
Keesokan paginya.
Alya tak mendapati Iky disampingnya. Dikamar mandi pun tidak ada. Akhirnya Alya mencari Iky keluar kamar. Namun ia tidak menemukannya. Alya kembali masuk kedalam kamarnya. Mengambil ponsel miliknya diatas nakas. Layar hp miliknya kemarin masih terpasang foto Alya dan Reza. Namun tidak hari ini. Bukan lagi foto mereka, melainkan foto pernikahan Alya dengan Iky. Alya pun tersipu malu. Seperti biasa Alya tidak mencurigai jika Iky banyak mengetahui isi ponsel Alya. Dan Iky pun meretas GPS ponsel Alya. Demi keselamatan Alya.
Tok..Tok..Tok
Alya membukakan pintu kamarnya. Pak Supri terlihat membungkuk dengan mengucapkan selamat pagi dan meminta Alya untuk sarapan. Alya pun mengikuti langkah Pak Supri. Alya masih sibuk memperhatikan keindahan design rumahnya. Pak Supri menggeser kursi di meja makan untuk Alya. Harum masakan membuat Alya ingin cepat-cepat menyantapnya.
"Waaaahhh makan dirumah seperti makan diresto mahal ini mah. Aaahh terima kasih Pak Supri". Alya pun menyantap sarapan sambil tersenyum menikmati lezatnya masakan. Setelah itu Alya pun memperhatikan dapur rumah itu. Luas, bersih, dan rapi.
"Pak Supri, dimana suamiku?" tanya Alya.
"Tuan sudah pergi bekerja pagi-pagi sekali Nona" Jawab Pak Supri.
*hmm mengapa dia tidak memberitahuku* gerutu Alya
"Baiklah. Oh iya apa Pak Supri sibuk hari ini? Maukah menemaniku berkeliling?" ucap Alya yang diiyakan oleh Pak Supri. Mereka pun berkeliling. Pak Supri mengeluarkan Golf Car dari garasi. Mereka berkeliling menggunakannya. Karena akan terlalu melelahkan jika berjalan kaki. Alya masih penasaran dengan rumah klasik itu. Enggan Alya tanyakan kepada Pak Supri hingga mobil tersebut berhenti didepan gubuk besar seperti peternakan. Ya memang. itu adalah peternakan milik orang tua Iky yang masih sangat terawat hingga saat ini. Disana ada berbagai macam binatang ternak. Kuda, sapi, kambing, disisi lain ruangan dalam peternakan itu ada ruangan khusus binatang unggas.
Alya pun terkesima. Berapa hektar luas wilayah ini. Lebih lagi Alya melihat pacuan kuda yang disebrangnya terdapat lapangan khusus olah raga. Ada untuk bermain tenis, sampai tempat latihan golf dan senapan angin. Semuanya terawat rapi.
*keren! Ternyata memang benar, dia memiliki semuanya. Namun sepertinya ia tidak memiliki kolam renang bahkan tidak sekalian ia memiliki danau buatan dipekarangan rumahnya sendiri. Aaah aku iri *
Saat Golf car itu kembali ke garasi dan melewati rumah klasik itu lagi. Alya pun memberanikan diri menanyakan isi dari rumah itu. Namun Pak Supri hanya mengatakan bahwa tidak boleh ada yang memasukinya. Hanya suaminya, Vino, dan Pak Supri lah yang boleh memasukinya. Alya kecewa dan kembali kedalam rumahnya. Pak Supri kemudian mengajak Alya mengelilingi isi rumah itu. Setiap ruangan dan kembali ke dapur.
"Pak, Apa makanan yang tidak disukai suamiku?"
" Semua makanan ia suka. Hanya ia alergi terhadap makanan laut. Jika ia makan makanan itu maka ia bisa saja meninggal Nona."
"Apa?" Alya melongo mendengarnya.
"Lalu apa hal yang disukai suamiku?"
"Tuan sangat menyukai olah raga. Tuan juga menyukai membaca."
"Dan apa yang tidak disukainya?"
__ADS_1
"Tuan sangat tidak suka dengan kebohongan, kepalsuan, dan penghianatan"
*Semua orang juga tidak menyukainya*
"Apa suamiku pernah punya kekasih sebelumnya?"
"Tidak Nona"
"hmm kalau begitu siapa Clara?" Alya penasaran
"Maaf Nona untuk hal itu saya tidak berhak mencampurinya"
Alya kembali kecewa.
"Nona, Tuan tadi meminta saya untuk menyampaikan kepada Nona pukul 13.00 nanti Nona akan dijemput Tuan Vino"
"Kemana?"
"Saya kurang tau Nona. Sebaiknya Nona mempersiapkan diri karena ini sudah pukul 12.30"
Tak begitu lama Alya sudah siap dengan dress selutut dan sepatu kets miliknya. Vino yang juga sudah sampai pun mengajak Alya masuk kedalam mobil dan membukakan pintunya. Vino mengendarai mobil dengan kecepatan normal.
"Tuan, mau kemana kita?" Alya penasaran.
"Jangan sungkan, panggil saja dengan namaku Nona. Nona akan menemui teman Tuan Iky" Jawab Vino
30 menit berlalu. Alya hanya melihat kearah luar jendela sampai tiba di tempat tujuan. Alya pun sampai didepan salon mewah dan terkenal di kota ini. Alya sangat tertarik, jiwa wanitanya sangat menyukainya. Vino mengajak Alya masuk yang sudah disambut oleh pemilik salon dan beberapa karyawannya.
"Selamat datang Nona Alya" Sang Pemilik Salon yang usianya terlihat sudah menginjak 40 tahun namun terlihat cantik itu pun memeluk Alya.
"Ah.. Iiya"
"Perkenalkan namaku Sandra. Ternyata benar yang diceritakan Iky. Kamu sangat cantik hanya perlu di poles sedikit saja, kamu sudah seperti putri kerajaan"
"Aaaah bisa saja" Alya mengibaskan tangannya menahan malu.
__ADS_1
"Mari ikut saya, saya sudah mempersiapkan semua yang diminta oleh Iky" Sandra mengajak Alya memasuki ruangan khusus. Alya pun diperlakukan baik. Dari mulai perawatan tubuh, wajah, hingga rambut. Entah apa yang diberikan oleh karyawan Sandra pada rambutnya. Kini rambut alya sudah tidak terlihat seperti rambut singa lagi. Sudah pasti Alya sangat bahagia.
Lamanya Alya berada di Salon itu. Hingga pukul 20.00 Alya pun sudah merasakan perutnya berdansa tak karuan. Karena Alya hanya memakan cemilan yang disediakan oleh salon itu dan melewatkan makan siang. Setelah Alya selesai mempercantik diri, Tak lama Iky sudah berada di salon itu bersama dengan Vino. Iky sangat takjub melihat kecantikan Alya. Rambutnya masih ikal bergelombang namun sudah tak terlihat seperti rambut singa. Tak hentinya Iky memandangi Alya.
"Hati-hati suamiku, bisa-bisa bola matamu keluar karena takjub melihat kecantikanku" Alya menyadarkan lamunan Iky. Iky yang gemas pun segera menyentil kening Alya.
"Akh. Sakit" Alya mengusap keningnya.
"Hati-hati kecantikanmu membuat aku lebih buas dari semalam" Ancam Iky berbisik di telinga Alya memutar balikkan keadaan. Alya pun memajukan bibirnya seperti tak menerima kekalahannya.
Malam itu mereka tak langsung pulang. Iky mengajak Alya ke coffee shop favorite Alya yang juga milik Iky. Sepanjang jalan Iky tak hentinya memegang tangan Alya dan banyak melirik Alya. Cantik.
Sampai di coffee shop, Iky membuka pintu mobil dan meraih tangan Alya. Menggandeng tangan Alya memasuki kafe itu. Sudah ada meja dengan sepasang kursi di taman kafe. Makanan dan minuman sudah tersedia di meja. Lilin cantik dan bunga Lily menghiasi meja. Alya sangat senang dengan makan malam romantis yang disiapkan Iky.
"Tak kusangka suamiku bisa seromantis ini. Aku sangat menyukainya"
"Tak ada yang gratis istriku. Malam ini kau akan membayarnya!"
"Aaaah. Dasar pamrih!"
Iky pun tertawa melihat mimik wajah Alya.
Makan malam usai. Mereka kembali pulang. Seperti biasa Alya selalu tertidur di perjalanan pulang. Iky pun menggendong tubuh Alya hingga kekamar dan membaringkan tubuhnya di ranjang.
.
.
.
Bersambung..
.
.
__ADS_1
Bantu like, rate, dan vote nya ya kakak 🙏