
Sore hari, bu wati datang kesekolah bersama suami dan tetangganya yang juga masih satu keluarga dengannya, kebetulan beliau tahu tentang hal-hal berbau mistis. Tetangganya itu bernama pak Alim.
Setelah berbincang sedikit dengan pak Udin, pak Alim pun masuk ke halaman sekolah TK. Pak alim tiba-tiba berhenti di depan ruang kepala sekolah.beliau merasakan hawa yang berbeda dari pertama beliau masuk ke gerbang sekolah. saat di gerbang tadi beliau merasakan hal yang biasa saja ,tapi saat tiba di depan gedung sekolah,hawa berubah menjadi dingin, lalu berubah panas, dingin lagi lalu panas dan berulang terus seperti itu.
selanjutnya beliau berjalan masuk ke ruang-ruang kelas, keadaan berbeda dan terasa sesak. beliau tersenyum lalu berjalan keluar.
lalu sebentar berdiri dihadapan pohon beringin depan sekolah ,beliau terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya.
setelah puas memeriksa dan berjalan-jalan, beliau lalu kembali bertemu dengan pak Udin.
mereka terlihat berbincang dan bertukar pikiran. Bu Wati hanya melihat interaksi keduanya tanpa banyak bertanya.
Pak Alim kemudian mengajak Bu Wati pulang dan berkata besok akan dibahas bersama dengan pak Udin dan kepala sekolah TK tentang apa yang harus dilakukan.
* Cerita Pak Udin
Semua guru berkumpul diruang kepala sekolah hari ini,setelah menyelesaikan tugas mengajar murid-murid hingga semuanya telah dijemput pulang oleh orang tua masing-masing. tidak lupa juga pak Udin sang penjaga sekolah.
Ibu Kepala sekolah yang biasa disapa Bu Sari mulai membuka rapat hari itu.
"Assalamualaikum,wr,wb. ibu-ibu guru yang saya hormati dan juga bapak penjaga sekolah.seperti yang terdengar pada hari-hari terakhir,ada banyak kejadian ganjil disekolah kita,ada beberapa guru juga dari SD yang datang menemui saya perihal masalah ini. mohon kita untuk Saling suport dan memberi masukan,apa yang harus kita lakukan.saya juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba hal ini bisa terjadi".
" Pak Udin...,pak udinkan sudah biasa dengan keadaan disekolah kita,pak Udin siang malam menjaga sekolah,pasti ada banyak hal yang tidak kami ketahui,apalagi berita dari mulut ke mulut tentang sekolah kita membuat reputasi sekolah kita menjadi tidak baik, pak Udin mohon bantu kami, setidaknya ceritakan pada kami biar kita bisa sama-sama cari solusi". lanjutnya.
Pak Udin menarik napas panjang...lalu beliau mulai bercerita.
"Sebenarnya Bu,saya enggan menceritakan hal ini.tapi karena sudah mulai meresahkan,ya sudah biar semua tahu dan tidak kaget lagi untuk ke depannya bakal ketemu sosok siapa ".
Pak Udin melanjutkan ceritanya.
"Sekolah kita ini dulunya sekali adalah area kuburan,tapi saya tidak tahu pasti kuburan apa dan siapa yang dikuburkan disini,namun ada yang bilang bahwa beberapa pembesar raja-raja dulu berdomisili disekitaran sini,mereka adalah orang-orang kepercayaan raja. mungkin saja kuburan merekalah yang ada di bawah dan belum sempat dipindahkan.karna sudah tertimbun oleh material debu letusan gunung seratus, dua ratus tahun lalu.lalu daerah ini berubah jadi persawahan karena lahannya yang subur,kemudian dibangunlah sekolah ini oleh pemerintah saat itu".
__ADS_1
semua guru mengangguk-anggukkan kepala mendengar cerita pak Udin
"apakah itu sebabnya ,saya bermimpi tentang makam kuno ?".tanya Bu Wati.
"bisa saja".jawab pak Udin.
kemudian beliau melanjutkan ceritanya.
"soal sosok yang sering muncul disekolah ini,sebenarnya sudah saya temui beberapa.misalnya sosok Wa'i mpore itu memang jin yang tinggal di pohon beringin sekolah ini dan memang ia sudah lama disini,jadi ia enggan untuk pindah. kemudian sosok wanita tanpa kepala yang ditemui oleh Bu Ida,sebenarnya dia yang paling jahat disini...menurut penuturan masyarakat sekitar,sosok tanpa kepala ini adalah perwujudan dari sosok tukang sihir yang puluhan tahun lalu di penggal kepalanya oleh masyarakat lalu di bakar,makanya tubuhnya berbau daging panggang.sosok ini kadang suka menipu dan menyesatkan orang dan tak heran,kadang orang yang ikut dengannya kadang tidak akan bisa ditemukan lagi alias hilang. lalu ada sosok laki-laki yang tiba-tiba berubah menjadi kuda putih yang sering menampakkan diri pada para pengendara di jalan raya depan sekolah, dan menyebabkan banyak kecelakaan yang tak sedikit menyebabkan hilangnya nyawa".
"Astagfirullahaladzim,tidak disangka sebegitu banyak sosoknya,tapi cuma sebagian yang kita pernah temui,Ya Allah lindungi kami".Bu Wati menimpali.
serentak semua menjawab "Aamiin".
"itu memang baru sebagian Bu, sosok dibelakang gedung sekolah SD hanya mau menampakkan tapak kakinya yang besar dan penuh luka-luka bernanah dan itu bau sekali Bu.ada lagi sosok anak-anak yang tidak punya bagian tubuh sebelah kanan,hanya anggota tubuh bagian kiri saja, ia masih memakai seragam merah hati.menurut masyarakat,anak ini adalah siswi disekolah SD ini yang mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu dan Qarinnya bersemayam disekolah kita ini".
"astaga pak Udin...apa ini yang mempunyai jejak kaki kiri berlumpur pada setiap kali saya datang piket di hari Jumat?".tanya Bu Wati.
Bu watipun tersadar dan menceritakan pengalaman sebelumnya tentang sosok anak-anak itu, bahkan sosok anak yang berperan menjadi guru didepan papan tulis waktu itu.
Bu itapun berkata sambil bergidik " ternyata Bu Wati juga punya banyak rahasia tentang sekolah kita ini,hiiiiiiiiii, ckckckckc".
Bu wati hanya bisa memberikan senyuman terbaiknya kepada Bu Ita lalu melirik dan mengangkat kedua tangannya menakut-nakuti seakan mau menerkam.
tingkah mereka jadi bahan tertawaan teman-teman yang lain.
"Ada lagi sosok anak laki-laki berseragam Pramuka lengkap kelas 5 SD" ujar pak Udin.
"Anak laki-laki berseragam Pramuka? apakah badannya gemuk? dan dia selalu memakai alat lengkap Pramuka termasuk tongkat?" tanya Bu Wati.
Pak Udin heran dan balik bertanya" apakah ibu sudah pernah menemuinya? sosok itu sebenarnya tidak tinggal disini ,dia hanya suka datang berkunjung".
__ADS_1
"benar,saya tidak menemuinya disekolah kita ini tapi di depan,di atas jembatan sedang berjalan membawa tongkat dan berseragam lengkap Pramuka...sebenarnya apa yang terjadi dengan anak itu? aku menemukannya berjalan saat jam setengah 3 pagi, mustahil anak sekecil itu berjalan sendirian pada jam-jam tersebut".jawab Bu Wati.
"apa yang ibu Wati lakukan jam setengah 3 pagi dijalanan?" tanya bu sari.
"Waktu itu aku pulang dari Surabaya memakai bis,nah suamiku menjemput di terminal...aku menemukan anak itu saat perjalanan mengendarai motor pulang ke rumah, aku dan suami sama-sama melihatnya Bu sari,Sampai sepanjang jalan kami terus melihat ke dalam sekolah-sekolah SD yang kami lalui,termasuk sekolah kita ini,mungkin saja di sekolah-sekolah tersebut ada kegiatan Pramuka dan mengadakan jurid malam.tapi semua sekolah sepi dan tidak ada kegiatan apapun".sambung Bu Wati.
"Ya Ampun,aku pasti akan mengendarai motorku sekencang-kencangnya Sampai tiba di rumah".timbal Bu Ita.
"Memang benar,suami saya mengendarai motornya kencang dan saya yang dibonceng terus saja merasa merinding seakan-akan anak itu ada dibelakang,sesampai dirumah kami masih saling sangsi anak itu manusia atau setan?".
Bu Nia yang diam saja mendengar dialog kami jadi ikut merinding " ih,serem,..mana mungkin anak sekecil itu jalan di atas jembatan yang sepinya naudzubillah itu,pada jam setengah 3 pagi pula, ya pasti setan lah!".ujarnya.
"Anak itu korban tenggelam,saat kegiatan Pramuka menyeberang sungai di bawah jembatan itu,namanya bagus,Qorinnya sering datang kemari".cerita pak udin
"Inalillahi wainailaihi rojiun...". ucap mereka serempak.
"sebenarnya ada banyak lagi sosok anak-anaknya".ujar pak udin
"banyak gimana lagi maksud pak Udin?".
Bu Ita bertanya sambil melirik rekan guru lainnya penasaran.
"ada sosok bayi korban aborsi tetangga sebelah, yang katanya kuburnya berbatasan langsung dengan tembok sekolah kita,ada sosok anak sekolah yang tadi,anak-anak tuyul,mereka biasanya selalu berada di kelas saat semua guru dan murid pulang, saya kalau malam-malam kadang suka tidak bisa tidur karena mereka berisik sekali mainnya, itulah sebabnya pak Alim kemarin yang datang ke kelas merasa dadanya sesak,karna memang mereka banyak". lanjut pak Udin.
"oiya pak,..Pak Alim kemarin ngomong apa sama bapak?".tanya Bu Wati
"begini Bu, pak alim mengusulkan agar beberapa sosok yang dikiranya beliau sosok yang jahat agar segera dipindah saja,biar tidak mengganggu". jawab pak Udin
"Apa pak Alim bisa melakukannya?" tanya Bu sari
"Beliau bilang ,yang ada di sekolah ini sosok yang kuat jadi beliau merasa belum cukup mampu,tapi beliau akan minta bantuan gurunya saja nanti,yang penting ibu-ibu sudah menyetujui".timpal pak Udin.
__ADS_1
"Kami sih oke-oke saja,yang penting sekolah kita aman". jawab Bu Ita.