Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Pulang Kerumah Iky


__ADS_3

Iky sudah resah dengan rasa yang memuncak. Hasrat gelora dalam dada dan pikiran Iky pun merasa tidak sinkron. Ia pun mengambil handuk dan menuju kekamar mandi. Berusaha menghapus pikiran kotornya. Sialnya setelah keluar dari kamar mandi ia melihat Alya yang hanya menggunakan celana pendek dan kaos oblong besar miliknya dengan ujung bawah kaosnya digulung hingga kepinggangnya, sedang berdiri menatap jendela sambil mengeringkan rambut ikalnya. Sontak Iky masuk lagi menutup kamar mandinya. Ia memegang dadanya yang berdegup sangat kencang.


*Astagaaa ternyata dia memiliki tubuh yang seksi dan juga argh pikiran macam apa ini yang memenuhi kepalaku. Sial! *


Gantian dengan Alya, ia pun merasa ada yang aneh dengan tingkah laku Iky. Ia berulang kali mondar mandir didepan kamar mandi. Namun ia tidak mengetuknya. Tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka saat Alya tepat didepan pintu. Mereka berdua pun terkejut. Alya yang gugup langsung berlari melompat keatas tempat tidur. Bersembunyi di balik selimut hitam tebal milik Iky. Sedangkan Iky menuju kamar ganti dengan cool dan menutup pintunya sambil memegang degup jantungnya yang tak karuan.


Setelah memakai piyama, Iky pun keluar dari ruang ganti dan mencari keberadaan Alya. Pikirnya ia akan memberanikan diri melakukannya malam itu. Karena hasrat dan penasaran yang sudah memuncak menguasai dirinya. Masih di posisi tadi. Alya bersembunyi dibalik selimut milik Iky.


"Hei Nona Liar. Apa kamu sudah tidur?" Tak ada jawaban apapun


*Nampaknya ia sudah tidur. Baiklah lain kali saja * Iky pun menaiki ranjangnya dan tertidur pulas.


...


09.00


Cahaya matahari menerobos masuk kedalam kamar. Alya yang tertidur pulas pun merasa terganggu dengan sinar panasnya. Berat mata ia pun membukanya. Dilihatnya sekeliling ia baru ingat bahwa ia sedang berada di hotel milik Iky. Seperti biasa, ia mengulet jika baru bangun tidur.


Gubrak..!!


*Astaga suara apa itu * Alya segera menengok kebawah tempat tidur disisi lainnya.


Dilihatnya Iky sudah terjatuh kelantai. Ternyata saat mengulet tadi ia tidak sengaja menendang Iky hingga terjatuh. Bagaimana tidak. Posisi tidur dia sudah berubah dari posisi awal. Kaki Alya berada diatas perut Iky sedangkan kepalanya hampir terjatuh di sisi yang berlawanan dengan Iky.


"Aaaakkkkk." Alya pun berteriak sekuat tenaga.


Iky yang merasa sakit ketika ditendang dan jatuh kelantai memaksa matanya terbuka dilihatnya bayangan silluet didepannya. Rambut singa..


"Aaaaaaaa" Sontak Iky kaget dan mundur beberapa langkah dari posisi duduknya.


Alya yang terkejut dengan teriakan Iky pun melompat ke pangkuan Iky dan memeluknya. Alya nampak ketakutan.


"Ada apa? kenapa kamu berteriak Tuan?" tanya Alya ketakutan sambil celingak celinguk.

__ADS_1


Satu tangan Iky memegang punggung Alya, sedangkan satu tangannya mengusap wajah tampannya.


"Ah tidak apa-apa kok. Aku barusan melihat sesuatu yang horor tadi. Tapi sudah tidak ada apa-apa sekarang" Iky berbohong. Padahal ia sangat terkejut melihat rambut Alya di pagi hari. Rambut Singa.


Mereka pun berdiri. Iky segera mengambil handuk. Karena tidak biasanya ia bangun sesiang ini. Ia melewatkan waktu gym dan lari paginya. Iky segera mandi. Sedangkan Alya masih berdiri merasa tidak enak karena sudah menendang Iky sampai terjatuh.


Alya berjalan menuju meja rias polos milik Iky. Ia pun terkejut dengan wajah dan rambutnya yang terlihat tidak wajar. Ia segera merapihkan rambutnya. Menyisir dan membuat arah gelombang. Bergerak secepat mungkin. Sedikit-sedikit ia melirik ke kamar mandi. Takut-takut Iky melihat rambutnya yang mengembang itu. Saat sudah rapi rambutnya. Iky pun keluar dari kamar mandi. Ia terkejut melihat rambut Alya yang sudah lebih baik dari pada tadi. Namun kali ini ia tidak berteriak.


"Aku sudah menelpon pelayan untuk mengantarkan sarapan kita. Aku juga sudah meminta Vino untuk membawakanmu pakaian ganti. Tapi sekarang kita sarapan dulu ya." Pinta Iky


"Iiya Tuan, Aku juga sangat lapar." Alya masih merasa tidak enak. Padahal Iky pun lupa dengan tendangan Alya.


Tak begitu lama pintu lift pun terbuka, Alya segera menyambut pelayan itu dan mengikutinya menata sarapannya di meja makan.


Mereka pun sarapan berdua. Alya yang sibuk mengunyah sambil melirik bangunan kamar hotel Iky pun merasa kagum. Hotelnya terasa nyaman dan mewah sekali. Tapi masih dalam sentuhan sederhana. Balutan warna hitam dan abu-abu serta design Eropa yang membuat Alya tersenyum sendirian.


"Kamu sedang membayangkan apa Nona Liar?" Iky mengganggu imajinasi Alya.


Alya hanya memajukan bibirnya dan lanjut mengunyah makanannya. Tak lama dari itu Vino pun datang membawakan pakaian Alya. Iky meminta Vino untuk sarapan bersama. Ya. Iky memang sudah terbiasa makan di satu meja yang sama dengan Vino. Mereka pun menghabiskan makanannya tanpa obrolan apapun.


...


Iky masih sibuk membahas pekerjaan dengan Vino. Terlihat rahang yang keras bergerak-gerak saat sedang berpikir. Mereka berada di ruang kerja. Alya yang sudah berganti pakaian pun membawakan minuman untuk mereka berdua. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi Alya pun diam-diam duduk di sofa dalam ruangan itu. Iky dan Vino mengetahuinya namun tak ingin keberadaan Alya mengganggu aktifitas mereka. Setelah selesai mebahas pekerjaan. Iky pun menghampiri Alya. Sedangkan Vino pamit untuk kembali kekantor.


Iky mengulurkan tangannya mengajak Alya bangun dari sofa. Alya menyambut tangan Iky. Mereka pun bergandengan tangan. Iky mengajak Alya keruangan lain milik Iky. Alya heran mengapa Iky membawanya keruangan kosong miliknya. Tak ada apapun disana.


"Apa yang ada dipikiranmu saat melihat ruangan kosong ini?" Tanya Iky memancing Alya.


Alya pun sontak refleks menutupi sikembar dengan tangannya.


"Hahaha kamu berpikir kotor pasti. Dasar otak mesum" ledek Iky kembali memperhatikan Alya kesal.


"Aku mau kamu menyulap ruangan ini menjadi ruangan kesukaanmu. Berkreasilah sesuai yang kamu inginkan. Aku kan memberimu uang digital tanpa batas. Gunakan sesuai kebutuhanmu. Tapi tidak untuk berfoya-foya. Aku tidak menyukai wanita yang seperti itu." ucap Iky.

__ADS_1


"Tapi apa aku boleh bekerja Tuan? Aku tidak betah jika berada dirumah tapi tidak ada yang bisa aku lakukan"


"Hmm kau sudah memiliki segalanya. Tidak perlu bekerja lagi Nona. Apa yang kuberikan tidak cukup? Aku memiliki segalanya. Hotel, Coffee shop, Boutique, Toko Perhiasan, dan beberapa perusahaan besar. Semua milikku yang berarti juga milikmu. Karena kamu adalah istriku"


"Tapi Tuaan..." Belum selesai Alya meneruskan Iky menyudahi perkataan Alya dengan kecupan kilas di bibirnya yang membuat Alya terpana.


"Sudah cukup membantahku. Kamu fokus saja memberikan aku anak"


Alya pun terbelalak. Rasanya bola mata Alya akan keluar dari matanya. Setelah itu Iky memperkenalkan ruangan lainnya.


"Ini baru sebagian, kamu juga harus mengingat setiap sudut ruangan yang ada dirumah kita saat kita pulang sore nanti."


Alya benar-benar kebingungan atas ucapan yang dibeberkan oleh suaminya itu.


...


Sore hari dikediaman Iky.


"Wah tidak salah ini rumahmu Tuan?" Alya mengaguminya.


Gerbangnya tinggi sekali. Belum lagi jarak antara gerbang hingga ke bangunan rumahnya memiliki jarak yang lumayan jauh. Pekarangan kebun yang indah. Air mancur dan bangku taman dihiasi oleh bunga-bunga cantik. Alya sungguh terpesona dengan pemandangan didepannya.


"Ternyata rumah Putri Aurora sungguh nyata ya Tuan?" ucap Alya tanpa sadar.


"Apa?" Iky yang tidak mengenal Putri Aurora pun bertanya-tanya.


.


.


Bersambung kakak


.

__ADS_1


.


Jangan Lupa bantu like, rate, dan Vote nya ya kakak. Biar Princess Ana semakin semangat berimajinasinya. Terima kasih dan selamat membaca


__ADS_2