Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)

Bukan Pernikahan Yang Ku Mau (Alya)
Clara


__ADS_3

Pagi Menjelang


Mentari pagi mulai memancarkan sinarnya menelusuk ke wajah pasangan suami istri yang sedang dimabuk cinta. Mata mereka mulai terganggu oleh sinarnya. Iky mulai meraba Alya disisinya. Bermaksud ingin melanjutkan aktifitasnya semalam. Ia pun mengganggu tidur istrinya dengan menyiumi aroma tubuhnya.


"Heii.. sudah pagi, aku harus mempersiapkan diri untuk launching toko perhiasan baruku." Alya sedikit mendorong wajah suaminya.


"Sebentar aja sayang. Sedikit saja." Iky terus melanjutkan.


"Mmmmhhh.. sudah suamiku. Mmmmhhh.." Alya mulai terbawa suasana. Iky mulai memainkan jemarinya ke area kesukaannya.


"Istriku, sepertinya kamu sudah mengeluarkannya ya?" Iky terkejut tak biasanya secepat ini dan membuat Alya ingat bahwa hari ini jadwalnya si tamu datang.


"Eeh.. Tunggu sepertinya aku datang bulan" Alya mulai bangun dan menuju kamar mandi. Iky pun kecewa. Membaringkan badannya telentang dan menepuk dahinya.


"Bisa saja si tamu itu mengganggu ku" oceh Iky


"Tunggu seminggu lagi ya. Kita mulai lagi nanti" Alya berteriak dari kamar mandi.


"Memang tidak bisa dipercepat waktunya?" Iky mencoba menawar.


"Tidak bisa suamiku." Alya masih berteriak dari kamar mandi. Iky mengambil ponsel Alya yang berada di nakas kecil samping ranjang tidurnya. Ia melihat foto wallpaper ponsel Alya yang masih terpampang foto pernikahan mereka. Iky mulai mengingat kejadian di pernikahan itu. Sedikit senyum-senyum bahagia karena akhirnya ia bisa menjadikan Alya sebagai istrinya. Tak begitu lama Alya keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti. Iky masih memainkan ponsel Alya. Membuka chat dan mengecek satu persatu chat yang masuk. Tak ada yang mencurigakan. Iky mulai membuka album foto di ponsel itu. Banyak foto Alya saat sedang di toko maupun di cafe yang sengaja di simpan sebagai laporan untuk suaminya. Iky memang terlalu posesif kepada Alya.


Alya keluar dari ruang ganti menggunakan rok span selutut dan blazer putih dipadu padankan dengan dalaman salem yang senada dengan warna roknya. Alya mulai memoles wajah cantiknya. Menyisir lembut rambutnya. Memasang kedua anting-anting di kedua telinganya.


"Kamu semakin cantik istriku. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku jika kehilanganmu" Iky mulai memeluk Alya dari belakang. Alya tersenyum manis menunjukkan lesung pipinya.

__ADS_1


"Duh lesung pipi ini selalu membuatku menginginkanmu lebih. Kenapa kamu selalu menggodaku dengan senyuman itu?" Iky menciumi leher Alya yang jenjang sambil melirik lesung pipi Alya.


"Hentikan suamiku. Kamu bisa merusak riasanku kalau seperti ini" Alya menjauhkan wajah Iky darinya. Namun Iky menolaknya lalu meninggalkan tanda cinta dileher Alya.


"Aaargghh.. Kamuu bisa membuatku malu. Ini terlihat sekali. Aku harus launching hari ini dan banyak investor yang akan ku temui." Alya pun memasang wajah masam yang disambut dengan tertawa suaminya.


"Biarkan saja. Biar mereka tahu kalau kamu ini milikku."


"Tidak usah diberitahu juga mereka sudah tau, bahkan mereka tidak mau melihat wajahku dan hanya tertunduk saat bicara padaku" Oceh Alya. Karena para investor itu sudah mengenali siapa suaminya. Alya pun menuju ruang ganti mengambil syal dan mengikatkannya pada lehernya dengan bentuk pita. Iky pun tertawa.


"Sudah lepas saja." Iky masih meledek Alya.


"Tidaak.. Aku malu" Alya menjauhkan dirinya dari Iky.


"Telepon aku jangan sampai tidak" Iky terlihat mengancam.


"Okee suamiku. Daah" Alya mencium tangan Iky, disambut Iky mencium keningnya. Alya membuka pintu kamar dan sudah melihat dua orang yang menunggu di luar. Vino dan Ardi. Ya mereka memang di perintahkan untuk menjaga Alya hari ini.


Sampainya di Toko, Alya mulai mempersiapkan semuanya. Dari mulai dekor toko sampai produk yang akan memenuhi tokonya. Alya bersama karyawannya terlihat sibuk.


Mendekati waktunya. Alya sedang mengontrol kembali acaranya dengan para EO miliknya. Toko ini terlihat sangat Elegan. Semua perhisan tidak di pajang di etalase pada umumnya. Masing-masing perhiasan itu diletakkan di lemari kaca yang tinggi dengan design mewah. Alya tak ingin ada kesalahan sedikitpun. Saat pembawa acara mulai menyambut dan menyampaikan beberapa susunan acara. Alya melirik semua tamu undangan mencari wajah suaminya diantara wajah-wajah yang duduk dibangku para tamu. Namun Alya tak melihatnya. Sampai tiba sang pembawa acara memanggil namanya untuk meresmikan opening toko ini. Alya berdiri diantara para investor sambil memegang gunting untuk memotong pita sebagai lambang peresmiannya.


*Dia kemana? kenapa ia tidak datang? padahal aku sangat berharap ia melihatku* Alya terlihat sedih.


Ia pun tersenyum diantara kilauan kamera yang mengabadikan moment itu. Tak lama ia menemukan wajah suaminya. Wajahnya kembali cerah. Tapi ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Seorang wanita cantik berparas bule disampingnya. Wajah yang tak asing. Kemudian Alya mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu dengan wanita itu. Sekilas dalam pikirannya ia ingat bahwa wanita itu adalah Clara. Alya mulai terbakar amarah. Pikirnya Iky datang bersama Clara. Padahal Iky pun tidak mengetahui Clara disampingnya. Tapi Iky mengetahui gelagat Alya yang menyampaikan mimik yang berubah. Iky menengok kesebelahnya. Ya. Betul saja itu adalah Clara. Putri Mafia sahabat Iky yang sekarang sudah berbalik menjadi musuhnya. Clara pun tersenyum dan meraih lengan Iky. Menyandarkan kepalanya di bahu tegap Iky.

__ADS_1


"Lepaskan tanganmu. Jauhkan dirimu dariku!" Bentak Iky pelan menoleh ke arah kepala Clara yang semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Iky. Clara yang menyadari api cemburu membakar Alya, sengaja ia mendekatkan wajahnya hingga bibirnya menyentuh pipi Iky. Cuup dan menciumnya.


"I Miss You Baby. Jangan lepaskan aku atau kau akan merusak acara istrimu." Iky yang berniat melepaskan paksa tangan Clara pun mengurungkan niatnya. Iky melihat wajah Alya yang sangat marah. Tatapan matanya sangat tajam seperti akan membunuhnya. Setelah Alya menggunting pita dan menyambut para investor dan para tamu pun segera pergi dari sana. Hatinya sangat hancur melihat kejadian itu. Alya menuju taman didepan Mall menuju bangku taman dan menangis terisak. Iky pun segera melepaskan tangan Clara dan berlari mencari keberadaan istrinya. Iky pun memerintahkan Vino dan Ardi juga untuk membantu mencarinya. Akhirnya Ardi menemukannya dan mencoba menenangkannya. Ardi sengaja menyalakan earphone nya agar Vino dan Iky mendengarnya, menandakan bahwa ia menemukannya.


"Kamu kenapa Non?" Ardi mencoba menenangkan Alya.


"Mengapa.. hikss.. hiksss ia datang bersama suamiku? hikks.. hikss.. Apa rencana mereka?" Lirih Alya menangis.


" Hei sudah jangan kau tangisi. Tuan tidak tahu bahwa ia tiba-tiba ada disisi Tuan." Ardi menenangkan Alya.


"Tidak mungkin. Jika memang tahu pasti ia akan segera melepaskannya" Alya menunjukkan kecemburuannya.


"Itu tidak seperti yang kamu lihat Non" Ardi menambahkan.


"Ternyata sama saja semua pria itu" Alya pun menambahkan kata-kata itu dan menangis


.


.


.


**Bersambung..


Mohon berkenan like, rate, comment, dan vote nya ya kak. Terima kasih**

__ADS_1


__ADS_2