Bukan Indigo

Bukan Indigo
Kisah Supir Ambulance 2


__ADS_3

Pov Author


Pagi ini, Agus kembali ditugaskan ke luar daerah oleh pimpinannya.kali ini bukan untuk membawa pasien, akan tetapi untuk membawa stok bantuan obat-obatan untuk wabah penyakit di daerah lain.pada saat itu,agus tidak sendiri.ia ditemani oleh temannya yang bernama Heri.pada awalnya perjalanan mereka berjalan mulus,mulai dari kota A ke Kota B,mereka sempat singgah untuk makan disebuah warung makan lalu melaksanakan shalat Dzuhur di musala di dekat warung makan tersebut.suasana saat itu memang agak sedikit mendung.seperti kata orang tua - orang tua kami bahwa saat seperti ini disebut saat mbolo ninu ( bayangan berada tepat diatas kepala kita) apalagi suasana mendung seperti ini,maka akan banyak makhluk-makhluk gaib menampakkan dirinya (menurut adat kepercayaan suku kami).


Setelah beristirahat sejenak, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju kota C.saat memasuki wilayah kota C, mereka masuk pada sebuah kecamatan yang bernama Maronge.suasana yang awalnya tampak mendung berubah menjadi gerimis dan berkabut. Agus mulai menyalakan lampu mobilnya agar dapat melihat jalan.beberapa saat berada dalam suasana berkabut, dari samping kiri mobil nampak berdiri sosok perempuan yang sangat cantik, ia terlihat tersenyum seperti menyambut Agus dan temannya.Agus dan Heri yang melihat wanita tersebut sedikit terganggu konsentrasinya karena fokus pada wanita itu.baru beberapa meter dari tempat wanita itu berdiri,tiba-tiba terdengar ban mobil ,mereka meletus dan selanjutnya tiba-tiba mobil ambulance yang dikendarai agus  terguling masuk ke dalam jurang yang dalamnya sekitar 20 meter. saat mobil itu terguling, Agus terus meneriakkan kata "Allahu Akbar...Allahu Akbar,..Allahu Akbar".


Saat mobil sudah sampai dasar jurang dan benar-benar berhenti. kaca mobil semuanya pecah,mobil sudah ringsek dan tidak berbentuk sama sekali. agus tiba-tiba keluar dari kaca depan mobil yang sudah pecah, menurut warga yang saat itu melihat kejadian, agus keluar dari mobil langsung berjalan menuju ke arah bukit,setelah berjalan kurang lebih 40 meter,dia terlihat kebingungan lalu berjalan kembali ke arah mobil,namun disebelah bukit itu ada sebuah parit kecil seperti saluran untuk pengairan sawah dan ladang warga dan anehnya,ia terlihat berjalan diatas parit dipinggir bukit itu ,benar-benar berjalan diatas parit bukan disemen atau diundukan tanah,tapi berjalan seperti melayang di atas parit. semua orang berteriak memanggilnya,tapi sepertinya dia tidak mendengar sama sekali.lalu ia berbalik kembali naik menuju ke Jalan raya,dan disanalah orang-orang mulai memegang tangannya,mengelus dadanya dan memeluknya, Agus masih tidak sadar saat orang - orang menggiringnya menuju ke ambulance puskesmas terdekat. dia terus saja bertanya "teman saya...teman saya mana..heri dimana?".


"Mas sudah aman mas,temannya mas juga sudah aman,ini sudah satu mobil di ambulance.teman mas ada di pangkuan mas ini". jawab petugas kesehatan yang membantunya naik ke mobil sambil meraih tangan Agus menyentuh wajah heri yang terbaring dipangkuannya.


setelah menyentuh wajah heri,Agus mulai tersadar dan mengucapkan istigfar "Astagfirullahaladzim, ini dimana pak?". tanya agus lagi

__ADS_1


"kita di Ambulance mas,kita mau ke puskesmas terdekat.mas dan teman mas perlu ditangani dulu".jawab petugas.


Agus tidak banyak bertanya lagi hingga mereka sampai di puskesmas dan dirawat sementara disana. dan Alhamdulillahnya meski mobil ringsek dan sudah tidak berbentuk lagi tapi keadaan Agus dan Heri tidak apa-apa, Agus hanya lecet karena pecahan kaca yang mengenai kulit tangan dan kakinya,sedangkan Heri hanya mengalami keseleo dan bengkak di bagian lutut kaki serta tangannya yang memar.


Pov Agus


Hari ini aku ditugaskan oleh pimpinan membawa bantuan obat-obatan ke Kota C. karena tidak mau berangkat sendiri, aku mengajak seorang kawan yang bernama Heri.diperjalanan kami sering bercanda,berbincang tentang hal-hal lucu yang pernah kami alami,bahkan kami saling bercerita tentang pasangan kami masing-masing.memang aku memiliki dua orang pacar. yang satu masih keluarga, dan yang satunya lagi adalah teman sekolah SMA dulu dan kami menjalani LDR. mereka berdua tidak saling tahu.


Saat diperjalanan,kami singgah untuk makan makanan favorit di warung langganan yang sering kami lewati ketika bertugas keluar kota.selanjutnya kami melanjutkan shalat Dzuhur di sebuah musala dekat dengan warung tersebut.


Saat mobil kami sampai didasar jurang,aku lalu berjalan keluar dari mobil.disekelilingku terlihat kosong tidak ada apa-apa,tidak ada siapa-siapa. namun, ada sebuah jalan setapak disana.aku lalu berjalan mengikuti jalan setapak itu,hingga tibalah di sebuah rumah besar dan megah yang belum pernah kulihat sebelumnya bahwa ada rumah semegah itu dikota ini. dipintu rumah itu ada duduk seorang wanita memakai baju kebaya sepinggang dengan kain khas tenun.dia terlihat berbicara kepadaku, namun aku sama sekali tidak bisa mendengar apa yang dikatakannya.dia lalu menunjukkan tangannya ke dalam rumah seperti menyuruhku untuk masuk.namun aku jawab; " tidak usah bu, saya cuma numpang lewat saja,permisi".dan wanita itu terlihat mengangguk dan tangannya terlihat mempersilahkan untuk pergi.

__ADS_1


Beberapa langkah dari rumah megah itu,tepatnya dibelakang rumah itu aku melihat sebuah gerbang besar dari perak besi disekelilingnya mulai dari bawah hingga ke atap  yang dikelilingi bunga-bunga indah berwarna-warni, didalam arah gerbang itu terlihat ramai orang beraktivitas seperti sebuah melakukan transaksi jual beli,namun aku tidak tertarik untuk masuk. akupun melanjutkan menyusuri jalan setapak itu hingga sampai ditepi bukit, aku lalu berusaha berjalan menaiki bukit itu,namun pagar pohon bidara menghalangiku untuk naik,berkali-kali aku berputar-putar untuk menaiki bukit itu,tetap saja pagar duri bidara memagari semua sisi bukit itu.dan hasilnya aku tidak bisa lewat.


Aku akhirnya memutar badan kembali ke jalan setapak tadi, orang - orang didalam gerbang tadi sudah tidak ada terlihat disana dan rumah megah yang kembali aku lewati juga tidak ada penghuninya.aku terus saja berjalan. sesampai diujung jalan setapak itu,aku merasa ada tangan yang menggapai dan menarik tanganku kemudian merangkulku. aku mendengar suara ribut sekali,ribut kendaraan dan ribut orang-orang.aku lalu ingat teman seperjalananku Heri. aku berteriak-terisk memanggil namanya " Heri...heri...dimana kamu?" tidak ada jawaban.pandanganku masih kabur dan tidak bisa melihat siapa yang sedang menuntunku menuju suatu tempat. lalu aku mendengar orang itu berkata " istighfar mas, istighfar... sebut nama Allah Ya Mas".seketika aku mengucapkan Istighfar "Astaghfirullahaladziim",lalu seketika pandanganku terang dan menangkap sosok orang itu.


saya lalu bertanya "teman saya...teman saya mana..heri dimana?".


"Mas sudah aman mas,temannya mas juga sudah aman,ini sudah satu mobil di ambulance.teman mas ada di pangkuan mas ini". jawab orang itu yang ternyata petugas kesehatan yang meraih tanganku untuk menyentuh wajah Heri yang terbaring dipangkuanku.


Setelah menyentuh wajah Heri, aku mulai tersadar dan mengucapkan istigfar "Astagfirullahaladzim, ini dimana pak?". tanyaku lagi


"kita di Ambulance mas,kita mau ke puskesmas terdekat.mas dan teman mas perlu ditangani dulu".jawab petugas.

__ADS_1


Aku tidak banyak bertanya lagi hingga sampai di puskesmas dan dirawat sementara disana. dan Alhamdulillahnya meski mobil ringsek dan sudah tidak berbentuk lagi tapi keadaanku dan Heri tidak apa-apa, Aku hanya lecet karena pecahan kaca yang mengenai kulit tangan dan kaki,sedangkan Heri hanya mengalami keseleo dan bengkak di bagian lutut kaki serta tangannya yang memar.


Setelah sampai di puskesmas,aku meminta bantuan untuk menghubungi sepupuku yang bertugas dikota C.dia segera datang dan menghubungi keluarga.Ayah Ibu dan keluarga syok mendengar kabar aku kecelakaan, karena memang itu adalah pertama kali aku mengalaminya. Apalagi kakak pertamaku yang pertama mendapat kabar dari sepupuku sampai menangis kencang saking takutnya aku kenapa-napa, meski sudah dijelaskan bahwa aku tidak apa-apa tetap saja ia tidak percaya dan ingin melihat langsung keadaanku.Alhasil kakakku dan suaminya datang ke Kota C untuk menjemputku.


__ADS_2