Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Pernikahan


__ADS_3

Suasana ramai dirumah Alya pun menambah kebisingan rumah itu. Biasanya hanya Ayah yang pusing mendengar keributan Ibu dan Alya yang sering bertengkar merebutkan hal-hal sepele. Jadi, ketika semua sanak saudara berkumpul Ayah pun sudah terbiasa dengan suasana seperti ini.


Dari dalam Ayah sudah melihat anak-anak teriak histeris bahagia saat melihat Iky tiba. Ada yang menyebut Iky mirip artis hollywood, ada yang teriak memanggil oppa macam artis korea, belum lagi beberapa diantaranya berteriak saranghae. Sedangkan Alya, marah-marah tidak jelas melihat kelakuan saudara-saudaranya. Ayah dan Ibu dari dalam hanya bisa tertawa melihat perilaku anaknya.


Alya pun mengajak Iky keruangan tamu, Namun penuh dengan paman bibi yang sedang bersenda gurau. Kemudian Alya mengurungkan niatnya dan berpindah ke ruang tengah. Hal yang sama ditemuinya, banyak bayi dan balita sedang bermain dan menangis. Alya pun mengajak Iky berpindah tempat lagi, kali ini ke dapur namun hanya di meja makan saja. Lagi lagi dapur penuh dengan buah-buahan dan kue yang berserakan memenuhi ruangan. Dibawanya lagi Iky menuju gazebo tapi sayangnya gazebo dipenuhi dengan ABG labil sepupu Alya.


"Arrrggg mengapa disaat seperti ini aku merasa rumah begitu sempit. Maafkan aku Tuan jika anda tidak merasa nyaman dengan keramaian ini" Alya pun memegang kedua tangan Iky dan mengarahkan kedepan mukanya sambil menggoyang-goyangkannya seolah sedang membuat permohonan.


Dari tadi, Iky hanya diam. Hatinya berdegup kencang. Alya tak henti menggenggam tangannya membuat Iky ingin terbang ke angkasa. Tapi sepertinya Alya tidak menyadari apa yang dia lakukan. Hingga akhirnya Iky membenturkan pelan keningnya pada kening Alya.


"Lalu kamu mau membawaku kemana? berkeliling rumahmu seperti ini? Mengapa tidak sekalian kamu mengajakku berduaan dikamar?" Goda Iky sambil mengedipkan satu matanya.


Alya yang sedari tadi memejamkan matanya pun terbelalak. Kemudian menghempaskan tangan Iky dengan kuat dan meninggalkan Iky.


*Kurang ajar. Dasar pria mesum. Seenaknya kalau bicara. Lihat saja nanti.*


"Hei, jangan kurang ajar! Ingatlah aku calon suamimu gadis liar" Iky meledek Alya.


Kemudian Alya berlari menuruni anak tangga sambil menjulurkan lidahnya. Iky pun ikut berlari mengejarnya dan menangkapnya di ruang tamu. Lagi-lagi Paman Alya yang bernama Andi pun meledek mereka.


"Apa-apaan calon pengantin ini. Sepertinya mereka sudah tidak sabar untuuuukkk.."


"Tidaaak!!" Alya kemudian memotong kalimat Paman Andi.


"Hai Tuan kemarilah. Berbincanglah sedikit dengan kami. Aku akan menceritakan hal yang paling memalukan tentang Alya saat kecil dulu" Paman Andi pun kembali meledek.


"Jangan!" Alya membantah Iky.


Iky pun maju "Baik paman aku akan mendengarkannya".

__ADS_1


"Hentikan langkahmu! atauu aku akaan.." Alya mengancam Iky.


"Akan ku cium bibirmu kalau kamu banyak bicara." Bisik Iky di telinga Alya yang kemudian membuat Alya melotot dan menutup mulutnya.


Akhirnya Alya pun mengalah. Iky berkumpul dengan Paman dan Bibi di ruang tamu ditemani Ayah dan Ibu. Mereka pun mengobrol panjang lebar menceritakan Alya saat kecil. Alya hanya bisa cemberut dan menyembunyikan wajahnya di balik bantal sofa.


Sementara sore tiba, Therapist dari Salon terbaik di daerahnya pun datang. Mereka mulai merawat tubuh Alya. Sedangkan Iky melanjutkan obrolannya dengan keluarga Alya. Hingga malam pun kembali larut. Iky berpamitan pulang tanpa menemui Alya. Semua keluarga Alya menyukai keberadaan Iky. Vino yang mendampingi Iky pun merasa bahagia melihat Tuan nya sudah banyak berubah. Tidak lagi menghindar dari keramaian. Sepanjang perjalanan pulang pun Iky tak henti-hentinya tersenyum sendiri. Vino yang meliriknya dari kaca spion ikut tersenyum.


...


Hari pernikahan Alya dan Iky.


Jantung Alya berdegup kencang. Perasaannya campur aduk. Bahkan malam yang biasa dia habiskan untuk menangisi kerinduannya pada Reza pun kalah dengan pikirannya tentang pernikahan.


Pesta pernikahan ini mewah namun sederhana. Hanya saudara dan kerabat dekat saja yang hadir. Semua memaklumi karena Iky tidak suka jika ada yang meliput dirinya. Semua kamera dan ponsel pun dilarang masuk kedalam gedung. Akad nikah pun selesai. Janji suci sudah diucapkan. Tibalah waktunya sungkeman.


Setelah Ayah dan Ibu, Iky terlihat mencari seseorang. Iky pun menghampiri sang Ajudan. Di pegangnya kaki sang Ajudan dan membungkuk, Namun Ajudan tersebut menolaknya dan kemudian memberi pelukan kepada Iky. Ajudan itu hanya memeluk Iky sambil mengucapkan jangan lupa pesanku Tuan. Dan Iky hanya menjawabnya dengan anggukan.


Dilanjut dengan prosesi adat lainnya. Setelah itu tarian dan nyanyian adat dipersembahkan. Sampai sore tiba, acara di jeda dan dilanjut lagi pesta malam harinya.


Sebelum dimulainya pesta malam hari. Iky sudah menunggu Alya mengganti gaun kebayanya dengan gaun pengantin di pelaminan. Tidak hanya Iky, semua tamu undangan pun menunggu kehadiran pengantin wanita. Selang waktu beberapa lama, Pintu Aula pun terbuka terlihat keponakan kecil Alya mengenakan gaun princess terlihat sangat lucu berjalan memasuki aula yang disusul oleh sepupu Alya yang juga mengenakan gaun bertema sama. Iky semakin penasaran. Di ujung barisan para princess memasuki ruangan tibalah pengantin wanita yang terlihat sangat cantik. Alya mengenakan Gaun berwarna putih yang memiliki ekor Monarch. Semua mata terpana melihat kecantikan dan keanggunan yang bersinar dari Alya.


Iky pun tak mengedipkan matanya. Jantungnya seperti berlari kesana kemari saking senangnya. Terlebih lagi make up natural mengoles cantik wajah Alya. Mahkota kecil yang menyanggah rambut Alya membuat Alya seperti Ratu pada malam itu. Iky hanya bisa menelan ludah melihat perubahan Alya dalam sekejap.


*Tak Disangka wanita barbar ini sangat cantik sekali*


Malam ini mereka sengaja tidak mengundang Pak David dan keluarganya. Dibalik semua itu, Reza yang sudah berjanji kepada Alya untuk tidak akan hadir diacara pernikahannya juga memenuhi janjinya.


Semua kerabat dan saudara sangat bahagia. Hanya dihadiri beberapa orang saja namun makanan berlimpah ruah. Mereka pun mendadak jadi penyanyi menyumbangkan suara yang agak sumbang didengar. Ya. sebagian besar yang hadir adalah keluarga Alya. Jadi kebayang dong ya ramenya kaya apa. Sedangkan Alya yang melihat kelakuan saudara serta paman dan bibinya hanya bisa menutup wajahnya di hadapan Iky.

__ADS_1


Tak disangka. Tamu tak diundang pun tiba. Perempuan bak supermodel Eropa hadir ke acara tersebut. Ia mengenakan gaun putih panjang hingga menyentuh lantai. Dengan pernak pernik seperti berlian menghiasi gaunnya. Rambut pirangnya disanggul dan memakai hiasan rambut berwarna perak. Hidungnya pun mancung. Jika dibandingkan dengan hidung Alya yang pesek pun sudah jauh levelnya. Satu kata dalam hati Alya.


*Cantik*


Iky dengan santainya menganggap keadaan tidak terjadi apa-apa. Anehnya wanita itu berjalan menuju pelaminan sambil tersenyum dengan pandangan mata yang tajam ke arah Iky. Saat dihadapan Iky, Alya terkejut melihat perempuan itu mencium kedua pipi Iky ditambah mencuri kecupan sesaat bibir Iky.


"Don't Be Crazy Clara" Terdengar Iky berbisik di telinga wanita itu.


Wanita itu hanya melirik Alya dan kembali menjawab bisikan Iky yang masih terdengar ditelinga Alya.


"I love you Baby. Please go home. I miss you." wanita itu mengedipkan matanya kepada Alya.


*Siapa perempuan itu. Ternyata aku salah menilai. Cantiknya tidak secantik kelakuannya. Tapi, mengapa hatiku terasa sakit. Apa maksudnya dengan yang dikatakannya tadi. Siapa perempuan itu bagi Tuan Iky ?" Alya bertanya-tanya didalam hati.


Wajah Alya pun berubah diam. Tatapannya kosong seolah ada yang mengganggu pikirannya. Rasa trauma mulai meradang kembali dalam pilu nya.


*Apakah akan terjadi hal yang sama? Reza yang direbut oleh Giselle dariku? Atau Tuan Iky yang akan pergi bersama dengan perempuan itu?"


.


.


Bersambung ya Kakak..


.


.


Tunggu update ku lagi yaa.. semoga makin menarik teman-teman untuk membacanya. Jangan lupa untuk vote, like, dan rate ya. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2