Bukan Sekedar Fiksi

Bukan Sekedar Fiksi
Episode 1 MERANTAU


__ADS_3

Rara membanting begitu saja tas sekolah nya, menghepaskan tubuhnya di atas tempat tidur, tiba tiba notifikasi paggilan bunyi, awal nya dia tak mempedulikan. ya, tapi suara nya tak mau berhenti, memekakan telinga nya malas ia kembali menarik tas nya mengambil ponsel nya, ternyata frida sepupu


"ra.. ada yang mau kenalan ama lo" suara di seberang sana dengan semangat,


"oh, boleh, siapa? jawab rara malas


"Anggi"


"kapan? yang jelas jangan sekarang, gw cape banget mo bocan dulu"


"iya besok pulang dia sekolah, enak banget jadi elo, bebas ngapa ngapain, kagak ada yang bawel, ga kaya gue emak sih baek, bokap udah kayak helder"


" udah lo juga bawel gw mo tidur ok bye"


tampa menunggu balasan rara menutup saluran telpon nya


frida adalah sepupu rara yang baru datang dari palembang sebulan lalu, ibu frida adalah kaka dari ibu rara,

__ADS_1


14 tahun lalu keluarga frida pindah ke palembang karena ayah frida pindah tugas, kini setelah pensiun keluarga frida kembali ke kota kelahiran nya, kota intan.....


sempet iri juga frida sebulan di kota intan sudah memiliki pacar, hebat bener .... sementara rara, di usia yang ke 17 belum pernah punya temen lelaki yang spesial, meski kebanyakan temen rara cowok, tapi hanya sebatas teman saja, terlebih hobi rara hiking, rara pun gabung di sebuah komunitas pecinta alam, rara yang notabene nya gadis tomboy, rambut selalu ala demimoore, tak memiliki gaun, ato rok, selain seragam sekolah tentunya, ia selalu memakai celana Pdl....jeans, mungkin hal itu pula yang menjadi kan para cowo enggan, mendekati, meski wajah nya cukup manis, berhidung mancung, karena rara memang keturunan arab, kulit nya sawo matang, awalnya kulit nya putih, namun karena sering naik gunung jadilah aga² black sweet gitu,


seketika, menerawang, ia mencerna kata² frida, enak ga ada yang bawelin?


***flashback on***


ra.... ga papa ya kamu tinggal di sini, kan ada teh sinta sama a agis juga, Gia biar ikut mama ke jakarta, bukan nya apa² gia kan sangat sulit bersosialisasi, ga kaya kamu, jadi terus terang aja mama aga khawatir kalo tinggalin gia, kalo kamu itu kan mandiri,


entah mengapa rara sering kali merasa di perlakuan beda antara rara dan gia, jika mama membeli baju, maka yang di duluan memilih adalah gia, dan rara harus rela menerima sisa pilihan gia, yang paling membuat rara merasa tersisih ketika lulus smp, dia di paksa masuk salah satu sekolah manajement, pilihan orang tua nya, dengan alasan rara sangat pintar, sehingga di yakini akan cocok di sekolah itu, padahal rara ingin sekali sekolah, di jurusan tata boga, karena meski rara tomboy, tapi dia hobi memasak, dengan berat hati rara pun menerima,


lain hal nya dengan gia dia di bebas kan memilih sekolah sesuai dengan ke inginan nya, ya,


Gia memang cenderung telat dalam menangkap pelajaran, karena gia mengalami gangguan dislekdia, meski gia rajin belajar, bahkan sewaktu sd pernah tinggal kelas, berbeda dengan rara yang selalu rangking,


Rara adalah 4 bersaudara rara anak ke 3, yang pertama a agis, yang telah menikah dengan t sinta, dan membangun rumah di samping rumah yang ke 2 teh kinan, tapi dia telah meninggal setahun setelah pernikahan nya, karena pendararahan, sementara bayi laki-laki nya Selamat, dan di bawa suami nya,

__ADS_1


Usaha yang di rintis ayah rara bangkrut, ayah rara pengusaha jaket kulit yang cukup terkenal, setidak nya 2-4 kali dalam sebulan ke luar kota untuk pengiriman jaket kulit, hampir seluruh indonesia telah di jelajah, rara sendiri tidak tau pasti apa penyebab nya,


Dan sekarang ayah rara akan pergi merantau ke jakarta mengikuti adik nya om doni yang sukses menjadi bandar sayuran di jakarta, ayah rara berencana untuk ikut jualan aksesoris dipasar,


Dan seperti biasanya, rara tidak punya pilihan....


flash back off


Raraaaa.... rara.... ya ampun ra, kamu pulang sekolah belum ganti seragam langsung tidur, kamu itu anak perempuan, ko jorok sih ra, sepatu kaos kaki, di ruang tamu berantakan"


seketika rara terbangun dari tidur nya. omelan a agis begitu keras,


rupa nya rara sampai tertidur ketika ia mengingat tentang keluarga nya,


"iya maaf a ketiduran"


"kebiasaan kamu ra, cepet ganti baju udah solat belum? o iya pasti belom ya, ya udah solat dulu, trus makan"

__ADS_1


__ADS_2