Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Rindu Yang Tertahan


__ADS_3

6 Bulan Kemudian..


Alya saat ini memiliki kesibukan mengurus beberapa usaha milik Iky. Suaminya pun mengizinkan setelah perdebatan sengit setiap harinya. Beberapa usaha itu pun menjadi ramai ketika di handle oleh Alya. Bahkan sudah sampai terkenal hingga di dunia maya. Tidak hanya dijalankan offline sekarang hampir semua usahanya sudah melebar hingga ke pasaran online.


Iky tidak lagi khawatir kepada keselamatan Alya. Ya. Ardi sekarang sudah menjadi pengawal Alya selama ini. Setelah di pecat dari perusahaan Pak David karena khawatir akan keberadaannya akan membuat Reza meninggalkan putrinya. Ardi pun justru bahagia bisa bekerja di perusahaan Iky, penghasilannya bisa lebih besar. Di tambah lagi saat ini Ardi bisa hampir setiap hari dekat dengan Ayah dan Ibu Alya yang sudah ia anggap seperti orangtuanya. Pekerjaan Ardi yang sebelumnya menjaga stabilitas perusahaan Iky di beberapa Negara Eropa kini di handle oleh Ayah Vino.


Sedangkan Iky masih disibukkan dengan perasaan cinta pada Alya yang menggebu-gebu setiap harinya. Bahkan sering kali Iky datang terlambat ke kantor hanya untuk bermesraan dengan istrinya. Hal itu yang membuat Vino seringkali datang pagi kerumahnya. Agar Iky bisa menyelesaikan aktifitas paginya dengan cepat.


Reza pun tidak ada kabar lagi. Bahkan berita tentang dia dan putri Pak David pun sudah jarang terekspos media masa. Alya pun sudah tidak begitu memikirkan Reza. Namun hati kecilnya masih menyimpan perasaan yang dalam. Walau mesti ia simpan baik-baik dilubuk hati terdalamnya. Kadang jika rasa rindu melanda ia hanya bisa menangis menahan rasa itu sendiri. Iky pun sering memergoki perasaan Alya yang tiba-tiba seperti itu. Meskipun Alya mesti berbohong apa yang sedang dirasakannya, tapi Iky selalu tahu bahwa hatinya belum sepenuhnya mencintai Iky.


Sebelum keberangkatan Iky ke Eropa untuk memberesi beberapa masalah ulah Pak David dan Mafia rekanan liciknya, Alya pun membuatkan pesta kecil-kecilan. Berulang kali Iky mengajak Alya untuk ikut tapi di tolaknya dengan alasan ia masih banyak kerjaan mengurus usaha Iky disini. Akhirnya Iky pun menyetujuinya.


Pesta pun dimulai. Tamu undangan hanya ada Ayah dan Ibu serta beberapa kerabat dekat Alya dan Iky termasuk Ardi dan Vino. Pesta kecil ini dirayakan di kebun belakang milik Iky. Gemerlap cahaya kuning lampu dan stand flower lily putih dimana-mana. Malam itu Alya terlihat sangat cantik dengan balutan gaun hijau botol di padu padankan dengan hells cantik. Rambut Alya yang semakin terlihat indah hanya diberi hiasan jepit permata membuatnya semakin sempurna. Tak heran semua tamu undangan sangat terpukau melihatnya malam itu.


Tepat pukul 00.00 Alya pun sengaja menambahkan jadwal pesta dansa. Alya pun mengajak semua pelayan dirumahnya menikmati pestanya. Tak hanya itu beberapa para ajudan yang lepas tugas pun ikut memeriahkan suasana. Alya sangat antusias dengan pesta yang sudah ia buat ini. Mereka berjoget mengikuti alunan musik dari mulai lagu-lagu barat sampai kpop pun dimainkan. Sampai menuju alunan romantis.


Iky berlutut dihadapan Alya menengadahkan tangannya agar disambut Alya berdansa dengannya. Saat itu hanya mereka berdua yang menikmati alunan musik sedangkan yang lain terkesima melihat keserasiannya. Tak begitu lama Ibu pun mengajak Ayah ikut berdansa. Menarik tangan ayah dan mulai menggerakkan pinggangnya kesana kemari. Sehingga semua orang tertawa dan mengikuti nya.


"Apa kamu tidak apa jika aku tinggalkan beberapa waktu?" bisik Iky ditelinga Alya.


"Tentu. Selama masih ada Mas Ardi yang jago bela diri aku pasti aman. Belum lagi beberapa ajudan itu pasti tidak akan lepas matanya kepadaku" lirik Alya kebeberapa ajudan yang membuat Iky tersenyum tipis.


"Jaga dirimu baik-baik ya. Aku bisa mati tanpamu" tambah Iky dan merekatkan tubuh Alya kepadanya.


"Aku mencintaimu istriku" Iky mencium kening Alya. Alya pun memejamkan matanya dan menambahkan kekuatan pelukannya di pundak Iky.


Waktu sudah hampir pagi. Pesta pun usai. Hanya tinggal Alya dan Iky yang sedang duduk mesra di kursi taman.


"Aku tak ingin lama-lama disana. Pasti akan terlalu sulit jauh denganmu." Iky terus mengelus lembut kedua tangan Alya. Tiba-tiba Alya meneteskan air matanya sambil tertawa.


"Eeeh hehe sebenernya aku pun tidak mau seperti ini. Aku trauma. Aku tak ingin kehilangan orang yang kucintai lagi. Kembalilah kepadaku ya. Aku akan menunggumu" Tangan kanan Alya menghapus air matanya dan Iky memeluk Alya.


...


10.00

__ADS_1


Iky sudah siap berangkat menuju Eropa. Ia tetap harus ke bandara walaupun ia menaiki pesawat pribadi miliknya. Alya pun mengantar kepergian Iky bersama Ardi.


"Kak Vino. Tolong jaga baik-baik suamiku ya" Minta Alya kepada Vino


"Siap Nona. Akan ku borgol dia ditanganku" Mereka pun tertawa terbahak-bahak. Alya dan Iky pun saling membalas lambaian tangan.


12 jam kemudian Iky sudah sampai di Perancis. Lebih cepat 4 jam dari pada menaiki pesawat umum. Beberapa karyawan sudah menyambutnya. Ayah Vino pun ikut menunggu. Iky menuju apartement miliknya untuk Istirahat. Sebelum istirahat ia menyempatkan menghubungi istrinya.


"Hallo.." Alya.


"Istriku, aku sudah sampai" Iky tersenyum mendengar suara istrinya.


"Syukurlah kamu sudah sampai. Istirahatlah. Setelah ini kamu akan menghadapi semuanya. dan itu pasti akan melelahkan" ungkap Alya.


"Baik istriku. Terima kasih" Iky menutup teleponnya. Alya sengaja tidak mau terlalu lama bicara dengan Iky di telepon karena menurutnya Iky harus beristirahat.


Keesokan harinya.


12.43 PM Indonesia


"Hallo." Iky menyapa Alya di telepon.


"Hai. Apa kamu sudah bangun?" Tanya Alya.


"Sudah dong. Aku juga sudah berada di Kantor sekarang" Jawab Iky. "Apa yang akan kamu lakukan hari ini?" Tanya Iky kembali.


"Aku akan mengunjungi beberapa Toko Perhiasan nih. Aku mau launching beberapa design baru teamku. Aku sangat antusias sekali" Alya menjelaskan.


"Waaah baguslah. Semoga membuahkan hasil yang baik ya. Kalau begitu nanti aku hubungi lagi. Jangan Nakal!" Iky mengancam.


"Hehe iyaaa kamuu tuuh disana ada Clara" Alya memajukan bibirnya beberapa senti dan Iky pun tertawa menanggapinya. Panggilan pun usai.


Iky mulai menerima berkas yang sudah ia siapkan. Kemudian mengeceknya dan mencari kejanggalan apa yang terjadi. Ia hanya hari ini di Perancis. Besok Ia sudah harus ke Amsterdam, Belgia, Inggris, dan beberapa negara lainnya. Karena akan terlalu sulit jika hanya memantaunya dari satu negara.


...

__ADS_1


Hampir 2 bulan lamanya Ia berkeliling Eropa menyelesaikan tugasnya. Kini waktunya ia pulang ke Indonesia. Ia sudah tidak sabar menahan rindu kepada Istrinya. Lebih lagi pemandangan wanita kurang busana disana sangat menumbuhkan gelora adik kecilnya. Bagaimanapun juga Ia lelaki normal. Untungnya Ia sanggup menahan hasrat itu hingga bertemu dengan istrinya.


...


Malam hari menjelang pagi


Tanpa memberi kabar sedikit pun ia sudah sampai dirumah. Alya yang tertidur pulas hanya mereganggkan tubuhnya dengan mata yang terpejam. Alya bahkan tidak menyadari keberadaan Iky. Suara Iky mandi pun tidak juga membangunkannya. Sesudah mandi tadi Iky segera menuju ranjangnya. Melihat Alya tidur hanya berbalut baju tidur hitam dengan satu tali tipis yang memperlihatkan sikembar yang agak timbul keluar.


*Bulat. Putih. Besar. Sudah lama tak kusentuh si kembar* Iky pun tak sabar.


Alya memang terbiasa tidur menendang selimut hingga ia memperlihatkan tubuhnya dengan batas bawah kimono yang naik hingga keperutnya.. Ya. Alya memang tidak pernah terlihat manis saat tidur. Itu yang membuat Iky setiap malam selalu terbangun dan muncul hasrat ingin setiap hari.


Iky mulai memperhatikam tubuh Alya selain si kembar. Paha nya yang putih mulus dan sedikit berisi ditambah bemper yang benar-benar membuat Iky tidak bisa menahan adik kecilnya. Ia mulai berada di atas Alya. Mencium lehernya. Mengabsen setiap inci tubuh Alya dengan bibirnya. Memainkan jemarinya pada bagian favorit ditubuh Alya. Hingga Alya mulai tersadar dan mengeluarkan desahan yang ditunggu-tunggu Iky.


"Mmmmhhh Kau sudah pulang suamiku."


"Mmmhh kenapa tidak bilang.."


"mmmhhhhh" Iky menutup mulut Alya dengan ciuman lembutnya.


Malam itu Iky melakukan aktifitasnya lebih dari kewajaran. Melewati batas lembut yang biasanya. Namun Alya lebih menyukai Iky yang seperti ini. Membuat Alya lebih gairah. Akhirnya mereka pun melakukannya beberapa kali. Hingga pagi menjelang dan energi mereka habis. Mereka pun terlelap tanpa pakaian dan tanpa selimut menutupi.


.


.


.


**Bersambung


.


.


Mohon Like, Rate bintang yang banyak, Vote, Koin, komentar, dll yaaa. Terima kasih 😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2