Bukan Indigo

Bukan Indigo
Ada Apa Di Rumahku ? 4


__ADS_3

Pov Ibu


Siska kembali mengalami hal-hal yang diluar nalar, ia bercerita jika teman-temannya melihat  jika ia sering di temani oleh sosok yang wajahnya mirip dengannya.semua hal ini membuat aku kembali teringat kejadian ketika dulu Siska masih kecil dan baru berusia 3 tahun.


***Flasback


Suatu malam, aku bermimpi berada disamping rumahku yang banyak ditumbuhi oleh pohon pisang. dibalik pohon pisang itu aku melihat ada sosok-sosok yang sedang mengintip ke arah jendela kamarku dan suami.aku lalu mendekat kesana dan tiba-tiba muncul sosok kedua tetangga samping rumahku dari sana,sepasang suami istri, aku lalu menginterogasi mereka dan bertanya mengapa mereka ada disitu dan mengintip -intip kamarku.mereka hanya menjawab " kami hanya sedang bermain-main". sayup-sayup aku mendengar Siska menangis kencang yang membuatku terbangun dari mimpi. dan kenyataannya memang Siska sedang menangis kencang,aku segera bangun untuk menggendongnya,kebetulan saat itu suamiku sedang bertugas ke luar kota.semua yang ada dirumah ikut terbangun.saudara-saudaranya juga ikut bergantian merayu dan menggendong Siska agar tidak menangis.kami mencoba berbagai cara,mulai dari memberikannya minyak hangat di perut ,siku dan kakinya siapa tahu dia sakit perut.membalurkan minyak dihidungnya,siapa tahu hidungnya tersumbat.kami terus memikirkan berbagai kemungkinan karena Siska sama sekali tidak berbicara melainkan hanya menangis saja.Abangnya lalu membacakan ayat-ayat suci Al Qur'an dan meniupkan ke tangannya dan membalurkan ke seluruh tubuh Siska.beberapa saat tangisan Siska sedikit mereda meski masih terlihat sesenggukan.Siska akhirnya tertidur pulas setelah semalaman menangis.


Keesokan harinya, Siska bangun dari tidurnya. namun, siska bertingkah aneh.Dia tidak bicara, ia berlari dan melompat-lompat menaiki teralis jendela yang ada di ruang tamu.kemudian melompat-lompat di sofa satu ke sofa yang lain. Siska bertingkah seperti seekor monyet.membuatku merasa khawatir.saudara-saudaranya juga merasakan keanehan Siska.mereka berusaha menenangkan dan menangkap Siska, Siska malah berlari keluar rumah.Siska lalu berlari menuju pohon Asam milik tetanggaku.sesampai dipohon asam, siska terjatuh. saat didekati,Siska kembali bangun dan berlari kencang dan berlompat-lompat.setelahnya dia kembali lagi di pohon Asam itu dia terjatuh lagi. begitu terus berulang-ulang,setiap kali sampai di pohon Asam Siska selalu terjatuh ditempat yang sama.Siska tidak merasakan sakit karena lecet di kakinya.justru saat di tangkap dan digendong,dia terus meronta-ronta minta diturunkan.


Karena Khawatir sekali akhirnya aku menelpon suamiku dan menceritakan keadaan Siska.Suamiku lalu berkata "mungkin ini pertanda dari mimpiku semalam.Nanti sore ayah sampai,tolong bawa Siska ke rumah Ustad Ahmad".pesannya." Baik,Yah. sebentar ibu kesana". Kami pun akhirnya membawa Siska ke rumah ustad Ahmad, tanpa diberitahu ustad Ahmad ternyata sudah menunggu kami didepan rumahnya, mungkin suamiku sudah menghubunginya terlebih dahulu.saat melihat Siska,Ustad Ahmad menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.kami melihat mulut ustad Ahmad komat kamit membaca do'a,kemudian dengan gerakan cepat, ustad Ahmad mengusapkan kedua tangannya diwajah Siska sehingga membuat Siska langsung jatuh tertidur. kami semua terkejut menyaksikan reaksi tubuh Siska. saat keadaan Siska tertidur,ustad Ahmad memberikan nasehat kepada kami


"Jika memiliki bayi atau masih kanak-kanak,jika dia tidur bersama kita orang tuanya,tolong untuk tidak ditidurkan disebelah kiri kita,jangan juga dibaringkan ditengah".


"Kenapa pak Ustad".tanya putraku Mizan


"Energi yang tidak baik dari orang tua,akan mempengaruhi anak. jika orang tua diserang teluh atau sihir,jika orang tua kuat tidak bisa ditembus,maka anaklah yang akan kena sasarannya".jawab ustad Ahmad

__ADS_1


"Pak ustad mau bilang kalau adik saya kena sihir?". tanya mizan lagi.


"Kita hanya berjaga-jaga saja nak,belum tentu juga seperti itu".jawab ustad Ahmad lagi.


"Tapi adik saya berkelakuan aneh pak ustad.bagaimana nanti kalau dia terbangun lagi dan melakukan hal yang sama seperti  tadi".ungkap mizan khawatir


"Bacakan ayat kursiy,ayat pendek lainnya dan doa-doa penolak bala lalu balurkan ke tubuh adikmu.ini saya kasih sebotol air.minumkan dan usapkan keseluruh tubuhnya nanti". pak ustad lalu menyerahkan sebotol air mineral yang sudah didoakannya.


kami lalu pamit pulang,berdoa semoga Siska tidak aneh lagi.


Malam hari Siska kembali menangis, dia berusaha melepaskan diri dariku.suamiku segera memegang ubun-ubun Siska dan kembali mendoakannya.syukur Alhamdulillah suamiku cepat kembali dari luar kota.beliau yang juga merupakan murid dari ustad Ahmad bisa segera menangani dan menjaga Siska.


Malam pukul 02.30 pagi.aku tiba-tiba terjaga,suamiku yang juga tidur disampingku bersama Siska bergerak seperti seseorang yang sedang berkelahi.beliau seperti seseorang yang sedang tidur berjalan.ia mengepalkan tangannya lalu meninju ke atas ke kiri dan ke kanan,lalu ia menendang seperti gerakan silat.aku segera menggendong Siska,takut apa yang terjadi pada ayahnya akan mencelakakan Siska.aku lari berusaha membangunkan anak-anakku yang lain.setelah mereka bangun, aku menyerahkan Siska pada mereka.aku lari kembali ke kamar dan berusaha menyadarkan suamiku,namun ia masih belum sadar juga.hingga akhirnya ia melakukan gerakan seperti mencekik sesuatu,setelah itu beliau terjatuh dan tidak sadarkan diri.


Aku terus memanggil manggil namanya,lalu segera mengambil wewangian untuk diciumkan ke hidungnya. anak-anakku yang lain juga sudah berdiri dipintu menemukan ayahnya sudah pingsan.segera mereka membantu mengangkat ayahnya ke tempat tidur. beberapa saat kemudian suamiku akhirnya sadar, dan yang pertama ditanyakannya adalah Siska,


"Mana Siska Bu?".tanya suamiku

__ADS_1


"Siska ada sama Rosna".jawabku


"Dia tidak kenapa-kenapa kan ?".tanyanya lagi


" Alhamdulillah Yah". jawab  Rosna.


"Ayah kenapa tadi? kami jadi takut melihat ayah seperti itu". tanya Mizan.


" Ayah tidak kenapa-kenapa, kita tunggu saja ada kabar apa besok". jawab suamiku.


Benar saja,keesokan harinya,kami dikejutkan dengan pengumuman di musala depan rumah tentang sebuah kabar duka, tetangga kami yang bernama Pak Badi meninggal dunia.seketika kami yang saat itu sedang sarapan bersama memandang wajah suamiku.beliau terlihat tenang menunduk sambil menyelesaikan sarapannya.beliau lalu berpesan kepadaku dan anak- anak untuk sama-sama pergi melayat dan membantu keluarga pak Badi.


Pak Badi adalah tetangga kami,dia mempunyai sebuah perguruan silat.ia juga adalah pemilik pohon Asam tempat dimana Siska kemarin sering terjatuh saat bertingkah aneh.menurut kabar yang beredar dari mulut ke mulut,pak badi juga sedang mendalami suatu ilmu sesat.beberapa kali ia ditemukan warga sedang melakukan ritual aneh di tengah hutan pinggir kampung kami.menurut beberapa muridnya,malam itu pak Badi entah sedang melakukan ritual apa di dalam bilik diperguruan silatnya. tiba-tiba ia berteriak kencang membuat para muridnya yang sedang berlatih diluar terkejut dan segera menghampirinya.saat mereka sudah di dalam,mereka melihat pak Badi sedang memegang lehernya seperti mencekik dirinya sendiri,darah keluar dari hidungnya.setelah itu ia tak sadarkan diri beberapa saat sebelum akhirnya meninggal di tempat kejadian sebelum sempat di bawa ke rumah sakit.


Sepulang melayat, aku mencoba menanyakan tentang kejadian ini kepada suamiku. ia lalu menceritakan apa yang dilihatnya didalam mimpinya semalam.beliau melihat pak Badi datang menantangnya untuk beradu silat,ini sudah kedua kalinya suamiku bermimpi didatangi,namun dalam kedua mimpi itu beliau menolaknya dan menyuruh pak Badi untuk pulang.pak Badi terlihat marah karena beranggapan bahwa ia telah disepelekan.pak Badi terlihat sombong dan memamerkan bahwa dia sudah belajar dari mana saja tentang ilmu silatnya. lalu mengancam,jika beliau tidak mau maka pak Badi akan mencelakakan anak-anak kami.saat itu pak badi terlihat sedang menggendong Siska.suamiku mengancam balik, jika sampai pak badi mencelakai anak-anaknya,maka beliau juga tidak segan-segan untuk menghabisinya.akhirnya pada mimpi kedua ini,suamiku mau diajak bertarung karena pak Badi sudah menggendong Siska.dan akhirnya pertarungan itu dimenangi oleh suamiku hingga akhirnya pak Badi tercekik dan meninggal dunia. suamiku juga memohon untuk merahasiakan semua ini.


Akhirnya untuk melindungi Siska dan anak-anaknya yang lain, suamiku menemui gurunya yang lain yang berada di luar kota untuk membuat perisai bagi anak-anaknya.ia tak ingin anak-anaknya di ganggu orang - orang yang tidak bertanggung jawab hanya karena mencoba mengincar dirinya.

__ADS_1


__ADS_2