Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Hadirnya Iky


__ADS_3

Di kantor.


Alya terlihat murung dan sedih. Matanya sayu hingga lingkar panda di matanya pun sangat terlihat. Semua karyawan terbawa suasana melihatnya. Tidak biasanya Alya seperti itu. Biasanya di kantor Alya lah yang sering memecah kesunyian. Entah dengan leluconnya maupun sikap keteledorannya.


Tiba-tiba Lucky datang menghampiri Alya. Lucky pernah menjadi atasan Alya 2 tahun lalu. Sekarang Lucky sudah pindah Departement dan posisinya pun digantikan oleh Alya.


Lirikan malas Alya melihat Lucky menghampirinya membuat Alya ingin mencari alasan untuk berpindah dari posisinya. Namun Alya kalah cepat. Lucky kemudian tiba-tiba duduk diatas meja dan sangat dekat dengan kursi yang Alya duduki.


*apa-apaan bocah tua ini kelakuannya. Bisa-bisanya ia seperti ini di ruangan yang seharusnya memberikan contoh yang baik bagi karyawan* gerutu Alya dalam hati.


"Hai manis. Sudah jangan bersedih. Ayolah makan siang bersamaku. Jam makan siang hampir habis. Tapi kamu tidak juga bergegas melakukannya." Goda Lucky kepada Alya


*apalagi siiihhh nih bocah tua.. mau gue makan kek, mau ngga kek. apa peduli dia? * Alya sibuk membersihkan mejanya berharap Lucky pergi dengan menunjukkan kesibukannya.


"Sudahlah tidak perlu kamu mencari kesibukan. Padahal kamu sedang tidak sibuk. Ayo kita pergi keluar. Lucky pun menarik tangan Alya hingga ia terpaksa mengikutinya".


*sial..* umpat Alya dalam hati dan hanya menunjukkan senyum terpaksa kepada Lucky.


Alya tahu bahwa Lucky adalah pria yang selama ini dengan terang-terangan menunjukkan rasa cintanya kepada Alya. Itulah yang membuat Reza memindahkan Lucky ke Departement lain agar tidak lagi mengganggu Alya.


..


Di Kafe kantor


Lucky membawakan segelas Ice Cappuchio untuk Alya.. Lucky tau pasti apa yang disukai Alya dan apa yang tidak disukainya. Lucky pun menjelaskan bahwa ia mengetahui berita pernikahan Reza dengan putri Pak David. Lucky penuh harap agar Alya dapat memberikan kesempatan kepada Lucky. Alya pun mengerti maksud dan tujuan Lucky. Sehingga Alya terlihat acuh mendengar celoteh rayuan gombal Lucky.


Kebetulan Ardi menghubungi ponsel Alya dan ia merasa lega karena bisa menghindar dan menjauhi Lucky


"Saya pamit dulu Pak Lucky. Pak Ardi memanggil saya untuk menemui client".. Alya segera meninggalkan Lucky.


...

__ADS_1


Di Ruangan Ardi


Tok.. Tok..


Alya mengetuk pintu dan kemudian Ardi mempersilahkannya masuk. Terlihat Ardi sedang bicara dengan dua orang berjas hitam. Mereka sedang membahas project yang akan berjalan. Ardi pun memperkenalkan Alya kepada kedua tamunya.


"Alya perkenalkan ini Tuan Iky yang akan menjadi client utama kita"


Alya pun memberi salam dan memperkenalkan diri.


Iky sudah mencari tahu tentang Alya hingga membawanya kesini. Ini adalah salah satu cara Iky untuk merebut hati Alya dengan mengerahkan kemampuan kekuasaan yang dimilikinya.


Namun Iky terlihat acuh dan dingin. Alya pun segan membahas kerjaan dengan Iky. Disamping Iky terlihat pria dewasa bertubuh tegap dengan gaya rambut sedikit klimis namun tetap rapi. Vino namanya. Dia adalah sekertaris yang merangkap menjadi Ajudan Iky.


Iky memperhatikan Alya memperkenalkan perusahaannya. Sedetikpun Iky tidak bergeming bahkan mengedip pun tidak. Alya yang menyadarinya sedikit merasa tidak nyaman. Setelah berlangsung pertemuan yang cukup memakan waktu hari itu, Alya pun bergegas pulang. Tidak ada lagi yang ingin Alya lakukan selain beristirahat.


Tepat di depan Lobby perusahaan, Lucky sudah menunggu Alya dan bermaksud mengantarkannya pulang. Alya pun menolak secara halus dengan alasan ia membawa mobil pribadinya. Disamping itu Iky yang masih berada di Lobby pun menyadari apa yang sedang dilakukan Alya. Iky merasa begitu lega ketika Alya menolak tawaran Lucky.


...


Ibu sedang mempersiapkan makan malam bersama Ayah. Alya pun terlihat lesu menghampiri mereka. Ibu dan Ayah masih belum mengetahui berita pernikahan Reza dengan Giselle. Sehingga mereka terlihat tidak begitu khawatir dengan keadaan Alya saat ini.


Malam semakin larut. Tiba-tiba Alya pun merasa jenuh dan ingin mencari udara segar. Alya mengendarai mobilnya dengan kecepatan normal. Alya pergi menuju Coffe Shop favorite nya.


Alya memesan Ice Cappuchino dan cheese cake yang selalu ia pesan disana. Tanpa sengaja Alya menabrak pria tinggi berparas tampan blesteran Eropa. Alya menjatuhkan tas miliknya dan berniat meminta maaf kepada pria tersebut.. Naas saat Alya menunduk mengambil tasnya dan pria tersebut juga refleks membantu. Saat Alya mendongak tidak sengaja kepalanya membentur dagu pria tersebut.


Alya pun ketakutan. Lebih takut lagi Alya mengenal pria tersebut. Ya. Iky lah pria tersebut. Benturan itu memang tidak begitu kuat namun entah dari mana darah itu berasal menetes dari dahi Alya. Alya segera mengambil tisu dan menutup dahinya. Tak ada rasa perih maupun sumber keluar darah tersebut.


Tiba-tiba Alya melihat tetesan darah lagi di lantai. Alya pun segera melihat kemana sumber darah itu. Dan ternyata itu berasal dari hidung Iky. Alya pun refleks mengambil tisu dan meminta Iky duduk dengan posisi mendongak keatas. Iky begitu menikmati cara Alya merawatnya dengan halus dan sopan. Semua karyawan yang ingin membantu pun sontak mengurungkan niatnya dan kembali bekerja. Perintah Iky melalui kode tangan yang diberikan.


"Maaf.. Maafkan aku Tuan.. aku tidak sengaja melakukannya. Maafkan aku sudah ceroboh hingga membuatmu seperti ini." Alya pun meneteskan air matanya. Hati Alya yang berdegup kencang karena takut tak kuat menahan kaki yang tidak hentinya bergetar.

__ADS_1


Wajah dingin Iky seakan tidak memberikan ekspresi apapun. Alya semakin ketakutan. Karena Alya mengenali siapa orang ini. Terlebih lagi Alya pun mengetahui bahwa Iky adalah pewaris tunggal pemilik perusahaan terbesar di Negara ini. Tidak banyak yang mengenal Iky. Bahkan media pun tidak berani mengenalkannya ke Public. Alya yang mengetahuinya setelah melihat biografi yang diberikan Ardi siang tadi.


*mampusss guee. Wajahnya terluka karena gue. Apa yang harus gue lakukan? *


Karena Alya tidak memiliki perlengkapan obat kala itu, Manager kafe pun menghampirinya dan membantu Alya. Setelah Alya merasa keadaan sudah terkendali. Alya pun pamit pulang. Waktu sudah menunjukkan tengah malam. Iky pun khawatir membiarkan Alya pulang larut sendirian.


Tanpa sepengetahuan Alya, Iky mengikuti mobil Alya. Tidak terlihat seperti diikuti, Iky memberikan jarak agak jauh dari mobil Alya. Namun tiba-tiba Iky melihat Alya menepikan mobilnya. Iky melihat Alya keluar dari mobil dan membuka kap mesin.


"Apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba mobilku mogok? Mana sudah semakin larut. Rumahku pun masih jauh. Ayolah mobilku cepat sadarlah." Alya berusaha memperbaikinya padahal Alya sama sekali tidak mengerti tentang mesin mobil.


"Ada apa Nona?" Tegur Iky


"tii..tidak apa-apa Tuan. Hanya tiba-tiba mobilku mogok." Alya terkejut melihat Iky yang menegurnya


Iky pun menghampiri Alya dan memperhatikan mesin mobil Alya. Alya pun menuruti perintah Iky untuk menyalakan mesin. Namun mesin mobil pun masih enggan untuk menyala.


Alya melihat Iky menghubungi seseorang. Tidak begitu lama Vino pun datang dan meminta Alya untuk pulang diantar oleh Iky. Sedangkan Vino yang akan mengurus mobil Alya.


Alya pun merasa segan dan menolaknya. Tapi Vino terus memaksanya. Karena Vino tahu bukan karena mesin itu tidak menyala, dan bukan karena Iky tidak mengetahui tentang mesin. Namun ini lah siasat Iky untuk mengantarkan Alya pulang.


Karena malam sudah mendekati pagi. Akhirnya Alya menerima tawaran Vino dan pulang diantar oleh Iky. Sepanjang perjalanan Alya terlihat lelah dan menahan kantuk. Iky memperhatikan Alya dengan senyum kecil.


Saat kepala Alya hampir terbentur kaca mobil karena kantuknya. Dengan sigap Iky menahan kepala Alya dan mengarahkannya ke pundak Iky. Walau harus dengan posisi duduk yang tidak nyaman. Iky memastikan Alya nyaman jika bersamanya.


.


.


Bersambung


lanjuuut thooorrr

__ADS_1


__ADS_2