihat kelakuan Airin,begitupun teman-temannya yang lain.meskipun begitu Airin menangkap bahwa ada yang berubah dari aura dan tatapan Ustad Ali kepadanya.ustad Ali memang sangat akrab dengan warga karena beliau merupakan tempat bagi warga selama ini untuk berkonsultasi masalah agama,begitu juga dengan keluarga Airin,bahkan saking dekatnya bidan Mila dan suaminya menganggap ustad Ali sebagai orang tua sendiri.
ketika ustad Ali meninggalkan tempat,tampak oleh Airin sosok laki-laki yang mengikuti ustad Ali keluar.menurut penglihatan Airin wajah dan perawakannya sangat mirip dengan ustad Ali. ia tidak bicara, menyapa atau menegur orang-orang yang dilewatinya, ia hanya terdiam menunduk berjalan mengikuti ustad Ali.orang-orangpun hanya menyapa dan menjawab salam dari ustad Ali dan kelihatan kalau mereka sepertinya memang tidak melihat sosok dibelakangnya tersebut.
hati Airin bergetar..."Ya Allah...apa yang akan terjadi pada ustad Ali?".tanya Airin dalam hati,ia sedikit khawatir mengenai apa yang dilihatnya"semoga ustad Ali panjang umur".Airin membatin. Airin kemudian kembali membantu teman-temannya membereskan sisa-sisa makanan ,sampah yang tertinggal dari acara itu. Ia berencana menyampaikan apa yang dirasakannya nanti pada mamanya.
sesampai di rumah,Airin segera mencuci kaki dan tangannya,selanjutnya ia duduk bersama mamanya didepan TV. setelah berapa lama duduk,Airin berinisiatif curhat kepada mamanya mengenai ustad Ali. "ma...mama ga lihat ada yang aneh dari ustad Ali".tanya Airin.
"Aneh apanya?" bidan Mila balik bertanya
"ga biasanya,ngasih pesan panjang banget sama Airin".tambah Airin
"ya...kan ketemu kamu sekali-sekali,kamunya lama di pesantren,wajar nasehatnya banyak,Rapelan".jawab bidan Mila sambil tertawa.
__ADS_1
"ih mama,emang gajian? pake rapelan segala".sewotnya. "tapi ma,ini serius loh.Naudzubillahmindzalik ya ma,Airin berharap ini ga benar sih.tapi...tadi pak ustad ada yang ngikutin loh,mukanya mirip banget sama pak ustad".tambah Airin.
"ah ,masa?".tanya bidan Mila." emang pak Rudi mirip sih sama ustad Ali,kan tetanggaan sehati". bidan Mila menanggapi dengan becanda ucapan Airin.
"mama ah becanda mulu, bukan pak Rudi ma,tapi kayak bayangan gitu.tapi wajahnya mirip banget sama pak ustad. kalau kata teman aku ya ma,..itu disebut Qorin,jin yang menyerupai kita.kalau Qorin kita muncul,itu tandanya orang itu ga lama lagi bakal meninggal".ujar Airin.
"hus,ngomong apa kamu neng.ga usah diterusin.merinding mama dengernya.ga baik ngomongin yang bukan kuasa kita manusia neng.udah".protes bidan Mila.
"Airin cum ngingatin mama aja,setidaknya kita kasih perhatianlah sama ustad Ali,jangan sampai kita menyesal.menurut teman aku ya ma...kucing aja bakalan tahu kalau orang itu bakal meninggal karena kucing juga melihat jin qorin kita" . tambah Airin.
"Airin cukup, mama ga mau sampai ada orang lain dengar.sudah,istirahat sana". bidan Mila mengusir Airin untuk tidur,ia tak ingin mendengar yang aneh-aneh lagi.meski ia sadar dengan kejadian-kejadian sebelumnya yang dilihat Airin,ia berharap ini tidak menjadi hal buruk lagi. Airin yang mendengar perintah mamanya segera masuk ke kamarnya,ia tak mau banyak bicara lagi.
Pagi itu seusai shalat subuh,ustad Ali beserta keluarganya yaitu istri dan kedua anaknya beserta seorang supir berangkat ke Surabaya guna menghadiri acara nikahan keponakan dari ustadzah Ulfah istrinya.acara itu akan berlangsung 3 hari kemudian,namun mereka berangkat lebih dulu agar tidak keburu dijalan sambil menikmati perjalanan yang santai. saat shalat subuh tadi,ustad Ali sudah berpamitan pada tetangganya bahwa akan berangkat pagi ini. bidan Mila yang selama ini sangat dekat dengan ustad Ali dan ustadzah Ulfah,merasa tidak enak didalam hati,apalagi setelah mendengar cerita Airin kemarin.bidan Mila ,membekali beberapa oleh-oleh untuk dijalan dan untuk keluarga ustad Ali di Surabaya, kemudian berpesan supaya terus berkirim kabar dan berdoa semoga mereka selamat sampai tujuan.
perjalanan yang berlangsung kurang lebih seharian ini akhirnya membawa ustad Ali beserta keluarga tiba dengan selamat di surabaya.mereka disambut dengan bahagia oleh keluarga besar mereka disana. hari-hari dilalui keluarga ini penuh keceriaan hingga tiba dihari pernikahan. ustad Ali didapuk untuk memberi tausiyah di acara akad nikah.pesan-pesan positif dan menyentuh disampaikan oleh beliau kepada pengantin dan juga kerabat undangan yang hadir di hari itu.beberapa dari hadirin sempat menitikkan air mata mendengar beberapa nasehat yang menyangkut hubungan keluarga,hubungan pernikahan yang kadangkala penuh dengan cobaan.
acara resepsi pun digelar dengan meriah,keluarga kecil ustad Ali pun membuat kenang-kenangan dengan foto bersama dengan pengantin,begitupun juga dengan keluarga besar mereka.
__ADS_1
Usai acara pernikahan digelar,keluarga besar mengadakan acara wisata berkeliling di beberapa tempat di kota surabaya seperti jembatan suramadu,kebun bibit Wonorejo,Tugu Pahlawan,Pantai Kenjeran hingga berbelanja di Pasar Turi.berbagai kenangan dibuat baik melalui foto maupun video.
Seminggu menghabiskan waktu di Surabaya,keluarga ustad Ali dan ustadzah Ulfah bersiap untuk kembali ke Jakarta. mereka kembali saat malam hari karena tertunda beberapa acara keluarga yang padat yang harus dihadiri oleh mereka hari itu.semua saudara maupun beberapa tetangga di peluk oleh ustad Ali dan ustadzah Ulfah, mereka memang akan lama baru akan kembali lagi ke Surabaya setelah ini. selain karena jarak, juga karena kesibukan keduanya yang lumayan padat.
sesampai mereka di kota cirebon,alur kendaraan lumayan padat,dan seperti biasa hampir semua kendaraan berkecepatan tinggi.meski sudah sempat beristirahat namun rasa capek dan lelah tetap terasa,ditambah lagi hujan membuat kabur pandangan pengemudi. baru beberapa menit melewati jalur tol tiba-tiba dari arah belakang meluncur sebuah mobil travel berkecepatan tinggi yang tak mampu dikendalikan,mobil itu melaju melewati mobil yang ditumpangi ustad Ali dan keluarga. supir mobil travel tersebut mencoba memutar mobilnya agar berhenti dan membanting stir ke kiri,namun naas dikarenakan juga karena jalan licin akibat hujan,mobil itu terbanting ,berguling dan menabrak beberapa kendaraan dibelakangnya.kendaraan yang ditumpangi ustad Ali tepat berada dibelakang mobil travel tersebut menjadi sasaran empuk.sang sopir yang terlihat kelelahan tak mampu mengendalikan kendaraannya untuk menghindar.alhasil mobil yang ditumpangi ustad Ali pun ikut terbanting dan mengalami kerusakan parah.lalu... bagaimana nasib ustad Ali dan keluarganya?
beberapa saat terjadi kemacetan di area tersebut, tampak kendaraan patroli polisi dan 2 mobil ambulance terparkir disana.mereka berupaya mengevakuasi korban-korban kecelakaan itu. ustad Ali terlempar dari kendaraan,supirnya terjepit di body mobil,ustadzah Ulfah dan kedua anaknya yang berada di kursi belakang mengalami luka serius.beberapa kendaraan lain juga mengalami kerusakan namun korbannya tidak terluka terlalu parah.sedangkan pada mobil travel ada 4 penumpang dan 1 orang supirnya dinyatakan meninggal ditempat,Inalillahiwainailahirojiun.
ketukan pelan di pintu rumah joglo milik ustad Ali membangunkan Bi Nur, asisten rumah tangganya. ia lalu keluar membuka pintu,ia tahu bahwa hari itu tuannya akan pulang dari Surabaya.
"neng...neng Afif, kemana yang lain? kok neng sendiri?".tanya Bi Nur.
Afif anak ustad Ali,tidak menjawab.ia hanya berjalan masuk ke rumahnya menuju ke kamarnya.Bi Nur keluar untuk melihat kemana majikannya,tapi ia bingung karena gerbang rumah itu masih tertutup dan terkunci rapat.gegas ia masuk kembali ke dalam rumah,lalu memeriksa kamar Afif, wallahualam bisawab hanya Allah yang tahu, afif tidak ada di kamarnya.begitupun saat ia memeriksa kamar mandi dan sekeliling rumah ,tidak ada ditemukan anak majikannya. sekujur tubuh asisten rumah tangga itu bergidik,ia melafazkan do'a-do'a untuk menghilangkan rasa takutnya.
Pagi hari,suasana di komplek tempat tinggal Airin heboh. berita duka disampaikan oleh asisten rumah tangga ustad Ali bahwa ustad Ali mengalami kecelakaan tengah malam tadi.ustad Ali dan putrinya Afif meninggal di perjalanan menuju rumah sakit.sedangkan ustadzah ulfah dan putera sulungnya mengalami cedera berat.
beberapa warga komplek yang bersatu itu, membantu mempersiapkan kepulangan jenazah ustad Ali dan putrinya,tak sedikit yang meneteskan air mata turut merasakan duka cita yang mendalam.tak terkecuali bidan Mila dan Airin.
__ADS_1
bidan Mila menatap Airin lekat-lekat.bayangan wajah ustad Ali melintas dimatanya,walaupun ini takdir tuhan,tapi rasa menyesal tak bisa ia tahan. andaipun ia mampu mencegah ustad Ali untuk tidak pergi,tapi jika itu takdir maka jikapun ia ada disini,ia akan tetap kehilangan nyawa.
Detik itu juga ia membulatkan tekad,setelah upacara pemakaman ustad Ali dan Afif selesai,ia memutuskan untuk membawa Airin untuk dirukiyah oleh ustazah di pesantrennya,ia tak sanggup menumpuk rasa penyesalan karena tak mampu menyelamatkan nyawa orang lain saat ia tahu putrinya bisa melihat yang tak terlihat.ia ingin mengakhiri semuanya, ia ingin putri bungsunya menjadi anak yang normal seperti teman-temannya yang lain.