
***
Disebuah kota di pulau Sulawesi,seorang lelaki paruh baya berjalan gontai kelelahan sepulang bekerja,ia seperti biasa menjadi buruh disebuah gudang toko bangunan. ia lalu duduk melepas lelah disebuah warung kopi langganannya. warung kopi itu dijaga oleh seorang wanita yang umurnya sekitar 60an bernama mak item. Mak item orang baik,kadangkala beliau menggratiskan makan dan minum untuk orang tertentu atau dihari tertentu.
"Nak Jaya baru pulang?".sapa mak item
"ia Mak,bikinin kopi satu ya, sama nasi ikan teri".pinta laki-laki yang dipanggil Jaya itu.
"tunggu sebentar ya".jawab Mak item.
tak berapa lama, pesanan sudah siap, laki-laki itu makan dengan lahapnya. ya nasi ikan teri buatan Mak item memang terkenal enak dan harganya murah tidak lebih dari sepuluh ribu.wajar banyak pelanggan dari pekerja buruh kecil,pedagang asongan bahkan para tukang ojek yang berpenghasilan kecil yang makan disana.
setelah selesai menghabiskan makan dan minum kopi,jaya segera beranjak pulang ke tempat kosannya yang telah dihuninya selama kurang lebih 4 tahun.
ia tidak terlalu dikenal oleh tetangganya, selain pergi bekerja dari pagi hingga sore hari, sesampai dikosnya,ia lebih suka mengurung diri, jarang berkumpul dan terkesan menutup diri.identitasnya juga tidak jelas,karena beralasan ia kehilangan kartu identitasnya.
Jaya tiada lain tiada bukan adalah Jain,seorang laki-laki buronan kepolisian yang terkait kasus pembunuhan dan pemerkosaan adik iparnya sendiri yaitu Johar. ia berpindah dari satu kota ke kota lainnya selama 15 tahun.karena tabungan telah terkuras habis untuk melarikan diri akhirnya 4 tahun terakhir ia terdampar sendirian di kota Makasar dengan penampilan yang berbeda, berjanggut lebat dan botak.kebiasaannya bermain perempuan pun sudah mulai ditinggalkan,salah satu alasannya adalah ia sudah tak punya uang lagi karena hanya cukup untuk bayar kontrakan murahnya dan makan sehari-hari.
meski Jain telah kabur dan bebas diluar penjara,tapi jiwanya tetap merasa terpenjara, tidak bebas seperti dulu karena harus bersembunyi dari aparat dan masyarakat yang mengenalinya,hal itu sesungguhnya lebih menyiksa. ditambah lagi setiap saat selalu merasa diteror oleh arwah johar.
Pagi itu ,Jaya kembali berangkat kerja. ia pergi dengan berjalan kaki karena memang tempat kerjanya tidak terlalu jauh ditambah lagi ia tak punya kendaraan bermotor.saat hendak berdiri menunggu untuk menyeberang, tiba-tiba ada 2 mobil yang datang dengan kecepatan tinggi dari dua arah berlawanan.salah satu dari kedua kendaraan itu adalah sebuah mobil bak terbuka yang membawa ikan tak mampu mengendalikan lajunya dan akhirnya tak terelakkan mobil itu terguling dan menabrak mobil penumpang yang datang dari arah sebaliknya. Beberapa korban berjatuhan terlempar dari kendaraan dan dalam kondisi memprihatinkan,beberapa lagi masih ada didalam kendaraan dengan kondisi yang sama,darah berceceran dimana-mana,anggota tubuh terpisah dari tubuhnya.saat melihat kejadian ini,Jaya syok merasa ngeri terbayang bagaimana jika tubuhnya yang seperti itu, ia takut mati, takut akan dosanya dimasa lalu.ia kembali ketakutan dan terbayang kembali peristiwa 15 tahun lalu,arwah Johar kembali menghantuinya,ia berlari ketakutan,berlari dan terus berlari sambil menangis.hingga tiba pada sebuah Musala kecil,ia terduduk di depannya,menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
orang-orang yang lewat didepan Musala bingung melihatnya.
***
seorang marbot Musala sedang bekerja membersihkan gudang Musala,tiba-tiba ia mendengar dari depan Musala ada orang yang menangis.beliau lalu keluar dan mencari sumber suara, beliau bingung melihat orang dewasa yang menangis meraung-raung seperti anak kecil di depan pintu musala.melihat lagi penampilannya yang lumayan sangar semakin membuat ia penasaran gerangan apa yang membuat orang ini menangis. beliau lalu menghampiri orang tersebut lalu bertanya "pak,bapak kenapa?", jaya berhenti menangis mendengar pertanyaan marbot yang bernama pak Salim itu. "mari masuk ke dalam pak,tidak baik seperti ini,bapak sedang diperhatikan orang-orang".tambah pak Salim lagi.
Jaya pun mengikuti pak Salim masuk ke dalam musala.sesampai di dalam,ia kembali menangis sejadi-jadinya.pak Salim yang melihat itu hanya duduk disampingnya membiarkan jaya menangis dulu hingga ia merasa tenang
"menangislah pak sampai bapak tenang,untuk sementara saya tinggal dulu ya pak,saya mau menyelesaikan beberes gudang dulu.setelah bapak tenang bapak boleh cerita sama saya masalah bapak .atau jika tidak bisa cerita sama saya, ceritakan semua kepada Allah,InshaaAllah beban yang bapak miliki mudah-mudahan akan berkurang".ucapnya sambil mengelus punggung jaya.
setelah pak salim pergi, jaya keluar mengambil wudhu,ia sedikit bingung karena sudah lama tidak melakukannya.setelah itu ia masuk kembali dan mulai shalat.setelah shalat ia berdoa,saat ini ia kembali menangis mengingat semua dosa-dosanya dimasa lalu.tubuhnya mulai terasa lelah,matanya sudah sembab dan mengantuk,iapun tertidur.
setelah terbangun,ia meraih tangan orang yang membangunkannya yang tak lain adalah pak Salim "saya tobat pak,saya tobat pak,saya salah pak,saya salah pak,tolong saya pak".ujarnya berkali-kali
"Tenang,bapak tenang ya pak".ucap pak Salim.
"tolong saya pak,toloooong pak" mohonnya lagi sambil bersujud dan menangis.
"astagfirullah pak,InshaaAllah saya coba tolong bapak,tapi bapak tenang saja dulu".pak Salim merangkul jaya dan kembali mengusap punggungnya.
setelah tenang jaya pun menceritakan keadaannya,bebannya,kisahnya dimasa lalu. pak Salim hanya terus mendengarkan tanpa ingin untuk menghakimi.
__ADS_1
setelah jaya selesai mencurahkan keluh kesahnya,ia balik bertanya pada pak Salim "Apa yang harus saya lakukan pak untuk menebus dosa saya?".
pak Salim pun memberikan nasehat " saya sesungguhnya bukan orang suci,dulu saya juga banyak kesalahan.tapi saya cepat disadarkan dan segera bertaubat serta mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya.dengan begitu hidup kita akan jauh lebih tenang". ujar pak Salim.
"saya hanya bisa memberi saran,mumpung masih punya umur,segera bertaubat.mohon ampun pada Allah dan juga pada orang-orang yang pernah bapak sakiti hatinya.biarlah Allah saja yang tahu setulus apa bapak bertaubat dan mau berubah.manusia cuma bisa menilai". tambah pak Salim lagi.
"apa saya harus menyerahkan diri pak?".tanya jaya lagi
"semua terserah bapak,yang menjalani bapak sendiri" jawab pak Salim bijak.
setelah beberapa saat berpikir jaya pun mengambil keputusan.
"antarkan saya ke kantor polisi pak,saya mau menyerahkan diri,saya sudah tidak sanggup lagi hidup seperti ini".mohon jaya pada pak Salim.
akhirnya jaya diantarkan oleh pak Salim ke kantor polisi,disana ia menceritakan semua kejahatannya.
seminggu kemudian jaya dipulangkan ke desa asalnya untuk diadili dan ditahan disana.
sesampai di kampungnya,ia meminta maaf pada semua keluarga Johar dan juga pada penduduk desa karena sudah berbuat dzalim.sebagian orang mencemoh sebagiannya lagi mau menerima permintaan maaf itu,termasuk keluarga besar Johar.
Maya senang Jaya atau Jain mau menyerahkan diri dan mendapat hukuman setimpal dengan perbuatannya,dengan begitu ia berharap arwah Johar bisa tenang dan tidak mengusik warga desa lagi.
__ADS_1