Bukan Indigo

Bukan Indigo
Baba Ledo


__ADS_3

Baba Ledo adalah nama panggilan bagi seorang tua dikampung Durian,nama aslinya adalah Jamaludin. ia berperawakan kecil,pendek dan berkulit coklat,ia tinggal sendiri disebuah rumah panggung. sebenarnya ia memiliki 2 orang anak,namun mereka tidak tinggal disana karena mengikuti suami mereka tinggal didesa yang lain, dan istrinya baba Ledo ini sudah lebih dulu pergi menghadap Tuhan.


Walaupun beliau tinggal sendiri,tapi warga sekitar sangat peduli dengannya,setiap kali ada saja warga yang datang membantu membersihkan rumahnya,membawa makanan atau perhatian-perhatian lainnya,anak-anak dan cucunya juga sering datang berkunjung dan menghiburnya.


Baba Ledo dikenal sebagai orang yang kurang waras, ia setiap hari pergi keluar rumah untuk mengumpulkan sampah-sampah lalu membawa pulang sampah itu untuk di gantung dan dipajang menghias rumahnya,meski sudah dibersihkan sampah-sampah itu tetap saja ada setiap harinya.


Pernah beberapa kali saat pergi Baba Ledo menghilang lalu tiba-tiba ditemukan sedang berjalan di daerah yang sangat jauh sekali dari rumahnya sambil membawa banyak sampah. beberapa warga yang mengenal dan menjumpai selalu mengantar beliau pulang kembali ke rumahnya.


sesungguhnya baba Ledo dahulunya adalah orang berada,ia mempunyai banyak tanah dan rumah,namun sejak istrinya meninggal beliau menjadi kurang waras,mungkin rasa cinta yang begitu besar telah membuatnya menderita kehilangan istrinya .sejak saat itu anak-anaknya diasuh oleh saudari kandungnya.kini semua harta itu telah diberikan kepada anak-anaknya,hanya rumah yang ditinggalinya itu saja yang tersisa baginya.


Beberapa kali hilang, namun kali ini baba Ledo tidak pernah ditemukan lagi keberadaannya, anak-anaknya,para warga terus mencari beliau hingga harus melaporkan pada pihak yang berwajib,namun hasilnya selalu nihil.baba Ledo menghilang tanpa jejak.


***5 Tahun kemudian


2 orang petugas kesehatan yang baru saja kembali dari mengantar pasiennya di daerah puncak dengan membawa sebuah mobil ambulance tiba-tiba berhenti di pinggir hutan.saat itu sudah malam,tepatnya pukul 21.30. salah satu dari petugas itu yang bernama Ibnu pamit pada temannya Agus untuk buang air. ia lalu berjalan turun dari bukit atau dari jalan raya menuju lebih ke tengah hutan.saat selesai buang air dan hendak kembali ke mobil,ia dikagetkan oleh sosok laki-laki berperawakan pendek yang datang menghampirinya,ia ditemani oleh seorang wanita cantik berselendang hijau.alhasil Ibnu yang memang bisa melihat sesuatu yang tidak biasa diajak berbincang oleh sosok laki-laki itu. "darimana kamu nak?".tanya sosok itu. "saya baru pulang mengantar pasien kek di puncak".jawab ibnu.sosok itu mengangguk lalu kembali bertanya "dimana kamu berasal?".


"saya dari kampung Rato kek.kakek ini siapa?" Ibnu menjawab sekaligus bertanya kembali pada sosok itu.


"nama saya Jamaludin,saya dari kampung durian".jawab sosok itu."dan ini adalah istri saya".tambahnya lagi sambil memperkenalkan wanita yang berdiri disampingnya. wanita itu terlihat tersenyum kepada Ibnu.


Ibnu kembali bertanya" bagaimana kakek bisa ada disini,kampung duriankan jauh kek?".

__ADS_1


"Saya suka sekali mengembara,ditempat ini saya bertemu istri saya ini dan kami pun menikah,sejak saat itu saya sudah tidak bisa pulang kembali ke kampung durian kecuali di hari-hari tertentu".jawab sosok itu.


"diatas mobil ada teman saya juga yang berasal dari kampung durian,namanya Agus anak dari pak Sukardi,apa kakek kenal?".tanya Ibnu lagi.


"pak Sukardi tetangga saya,ia orang baik yang selalu bantu warga.sampaikan salam saya untuk temanmu dan orang tuanya,katakan kalau saya baik-baik saja,sekarang kalian cepatlah pulang,tidak baik lama-lama disini".ujar sosok itu.


"baik kek,kalau begitu saya permisi dulu.teman saya juga sudah lama menunggu".pamit Ibnu


"baiklah,hati-hati".


sesampainya Ibnu di mobil ,Agus berkomentar, "lama sekali, untung saja kamu ga hilang dibawa hantu".


"aih...kok kamu tahu aku bertemu hantu?".tanya ibnu


"coba tebak,aku ketemu siapa?"tanya Ibnu lagi


"mana kutahu, kamukan banyak teman siluman".jawab Agus sekenanya yang ditanggapi Ibnu dengan tertawa keras.


"ada-ada saja kamu. eh tadi aku ketemu someone bernama Jamaludin,katanya dia dari kampungmu,kampung durian". cerita Ibnu.


"Jamaludin?"Agus berpikir sejenak dan mengingat-ingat nama itu.

__ADS_1


"ia ,dia orang hilang dari kampungmu.tadi aku ketemu dibawah sama istrinya.dia sudah menikah dengan jin".sambung Ibnu.


"Jamaludin...Jamaludin..orang hilang" Agus terus merapalkan kata-kata itu hingga akhirnya dia ingat "astaga,Baba Ledo?".cicitnya. "kamu serius ketemu baba Ledo? tubuhnya pendek kecil,benarkan? dia hilang sudah lama sekali." ujarnya berapi-api


"benar,tubuhnya kecil.ia terlihat bahagia bersama istrinya".jawab Ibnu."dia juga menyampaikan salam untuk orangtuamu,dan berpesan pada mereka bahwa ia baik-baik saja disini".tambahnya lagi.


"astaga,dia masih ingat orangtuaku.Ya Allah baba Ledo,semoga kau tenang disini".doa Agus. "apakah aku bisa bertemu dengannya?"tanyanya lagi


"dia sudah pergi,ia minta kita untuk segera pulang".jawab ibnu


"kalau dia sudah bilang begitu,Ayo kita pulang".ajak Agus.


sesampainya di rumah, agus menceritakan pada orangtuanya apa yang dijumpai Ibnu saat mereka pulang tadi. Pak sukardin terlihat meneteskan air mata mendengar cerita agus.ia sangat menyayangkan tidak bisa menemukan baba Ledo dalam keadaan hidup ataupun mati.


kabar itupun tersebar dari mulut ke mulut warga bahwa baba Ledo telah menikah dengan jin dan tinggal di hutan di jalan lintas menuju ke puncak.itulah sebabnya ia tidak bisa ditemukan lagi.


Beberapa warga pun mulai bercerita tentang pengalaman mereka yang katanya juga bertemu baba Ledo.


***


Namanya Pak Amar.ia adalah tetangga dekat baba Ledo. sejak baba Ledo hilang tak ada kabar,ia dan beberapa warga setia mencari keberadaannya.hingga pada suatu malam, tepatnya di malam Rabu. ia mendengar ada suara gemerincing lonceng hewan peliharaan di jalan depan rumahnya,saat itu jam setengah 3 pagi. seperti biasa ia mengira itu adalah suara lonceng anjing yang berkeliaran mencari makan. jadi ia tidak menggubrisnya. namun suara lonceng itu semakin banyak dan ada suara seseorang yang seperti seorang gembala menggiring ternaknya.ia lalu penasaran dan membuka jendela rumahnya. dan dijalan besar itu,ia melihat ada banyak sekali domba memakai kalung lonceng dan dibelakangnya ada sosok laki-laki kecil dan pendek membawa sebuah tongkat kayu menggiring domba-domba itu menuju sebuah pekarangan yang tak lain itu adalah pekarangan rumah milik Baba Ledo yang memang sangat luas.

__ADS_1


terkejut ,pak amar segera turun dan memakai sandalnya hendak menuju ke rumah baba Ledo.sesampainya di sana,suasana yang begitu ramai oleh lonceng domba itu mendadak sepi.tidak ada apa-apa,sosok domba dan sosok penggembala itu lenyap bagai angin. tubuhnya pun merinding dan menggigil,ia berlari kembali pulang ke rumahnya,menutup pintu dan membungkus tubuhnya dengan selimut.iapun jatuh sakit selama 3 hari. setelah ia sembuh,ia berangkat ke Musala dekat rumahnya dan membawa beberapa kotak makanan untuk dibagikan,ia lalu menceritakan apa yang dilihatnya pada ustad Ali dan meminta ustad Ali untuk mendoakan baba Ledo serta merahasiakan kejadian tersebut.


di bulan-bulan berikutnya,kejadian itu terulang lagi dan hal itu terjadi setiap malam Rabu setiap bulannya,dan hal ini ia rahasiakan bersama ustad Ali karena tak ingin muncul fitnah bagi keluarganya.iapun berkesimpulan bahwa baba Ledo selalu pulang pada hari-hari tertentu setiap bulannya.dan setiap kali baba Ledo pulang, 2-3 hari berikutnya akan ada yang meninggal.Wallahualambisawab.


__ADS_2