Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Siapakah Mereka?


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam 12.00. Alya sudah berada di restaurant mewah dekat dengan kantornya. Alya pun celingak-celinguk mencari dimana Pak David berada. Hati kecil Alya semakin ragu untuk memenuhi undangan Pak David. Alya takut akan terjadi hal yang tidak disukai. Atau bahkan terjadi hal yang membahayakannya. Namun Alya tidak bisa menghindarinya.


"Permisi Nona ada yang bisa saya bantu?" tegur pelayan restaurant.


"Saya ada janji temu dengan Pak David." Jawab Alya dengan lembut.


"Apakah anda adalah Nona Alya?" tanya pelayan itu sambil memberikan buku tamu.


Restaurant mewah ini memang memiliki SOP yang baik selain dari pelayanan dan rasa masakan yang khas. Tentu juga dengan kualitas yang diberikan. Sudah pasti harganya pun selangit.


Sebelum keberangkatannya kesini, Alya sudah memberitahukan Ardi. Sehingga Ardi yang entah dari kapan menjadi mata-mata Iky pun bergegas meninggalkan pesan singkat melalui ponselnya. Tak pakai basa-basi, Iky langsung saja pergi menuju tempat tersebut. Beruntung Iky sudah sampai lebih dulu walaupun jarak tempuh memakan waktu berjam-jam.


...


Pelayan pun mengajak Alya memasuki ruangan khusus VIP.


"Kemari dan duduklah! " Perintah Pak David sambil menuangkan teh ke cangkirnya.


"Kau pasti lelah. Minumlah!" tambah Pak David tanpa balasan apapun dari Alya.


"Kau sudah tau maksudku kan? Aku ingin kau berhenti memiliki perasaan kepada Reza. Biar bagaimana pun Reza bukan lagi milikmu. Kau harus tau diri. Mendekatinya saja tidak boleh apalagi jika kamu masih memilikinya." Pak David menjelaskan.


"Mungkin kau sudah tau jika kau masih melanggarku kau akan kehilangan keluargamu. Bahkan sebelum itu mereka tidak akan bernafas dengan lega." Ancam Pak David.


"Lagi pula harusnya kau sadar. Kau hanya perempuan rendahan, miskin, dan kampungan. Kau harus tau diri siapa dirimu sebenarnya. Keluarga miskinmu tidak layak berdampingan dengan bangsawan seperti kami. Ingatlah Reza juga berasal dari keluarga bangsawan." Pak David pun tersenyum sinis.


*Apa? B******k *


Brak!!!


"Hentikan omong kosongmu Tuan!. Mungkin anda memang benar. Tetapi jangan pernah anda menghina keluarga saya!." Alya kemudian beranjak dari kursinya namun dihadang oleh Ajudan Pak David.


Plaaak!!


Tiba-tiba saja Pak David menghampiri Alya dan meluncurkan tamparan keras di pipi Alya.


"Jaga bicaramu wanita rendahan!"


"Siapa yang kau maksud rendahan? Bukannya anda Tuan yang serendah itu? Anda harusnya tau malu. Anda bergelimang harta, bangsawan, dan terhormat seharusnya anda tidak melakukan hal kotor seperti ini" Ucap Alya menahan tangis dan memegang pipinya.

__ADS_1


"Anda juga tidak perlu khawatir. Saya tidak akan merusak rumah tangga anak anda. Yang harusnya khawatir adalah anda Tuan!. Pikirkan bagaimana nasib anda jika Giselle mengetahui yang sebenarnya. Dan khawatirkan juga perasaan Reza yang tidak akan pernah jatuh cinta kepada anak anda!" Teriak Alya.


Pak David pun segera meluncurkan tamparannya lagi namun kali ini tidak mengenai Alya, Iky berhasil menghadang tangan Pak David.


"Jangan kau lakukan lagi pada Tunanganku. Sekali saja kamu menyentuhnya, bahkan membahayakannya. Aku tidak akan segan-segan melakukan yang ku mau!" Iky pun menggandeng tangan Alya dan meninggalkan tempat tersebut.


...


Sepanjang jalan Alya hanya terdiam. Tak satu kata pun terucap. Matanya hanya tertuju dengan arah jalan. Vino pun mengendarai mobil dengan cepat membawa Alya dan Iky menuju Coffee shop.


"Kamu tidak apa-apa?" Iky memulai pembicaraan.


"Apa sakit?"


Alya hanya meremas ujung jemarinya tanpa menoleh.


"Kau tidak perlu takut. Aku akan menjagamu dengan semua kemampuanku. Takkan ku biarkan tua bangka itu menyentuhmu seujung kuku sekalipun. Akan kupastikan itu". Aura Iky mendadak berubah.


"Tuu..Tuuaan.. apa tidak masalah jika anda masuk kedalam masalahku? aku tidak pantas untuk dilindungi. Hiduplah dengan damai Tuan. Tidak perlu lagi kau mengkhawatirkanku." Pinta Alya.


...


"Anda mau pesan apa Nona?" Manager kafe pun menghampiri meja dimana Iky dan Alya duduk.


"Seperti biasa saja pak." jawab Alya.


Tanpa ada pembicaraan lagi antara Alya dan Iky. Semua hening sementara sampai minuman mereka pun datang.


"Minumlah air mineral dulu. Agar tubuhmu tidak lemas." Iky membukakan tutup botol.


"Terima kasih" kata Alya.


"Tidak usah khawatir Alya. Aku akan tetap melindungimu." ucap Iky.


"Keluarlah dari pekerjaanmu. Bekerjalah di perusahaanku. Akan lebih baik jika kita selalu bersama." Pinta Iky.


"Menikahlah denganku. Hiduplah bahagia. Setidaknya kamu dan keluargamu akan aman jika berada dalam lingkaranku." Tambah Iky


"Tttapii Tuan.. Aku tidak bisa menikah dengan orang yang tidak kucintai. Bahkan mengenalmu saja aku tidak. Aku tidak mau kau terlibat dalam urusanku." Jawab Alya.

__ADS_1


"Jangan katakan itu. Aku sudah mengaturnya. Besok Vino akan menemanimu membeli keperluan pernikahan." Perintah Iky


...


Keesokan harinya dirumah Alya


Beberapa mobil mewah sudah berjejer didepan rumah Alya. Alya masih enggan bangun dari tempat tidurnya. Padahal sudah dari subuh dia tidak tidur hanya memainkan ponselnya. Menggerakan jemarinya dengan lihay. Membuka dan menutup media social dan berbagai berita online. Seolah tidak ada yang menarik pikirnya. Headset yang membungkam telinganya membuatnya tidak mendengar suara keramaian diluar kamarnya.


Tok..tok..tok


Tak ada suara dari dalam kamar. Ibu pun memaksa masuk. Membuka pintu kamar yang tidak dikunci. Baju-baju dan buku-buku berserakan dimana-mana. Alya masih tidak menyadari kehadiran Ibu dikamar. Ibu pun memunguti semua baju dan memasukkannya ke keranjang cucian. Begitu juga dengan buku-bukunya. Tak sadar Ibu menjatuhkan kotak kuas make up milik Alya dan Alya pun menyadari kehadiran Ibu.


"Eh Ibu hehe.. Apa Ibu sudah dari tadi dikamarku?" Alya masih mengenakan headset di telinganya sehingga tidak bisa mendengar suara Ibu.


"Kuping mu kau sumpal" sambil menunjuk telinga Alya.


"Astagaaa Ibu maafkan akuu.."


"Lihat keluar sudah banyak orang macam Penagih Hutang mencarimu. Tapi keadaanmu tidak jauh beda dengan anak singa. Lihat rambutmu itu." Sambil menyodorkan cermin tangan.


"Apaaa? siapaa? Debt Collector? Aku tidak punya hutang Bu. Mungkin dia mau menagih tetangga sebelah. Aku lelah Bu, hari ini aku berencana tidak melakukan apapun. Aku sekarang sudah menjadi pengangguran." Merenggangkan tubuhnya dan kemudian merebahkannya lagi.


"Matamuuu!!.. coba kau tengok ke jendela! Semua pria berjas hitam itu berbaris macam tentara sedang menyambut kedatangan presiden. Cepat rapihkan dirimu! Dan Ibu tunggu dibawah." Ibu mulai emosi dengan perilaku Alya.


*Ada apalagiii iniiiihh* gerutu Alya dan kemudian menuju kekamar mandi yang letaknya diluar kamar.


Semua mata terkejut melihat penampilan Alya yang berantakan dengan view rambut singa yang jebrak kemana mana. Alya yang tidak percaya rumahnya dipenuhi orang-orang berjas hitam pun segera berlari memasuki kamar mandi.


*siaaall.. siapa merekaaa?? Apa mereka suruhan Pak David? Habis sudah nyawaku hari ini.. Tuan Iky tolong aku?"


...


Bersambung


Bantu thor dengan Boom Like dan Rate ya Kakak.. Biar makin semangat berimajinasinya.


.


Selamat Menikmati 😘

__ADS_1


__ADS_2