Bukan Indigo

Bukan Indigo
Kisah Supir Ambulance 3


__ADS_3

Pov Mimi


Sore ini aku merasa syok dan tak percaya, adikku nomor tiga mengalami kecelakaan di Mronge Kota C. aku menangis histeris dan sangat takut jika ia kenapa-kenapa. Meskipun Alwan sepupuku mengatakan Agus tidak apa-apa tapi aku tetap tidak percaya sebelum aku melihat sendiri keadaannya. Ibu terlihat menangis sedangkan ayah terus mengucap istighfar.aku lalu memutuskan untuk berangkat ke kota C bersama suamiku. diperjalanan semua tampak baik-baik saja hingga kami sampai di tempat Agus dan temannya Heri dirawat tepat pukul delapan malam.Syukur Alhamdulillah Ya Allah,adikku baik-baik saja.malam itu juga ,aku mengabari Ibu dan ayah,mereka terdengar sangat lega.malam itu Agus menceritakan kronologi mobilnya yang terguling dan jatuh ke dasar jurang,ia juga bercerita tentang apa saja yang dilihatnya ditempat kejadian.


Keesokan harinya, karena rasa penasaran dari semalam.aku bersama suami dan Alwan sepupuku pergi ketempat dimana Agus mengalami kecelakaan. disana aku dan suami heran dengan suasana yang tergambar jauh sekali berbeda dengan gambaran yang diberikan Agus. kata Agus disana ada sebuah rumah mewah dan megah yang dihuni oleh seorang wanita cantik, tapi yang kami dapati adalah hanya sebuah kebun warga yang ditumbuhi banyak sekali pohon pisang. dengan kata lain,tempat itu adalah sebuah kebun pisang yang sekarang masih terlihat Ambulance yang dibawa Agus sudah ringsek tak berbentuk dan belum diangkat keluar.lalu, agus bilang disana ada sebuah gerbang besar terbuat dari perak yang ditumbuhi bunga-bunga warna-warni di atap gerbang tersebut, tapi yang kami dapati tidak ada apa-apa seperti yang digambarkan Agus.kemudian Agus berkata bahwa disana ada pagar duri pohon bidara yang mengitari bukit, tapi ternyata disana hanya ditanami pagar pohon kedondong oleh warga. lalu apa yang dilihat agus sebenarnya? Apakah itu dunia Gaib? Entahlah.


Agus dan Heri berangsur sehat dan sudah kuat untuk perjalanan kembali ke Kota A.Sore itu sebelum pulang,kami kembali singgah ditempat mereka mengalami kecelakaan dengan niat menunjukkan kenyataan sebenarnya dari tempat yang dilihat Agus. Agus syok dan terkejut bahwa apa yang dilihatnya terasa hanya seperti sebuah halusinasi,tidak ada apa-apa disana selain kebun pisang dan jembatan.bahkan jalan setapak yang seharusnya dilaluinya sekarang sama sekali tidak sebesar yang dilihatnya di awal.akhirnya dia berkata " Ah Sudahlah, yang penting aku selamat dan masih hidup".

__ADS_1


Perjalanan pulang kami yang biasanya di tempuh sekitar 5 jam, namun kami tempuh lebih lambat karena kami sengaja agar tiba ketika sudah memasuki waktu malam,sengaja kami pulang saat itu agar Agus dan Heri sesampainya dirumah sudah bisa langsung istirahat tanpa harus menerima tamu yang datang menjenguknya. sesampai diperbatasan kota A, sudah pukul sembilan malam. disebuah taman yang memang terlihat sepi pada saat itu,awalnya aku mencium bau melati,wangi sekali.selanjutnya wangi gaharu bergantian.tepat didepan mobil,kira-kira jaraknya sekitar 10 meter,ada sebuah batu besar yang tingginya kurang lebih empat meter.diatas batu besar itu,duduk sesosok perempuan yang seperti memakai gaun pengantin berwarna putih yang menjuntai mulai dari atas batu sampai ke jalanan yang hendak kami lewati. perempuan itu sama sekali tidak terlihat wajahnya karena tertutup rambutnya yang panjang.kami semua yang ada di mobil serentak mengucap Istighfar kecuali Heri,karena ia memang tak melihatnya. aku sontak memegang bahu suamiku takut ia panik,jangan sampai ia melajukan kendaraan dengan kencang karena melihat ini.


Heri yang kaget mendengar ucapan Istighfar kami lalu bertanya " Kenapa Istighfar,ada apa? kompak sekali". katanya


pertanyaan Heri dijawab oleh Agus ,"ntar dirumah baru cerita"


Pov Agus

__ADS_1


Sore ini aku pulang kembali ke rumah,sebelumnya aku diajak mampir dulu melihat keadaan tempat aku kecelakaan kemarin. dan itu terlihat jauh dari yang aku lihat kemarin,kemana pohon-pohon pisang ini,kenapa kemarin tidak ada lalu kemana rumah megah itu,pokoknya aku merasa seakan kemarin berada pada dunia halusinasi, zonk sama sekali.apa yang aku lihat,tidak ada semua.aku memutuskan menerima kenyataan " ah sudahlah,Yang penting aku selamat dan masih hidup". dan aku berpikir lagi " andai saja tidak ada pagar duri bidara itu, mungkin aku sudah menghilang diatas bukit,Wallahualam". sesungguhnya ada banyak lagi pertanyaan dalam hatiku setelah mengalami ini " Mengapa yang terlihat hantunya semua perempuan,kenapa tidak ada hantu laki-laki, apakah ini hukuman karena mempermainkan hati kedua pacarku?,apa karena mereka perempuan juga?. astaga Ya Allah, sepertinya otakku terlalu banyak berpikir".


Kami sengaja pulang sore agar sampainya malam hari dan bisa langsung istirahat tanpa harus menerima tamu dulu, sengaja kakak tidak mengabari dulu keluarga yang lain."biar besok saja": katanya.  setelah menempuh perjalanan jauh,kami sampailah dikota kami tercinta.beberapa kilometer dari pintu masuk,tiba-tiba kami menemukan sesuatu yang ganjil dan anehnya hanya kami bertiga yang melihat.Heri sama sekali tidak melihatnya.kami bertiga melihat seorang wanita memakai pakaian pengantin yang menjuntai dari atas batu sampai ke jalan raya ,kami sama-sama terkejut dan sama-sama pula mengucap istighfar. Heri terlihat bengong karena tidak mengerti situasinya,aku berjanji akan menceritakan padanya nanti setelah sampai dirumah.


Sesampai dirumah,aku menceritakan apa yang kami lihat, Heri merasa ngeri,ia merasa bersyukur tidak ditampakkan hal - hal gaib seperti itu."Ya Allah,andai aku yang dikasih lihat,mungkin aku akan kembali pingsan kayak kemarin".ujarnya.akhirnya Heri berpamitan pulang dan diantar oleh abang iparku. kebetulan rumah Heri ada didepan rumahku, jadi ya tidak jauh-jauh harus berjalan.


Keesokan harinya,kabar kepulangan kami terdengar.selain karena dikabari kak Mimi juga karena melihat aku sudah duduk bercengkrama bersama keluarga di depan rumah. beberapa tetangga dan keluarga datang menjenguk,dan ingin tahu kronologi kecelakaan kami,akupun menceritakan apa yang memang aku alami. diluar itu aku kurang mengerti lagi. mereka semua berucap syukur karena kami tidak mengalami keadaan yang fatal seperti cacat dan cedera berat, namun walau begitu ada rasa trauma sesungguhnya untuk kembali mengendarai kendaraan, oleh karenanya aku mengambil cuti dan meminta untuk tidak membawa mobil ambulance untuk sementara waktu sampai traumaku hilang. dan ada keputusan yang lebih bijak lagi yang telah aku ambil saat ini, aku memutuskan untuk melamar sepupuku. karena setelah mengalami kecelakaan itu,aku berpikir jika Allah mengambil nyawaku hari itu, itu artinya aku tak punya jodoh di dunia.tapi Alhamdulillah dengan keselamatan ini aku memutuskan yang terbaik untuk hidupku, aku akan menikah dengan sepupuku dan memang dia yang selama ini merawatku setelah aku kecelakaan dan memulihkan traumaku. dan aku memohon maaf pada pacarku yang sekarang bertugas diluar kota,aku juga tahu kedua orang tuanya pun belum pernah merestui kami. Alhamdulillah dia mengerti dan mendoakan yang terbaik untukku.

__ADS_1


__ADS_2