Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Perjuangan Iky


__ADS_3

Pagi menjelang, Alya pun terkejut mendapatkan dirinya sudah terbaring dikamarnya. Seingatnya malam itu ia tertidur dimobil Iky. Kepalanya masih terasa berat. Hatinya masih terasa sakit. Semua kenangannya bersama Reza terus menghantui. Dilihatnya jam digital sudah menunjukkan angka 11.00 siang. Beruntung hari ini adalah hari sabtu sehingga Alya tidak perlu untuk bekerja.


...


Salju sudah mulai menghujani kota dimana Reza tinggal. Perasaannya campur aduk. Reza sudah terlihat frustasi akan perjodohan ini. Tak ada yang bisa Reza lakukan selain menerimanya. Ini semua dilakukan demi melindungi Alya. Reza pun tidak bisa menghubungi Ardi bahkan untuk bertanya keadaan Alya.


Tok.. Tok


Sang Ajudan pun memanggil Reza untuk memberikan informasi persiapan pernikahan.


Reza mempersilahkannya masuk. Rentetan jadwal dan semua poin penting yang sudah disiapkan Ajudannya pun disampaikan dengan perlahan dan jelas.


Reza hanya bisa menyimak tanpa bisa mengelak. Bukan pernikahan ini yang Reza mau. Bukan juga dengan wanita itu yang ingin dinikahi Reza. Namun poin pentingnya yaitu Reza diperbolehkan kembali ke Negaranya. Karena pesta pernikahan akan dirayakan di negara kelahirannya itu. Walaupun Reza harus kembali lagi dan tinggal menetap di Negara tempatnya bekerja bukan Negara kelahirannya.


...


3 minggu pun berlalu. Alya masih terlihat sedih dan menutup hati untuk siapapun. Bahkan Alya tidak lagi terlihat sebagai wanita penuh riang. Semua karyawan yang mengetahui keadaan Alya pun merasa iba. Tidak ada lagi karyawan yang mencari perhatian didepannya. Melainkan mereka sangat peduli kepada Alya.


Hampir setiap hari Lucky meletakkan bunga Lily di meja kerja Alya. Tidak hanya itu, bahkan Lucky tidak segan memberikan hadiah-hadiah kepadanya. Alya pun tidak pernah menggubris pemberian Lucky. Semua hadiah itu di letakkan diatas meja disudut ruangan.


Disisi lain Ardi pun sudah mengetahui maksud dan tujuan Iky. Namun Ardi terus menyelidikinya apakah Iky merupakan pria baik untuk Alya.


...


Sore hari di Coffee Shop


Alya terlihat duduk termenung sendiri menatap taman yang sedang dibasahi hujan. Alya pun sudah tidak canggung berbicara dengan Iky yang tiba-tiba saja bertemu dengan Alya disana.


Ketika Alya menoleh ke arah dalam kafe, Alya melihat Iky sedang berbicara dengan staff kafe tersebut. Alya segan menegur Iky. Namun tidak begitu lama Iky sudah duduk dihadapan Alya.

__ADS_1


"Hai Nona Manis. Apa yang sedang kamu lakukan disini?" Ledek Iky kepada Alya. Tidak biasanya Iky bersikap seperti ini. Biasanya untuk menegur orang lain pun enggan.


Alya hanya bisa tersenyum sambil mengaduk Ice Cappuchino dengan sedotannya.


"Baru saja aku ingin pulang tapi hujan turun dengan lebatnya. Jadi, aku harus menunggu hujan berhenti. Kebetulan aku tidak mengendarai mobil. Hari ini aku mau kesuatu tempat yang agak repot jika harus membawa mobil."


"Mau kemana?"


"Aku mau mengunjungi halte bus didekat Mall itu." jawab Alya sambil menunjuk Mall besar yang hanya terlihat bagian atasnya dari tempat duduk Alya.


"Kamu mau pulang dengan menaiki bus?"


Alya hanya mengangguk dan menghabiskan Ice nya. Karena hujan tidak juga reda mereka akhirnya berbicara banyak berdua. Iky sangat terkejut, baru kali ini ia melihat Alya tertawa dan memperlihatkan lesung pipinya yg terlihat manis. Iky menyimak setiap cerita Alya dan mencuri pandangan manis wanita didepannya. Inilah yang membuat Iky semakin mencintai Alya.


Disudut kafe terlihat pria mengenakan topi dan memakai kacamata hitam. Pria tersebut pun terlihat menggenggam Novel yang sama sekali tidak dibacanya. Wajahnya tidak begitu jelas terlihat, karena hoodie menutupinya.


Ya. pria itu adalah Reza. Reza sangat bahagia bisa melihat Alya walaupun dari kejauhan. Reza bisa memastikan bahwa Alya baik-baik saja. Reza pun sudah banyak mengetahui informasi sedikit banyak melalui informan suruhan Ardi. Reza juga tahu bahwa Alya menutupi rasa sakitnya didepan orang lain.


...


*Aaahhhh.. kenapa aku tidak bisa menahannya lebih lama? kenapa bibir ini terasa berat untuk menawarkan diriku mengantarnya pulang? Bagaimana jika sesuatu terjadi padanya?*


Iky hanya bisa melihat Alya pergi meninggalkannya.


...


Keesokan harinya dikantor.


Tanpa sengaja Alya melewati ruangan Ardi dan melihat sosok pria yang selama ini ia cintai. Rasanya kaki ingin berlari menghampirinya. Tapi terasa berat. Bibir pun seakan sulit untuk memanggil namanya. Walau hati tak kuasa memaksanya untuk segera menghampiri Reza. Ia pun melihat perempuan cantik yang memegang lengan Reza. Perempuan itu sangat cantik. Alya hanya bisa memegang dadanya yang terasa begitu sakit. Tanpa disadari Air mata Alya pun sudah deras membasahi pipinya. Tangannya yang gemetar dan terasa lemas tidak sengaja menyentuh vas bunga disampingnya.

__ADS_1


Praaaanggg!!!


Vas itu jatuh dan pecah. Semua orang diruangan Ardi mencari sumber suara tersebut. Alya yang masih berdiri kaku pun tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Reza yang menyadari itu pun bergegas menghampiri suara tersebut. Saat Reza sampai dekat meja itu tak satupun ia melihat seseorang. Giselle pun menghampiri Reza.


"Hun, tidak ada siapa-siapa disini. Mungkin memang posisi vas ini yang terlalu miring sehingga jatuh." Oceh Giselle sambil memeluk Reza dari belakang.


Reza pun meninggalkan tempat tersebut dengan penuh curiga. Reza menyadari bahwa itu adalah Alya. Mereka semua pun kembali kedalam ruangan Ardi.


Dibalik lemari Alya sedang menahan isak tangis. Dipegangnya lengan pria kokoh disampingnya. Tatapan dan pandangan Alya pun kosong. Iky lah yang menarik Alya dari tempat tersebut. Hampir saja Alya terjatuh, namun Iky segera memeluk Alya. Alya menangis sejadi-jadinya saat orang-orang sudah pergi meninggalkan tempat tersebut.


Iky tahu betapa kejamnya Pemilik perusahaan yang saat ini sudah menjadi rekanan bisnisnya. Iky sengaja membeli beberapa saham perusahaan ini dengan tujuan agar selalu bisa menemui Alya. Iky pun mengetahui apa yang akan terjadi jika Reza menemui Alya. Bisa saja Alya akan menjadi santapan kejahatan Pak David.


"Maafkan aku Tuan. Aku tidak seharusnya melakukan ini kepada Tuan."


Iky hanya bisa mendekapkan tubuhnya erat memeluk Alya. Iky merasakan betapa sakitnya Alya. Sesekali Iky melihat wajah Alya dan menghapus airmatanya kemudian memeluk Alya kembali.


Saat keadaan aman, Iky pun mengajak Alya keluar dari tempat tersebut dan mengajaknya ke Restaurant sebrang kantor. Reza yang menyadari seseorang membawa Alya meninggalkan tempat tersebut pun merasa lega.


Iky pemegang saham terbesar di perusahaan milik Pak David. Sehingga Iky dengan leluasa keluar masuk perusahaan tersebut kapanpun ia mau. Namun sayang Alya tidak mengetahui hal tersebut karena Iky meminta Ardi untuk merahasiakan identitasnya.


.


.


.


Bersambung


.

__ADS_1


.


Boleh juga nih Iky thoorrr


__ADS_2