Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Kabar Berita Pernikahan Reza


__ADS_3

Langit begitu gelap seakan hujan akan turun dengan derasnya. Pagi itu Alya tidak bekerja. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Kepalanya terasa berat. Layar thermometer pun menunjukkan suhu 40° ditubuhnya. Terlihat wanita paruh baya sedang memeras handuk kecil dan kemudian mengompres kening Alya.


"Nak, makan ya! Ibu sudah membuatkan bubur nasi untukmu. Setelah makan kamu minum obat." Rayu Ibu kepada Alya yang tidak ada balasan apapun.


Alya hanya bisa memejamkan matanya. Dunia Alya terasa hancur. Hatinya pilu seakan bencana memporak-porandakan isinya. Sakit teramat sakit. Hancur tidak karuan.


Teringat malam tadi Alya tidak sengaja mendengar berita tentang pernikahan Reza dengan gadis cantik blesteran Eropa-Asia. Dengan jelasnya Alya mendengar pembawa acara menyebutkan nama Reza Putra yang akan menikah bulan depan. Sontak Alya yang sedang menunggu telepon dari Reza mendadak lemas. Alya berusaha menghubungi Reza guna mencari kebenaran atas berita tersebut. Namun tak ada jawaban satupun dari Reza.


"Bu, bolehkah Ibu meninggalkan aku sendiri? Aku ingin sendiri. Hatiku sakit Bu. Ini pertama kalinya Reza menyakitiku selama 7 tahun ini. Sekarang aku hanya ingin beristirahat. Aku lelah." lirih Alya.


Ibu menatap Alya tersenyum, menghapus titik air mata Alya. Kemudian Ibu mengecup kening Alya dan beranjak pergi meninggalkan Alya sendiri dikamar.


Dibawah sudah terlihat pria dengan jas hitam berdiri didepan pintu. Ya. Ardi sudah menunggu sekitar 30 menit disana. Ibu pun bergegas mempersilahkan Ardi untuk masuk dan membuatkan secangkir kopi untuknya.


Ibu hanya menganggap kondisi Alya hanyalah pertikaian biasa dengan Reza. Karena Ibu tahu Alya tidak pernah bertengkar dengan Reza sekalipun. Sering kali Alya marah dengan Reza namun Reza selalu menetralkan keadaan. Memberi kejutan dan kembali membahagiakan Alya. Namun tidak kali ini. Ibu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Ibu pun sudah terbiasa kedatangan tamu seperti Ardi. Bahkan Ibu sudah menganggap Ardi sebagai anaknya sendiri. Dahulu Alya memiliki seorang kakak laki-laki. Namun kecelakaan merenggut nyawanya. Mungkin jika masih hidup saat ini usianya sama dengan Ardi.


"Nak, tumben pagi-pagi sekali kesini. Apa kamu mau menjemput Alya?" suara halus Ibu membuat Ardi merasa nyaman.


"Tidak Bu. Hari ini aku bertugas menemani Nona. Kebetulan Tuan Reza menyuruhku untuk menemaninya" imbuh Ardi


"Wah, sepertinya mereka sedang bertengkar ya. Alya terlihat begitu sakit hati. Pagi ini dia demam dan sulit sekali menyuruhnya makan. Mungkin Nak Ardi bisa membantu Ibu agar Alya bisa makan dan meminum obatnya."


Ardi hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya hormat dihadapan Ibu.


"Yasudah Ibu pergi ke pasar sebentar ya Nak. Titip Alya ya. Tolong bawakan bubur ini untuknya." menyerahkan nampan berisi bubur dan obat.

__ADS_1


...


Dikamar Alya.


Tok tok tok..


Berulang kali Ardi mengetuk pintu kamar Alya yang tak juga di buka.


"Nona. Ini aku Ardi. Aku kesini ingin menjelaskan semuanya. Namun izinkan aku memberikanmu bubur ini." Mohon Ardi.


Pintu kamar pun terbuka. Ardi melihat kondisi berantakan kamar Alya. Kamarnya penuh dengan tisu kotor. Ardi meletakkan nampan dimeja dekat dengan tempat tidur Alya.


"Nona, bisakah kita berbicara dibawah? karena akan terlihat sopan jika saya tidak memasuki kamar Nona dengan seperti ini. Tapi Nona harus menghabiskan bubur ini dan minum obatnya!"


"hmm.." jawab Alya dingin.


...


Setelah menghabiskan bubur dan obatnya, Alya pun pergi meninggalkan kamarnya dan menuju ruang tamu. Ya rumah ini sudah banyak perubahan. Dengan kerja keras Alya yang mampu merenovasi rumah ini hingga terlihat layak ditempati. Lagi-lagi Alya pun tidak mengetahui tidak sedikit pula Reza mengeluarkan uang untuk biaya renovasinya. Reza memang sengaja memberikannya secara langsung kepada pihak konstruksi karena perusahaannya pun salah satu bagian dari group perusahaan yang Reza pimpin.


"Baiklah. Mas Ardi tolong jelaskan semuanya!"


"Nona, sebelumnya Tuan memberikan pesan kepada saya untuk menjaga Nona. Saya sudah tidak bertugas di Luar Negeri. Tugas saya disini lebih kepada menjaga Nona. Pekerjaan dikantor hanya sambilan. Menjaga Nona adalah tugas utama saya."


*ada drama apalagi ini?* suara kecil hati Alya berkecamuk.


"Lalu bagaimana bisa Reza ingin menikahi gadis itu? Dia terlihat sangat cantik, anggun, bahkan terlihat seperti wanita baik-baik. Apa aku tidak baik sehingga Reza pun mencampakkan aku seperti ini?" cecar Alya.

__ADS_1


"Bu.. Bukan seperti itu Nona". Ardi berusaha menjelaskan namun Alya kembali memotong penjelasan Ardi.


"Aku melihat wajah Reza yang begitu bahagia disampingnya. Lantas apa wanita itu tahu kalau akulah kekasih Reza yang sesungguhnya? kekasih yang sudah menjalin hubungan 7 tahun lamanya."


"Tolong dengarkan penjelasanku dulu Nona. Jangan berpikir terlalu keras. Tuan memang memintaku untuk memberikan penjelasan ini. Tuan pun memberi permohonan maaf karena tidak bisa menjelaskannya secara langsung."


*jangan katakan bahwa ini sungguhan. Please Mas Ardi semoga ini hanya sandiwara* Alya mengingat Reza yang sekarang sudah sangat terkenal bahkan semua majalah bisnis pun memasang fotonya sebagai inspirasi kesuksesan.


"Nona. Berita yang Nona dengar benar adanya. Tuan muda memang akan menikah bulan depan. Gadis yang akan dinikahinya adalah putri tunggal Tuan Besar yang bernama Giselle Maharani. Tuan Besar sudah merencanakan pernikahan ini sejak mempromosikan karir Tuan Reza. Tuan Reza pun baru mengetahui perjodohan ini kemarin."


"Nona, Tuan Reza tidak bermaksud menyakiti hati Nona Alya. Hanya saja Tuan Reza tidak bisa menolak perjodohan ini. Tuan Besar lah yang berperan penting dalam kesuksesan Tuan Reza. Bahkan hutang piutang Ayahnya pun Tuan Besar yang membebaskannya sebelum Tuan Reza melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi. Tuan Reza juga baru mengetahuinya setelah kemarin Ayahnya datang mengunjunginya. Ia sudah menjelaskan kepada Ayahnya bahwa ia hanya mencintai Nona Alya dan dengan tegas menolak perjodohan itu. Tapi tidak dengan Nona Giselle yang sudah mencintai Tuan Reza lebih dulu." Panjang lebar Ardi menjelaskan kepada Alya.


Alya tertegun. Terkejut dan tidak mempercayai ini semua. Bahkan Ardi pun menjelaskan Reza tidak bisa menjelaskan semua ini langsung kepada Alya karena Tuan Besar telah mengirimkan sekertaris pengganti Ardi untuk bisa mengawasinya sewaktu-waktu. Ya. Tuan Besar jelas tahu hubungan Reza dengan Alya yang sangat bahagia itu. Namun Tuan Reza seakan tidak ada hati untuk menyakiti putri satu-satunya yaitu Nona Giselle. Ardi dan Reza pun tahu jika ada yang mengusik putrinya sudah pasti orang tersebut hilang keesokan harinya.


Air mata terus mengalir. Kali ini Alya tidak lagi menangis dengan isakan yang kencang. Alya sudah bisa mengontrol emosinya. Alya tidak dapat terima dengan keadaan ini. Alya pun merasa bahwa Reza sangat tertekan. Tapi apa yang bisa dilakukan Alya? Tak kalah terkejutnya dengan cerita itu, Ardi pun menceritakan kepada Alya bahwa ia sebenarnya sudah mengetahui hal ini akan terjadi 2 tahun lalu. Bahkan saat Ardi memergoki Giselle sedang memandang Reza dengan ketulusan hatinya saat dikantor. Hanya saja Ardi tak kuasa menceritakan ini kepada Alya dan juga Reza yang saat itu sedang dimabuk cinta.


.


.


Bersambung


.


.


Iky kemana thorrr?

__ADS_1


__ADS_2