
sebulan sudah rara membiarkan azwar, tak satu pun pesan di balas tak sekalipun panggilan di jawab, beberapa kali ke rumah tak di temui nya,begitu dalam rasa kecewa yang di alami rara, azwar yang ia harapkan yang selalu ia bangga kan dalam sekejap telah membuat nya hancur, ia teringat kata kata indri sahabat nya, "cinta yang di mulai dengan berapi api akan berakhir padam dan ****sepi****" dan kini nyata.... rara merasa dalam kegelapan yang sepi, rara memendam semua nya sendiri, bukan karena rara kuat, tapi dia bingung harus bagaimana memulai cerita nya, karena mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada rara,
"ra.... azwar telah mengakui semua kesalahan nya pada a agis, maafkan lah dia" ujar kaka rara sore itu, rara ragu, apakah azwar benar benar mengatakan semua nya? termasuk kejadian di rumah nya itu, tapi rasanya tidak mungkin azwar sejujur itu, sementara azwar hanya tertunduk diam seribu bahasa, dia sudah kehabisan kata kata untuk meminta maaf kepada rara, akhir nya dia minta bantuan kaka rara itu,
"ya" hanya kata itu yang keluar dari mulut rara
"kalau begitu selesai kan masalah kalian, o ya azwar hari minggu nanti vitran ultah, aa bisa minta tolong kamu untuk jadi MC?" kata kaka rara
"insyaallah, jam berapa acara nya?" tanya azwar
"jam sepuluh pagi"
"saya usahakan, biar saya atur schedule broadcast"
"Kalau begitu aa tinggal dulu" kaka rara pamit dan berlalu menuju rumah nya
__ADS_1
"neng... bener ya neng maafin aa?" azwar menggenggam kedua tangan rara, namun rara kembali mematung"please neng jangan menyiksa aa dengan keadaan ini, aa sakit...... " kata azwar
"aku? " rara menunjuk dirinya sendiri "menyiksa mu?" kini telunjuk rara mendarat tepat di dada azwar"ga kebalik tuh, pintar sekali memutar fakta" emosi rara mulai naik tak ada lagi rara yang respect terhadap azwar
"aa ngaku aa salah, aa nyesel" azwar kembali meraih tangan rara, namun rara menghempaskan nya,
"sama aku juga melakukan kesalahan fatal telah menitip kan rasa pada kamu yang bajingan, dan kesalahan terbesar ku telah membiarkan kamu merenggut sesuatu yang paling berharga, tapi sekarang bagiku menyesalpun tiada guna, aku hanya ingin kamu pergi, karena aku yakin sekarang atau nanti kamu akan meninggal kan ku untuk perempuan perempuan lain" kata kata rara semakin tegas, ga lagi memanggil azwar dengan sebutan aa,
"neng kita mulai lagi dari awal...."
"jangan samakan perasaan dengan benda mati..... aa memiliki perasaan, terutama perasaan bersalah"
"benda mati jika terjatuh hancur, bagai mana dengan ku Hemmh? yang telah kau angkat setinggi langit membuat aku merasa bangga di cintai, di sanjung sanjung, dan di belakang di duakan, bodoh nya perempuan yang bernama clara ini" rara menatap tajam azwar di depan nya sementara azwar hanya tertunduk
"neng .... aa bertanggung jawab untuk masa depan kamu"
__ADS_1
"masa depan yang mana? jangan sajauh itu, sekarang saja kamu sudah lupa diri baru hidup di dunia entertiment sebentar, ya aku mengerti akan banyak perempuan yang terpesona dengan tutur sapa muslihatmu sama seperti aku yang telah tertipu lembut nya sikap mu, kamu pergi nikmati gemerlap nya dunia mu"
"tidak jangan katakan itu.... aa harus bertanggung jawab telah merusak neng..." suara azwar gemetar
"harusnya itu kamu ingat sebelum melakukan kesalahan, terlambat, jangan selalu bicara tentang tanggung jawab, kalau tak mengerti makna nya, aku tak butuh pertanggung jawaban dari pembual, tak usah mencoba peduli, dengar baik baik aku CLARA DITA tak akan lagi menggantung kan harapan ku pada seorang yang bernama AZWAR" kian membuncah emosi rara
"harus bagai mana lagi aa minta maaf..... ampun neng..... aa nyesel..."
"pergi....pergi dari hidup ku, ....!"
"jangan lakukan itu pada aa neng ....ya aa pergi" azwar bangkit "tapi aa akan bicara sejujurnya pada kakamu, tentang apa yang telah terjadi antara kita" seketika rara diam, kalau sampai kakanya tau pasti akan bercerita pada mama nya, bukan rara takut tapi rara tak mau mengecewakan orang yang telah membuat nya ada di dunia
"baik aku beri kamu kesempatan ke dua" rara tak punya pilihan
"aa janji.."
__ADS_1
"stop jangan mengumbar janji cukup buktikan..!" tegas rara memotong pembicaraan azwar, "dan mulai sekarang jangan lagi batasi setiap gerak ku, aku akan kembali keduniaku, bersama teman teman ku jangan larang aku hiking, dan aku tak peduli apapun yang kamu lakukan di luar sana" rara bertahan dengan keras kepala nya, azwar hanya mengangguk pasrah