
Sebut saja Bu Wati,beliau adalah salah seorang guru di salah satu Taman Kanak- Kanak di Kota B. beliau sudah bekerja selama 18 tahun di TK tersebut,mulai dari menjadi guru honorer dan sekarang di angkat sebagai PNS .soal pengalaman,jangan ditanya lagi.
Bu Wati juga banyak mengalami pengalaman aneh dari sejak awal berada di TK itu. namun karena cita-cita menjadi guru lebih gigih dari rasa takutnya,akhirnya beliau terbiasa dengan menghadapi semua itu dan rasa takutnya perlahan tidak dirasakan lagi.
Sekolah TK itu didirikan didalam halaman sebuah SD Negeri. pada awalnya dikepalai rangkap oleh kepala sekolah SD ,namun setelah setahun berdiri Pemerintah daerah kota B mengirim seorang Kepala Sekolah baru ke sekolah itu bersama datangnya seorang guru honorer baru bernama Bu Wati.
bersama dengan kepala sekolah mereka bekerjasama dengan baik merintis sekolah tersebut hingga di akui sebagai salah satu sekolah favorit dan akhirnya ditetapkan sebagai salah satu TK Negeri.
***Berawal dari pembagian jadwal piket sekolah.
Jadwal piket dibagi sesuai jumlah guru untuk kegiatan setiap harinya. Bu Wati mendapat giliran piket kehadiran pada setiap hari jum'at.
seperti biasa petugas piket harus hadir lebih pagi dibanding rekan-rekan yang lain. pada hari itu Bu Wati datang ke sekolah pukul 06.00 pagi dan mulai membuka ruang-ruang kelas.
pada hari sebelumnya ruang-ruang kelas tersebut sudah dirapikan dan dipel, namun pada saat itu keadaan salah satu ruang kelas sudah berantakan dan terdapat jejak kaki anak-anak berlumpur ada di situ.dan...jejak kaki itu selain terlihat kecil juga hanya punya jejak kaki kiri,tidak ada jejak kaki kanan.
awal-awal Bu Wati biasa saja,beliau berpikir logis, mungkin saja pada sore hari sebelumnya,ada anak-anak penjaga sekolah yang mungkin datang bermain ke kelas.karna memang kunci semua kelas dipegang oleh opas. tanpa banyak bertanya,Bu Wati kembali membereskan semua mainan itu dan membersihkan jejak-jejak kaki itu.
__ADS_1
dihari-hari berikutnya kejadian tersebut tidak terjadi pada rekan-rekan yang lain,dan Bu Wati tidak menceritakan hal tersebut kepada rekan-rekannya.
hingga tiba kembali Bu Wati berhadapan dengan hari piketnya di hari Jumat.
kejadian yang sama terulang kembali,saat masuk kelas Bu Wati harus menemukan kelasnya berantakan dan ada jejak kaki anak-anak berlumpur lagi disitu dan masih sama, hanya jejak kaki kiri yang terlihat. dan jejak kaki ini tidak ada di pintu keluar masuk kelas, melainkan dari tembok yang satu mengarah ke tembok yang lain yang berhadapan.
pada saat itu,Bu Wati punya inisiatif untuk bertanya ke opasnya,apakah kemarin ada anak-anak opas tersebut yang datang bermain di kelas. dan jawaban si opas "anak saya sudah seminggu berangkat keluar kota bersama ibunya untuk menghadiri acara keluarga".
Bu Wati kembali bertanya " atau mungkin ada anak-anak lain atau anak SD mungkin yang masuk ke kelas kemarin sore?".
"tidak juga sih pak".
Bu watipun menceritakan kejadian yang dialaminya di kelas.
"Minggu kemarin juga begitu pak,tapi awalnya saya biasa saja,saya pikir anak bapak yang datang main".
"wah..mana berani saya Bu,apapun yang terjadi disekolahkan tanggung jawab saya,kalau untuk buka ruangan kelas pasti saya ijin dulu sama ibu-ibu guru".
__ADS_1
"Ya udah deh pak, saya kembali ke kelas dulu.ga perlu cerita ke teman-teman yang lain.biar saya sama bapak saja yang tahu".usul bu Wati
"iya Bu,siap".
hari itu Bu Wati mengajar seperti biasa, walau sesekali penasaran dan ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dikelasnya.
diminggu berikutnya,hal yang sama terjadi lagi dan itu selalu terjadi di hari piket Bu Wati yaitu hari Jum'at.
akhirnya karena penasaran, Bu watipun meminjam sebuah kamera dari saudaranya dan memasang kamera tersebut dikelasnya pada hari Kamis,saat semua rekan-rekannya sudah pulang kembali ke rumah.
dihari Jum'at berikutnya,Bu Wati pergi pagi-pagi ke sekolah, selain penasaran dengan pelaku sebenarnya ,Bu Wati juga ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi.
saat membuka kelas,hal yang sama terjadi.kelas terlihat berantakan dan ada jejak kaki.
cepat diambilnya kamera yang disimpannya diatas rak buku lalu menyimpannya ke dalam tas.beliau berpikir untuk melihatnya nanti seusai jam mengajar selesai.
Bu Wati kembali merapikan kelasnya dan mengajar seperti biasa.
__ADS_1