Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Hari Pernikahan


__ADS_3

Di kamar Alya


Alya pun berbaring ditempat tidur. Kepala Alya berada dipangkuan Reza. Sedangkan Reza membelai lembut rambut Alya.


"Sayang, Apakah kita tidak ditakdirkan bersama?" ucap Alya lirih


"Hmm.." Reza hanya tersenyum menahan air matanya


"Sayang, maukah kamu pergi denganku? Tidak apa aku jika harus tinggal di kota kecil. Bahkan di pelosok sekalipun. Tempat dimana mereka tidak bisa menemukan kita. Asalkan kita hidup bersama. Aku ingin kita tetap bersama-sama kembali." Alya pun mengucapkan dengan rasa perih yang menyiksa.


"Aku tidak bisa melakukan hal itu sayang Nyawamu dan orangtua kita akan bahaya jika kita melakukan itu. Belum lagi bagaimana dengan Ardi? Akan banyak masalah jika kita melakukan hal itu." jawab Reza.


"Mengapa kita harus menempuh jalan seperti ini? Adakah kesempatan lagi untuk kita bersama? Mengapa mereka tega melakukan ini?"


"Sayang, sampai kapanpun hati ini selalu milikmu. Takkan ku biarkan seseorang mengisi hatiku selain kamu. Hanya ada namamu dalam hatiku. Kamu mengenalku bukan? Tak ada wanita lain selain kamu." Reza menggenggam erat jemari Alya.


"Aku tidak rela jika mereka menyentuhmu seujung jari bahkan sehelai rambut pun. Takkan ku biarkan itu terjadi." tambah Reza.


"Hiduplah dengan bahagia sayang. Berjanjilah padaku untuk tetap hidup dan bahagia. Karena senyummu aku bisa hidup. Dengan riangmu aku bisa menjalani ini semua. Ini bukan perpisahan kita." Reza meneteskan air mata.


Alya pun tidak bisa berkata lagi. Rasa sakit di dadanya terasa menghujamnya berkali-kali.


"Lalu bagaimana bisa kamu kesini menemuiku? Bukankah jika kita terlihat bersama nyawa kita menjadi taruhannya?" Terpintas pikiran Alya yang kemudian dipertanyakan.


"Aku pergi diam-diam. Aku tak ingin kamu menungguku. Aku merindukanmu sayang. Walau setelah hari esok aku tidak lagi bisa disampingmu, tidak bisa menggenggam erat jemarimu, tidak lagi bisa membelai lembut rambutmu, bahkan memainkan lubang dipipimu tapi aku memberanikan diri melakukan hal ini. Meskipun ini adalah yang terakhir kalinya."


Alya semakin tidak bisa menahan rasa sakitnya. Kemudian Alya memeluk erat Reza.


*jangan pergi ku mohon*


Reza kemudian membaringkan kembali tubuh Alya menyanyikan senandung lagu pengantar tidur. Ya. Reza sering sekali melakukan ini kepada Alya saat mereka masih bersama dulu.


🎢


You could be my unintended

__ADS_1


Choice to live my life extended


You could be the one I'll always love


You could be the one who listens


To my deepest inquisitions


You could be the one I'll always love


I'll be there as soon as I can


But I'm busy mending broken


Pieces of the life I had before


First there was the one who challenged


All my dreams and all my balance


She could never be as good as you


You could be my unintended


Choice to live my life extended


🎢🎢


Alya pun terlelap dipangkuan Reza. Suara Reza yang sangat merdu menenangkan hati Alya.


...


Semua orang diluar kamar Alya masih sedang menunggu. Ibu yang sedang dipeluk oleh Ayah. Ardi yang hanya bisa berdiri disamping sofa Ibu. Dan Iky yang berdiri menatap jendela.


Reza membuka pintu kamar Alya dengan sangat pelan dan menutupnya kembali. Reza pun menghampiri Iky. Reza mengajak Iky menuju taman belakang.

__ADS_1


"Tuan. Terima kasih sudah menjaga Alya ku. Terima kasih sudah membuatnya tersenyum kembali. Aku tidak bisa melakukan hal itu untuknya lagi. Ku titipkan Alya kepadamu. Ku yakin Tuan adalah orang yang baik, yang dapat menjaga dan melindungi Alya ku. Hanya Tuan lah yang mampu melindunginya dari kuasa Pak David." Reza mengatakan itu dengan serius


"Apa kamu serius mengatakan ini? Jika kamu menyerahkan Alya kepada ku jangan harap kamu bisa merebutnya kembali. Kan ku pastikan hidupnya akan bahagia dan aman bersamaku. Namun berjanjilah kepadaku untuk tidak menemuinya bahkan memikirkannya pun kamu tidak bisa."


Reza tertegun mendengarnya. Tidak ada cara lain untuk melindungi Alya. Reza tahu meskipun dia menikahi Giselle, tetap saja Pak David tidak akan membiarkan Alya hidup. Konsekuensi setimpal yang harus diterima Reza. Hanya ini yang bisa dilakukan untuk tetap melihat Alya hidup bahagia. Reza tidak mau Alya menjadi buronan orang-orang Pak David yang seolah haus akan darah dan kekerasan.


Mereka pun bersalaman sebagai kesepakatan perjanjian ini. Dalam pikiran Reza hanya sosok orang kejam inilah yang dapat melindungi Alya dari kekejaman Pak David. Karena Reza tahu Iky sudah jatuh cinta pada Alya dan Iky pun tidak akan membiarkan siapapun menyentuh Alya sedikitpun. Semua itu terbaca didalam sorot mata Iky saat ingin memukul Reza tadi.


...


Pagi menjelang.


Akad pernikahan pun sedang berlangsung. Semua keluarga, karyawan dan tamu VIP sudah memenuhi gedung pernikahan yang tampak besar dan megah ini. Design Elegant memeriahkan pesta. Para pemain musik dan penyanyi terkenal dari dalam maupun luar negeri ikut menyumbangkan suaranya. Tak hanya itu, para pejabat negeri pun datang. Semua tampak bahagia saat ijab kabul terucap dari bibir Reza. Perempuan anggun berparas cantik menikmati prosesi sakral ini. Hanya Reza yang terlihat dingin. Tak ada senyum dari bibirnya.


...


Malam hari di pesta pernikahan


Reza mencari-cari apakah Alya hadir dipernikahannya. Namun Reza tidak mendapatinya. Reza hanya tersenyum jika diperlukan. Pak David yang memperhatikan Reza sejak tadi pun merasa geram dan memerintahkan anak buahnya menemui Alya untuk segera menculiknya. Ya. mereka ditugaskan untuk menghabisi nyawa Alya agar tidak ada lagi yang dapat mengusik kebahagiaan anaknya.


Saat orang-orang bayaran itu bergegas keluar gedung, tiba-tiba saja mobil limousine tiba. Keluarlah sosok pria tampan blesteran memakai jas hitam yang diikuti dengan wanita anggun yang mengenakan gaun pink. Tidak hanya orang-orang suruhan Pak David yang diam terpaku. Semua tamu undangan pun terpukau melihatnya dan beranggapan mereka adalah pasangan serasi. Tidak banyak dari mereka juga mencibir Alya. Baru saja ditinggalkan mantan kekasihnya menikah, ia sudah mendapatkan kekasih baru yang bahkan lebih dari Reza.


Alya pun mencoba kuat untuk menghadiri pesta ini. Sebelum menghadiri pesta ini, Alya yang meminta Iky menemaninya. Alya tahu jika ia tidak menghadiri pesta ini maka Pak David akan menghabiskan nyawanya dan seluruh keluarganya tanpa sisa.


Alya menggenggam erat lengan Iky. Iky terus menenangkan Alya dan memberi kekuatan batin kepada Alya. Saat mereka menemui kedua pengantin, Pak David pun semakin geram karena mimik wajah Reza yang kemudian berubah memerah terlihat bahagia.


Reza berkeinginan memeluk Alya. Sontak Iky pun menepis tangan Reza. Beruntung tidak ada orang yang melihatnya. Senyum manis di bibir Giselle pun merekah. Dipeluknya Alya dan berkali-kali mengucapkan terima kasih kepadanya. Jelas Alya semakin bingung. Alya pun tidak tahu mengapa Giselle seperti ini. Dibalik skenario ini semua Pak David sudah mengaturnya. Pak David menikahkan Giselle dan Reza dengan alasan Alya telah menyerahkan Reza padanya. Sungguh licik Pak David.


.


.


.


Bersambung lagi kakak

__ADS_1


.


Maafkan Author yang udah bikin pembaca banjir air mata yaa πŸ™


__ADS_2