Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Penculikan


__ADS_3

30 menit kemudian.


Brooom.. Broomm..


Suara knalpot mobil sport milik Iky pun sudah sampai dirumah. Ia sengaja menggeber knalpotnya, memberi kode bahwa ia sampai lebih cepat. Iky tidak sabar melihat wajah istrinya yang sudah ia jaili. Ia bergegas masuk kedalam rumah. Alya yang mendengar suara mobil Iky pun makin panik. Ia segera mencari tempat persembunyian diruang ganti. Namun belum juga mendapat tempat bersembunyi, Iky sudah masuk kedalam kamar. Memanggil namanya. Alya makin kerasukan pikiran yang kemana-mana. Alya mondar-mandir masih mencari tempat persembunyian.


Klek. Iky membuka pintu ruang ganti. Alya pun berjongkok dibalik lemari aksesoris. Iky menemukan persembunyian Alya. Karena ujung lingerie kimono yang dikenakannya terlihat. Alya yang menyadarinya segera menariknya. Alya masih memperhatikan arah belakangnya. Takut-takut Iky menemukannya. Beberapa menit ditunggunya Iky sudah tidak terlihat. Tidak ada suara langkah kaki yang masuk keruangan itu. Ia bernafas lega dan segera berlari kecil mengintipnya melalui balik pintu. Tak ada. Ia menutup pintu perlahan. Membalikkan badan, menghembuskan nafas sambil memejamkan matanya. Saat membuka mata ia pun berteriak histeris karena suaminya tepat berada didepannya. Iky yang sudah dari tadi memperhatikannya hanya tertawa terbahak-bahak.


"Buahahahahahahahaha"


Alya kemudian merasa marah. Ia pergi kekamar mandi menutup pintunya dengan keras dan menggerutu didalamnya. Iky melanjutkan tertawanya diatas ranjang hingga menitikkan air mata. Tak begitu lama Alya keluar dari kamar mandi dengan wajah masam seakan bibirnya lebih mancung dari pada hidungnya yang pesek. Ia berjalan menuju meja rias sambil mengomel dengan suara yang terdengar tidak jelas. Iky pun makin tertawa terpingkal-pingkal memegang perutnya.


"Sudah puas? Tertawa lah. Aku akan turun untuk makan" Alya berjalan sambil menatap tajam.


"Berhenti disana! Atau aku akan menghukummu!" Bentak Iky.


Alya pun terhenti sebelum menyentuh gagang pintu dan enggan menoleh. Baru pertama kali suaminya membentaknya dan membuatnya takut. Iky menghampirinya, memegang kedua bahunya, dan membalikkan badan Alya kearahnya.


"Kau akan turun dengan pakaian seperti ini? Kau tau? Ada berapa lelaki dibawah sana yang bisa melihat tubuhmu dengan pakaianmu ini?" Iky menarik Alya dan menyuruhnya duduk di ranjang. Sedangkan Iky membanting tubuhnya diatas sofa. Iky pun semakin berpikir bahwa Alya menghindarinya karena masih mencintai Reza. Hati dan pikiran Iky berkecamuk.


Dalam hati kecil Alya pun menangis menyesalinya. Ya. Mereka memang pernah melakukannya kemarin. Tapi baru kali ini Alya mulai menyadari bahwa semakin hari perasaan kepada suaminya itu terus bertambah. Kemudian ia berjalan menghampiri Iky. Memijat bahu Iky yang bidang.


"Maaf.."

__ADS_1


"Maafkan aku.. Aku tak bermaksud untuk.."


"Cepat ganti pakaianmu dengan piyama normal! Dan tunggu aku diruang baca! Kita perlu bicara!" Iky melepaskan pijatan istrinya dan menuju kamar mandi. Alya hanya diam terpaku. Perasaan takut campur aduk dengan penyesalannya.


Sesaat kemudian Alya sudah menunggu Iky di ruang baca. Pikiran Alya ia takut suaminya akan menceraikannya dan kembali bersama Clara. Ia terus memainkan jarinya. Mengatur rambutnya serta menggerakkan kakinya naik turun.


Iky datang kemudian berdiri bersandar dengan lemari dipinggir jendela. Cahaya matahari yang memantul lewat jendela pun mengenainya. Tampan sekali. Iky saat itu hanya memakai kaos putih dan celana pendek. Otot tangannya membesar saat ia menyilangkan kedua tangannya. Alya terpana melihatnya. Namun kalah akan aura buruk yang keluar dari suaminya. Jantung Alya berdegup sangat kuat.


*Tuhaaan Tolong akuu!*


"Apa sampai detik ini kamu sedikitpun tidak memiliki perasaan kepadaku?" Iky berjongkok di kaki Alya. Memegang kedua jemari istrinya yang hanya menunduk.


"Aku tau kamu masih mencintai Dia. Tapi tolong lihatlah aku! Betapa besar cintaku padamu!"


"Dan Apabila kamu tidak merasa nyaman denganku. Pergilah.. Aku tidak akan memaksamu untuk tinggal. Bahkan aku tidak ingin kamu terpaksa menjadi istriku." Tangan besarnya memasuki helaian rambut Alya, membelai lembut pipinya. Kemudian pergi meninggalkan Alya sendiri yang menangis tipis.


Alya pun semakin tak karuan. Beberapa menit ia duduk sambil berpikir keras. Bagaimana perasaannya saat ini. Ia membuka ponselnya menyalakan mp3 ingin menenangkan diri lalu merebahkan dirinya di sofa. Dua lagu terlewati, saat memasuki lagu ketiga, terdengar suara yang tidak asing. Seperti rekaman suara Reza. Alya merasa terkejut lalu mengecek ponselnya mencari tahu kenapa bisa ada rekaman itu.


"Aaah aku ingat. Tanggal ini aku sudah sampai disini dan tertidur pulas. Lalu kenapa suamiku tidak membalas ucapan Reza saat itu dan lebih memilih merekamnya." monolog Alya.


Alya juga berpikir mungkin Ia sengaja ingin memberitahunya, atau sengaja biar ia mengetahuinya sendiri seperti sekarang. Kasihan pasti ia terpukul. Biar bagaimanapun suami mana yang tidak marah saat pria lain bahkan mantan kekasih istrinya bicara seperti ini. Alya pun bangkit dari sofa mencari Iky dan ingin meminta maaf atas sikapnya tadi.


Kesana kemari Alya tidak menemukannya. Diruang gym pun tidak ada. Iky menuju ke Pak Supri, namun nihil. Dilihatnya mobil didepan rumah juga tidak ada. Alya benar-benar menyesalinya. Alya pun teringat Coffee Shop. Alya segera mengganti piyamanya dan bergegas turun kebawah mencari kunci mobil matic di tempat kunci-kunci mobil tersimpan. Setelah dapat ia berlari menuju garasi yang sangat besar, mobil-mobil berjejer rapi. Alya menekan tombol yang ada di kunci. Mencari lampu mobil yang menyala karena sensornya. Alya tidak melihat mobil Iky yang masih ada disana. Ia pun tidak tahu kalau suaminya tidak pergi kemana-mana. Yang ia tahu bahwa suaminya marah dan mungkin menetralkan pikirannya di coffe shop. Alya melajukan mobilnya dengan cepat. Beberapa Ajudan yang menyadarinya segera menghentikannya. Namun Alya berhasil lolos. Beberapa diantaranya juga segera mengejarnya dengan mobil lain. Alya pun tidak mempedulikannya. Ia takut bahwa mereka akan mempersulitnya menemui Iky, tanpa berpikir bahwa Alya tidak boleh pergi sendirian harus ada yang menjaganya. Karena ia adalah incaran empuk musuh-musuh Iky.

__ADS_1


Iky kemudian menyadarinya. Beberapa Ajudan memberitahukannya. Ia bergegas mengganti pakaiannya dan menaiki mobil sportnya.


*Siaaal.. Dia tidak membawa ponselnya. Apa jangan-jangan dia pergi meninggalkanku? seperti permintaanku tadi. Brengs**" Iky memukul stir mobilnya.


Sementara Alya pun di hadang oleh beberapa orang berbaju hitam ditengah jalan. Salah satu dari mereka menyeret Alya keluar dari mobil dan memasukkannya ke mobil besar mereka. Mereka ternyata sudah menunggu hal ini terjadi disaat Alya pergi sendirian tanpa dikawal. Alya ketakutan. Mulutnya pun di bekap hingga pingsan. Kedua tangan dan kakinya diikat. Mereka pun pergi meninggalkan mobil yang dikendarai Alya tadi.


Sesaat mobil itu pergi, Iky menemukan mobil yang Alya tinggalkan. Kosong. Kecewa dan khawatir dibenaknya karena tidak menemukan Alya.


.


.


.


**Bersambung kakak


.


.


Jangan lupa baca terus episode nya ya.. Insya Allah setiap hari update..


dan jangan lupa beri like, rate, dan akan sangat berterima kasih jika kakak ngasih Vote.

__ADS_1


Terima kasih 🙏**


__ADS_2