Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Pesan Pak David


__ADS_3

Keesokan harinya dikantor..


Pak David merasa geram mengingat kejadian semalam sekaligus khawatir jika Reza akan meninggalkan putri kesayangannya. Ia pun takut jika Giselle mengetahui semua rencananya. Karena dengan cara liciknya ia menjauhkan Alya dengan Reza.


*Aku harus melakukan sesuatu agar mereka tidak bertemu. Tapi bagaimana jika benar kalau saat ini wanita itu sudah menjadi kekasih Iky? Akan terlalu beresiko jika aku menyentuh wanita yang berada didalam genggamannya. *


"Masuklah" Pak David pun memanggil Ajudannya untuk segera menemuinya.


"Ada apa Tuan?" Pria bertubuh seperti Algojo pun memasuki ruangannya.


"Cari tahu secepat mungkin, Apakah Alya benar kekasih Iky? Jangan sampai ketahuan kamu menyelidikinya. Karena perkembangan perusahaan menjadi jaminannya." Perintah Pak David


"Baik Tuan." Lekas Ajudan itu pergi meninggalkan ruangan Pak David


Tak begitu lama Pak David melihat Alya berjalan melewati ruangannya. Tatapan penuh dendam dan penuh pertanyaan mengusik pikirannya.


*lantas mengapa ia masih bekerja diperusahaan ini jika pria yang dia cintai sudah bersama dengan yang lain *


...


Erfolg Group.


Perusahaan terbesar di Indonesia yang juga tergolong perusahaan terbesar ketiga di pasar global Eropa. Perusahaan ini sangat terkenal teknologinya. Menurut desas desus di gedung ini pula terdapat suatu ruangan khusus dimana seluruh induk teknologi terkontrol disini. Namun hanya orang-orang pilihanlah yang mengetahuinya dan bisa memasuki ruangan tersebut.


Konon saat pembangunan gedung ini semua kontraktor yang mengetahuinya rela berkorban mendonorkan matanya ketika penyelesaiannya. Jadi tidak ada satupun yang mengetahui dimana ruangan itu dan bagaimana bentuk ruangannya.


Pimpinan perusahaannya adalah Pria berkebangsaan Jerman yang kemudian menikahi gadis ayu dari Indonesia. Mereka memiliki anak laki-laki yang lahir dengan sangat tampan. Namun sang Ibu meninggal dunia setelah melahirkan anaknya. Disitulah goncangan terjadi pada sang pimpinan. Kehilangan wanita yang dicintai membuatnya frustasi dan hilang arah. Perusahaannya berangsur-angsur mengalami pailit. Hingga saat usia anaknya menginjak 10 tahun sang pimpinan pun meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.

__ADS_1


Anaknya yang hidup tanpa kasih sayang pun tumbuh menjadi sangat kejam dan ambisius. Dingin menghadapi segalanya. Sang Ajudan lah yang mendidik Anak itu. Trauma Ajudan kehilangan dan kepedihan melihat hidup sang pimpinan, akhirnya Ajudan pun mendidik keras si Anak. Bukan hanya didikan militer yang diterapkan. Bahkan otak jahat pun sengaja dibibitkan pada dirinya.


Semua itu dilakukan agar si Anak tersebut tumbuh menjadi Anak yang kuat dan tidak lemah hanya karena cinta. Buktinya pada usia 17 tahun si Anak mampu membangkitkan kondisi perusahaan. Dan di usia 20 tahun perusahaan ini sudah memasuki pasar Eropa. Tanpa cuci uang, tanpa korupsi, tanpa memberikan sogokan kepada pihak ketiga. Ia mampu mendirikan perusahaan dengan kokoh. Di usia 25 tahun sampai saat ini menginjak usia 30 tahun, perusahaannya menjadi perusahaan terbesar.


Jarang sekali ada yang dapat menemuinya. Untuk menjalankan bisnisnya ia hanya tinggal dikediamannya. Mengontrol semua dari rumah. Hanya Ajudannyalah yang menghadapi semua urusan pekerjaan.


Ya. Anak tersebut adalah Iky dan Ajudan yang mengurus segalanya adalah Vino anak dari Ajudan yang mengasuhnya ketika kecil. Usia mereka tidak terpaut jauh hanya selisih beberapa bulan. Ayah Vino mendidik mereka berdua bersama-sama. Dan Vino pun dididik hanya untuk membantu dan menolong Iky. Tak heran jika alur pikiran Vino sama dengan Iky.


Hingga pada suatu hari, Iky meninggalkan Indonesia karena harus mengurus perusahaannya di Eropa. Sehari sebelum keberangkatannya ia berkunjung ke kafe miliknya di salah satu kota besar di Indonesia. Ia pun terkesima saat pertama kali melihat Alya dan Reza yang sedang bersama. Pikiran untuk acuh pun tak bisa dihindari. Namun Vino pun memaksa Iky untuk segera berangkat. Janji Vino akan mempertemukan Iky kembali dengan Alya pun tersampaikan setelah kembalinya 7 tahun kemudian.


Saat ini, Iky yang jarang sekali datang ke perusahaan pun membuat seluruh karyawan geger. Perusahaan yang bising pun berubah senyap. Tak ada satu kata pun yang terucap dari bibir karyawan. Karena Iky tidak menyukai kebisingan.


Iky pun mengumpulkan semua pimpinan Departement Erfolg Group. Seperti biasa, jika ketahuan ada yang korupsi atau bahkan menyalahgunakan kekuasaan, Iky pun tidak segan memberhentikannya. Bukan cuma itu ancaman nyawa beserta keturunannya pun membuat semua orang takut melakukannya.


Semua orang yang berada di ruangan pun merasa gugup dan takut. Aura Iky kali ini tercium seperti aura pembunuh. Tidak tahu apa yang akan dibahas, mereka hanya menduga-duga.


seperti biasa tak ada yang boleh menjawab walau hanya sapaan salam didalam ruangan meeting, berbeda pada saat diluar ruangan meeting.


"Mulai saat ini, Tuan Iky akan rutin masuk kerja. Saya harap semua akan bekerja semaksimal mungkin. Dan mohon untuk meminimalisir kesalahan." Tutup Vino dan meninggalkan ruangan meeting.


Tak ada satupun yang menjawab. Tak ada satupun yang mengumpat. Semua kembali ke ruangannya masing-masing seperti biasa. Diruangan Iky pun ia kembali duduk dan memainkan pena yang ada dimejanya. Vino juga kembali duduk dimejanya yang berada di ruangan yang sama dengan Iky.


"Vin.. esok aku akan memindahkan Alya kesini agar ia tidak jauh dari pengawasanku. Aku tidak sanggup jika harus kehilangan dia lagi." Bagi Iky 7 tahun yang lalu adalah hal pertama Iky kehilangan Alya.


"Baik Tuan" jawab Vino


"Siapkan semuanya. Jangan ada sedikit pun yang membuatnya tidak nyaman. Aku akan menemuinya sekarang." Iky bergegas pergi menuju perusahaan Alya.

__ADS_1


...


Dikantor Alya


Alya sudah terlihat ceria kembali. Semua seolah baik-baik saja. Semua karyawan yang berada diruangan yang sama dengan Alya pun ikut merasa bahagia.


Pagi tadi Alya bertemu dengan Ardi. Ardi menjelaskan bahwa Reza menitipkan Alya kepada Iky. Agar Alya bisa hidup aman tanpa harus terancam. Ardi pun mengabarkan kepada Alya bahwa Reza akan kembali ke Negeri Paman Sam minggu depan. Tak ada air mata yang menetes lagi, Alya pun tersenyum menanggapi ucapan Ardi dan hanya menjawab terima kasih.


Alya tidak lagi bersedih hati. Karena Alya memegang ucapan Reza malam itu. Pikirnya ia harus hidup dan bahagia. Alya pun sudah mempersiapkan surat pengunduran diri dari perusahaan ini. Sebelum ia menyerahkannya kepada Ardi, ia berencana untuk menikmati hari terakhirnya di perusahaan ini.


Tak begitu lama Ajudan dari Pak David pun menemui Alya. Rasa takut yang menyelimuti Alya pun berusaha ditutupi.


"Nona Alya. Siang nanti Pak David meminta Nona untuk makan siang dengannya" setelah menunduk Ajudan itu pun pergi meninggalkan Alya tanpa jawaban.


*Huh seenaknya dia. Dasar laki-laki tua yang memiliki banyak kemauan!* gerutu Alya dalam hati.


.


.


Bersambung..


.


.


Mohon bantuan Vote dan Boom Like nya ya.. Biar Author makin semangat berimajinasinya

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2