
Airin malam itu duduk diam di asrama, wajahnya terlihat lelah karena baru saja selesai menjalani hukuman oleh ustazah pembimbingnya, menulis kaligrafi ucapan Istigfar sebanyak 100 kali. Airin dihukum karena bertengkar dengan teman seasramanya karna masalah yang sepele.sedangkan lawannya yang bernama Mira juga mendapat hukuman yang sama.
Airin dan Mira adalah teman seasrama,mereka adalah murid sebuah pesantren di Banten.
Airin adalah keturunan Bima sedangkan Mira asli orang Jawa. Airin dan Mira sebenarnya adalah sahabat baik,namun kadang karena kekhilafan membuat mereka kadang jadi musuh.
Malam itu...karena terlalu lelah,Airin Mengantuk dan langsung tertidur. baru beberapa saat tertidur, tiba-tiba Airin dibangunkan oleh seseorang.
"Airin sayang...bangun nak.ayo Airin bangun".ucap sosok itu
Airinpun terbangun dari tidurnya,ia pun terkejut saat melihat sosok yang datang menemuinya " Ajitua...".
Ajitua adalah panggilan untuk kakek dalam bahasa Bima.
"Assalamualaikum ajitua,kok ajitua ada disini? kapan datang?".Airin bertanya pada sosok yang ada didepannya.
"baru saja,memang niatnya mau datang jenguk kamu, ajitua kangen sekali sama kamu".jawab kakeknya.
"Airin juga kangen ajitua".balas Airin.
Airinpun memeluk kakeknya dengan penuh rasa sayang karna sudah beberapa tahun belum pernah lagi berkunjung ke kampung halaman kakeknya di Bima,dan ia cukup terkejut saat ternyata kakeknya sudah ada dihadapannya. tiba- tiba kakeknya mengurai pelukannya dan berpesan." Ajitua tidak boleh lama-lama,Ajitua harus segera pulang ya nak, jaga mama papa,jadi anak baik, rukun sama kakak-kakakmu".
belum sempat menjawab ,tiba-tiba Airin terbangun dari tidurnya, ",Ya Allah,ternyata mimpi.nyata sekali rasanya.Ajitua...". Airin memelukkan kedua tangannya didada.
"tapi,..tidak biasanya ajitua datang di mimpi".ucapnya lagi.
Saat pagi hari,Airin datang menemui Ustadzah untuk meminta bantuan menghubungi mamanya di rumah,mama dan papa Airin adalah sama-sama berprofesi sebagai tenaga Kesehatan.Mamanya adalah bidan dan Bapaknya seorang Dokter. saat panggilan tersambung ,"Assalamualaikum mama".
"Waalaikumsalam sayang,tumben telpon...kangen sama mama?".canda mama
__ADS_1
"ia ma,Airin Kaaaaangen banget sama mama".ucapnya
"mama juga kangen sama kamu,sayang".jawab mama.
"Ma, telpon Ajitua gih. Airin khawatir, takutnya ajitua sakit". Airin langsung mengungkapkan maksudnya kepada mama
"Mama udah telponan semalam,ajitua baik-baik saja. hari ini pada mau ke Wera buat acara nikahan Tante Ema".jawab mama
"Owh gitu , suruh hati-hati Ma. Wera kan jauh". ucap Airin Khawatir
"Ia,nanti mama telpon lagi kesana".kata mama.
Mama Airin tinggal di Jakarta,setiap Minggu selalu bertukar kabar lewat telpon dengan orang tuanya di Bima. Papa Airin asli orang Sunda,bertugas di Batam dan setiap Minggu akan pulang ke Jakarta.
"tumben kamu khawatir banget sama ajitua,ada apa?".tanya mama
"Airin mimpi dijengukin ajitua ma,Airin takut ajitua sakit. Ma...tanya terus kabar ajitua ya, jangan sampai mama menyesal nanti".jawab Airin
"Aamiin,ia Ma ,Airin sudahan dulu telponnya.sebentar lagi Airin ada kelas.kalau ada telpon lagi dari Ajitua bilang kalau Airin Kangen. Ya Udah deh Ma, Assalamualaikum".
"ia sayang,jaga diri disana".pesan mama
"sip ma".
Airin pun menutup telponnya, ia lalu mengembalikan handphonenya kepada ustadzahnya.
"Terima Kasih Ustadzah Hasnah".ucapnya
"ia,sama-sama Airin". jawab ustadzah.
__ADS_1
***Dikampung Kakek.
Perjalanan yang ditempuh memang melelahkan,namun karena akan bertemu saudara laki-lakinya membuat Aji Salim bersemangat. hari itu adalah hari pernikahan keponakannya yang bernama Ema ,putri dari kakak kandung Aji Salim yang bernama Aji Telo.
Aji Salim adalah kakek Airin,beliau adalah salah satu tokoh terpandang di kampungnya,pernah menjadi guru lalu pensiun selanjutnya diangkat menjadi anggota dewan. dan setelah tidak aktif,beliau lebih senang hidup sederhana bersama anak-anak dan cucunya,meskipun kadang masih banyak yang memintanya untuk kembali ke politik,tetapi beliau dengan bijak berkata " masih banyak anak muda hebat dan berpotensi,saya hanya bisa memberi masukan dan nasehat saja".
Beliau juga selalu menasehati anak-anak dan menantunya yang bekerja di Pemerintah "Kalian itu PNS,Yang namanya PNS ya bekerja untuk masyarakat,menjadi pelayan Masyarakat.Jangan pernah tunjukkan kesombongan dan sikap angkuh terhadap rakyat,karena sesungguhnya PNS itu digaji oleh rakyat, tidak boleh ada PNS yang hidupnya mewah-mewah,sedangkan rakyat yang menggajinya hidupnya pas-pasan.sesungguhnya mereka itu bosnya dan kamu pelayannya". kata-kata itulah yang membuat orang tua Airin ,yang meski profesinya bisa dikatakan mentereng dan bisa membangun rumah mewah,namun mereka memilih hidup sederhana, mereka sadar, mereka harus menjadi contoh bagi masyarakat.
Tiba di Wera,seluruh keluarga mengikuti acara dengan hikmad dan bersuka cita. Aji Salim yang entah kenapa pada hari itu merasa sangat terharu dan sedih,bukan apa-apa, tepat 3 bulan yang lalu ,saudara tertuanya bernama Aji Ahmad dipanggil menghadap Allah. dan pada acara keluarga hari ini,sosok kakaknya itu tidak hadir. hingga tiba saatnya pulang kembali ke Bima,Aji Salim memeluk saudaranya Aji Telo lamaaa sekali.saat beliau naik ke mobil, salah seorang anaknya bertanya"kenapa Aji lama sekali?". beliau menjawab" tadi aji menyalami semua sahabat aji disini dan aji merasa kasihan dengan ua mu,aji harus meninggalkan Aji Telomu sendiri".tak ada firasat apapun dengan kata-kata itu.mereka lalu melanjutkan perjalanan pulang hingga selamat sampai rumah tepat pukul 10 malam.
Keesokan harinya, Aji Salim terlihat tidak betah dirumah,beliau berkeliling menemui orang-orang dikampungnya. beliau pergi ke pasar,pergi ke surau,ke kantor kelurahan,bahkan menemui semua sahabat-sahabat seprofesinya dulu sesama guru hingga sore hari tiba,beliau pulang ke rumah dengan Membawa oleh-oleh untuk anak bungsunya Mia.
Malam menjelang. seusai shalat Isya, Aji Salim memanggil putri bungsunya Mia untuk memijit punggungnya. badannya tiba-tiba demam,meminta Mia untuk memberikannya obat. Sang Istri Umi Salamah juga ikut duduk disampingnya. semua anaknya dihubungi,mereka semua berkumpul di rumahnya. Aji Salim tidak pernah sakit parah,karena itu anak-anaknya belum ada yang terlalu khawatir, tapi...putri tertuanya di Jakarta mulai khawatir setelah dikabari. ia ingat dengan pesan putrinya Airin ,yang sekarang ada di pesantren.
semakin malam kondisi Aji Salim semakin parah,panas tubuhnya tidak turun-turun.anak-anaknya berinisiatif membawa beliau ke Rumah Sakit terdekat. Mala mamanya Airin langsung menelpon suaminya di Batam untuk meminta ijin pulang ke Bima untuk menjenguk Ayahnya. Sang Suami pun mengijinkan dan ikut memesan tiket pulang bersama istrinya. Mertuanya adalah orang yang paling ia kagumi dan hormati karna itu, iapun turut khawatir mendengar kabar sakitnya sang mertua.
Pukul 03 Pagi.Aji Salim menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.kabar ini membuat gempar warga,karena baru kemarin sore melihat Aji Salim segar bugar. hampir semua warga dilingkungan tempat tinggalnya menitikkan air mata dan turut berduka.tidak ada lagi panutan yang disegani dilingkungan mereka.Airin yang mendengar kabar ini dari mamanya menangis sedih diasramanya,sayang ia tidak bisa pulang, karena harus menghadapi ujian tengah semester.
Upacara pemakaman berjalan lancar meski suasana hujan deras dan angin kencang,tak ada seorangpun pelayat yang beranjak dari tempat pemakaman.
ramai pelayat yang datang dan ikut dalam pemakaman menjadi bukti betapa beliau adalah orang yang dikagumi dan dihormati oleh masyarakat di lingkungannya,Bahkan beberapa ulama dari Mesir yang sedang bermusafir pun turut hadir disana mendoakan beliau.MashaAllah.
***Kaki menggantung di Balkon
3 bulan kemudian...
Seperti biasa, usai ujian akhir semester beberapa penghuni asrama pesantren yang di tinggali Airin pulang ke kampung halaman masing-masing. begitu juga dengan Airin.
Siang itu,Airin menghabiskan waktunya di rumah,ia hanya tidur-tiduran dikamarnya dilantai 2. saudara-saudara yang lain sedang sibuk dengan urusan masing-masing.saudaranya yang nomor 1 sudah menikah dan punya 2 orang anak,mereka sudah tinggal terpisah.saudaranya yang nomor 2 kuliah di Mesir dan sedang menempuh semester akhir.saudaranya yang nomor 3 adalah siswa STM, dan sekarang sedang mengikuti PPL di Banten. Mamanya sedang mengurus kliniknya di lantai bawah. beberapa saat kemudian, Airin mendengar suara melenguh dari luar kamarnya. Diapun berjalan keluar menemui si pemilik suara itu. namun,tidak ada orang sama sekali.lalu tiba-tiba Lolly kucing peliharaannya menjatuhkan botol parfum yang ada di atas meja belajarnya hingga pecah berantakan.ia pun dengan sigap membereskan hasil karya sang kucing. selanjutnya ia berjalan keluar menuju balkon untuk membuang pecahan botol tadi ke tempat sampah di balkon.
__ADS_1
Saat berjalan keluar menuju balkon; tepat di pintu keluar, tampak sepasang kaki yang berwarna biru pucat menggantung dihadapannya. rona wajah Airin berubah pias, ada yang tersentak di dalam hatinya.ia terkejut,panik,takut tapi tak bisa bicara apapun. ia lalu mencoba mengangkat kepalanya lebih tinggi untuk memastikan siapa pemilik kaki itu. dan...tidak ada siapapun disana; sosok itu hilang. secepat kilat Airin berlari turun ke tangga menuju klinik mamanya di lantai bawah.