
Agus, asal kampung durian sudah bekerja selama 5 tahun sebagai supir ambulan. sudah beberapa kali menghadapi kejadian ganjil.meskipun dia bukan seorang indigo,namun mungkin memang rejekinya yang harus mengalami.
suatu hari,Agus ditugaskan bersama satu orang perawat mengantarkan pasien yang harus rujuk ke ibukota propinsi.seorang pasien korban kecelakaan.mereka berangkat malam hari dengan alasan agar bisa sampai besok pagi sehingga pasien bisa segera ditangani karena biasanya dokter selalu masuk pagi untuk kroscek pasien.
baru sekitar dua atau tiga jam perjalanan,mereka sudah tiba dikawasan hutan lindung ,tiba-tiba ambulance yang dikendarai Agus mendadak menjadi terasa berat seperti banyak muatan.hawa yang terasa begitu dingin namun juga sangat sesak.agus terus berdoa di dalam hati berharap terus agar perjalanan mereka selamat sampai tujuan.bukan hanya Agus yang merasakan suasana berbeda,namun juga salah seorang perawat dan satu anggota keluarga pasien yang sedang berada bersama pasien di bagian belakang juga merasakan hal yang sama .
"mbak,kok saya ngerasa ga enak ya?".tanya keluarga pasien pada sang perawat.
"ga enak gimana Bu?".tanya balik sang perawat menutupi perasaannya yang juga kurang enak.
"ya ga enak aja mbak, serasa ada yang ngikutin.kayak ada yang numpang dimobil,perasaan saya mobil ini sesak banget. kayak banyak penumpang".jawab ibu itu lagi. mendengar kalimat tersebut,semakin terasa merinding bulu kuduk si perawat.
"kita berdo'a saja ya bu.namanya juga mobil ambulance".ujar si perawat.
beberapa saat kemudian,diarah depan muncul pengendara sepeda motor berpakaian lengkap memakai jaket dan helm hitam, entah datangnya darimana pesepeda motor itu melaju searah dengan mobil ambulance dan jaraknya tidak lebih satu langkah didepan hingga membuat Agus sang supir terkejut. tiba-tiba tabrakan tak bisa dielakkan dan membuat penumpang ambulance panik.setelah menginjak rem dan berhenti, agus pun turun dan melihat keadaan pengendara sepeda motor yang ditabraknya itu.hati-hati Agus melangkah kedepan,hatinya merasa panik juga karena merasa telah mencelakai orang.tapi ternyata,tak ada siapapun atau kendaraan apapun terlihat berada di depan mereka;dengan kata lain jalanan kosong dan sepi.agus terus mengitari pandangannya sekeliling,tak ada tanda-tanda ada jalan lain dari sana.jalanan yang mereka lalui itu panjang dan lurus,jadi mustahil si pengendara juga tidak kelihatan di depan mereka jika sekiranya ia melaju lebih cepat dari mobil ambulance.
Agus segera naik ke atas mobil,perasaannya antara lega dan juga panik.leganya,bahwa apa yang ditabraknya tidak ada,paniknya adalah mungkin saja itu adalah makhluk dari alam lain yang sengaja mengusik perjalanan mereka. perawat dan keluarga pasien dibelakang juga merasa penasaran dengan korban tabrak mereka tadi,tapi setelah Agus menjelaskan kan mereka jadi merasa merinding dan takut lalu meminta Agus segera berlalu dari sana. namun lagi-lagi ambulance mendadak mogok dan tak bisa dinyalakan mesinnya.
__ADS_1
"Ya Allah,cobaan apalagi ini???".ujar si ibu sambil mengelus tangan anaknya yang terbaring.
Agus kembali turun untuk memeriksa mesin mobil,tapi ia tak menemukan kerusakan. dalam hati merasa was-was.apalagi sekarang mereka ditengah hutan.mereka
juga takut ada orang jahat yang akan mencelakai mereka. suasana semakin tidak enak,ditambah lagi mendengar suara-suara binatang-binatang yang tinggal di hutan seperti monyet dan sebagainya.
"Ya Tuhan,bantu kami".do'a Agus.
Agus lalu kembali mencoba menstarter mobilnya,dan Alhamdulillah ada kelegaan dari semuanya karena mobil bisa kembali hidup. mereka kembali melanjutkan perjalanan hingga mereka melewati kota yang kedua,perlahan perasaan sesak tadi berubah sedikit lega.entah kenapa.
setelah lima jam perjalanan,mereka mulai memasuki kota yang ketiga tepat jam 02.00 dinihari. kota ketiga ini dipintu masuknya adalah sebuah hutan selang seling dengan area gurun pasir. tiba-tiba saat di area gurun, didepan ada muncul ular besar menyeberang jalan dan karena laju ambulance tidak pelan terasa banget posisi ambulance terangkat seperti melindas sesuatu. otomatis si supir ambulance memiringkan kepala dan badannya kesamping kiri,ia berpikir jika benar ularnya ketabrak,bisa jadi ekornya akan dihempaskan ke mobil dan mungkin saja akan membuat mereka semakin celaka. setelah lewat sekitar 10 meter dari lokasi ular itu,kembali Agus menghentikan mobilnya.lalu mengintip dari spion mobil dan ia tidak melihat apa-apa.kemudian ia mencoba turun dan memastikan sendiri,tapi memang tidak ada apa-apa. lagi-lagi Agus beristigfar "Astagfirullah Ya Allah, ada apa lagi ini?".ucapnya. ia kembali naik ke mobil dan kembali melanjutkan perjalanan.para penumpangnya dibelakang tidak bertanya apa-apa,karena sudah melihat raut Agus yang sudah pucat dari jendela.
Beberapa saat kemudian suasana kembali tenang,pasien kembali tertidur setelah disuntikkan obat penenang oleh mbak Nina,dan kali inipun mereka bisa bernapas lega karena pasien tidak kenapa-kenapa.waktu subuh mobil ambulance sudah sampai di pelabuhan penyeberangan,menunggu giliran masuk ke kapal feri untuk menyebrang ke pulau tetangga.mereka lalu melaksanakan shalat subuh di atas kapal feri secara bergantian.diatas kapal feri inilah,agus bisa dengan leluasa berbincang dengan ibu pasien yang mereka bawa.
"Maaf Bu, sebenarnya anak ibu kecelakaannya dimana dan bagaimana kronologinya?" tanya agus
"Anak saya itu mas kecelakaannya saat pulang jaga malam. kebetulan ia baru beberapa bulan diangkat jadi security di sebuah kantor BUMN".jawab ibu yang bernama ibu Mariam
__ADS_1
"kecelakaan tunggal atau tabrakan bu?"tanya agus lagi
"Kecelakaan Tunggal mas".jawab bu Mariam lagi
"Kejadiannya sudah berapa hari?"
"Baru tiga hari yang lalu,mas. katanya sih tiba-tiba ada babi turun dari gunung menyeberang jalan. karena malamkan anak saya jadi melajunya agak kencang dan tidak melihat ya, jadi tidak bisa menghindar dan akhirnya ya tabrak babi ya jadi seperti inilah keadaannya". cerita bu Mariam.
"Inalillah,di daerah mana kecelakaannya bu?" tanya agus
"Di Daerah bukit Panda Mas".jawab bu mariam lagi.
"Wah kalau di bukit panda,emang sering ada kecelakaan disitu. dan rata-rata sih memang karena sering melihat babi hutan turun gunung".cerita Agus. "lebih keatas lagi,ada bukit tempat berdirinya pemancar milik BMKG bu, nah disitu ada sering muncul hal-hal gaib.ini menurut cerita kru BMKG yang bertugas disana ya bu,disana ada Istana Gaib.nah,setiap kali ada sesuatu yang turun dari gunung itu,pasti akan ada beberapa yang akan mengalami kecelakaan di jalan raya dibawahnya,Wallahualam ya bu". tambah Agus
"Kita kembalikan semuanya kepada Allah Mas,terlepas kecelakaan anak saya karena hal gaib atau bukan,tapi mungkin memang sudah takdirnya ia mengalami ini".ujar ibu Mariam Lugas.
"Benar bu,Semoga anak ibu lekas pulih kembali seperti semula".do'a Agus yang juga di amini oleh bu Mariam.
__ADS_1
Sesaat kemudian, Kapal feri bersandar di dermaga.Mereka segera turun dan kembali melanjutkan perjalanan ke Rumah Sakit Propinsi.Pukul 10 Pagi mereka sampai dan pasien segera ditangani oleh Tim Dokter dan perawat disana.
Setelah menyelesaikan administrasi dan berpamitan pada bu Mariam,Agus dan Mbak Nina segera kembali ke kota asal mereka siang itu juga. mereka berharap perjalanan pulang mereka tidak ada kendala.semoga.