Bukan Indigo

Bukan Indigo
Penghuni Gaib Taman Kanak-Kanak 7


__ADS_3

* Doa Tolak Bala


Semua orang berkumpul di halaman sekolah. guru-guru TK,Semua murid TK, beberapa orang guru SD dan beberapa guru agama dan kiyai duduk bersama diatas gelaran tarpal biru. tampak Kiyai Hasan dan Pak Alim duduk dihadapan hadirin untuk memimpin acara do'a tolak bala pagi itu. dimulai dari membaca shalawat kepada nabi,membaca surah Yasin dilanjutkan dengan doa-doa lainnya yang berhubungan dengan hajat hari itu.


setelah acara doa selesai, dilanjutkan dengan makan bersama. kegiatan hari itu tampak berjalan dengan hikmad dan lancar. hingga pada sesi terakhir ,kiyai Hasan membacakan doa-doa pada sebuah bejana besar berisi air ,kemudian air itu diminum oleh semua yang ikut pada kegiatan itu seraya berdoa semoga semua dilindungi oleh Allah yang Maha Kuasa...sisa air itu dipakai untuk menyiram sudut-sudut halaman dan tanaman-tanaman yang ada disekolah itu.


dan rangkaian acara pada hari itu pun selesai.


Kiyai Hasan dan tamu yang lainpun pamit pulang.namun sebelum pamit, kiyai Hasan berpesan pada semua guru-guru yang ada disekolah itu untuk selalu menjaga ibadah,rajin shalat dan mengaji. jika tidak sempat mengaji, dengarkan murotal-murotal Al Qur'an,menjalankan semua perintah Allah ,menjauhi laranganNya dan tidak berbuat musryik.nasehat tersebut mendapat respon yang baik dari guru dan kepala sekolah,semua mengangguk dan berjanji di dalam hati.


*Kiyai Hasan


Kiyai Hasan tinggal di samping area persawahan yang subur. Kiyai Hasan juga mengolah beberapa petak sawah disana yang lumayan luas, yang juga merupakan peninggalan keluarganya turun temurun.beliau menjadikan lahan tersebut untuk menanam padi,jagung dan kedelai.


Kiyai Hasan sesungguhnya bukan orang biasa,beliau adalah keturunan langsung Kiyai Usman yang merupakan seorang Qori terkenal yang dulu tinggal di Kota Madinah. Kiyai Hasan juga adalah seorang Hafiz. setiap hari kiyai Hasan selalu melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an di langgar dekat rumahnya, suara kiyai Hasan yang merdu dan syahdu kadang membuat beberapa orang yang mendengarnya menitikkan air mata.


Kiyai Hasan hidup sederhana bersama istrinya ,sedangkan 2 orang puteranya telah dikirim untuk menempuh pendidikan di pesantren di daerah Jawa.

__ADS_1


Malam itu, Kiyai Hasan pulang dari langgar setelah menunaikan shalat Isya. sang istri segera menyiapkan makan malam untuknya,makanan sederhana yang sangat disukai sang suami yaitu ikan bakar dan sayur bening.Kiyai Hasan makan masakan istrinya dengan lahap sambil sesekali memuji masakannya yang enak. selesai makan malam beliau lalu berpesan kepada sang istri agar malam itu untuk tidak ada yang mengganggunya karena pada malam itu beliau akan kedatangan tamu. beliau lalu masuk ke dalam sebuah kamar atau bilik khusus tempat beliau biasa beribadah jika di rumah. sang istri pun mengerti bahwa tamu yang di maksud yang ditunggu sang suami bukanlah orang biasa.


Setelah masuk ke dalam bilik khusus, kiyai Hasan lalu duduk bersila di atas sajadah dan mulai melantunkan Dzikir.disaat sibuk berdzikir, terdengar suara seseorang mengucap salam


"Assalamualaikum ". sosok laki-laki berbaju putih dan memakai sorban tiba-tiba muncul dihadapan kiyai Hasan.sosok itu terlihat tinggi dan tampak aura wajahnya bercahaya mencerminkan sosok yang alim.


"Waalaikumsalam kiyai". jawab kiyai Hasan.bersama munculnya sosok tersebut,bau harum tercium memenuhi bilik dimana kiyai Hasan berada.


tanpa perlu kiyai Hasan mengutarakan kata-kata,sosok tersebut langsung berkata " Kau tidak usah ragu,ada Allah yang selalu melindungimu,dan aku akan membantumu juga".


"Terima kasih,kiyai. kita akan sama-sama menunggunya disini".ucap kiyai Hasan.


Ya,sosok itu adalah sosok Jin Muslim yang selalu menemani kiyai Hasan kemanapun beliau pergi.dan sosok ini juga merupakan pembimbingnya. ia bernama Kiyai Dali.


pada kali ini mereka sedang menunggu sosok tamu yang lain yang akan datang menemui mereka.


Baru saja mereka bertukar kata, tiba-tiba tercium bau daging panggang menyeruak masuk ke dalam bilik khusus itu bersamaan dengan munculnya sosok wanita berkain merah menutup hampir seluruh bagian tubuhnya,tampak tangannya menggenggam potongan kepala yang berlumuran darah yang sudah terpisah dari tubuhnya. disamping sosok itu muncul sosok bayangan harimau berukuran besar.

__ADS_1


Kiyai Hasan lalu bertanya pada sosok tersebut " Katakan apa yang kau inginkan".


sosok tersebut tampak marah ,suasana di kamar berubah panas dan sesak.


"Kenapa kamu ikut campur, saya tidak akan pergi dari sana, saya tidak bisa pergi kemanapun,saya tidak mau".


"Disana bukan lagi tempatmu,aku akan membawamu ke tempat yang lain". ucap Kiyai Hasan. "tidak mau...saya tidak mauuuu". sosok itu berteriak nyaring bersama dengan geraman sosok harimau yang ada disampingnya. "kamu tidak berhak mengusirku,aku sudah lama disana".tambahnya lagi.


Kiyai Hasan tampak tenang,dan terus berdzikir.kemudian sosok lain yang bernama kiyai Dali yang sedang ada di samping kiyai Hasan berkata; "kau akan ikut denganku, kau tidak boleh melawan, Radiah".


sosok Radiah mulai menyerang bertubi - tubi dengan marah kearah kiyai Hasan, dengan cepat setiap serangan ditangkis satu persatu oleh kiyai Dali. Sosok Radiah menyerang bersama dengan sosok harimau yang bernama Karang. Kiyai Hasan pun tak tinggal diam dan segera berusaha melumpuhkan Karang selagi kiyai Dali menghadapi Radiah.


Setelah sekuat tenaga melawan, akhirnya Kiyai Hasan dan Kiyai Dali mampu melumpuhkan kedua makhluk gaib tersebut. makhluk yang paling jahat yang menghuni Sekolah Taman Kanak-Kanak. Ya, ia sengaja di pindahkan jauh dari sana karena Radiah dan Karang adalah yang paling besar membawa dampak buruk bagi sekitarnya.meski mereka tidak terima, tapi itu semua harus dilakukan. ada beberapa juga yang dipindahkan bersama mereka.namun,mereka tidak punya kekuatan lebih untuk melawan seperti Radiah dan Karang,karena itu mereka hanya pasrah saja dipindahkan dari sana. adapun yang tinggal,hanyalah mereka yang memang tidak punya niat untuk meneror penghuni sekolah lainnya.


Kiyai Dali lalu menghisap Radiah dan Karang masuk ke dalam mulutnya lalu beliau membawa mereka ke sebuah bukit yang agak jauh dari sana. beliau lalu beresan kepada kedua makhluk itu; "Tempat Kalian disini, kekuatanmu tidak sebanding dengan kekuatan pemimpin di tempat ini,jadi jangan berbuat macam-macam dan jangan pernah kabur karena dia pasti akan tetap menangkapmu lagi.berdiamlah disini sampai suatu saat nanti akan ada yang menjemput kalian".


Radiah dan Karang hanya pasrah ketika mereka diserahkan kepada penguasa di tempat itu,dan mereka sudah tak bisa kemana-mana dan mengganggu orang lagi.

__ADS_1


Sejak saat itu,Bu Wati dan rekan-tekan lainnya sudah tidak pernah lagi melihat yang aneh-aneh atau mendapat gangguan-gangguan gaib lagi disekolah. mereka juga sudah semakin mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta dan bahkan setiap Jumat disekolah itu selalu diadakan acara doa dan dzikir bersama sebagai pengingat bahwasanya mereka semua adalah ciptaan Allah dan hanya kepada Allah lah tempat meminta perlindungan.


__ADS_2