Bukan Indigo

Bukan Indigo
Kisah Wanita di Jembatan Desa 1


__ADS_3

Malam itu,Danu (17th) dan Wahyu (19th)dua pemuda warga desa penasatu pulang dari menonton acara pentas seni dikampung tetangganya,acara yang diinisiasi oleh para anak muda sebagai pengikat tali silaturahmi antar pemuda karang taruna di kedua desa. saat itu menunjukkan pukul 12 malam.


mereka berjalan kearah pintu masuk desa mereka yang merupakan sebuah jembatan penghubung yang panjangnya kira-kira 20 meter,dimana dibawahnya mengalir air yang lumayan deras karna juga merupakan sebuah bendungan kecil.suasana malam itu terasa sunyi meskipun pemukiman tidak terlalu jauh dari pintu masuk desa.biasanya pada jam-jam ini,apalagi diakhir pekan seperti ini,masih tampak anak-anak muda sedang duduk-duduk di pos jaga sambil bermain gitar dan bermain kartu,tapi malam ini tidak ada satupun kelihatan batang hidungnya.mungkin sebagian dari mereka masih menikmati pentas seni didesa tetangganya dan yang lainnya memilih tidur lebih awal.memang Danu dan Wahyu memilih pulang lebih awal sebelum pentas selesai,karena mereka takut meninggalkan orang-orang dirumahnya terlalu lama,apalagi sudah larut malam begini. Danu adalah anak yatim piatu ,dia hanya tinggal dengan seorang kakak perempuan dan juga seorang adik laki-lakinya.sedangkan Wahyu adalah anak yatim,dia tinggal bersama ibunya dan seorang adik perempuan.


"Dan,kok dingin sangat malam ini,sampe merinding Abang ni,mana sepi.kemana orang-orang?".ujar Wahyu.


"biasa bang,kalau mau masuk musim kemarau,ya malam gini pasti dinginnya brbrrr,..tapi Abang bener, sepi banget".jawab Danu sambil menengok kiri kanan.


beberapa langkah mendekati jembatan,mereka mendengar suara tangisan. "bang,dengar ga bang".tanya Danu. "ia Dan,ada yang nangis.kayaknya dari depan deh".jawab Wahyu sambil menajamkan pendengaran dan penglihatannya. mereka terus berjalan hingga mereka melihat sosok diujung jembatan sedang berdiri bersandar pada tiang diujung jembatan. Seorang wanita memakai terusan panjang berwarna hijau muda sedang menangis. rambutnya ikal panjang terurai,wajahnya tidak kelihatan karena tertutup oleh rambutnya,dan kepalanya menunduk. penasaran, keduanya lalu mendekati wanita tersebut.semakin mendekatinya, suara tangis wanita itu justru semakin menghilang,hal ini membuat mereka sedikit ragu dan berdebar. setelah perlahan mendekat,mereka memperhatikan wanita tersebut dari atas ke bawah,mencoba memastikan bahwa mereka benar-benar berhadapan dengan manusia.


"Permisi mbak,ada apa?".tanya Danu


"ia mbak,kenapa ada disini?ada yang ditunggu? mbak pulang gih, sepi ini,lagian mau nunggu orang juga ini udah mau tengah malam mbak,pulang saja".tambah Wahyu.


wanita yang mereka perkirakan berusia 20-an itu terlihat sesenggukan tapi tidak menjawab pertanyaan mereka,ia masih saja menunduk dengan kedua tangannya yang menutup wajahnya. keduanya saling pandang. "mbak ada masalah? ada yang bisa kami bantu?".tanya Danu lagi.sedangkan Wahyu masih terus memperhatikan wanita tersebut.


"mbak". panggil Danu lagi.


di antara kedua tangan pucat wanita itu,tiba-tiba menetes darah.semakin lama semakin banyak mulai membasahi baju hijau panjangnya,lalu dari perutnya juga mulai mengeluarkan darah,dan dia mulai mengangkat wajah tertutup itu yang awalnya sedih berubah menjadi marah,darah mulai melumuri seluruh wajahnya. Danu dan Wahyu yang melihat pemandangan di depannya mulai pucat dan Danu sekuat tenaga memegang dan menarik baju Wahyu ,"bang...bang...hantu bang...".gagap Danu. mengumpulkan kekuatan dalam dirinya akhirnya Wahyu menarik cepat tangan Danu dan berlari secepatnya dari tempat itu. tak berani melihat kebelakang,mereka terus berlari hingga sampai ke rumah Danu.

__ADS_1


ketukan bertubi-tubi dari luar pintu rumahnya membangunkan Raras dan Fara.juga suara panggilan Danu yang terdengar panik membuat Raras segera membukakan pintu. setelah membuka pintu,kedua orang yang tak lain Danu dan Wahyu secepat kilat masuk ke dalam rumah dan segera menutup kembali pintunya.segera tanpa permisi keduanya mencari air minum didapur.raras hanya melihat saja tingkah polah adiknya.setelah mereka kembali ke ruang tamu,mereka mulai diinterogasi.


"kalian berdua kenapa? panik amat kayak dikejar setan".tanya Raras


Danu menatap kakaknya tak percaya,karena tebakan kakanya benar sekali." kok Kakak tahu?".tanya Danu.


Raras mengernyitkan dahi menanggapi jawaban adiknya yang dianggapnya lelucon."Ya Tahu lah. muka kalian pucat banget kayak orang kehabisan darah,kayak abis digigit hantu hwu...".kedua tangan Raras mencakar diudara seakan sedang menakut-nakuti adiknya dan wajahnya dibuat seseram mungkin. "ih kakak apaan sih?!.kita beneran ketemu hantu,jangan tambah nakut-nakutin".ujar Wahyu menambahi cerita temannya. "emang kalian bisa lihat hantu?..mmm paling sebelum hantunya nakutin kalian,hantunya yang lari duluan lihat mukamu berdua".tambah Raras. Danu dan Wahyu saling pandang melihat tingkah konyol Raras,rada dongkol dalam hati.


"aku tidur disini ya".pinta Wahyu


"enak aja,kakak sama adik aku cewek ,ga baik.ntar digosipin lagi.udah,pulang sana bang".tolak Danu


"ga bisa,kasihan emak Abang sama Sarah kalau Abang tidur disini".


"Aku takut ni...anterin".pinta wahyu lagi. "ogah,aku juga takut bang,entar siapa lagi yang antar aku pulang".alasan Danu. akhirnya Wahyu pun pulang sendiri ke rumahnya walaupun harus berlari kencang sampai kehabisan napas.


Pagi hari ,warga heboh dengan cerita Wahyu.apalagi ditambah bumbu-bumbu,cerita semakin sedap.


Pak Romli yang merupakan tetua didesa tersebut hanya terdiam mendengar cerita itu. bagi warga desa yang bermukim sekitaran jembatan,mereka sudah terbiasa.setiap malam mereka selalu mendengar suara wanita sedang menangis.sedangkan Wahyu dan Danu memang baru pertama kali mengalaminya, karena mereka memang tinggal agak jauh dari area tersebut. beberapa warga desa juga sering menjumpai sosok wanita itu yang mereka sebut bernama Johar.

__ADS_1


***flasback


15 tahun yang lalu.Johar, adalah gadis yang cantik yang tinggal di desa penasatu.memiliki tubuh yang bagus dan proporsional.banyak pemuda di desanya menaruh hati pada Johar. Johar adalah anak yang penurut kepada kedua orang tuanya, dan sesungguhnya ia adalah gadis yang tertutup namun mudah bergaul.ia tidak suka menceritakan keluh kesahnya pada orang lain,baginya cukup membagi kebahagiaan dan keceriannya saja.


Johar memiliki seorang saudari bernama Maya.Maya sudah menikah dan memiliki seorang putera bernama ikbal.suami Maya adalah staf kantor desa penasatu bernama Jain. kehidupan Maya terlihat bahagia dari luar saja,sesungguhnya rumah tangga mereka selalu diguncang prahara karena Jain yang suka sekali main perempuan. Maya tinggal bersama suaminya di rumah peninggalan mertuanya. saat itu Maya sedang mengandung anak keduanya.


Seperti biasa,Johar yang masih gadis selalu bertandang ke rumah saudarinya Maya ,selain menengok kakaknya yang sedang hamil juga untuk membantu merawat Ikbal anak pertama Maya. Maya selalu merasakan mual yang sangat hebat pada setiap kehamilannya, oleh karena itu orang tuanya selalu menyuruh Maya untuk selalu membantu kakaknya disana. kadangkala Johar diminta untuk menginap di rumah Maya. Sesungguhnya Johar tidak pernah suka bertandang ke rumah kakaknya ketika Jain ada di rumah,Johar selalu merasa risih dengan pandangan Jain kepadanya yang terlihat bernafsu. Jain selalu meminta bantuan Johar untuk membuatkan kopi agar membuat Johar sendirian didapur dan ia mudah mendekatinya. setiap kali dalam keadaan berdua dengan jain,Johar selalu berupaya menghindar dan bergerak cepat kembali ke tempat Maya berada.namun dasar mesum, ada saja alasan Jain untuk berdua dengan Johar.


Setiap kali Johar menginap dirumahnya,Jain selalu mencari alasan mengetuk pintu kamar Johar. meminta selimutlah,meminta balsem,minta dibikinkan kopi dan segala macamnya.kadangkala saat Johar tertidur, Jain masuk ke kamar Johar dan tergiur dengan tubuh sintalnya.ia dengan perlahan mencoba meraba bagian tubuh Johar dari atas hingga ke bawah.kadangkala ia dengan leluasa mencuri ciuman dari bibir Johar. Johar yang terbangun karena ulah Jain,segera bangun dan melarikan diri ke kamar mandi lalu menguncinya dari dalam untuk waktu yang lama.Jain yang tidak sanggup menunggu pun akhirnya kembali ke kamarnya.


Bukan tidak pernah Johar mengunci pintu kamarnya,namun kunci kamar itu beberapa kali dirusak dengan sengaja oleh Jain,sehingga kamar yang seharusnya sebagai tempat tidur Johar di rumah itu tak lagi bisa terkunci.Joharpun tidak pernah berani untuk melaporkan kelakuan Jain pada kakaknya yang sedang hamil itu,karena selama ini ia masih bisa menghadapinya sendiri.


hingga pada suatu ketika. Maya hendak melahirkan,ia dibawa ke rumah sakit oleh suaminya Jain.Johar yang ditinggal di rumah membantu membereskan rumah kakaknya sebelum berangkat menyusul ke rumah sakit.orangtuanya sudah lebih dulu kesana. dengan alasan mengganti bajunya yang kotor,Jain pulang ke rumah menemui Johar dan akhirnya peristiwa sial bagi Johar itupun terjadi.ia dipaksa melayani nafsu bejat Jain dengan ancaman.Johar yang tak berdaya tak bisa berbuat apa-apa. ia hanya bisa menangis histeris dirumah kakaknya setelah ditinggalkan Jain ke rumah sakit. sedang di rumah sakit,Jain beralasan bahwa Johar sedang tak enak badan sehingga tidak bisa datang ke rumah sakit.


Waktu berlalu,Johar seperti biasa datang mengurus maya dan anaknya.tapi setiap kali selalu menghindar dari Jain.ia akan datang saat Jain pergi bekerja,dan selalu pulang lebih awal.ia juga tidak pernah lagi tidur di rumah Maya kecuali bersama dengan ibunya. Jain yang merasa rindu terutama dengan tubuh johar,ia terus mencari cara untuk bertemu dengan Johar,namun tak pernah berhasil. hingga 2 bulan kemudian, Johar dinyatakan tengah berbadan dua dan membuatnya semakin terpukul. Johar hanya bisa memendam kesedihannya sendiri, ia tak berani memberi tahu siapapun,ia takut orangtua dan terutama kakaknya Maya membenci dirinya,apalagi jika Maya tahu bahwa anak yang dikandungnya adalah anak Jain kakak iparnya.


Pada suatu sore,Jain yang tidak mampu lagi membendung rasa rindunya pada Johar berusaha mencari dan menemui Johar. Johar yang sedang asyik berjalan hendak menuju ke rumah temannya dikampung tetangga terkejut mendapati Jain ada di depannya. reflek ia berusaha berlari menghindari Jain,namun langkah laki-laki itu begitu lebar hingga tak sampai jauh,ia bisa menyusul Johar. tepat dikebun bambu sepi di pinggir desa mereka bertengkar. Jain berusaha memeluk Johar sehingga Johar berteriak histeris tidak sanggup lagi memendam kesedihannya.ia berontak menolak pelukan itu. caci maki yang selama ini terpendam keluar sudah. Jain yang kehilangan kendali karena penolakan Johar,menampar wanita itu hingga jatuh tersungkur,kepalanya membentur batu dan berdarah namun ia masih bisa bangun dan berlari memegang perutnya yang kram, ia hendak keluar dari kebun bambu itu,namun cepat di tarik oleh Jain. ia mengangkat tubuh wanita itu masuk lebih dalam ke kebun bambu,sekali lagi ia berusaha menggagahi ,namun Johar kembali melawan,lelah mendapat perlawanan,Jain naik pitam,diambilnya bambu runcing yang ada disekitarnya lalu ditusukkan ke tubuh Johar. Johar yang memakai terusan hijau itu terkapar bersimbah darah hingga kehilangan nyawanya.Jain panik,ia lalu dengan tergesa membawa jasad Johar. dan setelah tidak ada ide sama sekali,ia lalu menguburnya jasad Johar di pinggir sungai dekat jembatan desa yang dulunya masih jauh dari pemukiman penduduk.


Sebulan berlalu. polisi,warga,keluarga sudah mencari kemana Johar berada.namun tidak ada hasil sama sekali.sedangkan Jain masih melanjutkan aktivitasnya di kantor desa sebagai staf. ia berusaha bersikap seperti biasa, tak tampak penyesalan dari raut wajahnya,dan tak ada yang mencurigainya. namun siapa yang menduga,setiap malam ia sering ketakutan karena dihantui oleh arwah Johar . Johar selalu mendatanginya saat ia mandi,saat sendiri, saat bepergian dan hal itu membuat bingung Maya istrinya karena selalu melihat Jain seperti orang ketakutan. Maya sendiri masih merasa kehilangan adik satu-satunya, beberapa warga bahkan menggosipkan Johar lari dengan laki-laki tak dikenal. hal itu membuat hati Maya dan orang tuanya sakit. Maya kerap pulang ke rumah orangtuanya,dan tidur di kamar johar. memeluk foto dan barang-barang adiknya. "kemana kamu dek?". batin Maya.

__ADS_1


__ADS_2