Bukan Sekedar Fiksi

Bukan Sekedar Fiksi
Episode 5 HIKING


__ADS_3

Rara sudah siap dengan carrier di punggung nya nahampir menenggelam kan sebagian tubuh nya kali. ini ia akan kembali mountaineerering setelah ijin a agis pastinya, Mountaineering adalah kegiatan mendaki gunung yang dilakukan dengan keahlian dan peralatan khusus yang memadai, Untuk melakukan mountaineering, pendaki harus memiliki fisik yang kuat dan persiapan yang matang. Sebab, selain harus naik turun gunung dengan berbagai tantangan, pendaki juga harus memiliki pengetahuan dan melakukan pelatihan terlebih dahulu untuk menganalisis rute pendakian dalam kegiatan gunung ini.


Rara menunggu jemputan rexi, teman sekaligus leader dalam tim hiking, tak lama berselang sebuah motor sport merah berhenti tepat di gerbang rara, secepat kilat rara udah berada di atas motor,


"ayo ka kaleburu ujan" kata rara


"oke, udah kroscek ga ada yang ketinggalan? tanya rexi,


rara mengeleng


"sleeping bag? neesting? logistik? treeking pole? " tanya rexi kembali,


"aman" rara mengacungkan jempol nya,


motor melaju membelah keramaian kota, menuju basecamp jg berjarak lima kilo meter dari tempat tinggal rara, di sana sebuah mobil pick up yang akan membawa para pendaki, sampai ke kaki gunung, telah terparkir di depan base camp, segera rara turun dari boncengan rexi,


Di base camp semua sudah berkumpul,


prok.... prok....prok... rexi bertepuk tangan


"ayo... ayo... semua berkumpul dulu, kita briefing sejenak" kata rexi


para anggota langsung berkumpul mangelilingi rexi,


"Selamat pagi teman teman,... kali ini kita akan kembali melakukan treking, seperti yang kemarin sudah kita bahas mengenai tugas masing masing, apakah sudah siap semua?" tanya rexi


"sudaahhh" jawab mereka kompak


"simakdi beres" tanya rexi menatap biyan yang dintugaskan , simaksi adalah surat izin untuk masuk kawasan


"beres" angguk biyan


"oke persiapan sudah fix beres ya, dengan mengucap bassmalah kita awali perjalanan kita hari ini"


semua anggota segera naik kedalam pick up, butuh waktu dua jam untuk sampai ke kaki gunung, setidak butuh waktu 2-3jam untuk mencapai puncak gunung papandayan


matahari tepat di atas kepala ketika rombongan sampai di puncak, setelah istirahat sejenak, segera mendirikan tenda tenda di sekitar shelter,


Shelter merupakan istilah yang merujuk pada tempat istirahat atau tempat yang digunakan untuk bermalam. Biasanya shelter punya tempat yang cenderung lapang dan di beberapa gunung yang dekat dengan sumber air. mereka mendirikan 4 tenda karena tenda dome berukuran kecil yang hanya muat untuk 3 orang, kebetulan tim rexi 12 orang, 7 laki laki, dan lima perempuan,


"Oke kita pembagian tenda,


tenda 1


1, biyan

__ADS_1


2, azka


3, alby


tenda 2


1,saya(rexi)


2,farhan


3,alfan


tenda 3


1,dion


2,rara


3,salsa


untuk tenda 3 ini terpaksa laki laki harus nyelip satu


tenda 4


1,nanda


3,nadira


pembagian tenda selesai silahkan istirahat sebentar sebelum nanti sore kita persiapan api unggun, karena seperti yang kita sepakati kita hanya camping satu malam saja" jelas rexi.


"wuihhh ketiban durian runtuh dion satu tenda dengan bidadari" celoteh alfan


"di sini kita satu team, semua sama, kita semua partner harus kompak, jadi tidak usah berfikir negatif" nasihat rexi,


"iyaaaa" jawab mereka kompak lalu segera bubar barisan menuju tenda masing masing, sementara langit menjadi sedikit mendung,


"ra, flysheet nya mana ko blm di pasang? kata dion flysheet adalah penutup tenda bagian atas


"iya ya?!?, tapi di mana? kan semua udah di keluarin" rara sedikit bengong,"tar kali aja nyelip di carrier ato sleeping bag" kata rara sambil mengacak ngacak isi carrier nya"ga ada," rara mengerutkan kening nya mencoba mengingat kembali di mana kira kira benda kecil itu, dan "aah gw inget dion kemaren pas lagi ceking ada semut nya, gw jemur dan ... ...luppa" rara nyengir


"cakeepp, gimana kalo ujan? so ini udah mendung" salsa yang sedari tadi cuma diem mulai nimbrung,


"kita gabung aja, jadi satu tenda 4 orang" usul rara


"mau entep pindang?" salsa manyun

__ADS_1


"jangan ngambek dong sa, gw cuma kasih opsi aja," kata rara


"opsi lo ga asik" salsa cemberut


"trus gimana?" kata rara


"kita cari solusinya, .. kalo gabung ga mungkin, so pasti sesak, ada kantong plastik gedean ga? kita tutup plastik aja" ide dion


"boleh juga" rara kembali mengaduk bawaan nya dan " tarraa" rara mengacungkan polibag warna hitam yang langsung di ambil dion dengan segera menuju luar tenda untuk menutup bagian atas tenda yang masih terbuka,


"ngapain di?" tanya farhan yang nongol dari tenda nya,


"ini rara bisa bisanya flysheet ketinggalan, mana mau ujan kayak nya" jelas dion


Angin bertiup cukup kencang, membuat awan hitam yang tadi bergelayut perlahan menjauh ... sehingga langit kembali cerah


tent lamp mulai menyala di dalam tenda, sebagian sudah berkumpul untuk mempersiapkan api unggun, untung lah langit malam ini masih berbaik hati, meski bukan bulan purnama, namun tidak terlalu temaram,


semua telah duduk mengelilingi api unggun, alby memainkan gitar, dan mereka bernyanyi bersama, tak lupa lagu kebangsaan milik iwan fals, kemesraan pun di nyanyikan, rara begitu menikmati semua nya, dan yang sebenarnya terjadi rara kembali mengingat Angga, papandayan ini, tempat pertama kali mereka bertemu, tapi bukan dalam acara hiking, melainkan kan Rihlah antara remaja mesjid di sekitar daerah, yang tergabung dalam IRMA, ikatan remaja mesjid, rihlah adalah semacam tadabur alam, atau piknik,


Rara masih ingat dengan jelas, ketika itu dia sedang duduk bersama echi teman nya di sebuah batu besar, melihat takjub pemandangan, karena baru pertama kali dia menginjakan kaki di gunung papandayan, rara dan echi asik mengobrol waktu itu,


"chi seru kayak kalo muncak ke pondok saladah" tunjuk rara ke puncak gunung,


tapi pasti nya aku ga bakalan di ijinin, mama itu terlalu khawatiran orang nya, kalo kamu gimana?" tak ada jawaban waktu itu rara kembali bertanya, "chi... " masih juga sepi rara menoleh ke samping .... dan..... OMG, seorang cowok tampan tengah tersenyum memperlihat sederetan giginya, yang aga gingsul, mata nya menatap rara, rara melihat ke sekitar, tapi tak menemukan echi sosok yang ia cari....


"echi pergi.." kata cowok itu seolah faham apa yang di pikirkan rara, sementara rara terdiam entah harus apa, merasa gugup, berada di samping cowok itu,


"angga, kamu clara kan?!" dia mengulurkan tangan nya rara menyambut tampa berkata hanya mengangguk, dalam benaknya bertanya bagaimana bisa echi meninggal kan. nya tampa ia sadari, sebegitu asyik nya dia hingga tampa sepengetahuan rara cowo itu tiba tiba telah menggantikan posisi echi,


"dari tadi aku perhatikan di bawah sana, kamu begitu asyik.... melihat pemandangan" ucap nya kembali


"ini pertama kalinya aku kesini" guman rara,


"oya?!, pantes saja .... aku sudah tiga kali" katanya


"hiking?" tanya rara


"bukan. ya..., seperti sekarang saja, sekedar refresh" jawab nya


"oh ya, bagaimana tiba tiba kamu ada di sini, dan kemana echi?" tanya rara


"sebenarnya dari tadi aku memperhatikan kamu, tapi kamu begitu asyik, dan kebetulan aku mengenal echi karena dulu echi tinggal di dekat rumahku, dan kita teman bermain, maaf diam diam aku mengisaratkan echi untuk turun" jelas angga, rara hanya mengangguk, setaunya, memang echi warga pindahan tapi kurang begitu tau dari mana asalnya.


"sekarang dia di mana?" tanya rara

__ADS_1


"lagi pada kumpul tuh," tunjuk angga ke sebuah gazebo ... "yu turun" mereka pun turun menuju gazebo ikut bergabung, angga mengambil gitar dari teman nya, dan dengan piawai nya dia memainkannya, rara kagum, semua anggota tau kalo angga tengah mendekati rara, beberapa hari kemudian echi menceritakan kepada rara katanya ada yang bilang kepada echi, bahwa angga mendekati cewek hanya ingin mempermainkan nya saja, dia flyboy, sontak saja rara menjadi takut, dan selalu menghindar setiap kali angga mencoba menghubungi nya,dan di papandayan itu rara bertemu angga untuk yang pertama kali dan juga terakhir kalinya, rara tak ingin nantinya terluka, biarlah ia pendam rasa itu, dan sampai saat ini ..... tak banyak yang rara tau tentang angga, selain ia aktif di teater dan katanya flyboy, dan menurut echi angga merupakan keponakan dari dr nando, ya rara sangat mengenal nya karena dr nando dr langganan keluarga, terutama rara yang sering bermasalah dengan mag akut nya, rara tak menyukai dr nando, dr gagah itu kadang kata kata nya membuat rara sebel, seperti waktu itu mag nya kambuh, dengan segera mama memanggil dr nando, "ayo buka biar dr perawanin" kata nya begitu sampai di kamar rara untuk memeriksa rara, rara tau itu becanda tapi rara ga suka, mungkin faktor ganteng dan flyboy di turunkan om dokternya itu, faktanya rara sendiri belum pernah membuktikan kebenaran nya, sempat rara berandai andai jika saja ia tidak percaya begitu saja, mungkin saja sekarang dia masih bersama angga, tapi akh... sudahlah semua telah menjadi masa lalu....


__ADS_2