
Semenjak Reza pindah tugas ke Luar Negeri dan melalui 2 bulan masa percobaan di luar kota. Reza sudah terlihat sangat handal memimpin perusahaan. Semua atasan menyukai strateginya.
Banyak perusahaan yang tertarik menjadi rekanan bisnisnya. Bahkan perusahaan ini menjadi sangat maju berkat Reza. Hingga Pak David pemilik perusahaan mengangkatnya menjadi anaknya. Sebagian saham perusahaan menjadi milik Reza.
Tidak ada hari tanpa telepon dan video call dari Alya yang mengisi hari-hari Reza. Selama 2 tahun pun Reza tidak pernah pulang ke Negaranya bahkan untuk menemui Alya. Kesibukkannya membuatnya sulit untuk kembali.
Alya sudah tumbuh menjadi gadis anggun berparas cantik dan ramah. Tidak ada lagi Alya yang tomboy. Alya masih tetap ramah kepada semua karyawan. Sekarang pun Alya sudah menjadi Manajer HRD di perusahaannya. Semua orang menghormati dan mengaguminya. Bukan hanya karena kemampuan Alya. Namun karena para pencari muka yang ingin mendapat perhatian lebih dari pria yang sangat berpengaruh di perusahaannya. Karena Reza lah yang tetap mengendalikan perusahaan ini.
Hubungan Alya dan Reza selama ini pun tanpa dirundung masalah. Semua baik baik saja. Walau hubungan jarak jauh ini menyiksa Alya setiap harinya. Di mata Reza, Alya masih tetap sama. Gadis polos yang kekanakkan. Kekasih manja yang selalu merengek ingin bertemu. Sifat inilah yang semakin membuat Reza mencintai Alya. Usia mereka memang terpaut jauh. Alya saat ini berusia 22 tahun sedangkan Reza berusia 28 tahun.
Hanya Ardi lah yang sering pulang pergi luar negeri untuk mengecek perusahaan dan juga melihat keadaan Alya secara langsung. Ardi mengetahui semua tujuan dan maksud Pak David dibalik semua ini. Reza pun tidak mengetahuinya.
...
Di sebuah Coffee Shop
Hari ini adalah hari pertemuan Alya dengan Ardi. Ardi menjanjikan Alya untuk membawakan sekotak hadiah yang sudah dititipkan Reza sebelum Ardi kembali ke Negaranya. Alya pun tak sabar untuk menemui Ardi. Tak lupa Alya membawakan sekotak cake kesukaan Ardi untuk membalas rasa terima kasihnya.
Kali ini Alya sampai lebih dulu. Alya memilih duduk di meja pojok dekat pintu taman Coffee Shop. Inilah kafe pertama kali Alya bertemu dengan Reza. Sering kali Alya mengunjungi kafe ini hanya untuk mengenang pertemuan waktu itu.
30 menit Alya menunggu namun Ardi tak juga terlihat batang hidungnya. Gelas jus yang dipesan Alya pun sudah semakin meneteskan keringatnya. Semakin resah Alya, berulang kali melihat layar handphone miliknya. Tak ada dering telepon maupun pesan masuk dari Ardi.
Nampak seorang pria tampan berpakaian santai mengenakan sepatu kets merk ternama sedang memperhatikan Alya sejak Alya baru tiba di Kafe miliknya. Terlihat berulang kali manajer kafe menghampiri pria tersebut memberikan dokumen untuk ditandatangani.
Iky namanya. Dia lah pemilik kafe ini. Iky sudah terkenal sebagai Bos kafe yang dingin dan tegas. Postur tubuh tinggi Iky bahkan lebih dari Reza. Iky sudah tertarik dengan Alya semenjak pertemuan pertama kali Reza dengan Alya disana. Namun kala itu Iky hanya mampir sebentar dan harus kembali ke Luar Negeri.
Jelas ini bukan usaha utama milik Iky. Iky merupakan anak tunggal pemilik perusahaan terbesar di Negara ini. Bahkan lebih besar dan maju dari perusahaan milik Pak David. Orang tua Iky sudah meninggal dunia semenjak ia berusia 10 tahun. Iky hanya tinggal sendiri bahkan paman atau bibi dari keluarga kedua orang tuanya pun tidak ada.
Tidak lama datanglah Ardi dengan tergesa-gesa. Satu kancing kemeja bagian atas pun terlepas. Lengan jas hitam miliknya pun terlihat tergulung hingga sikunya. Rambut berantakan menjadikan bukti bahwa dia benar-benar menyesali keterlambatannya menemu Alya.
Dari kejauhan Alya sudah melihat Ardi kemudian berdiri dan menunggu Ardi menghampirinya.
"Maaf Nona. Aku sudah terlambat. Tidak seperti biasanya Tuan Besar memintaku untuk mampir ke kediamannya." Bungkuk Ardi menjelaskan keterlambatannya karena harus mengunjungi Pak David sebelum menemui Alya.
__ADS_1
Alya pun berdiri dan mempersilahkan Ardi untuk duduk sambil menggeser kotak cake bawaannya kearah Ardi.
"Aah tidak apa Mas. Ayo silahkan duduk!" Pinta Alya kepada Ardi
"Nona, tidak perlu repot-repot. Ah iya ini titipan dari Tuan Reza untuk Nona." Ardi mengeluarkan kotak kecil dari sakunya.
Kotak perhiasan berisi gelang manis berlapis Emas putih.
"ini untukku?" tanya heran Alya.
"iiiya Nona, silahkan diambil" Ardi menyerahkan kotak itu kepada Alya.
"Mas Ardi, tidak usah memanggilku dengan sebutan itu. Mas Ardi pun memiliki jabatan lebih tinggi dariku dikantor. Aku merasa tidak enak dengan sikap Mas Ardi yang seperti ini. Mulai sekarang tidak hanya dikantor namun dimanapun panggil aku cukup dengan Alya. Tidak perlu kamu tambahkan Nona didepan namaku" Pinta Alya yang sering kali dilontarkan kepada Ardi.
"Aku hanya akan memanggil namamu saat dikantor. Jika diluar kantor Nona tetap Nona dari Tuanku." jawab Ardi yang selalu sama.
"Baiklah. Bagaimana dengan Reza? Apakah dia baik-baik saja? Bagaimana kabarnya?" tanya Alya penasaran.
Mereka bercengkrama. Sesekali mereka terlihat tertawa terbahak-bahak. Bahkan Alya sampai mengeluarkan airmata karena tak kuasa dengan cerita lelucon Ardi tentang Reza.
Iky terlihat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.
*siapa pria yang bersamanya itu? apa dia kekasih barunya? sial. Aku terlambat lagi.* gerutu Iky dalam hati.
Kilat Iky memanggil Manager kafe tersebut. Dengan sigap sang Manager pun menghampirinya.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya Manager dengan gugup.
"Kamu tahu siapa wanita yang duduk disana?" tunjuk Iky kearah Alya.
"Oooh itu Nona Alya, Dia sangat ramah tuan. Nona Alya hampir setiap hari datang kemari..."
Sang Manager menjelaskannya dengan detil dan Iky menyimak setiap kalimat yang terlontar dari mulut sang Manajer.
__ADS_1
"Lalu siapa pria yang bersamanya itu?"
"Itu Tuan Ardi, nampaknya ia adalah sekertaris dari kekasih Nona Alya. Mereka sering juga bertemu disini Tuan"
*ternyata dia masih menjalin hubungan dengan pria itu * geram Iky dalam hati
"lantas, dimana pria yang kau sebut kekasihnya?"
"sepertinya pria itu sedang dinas di luar negeri Tuan"
*Ternyata masih ada kesempatan buatku. Dan kali ini akan kupastikan kau jadi milikku *
Iky beranjak dan pergi meninggalkan kafe tersebut. Terlihat Iky mengendarai mobil sport miliknya.
Alya menyadari kepergian Iky namun ia terlihat acuh dan melanjutkan perbincangannya dengan Ardi. Bagaimana tidak suara knalpot yang bising memecahkan suasana kafe siang itu.
Bersambung..
.
.
.
Enaknya thoor jadi Alya dikelilingi pria-pria tampan.
Mau satu thoorrr..
.
.
Mohon maaf jika ada penulisan kata yang salah dan kurang berkenan. Semoga karyaku dapat menghibur teman-teman ya
__ADS_1