Bukan Sekedar Fiksi

Bukan Sekedar Fiksi
Episode 4 ENTAHLAH


__ADS_3

Rara menatap tugas sekolah nya yang belum selesai, entah kenapa kali ini ia sangat sulit untuk berkonsentrasi, bukan karena frida yang terus membujuk agar mau jadi pacar anggi, tapi karena semalam mama nya berkata lewat tlp, bahwa selepas lulus smu mamanya berniat memasukan rara ke sebuah perguruan tinggi, dan manganbil pendidikan, mamanya tetap yakin dengan kecerdasan rara, masih terngiang cerita mama semalam .... dulu abah (ayah nya mama) sering kali berkata, bahwa abah tidak punya harta untuk di wariskan, tapi abah akan berusaha sekuat tenaga, agar anak anak nya bisa sekolah tinggi, terbukti, keluarga mama semua nya sukses, ada yang jadi guru, kepala pegadaian, hrd di perusahaan otomotif ternama, dan hanya mama yang tidak bisa melanjutkan, karena dijodohkan dengan ayah, waktu itu mama baru berusia 15 thn sedang ayah 29thn dan sudah jadi pengusaha jaket kulit, yang otomatis abah menganggap mama sudah punya masa depan, jadi kali ini mama mau rara meneruskan cita cita mama menjadi seorang guru mengabdi pada negeri


Sebenarnya rara telah mengutarakan ke inginannya, untuk kuliah ngambil jurusan jurnalistik, dan dengan tegas mama menolak, mama ga mau rara pergi jauh jauh, mengejar berita, meliput yang demo tawuran, dll terlalu banyak bahaya, hal itu membuat rara sedih


Kali ini rara yakin dengan keputusan nya, jika tidak di ijinkan ngambil jurusan jurnalistik, maka lebih baik tidak kuliah sama sekali, rasanya cukup sudah rara selama ini selalu menuruti keinginan mamanya, meski rara sadar sepenuh nya, ini untuk kebaikan nya,


Memikirkan nya otak rara kian butek, mana tugas dari guru killer lagi, akhirnya memutuskan untuk menelpon minta bantuan indri, tapi ternyata indri lagi di rumah ayah nya,


"ra, biasanya juga kamu ngerjain bareng haykal" ujar indri


"o iya ya thanks ya, ...


rara segera menelpon haykal


"hallo kal, kamu sibuk ga? bisa minta tolong bantuin aku selesain makalah? ucap rara begitu tersambung,


"apa sich yang engga, tapi gpp kn nanti sore aku kesananya" jawab haykal,


" gpp, thanks a lot" jawab rara senang


Haikal teman dekat rara selain indri, ya di sekolah rara cuma dekat dengan indri dan haikal, teman rara kebanyakan di komunitas pecinta alam, Terkadang teman teman rara mengira bahwa dia dan haikal pacaran, padahal haikal sendiri telah memiliki kekasih yaitu nadira, tapi beda sekolah, haykal memang tampan, cuma satu yang mengganggu pemandangan, kaca mata minus lima nya....padahal kalo tampa kaca mata, haykal mirip oppa korea


Rara berjalan menuju dapur, melihat apa yang bisa ia buat, ternyata ada coklat block sisa kemaren membuat pisang keju, sementara bahan lainnya tersedia seperti telur gula terigu dan minyak, karena itu termasuk bahan pokok sehari hari, rara memutuskan untuk membuat brownies kukus ia masih mempunyai waktu sebelum nanti sore, dan berniat sekedar membuat cemilan untuk menyambut haykal, ya rara memang cukup piawai dalam urusan dapur, entah karena hoby, atau pun karena sudah terbiasa mandiri, di tambah lagi dengan faktor bakat turunan, mama rara andalah koki andalan dalam keluarga, setiap ada acara hajatan atau syukuran, pastilah mama rara juru masak nya, bahkan sekarang pun mama rara membuka rumah makan kecil kecilan, di sebuah kawasan perkantoran yang ia kontrak, pada awalnya, ia hanya melakukan sendiri, yang Terkadang di bantu gia, atau ayah rara jika sedang tidak sibuk, dan perlahan kini mulai berkembang, sehingga ia pun sekarang di bantu 3 orang karyawan, dari situlah per ekonomian mulai bangkit


"dorrr"... rara di kagetkan oleh frida Yang tiba tiba muncul "wuihh enak nich...tau aja kalo sepupu paling pengertian ini mau dateng. " ucap frida, melihat rara yang baru mengangkat steaming brownies nya, menaruhnya di atas mini bar


"ishhh paan sih, kalo tau lo mau dateng mending tadi gw tidur aja, lagian ini spesial buat menyambut some one," ujar rara sambil duduk di sebuah kursi depan mini bar


"wuihhh kemajuan nich, ... tapi gimana dengan anggi? dia itu berharap bisa deket sama lo, dia itu baek loh, ga neko neko, dan dia udah lama putus sama cewek nya, makanya aku berani kenalin sama kamu" kata frida,


"promosi cerita nya...., tau ah frid rasanya belum sreg aja ... lagi pula haykal bukan pacar gw, dia udah punya cewek cantik pula, tapi haykal itu selalu ada buat gw, di saat gw sedih, terlebih di saat gw banyak tugas kaya sekarang" rara tersenyum sambil duduk di depan frida


"itu namanya azas manfaat, bukan spesial" ucap frida yang tiba tiba aja sudah siap dengan pisau di tangan hendak memotong brownies


"ehh dah gw bilang bukan buat lo," rara menarik piring berisi brownies nya,


"bagi dikit napa... pelit amat" protes frida cemberut


"becanda kali" rara kembali menyodorkan piring berisi brownies nya, "jangan banyak banyak" tambahnya

__ADS_1


"iya, lagi pula gw lagi diet biar rio ga berpaling, karena yang gw denger rio banyak pengagumnya, " ucap frida


"pengagumnya atau cewek nya?! selidik rara


"ih lo curigaan banget" frida cemberut


"bukannya gitu mesti hati hati" ucap rara


"kayak yang lo pengalaman, so nasehatin, ato sebenernya lo ini pernah di kecewain cowok makanya lo jadi trauma dan betah nge jomlo, .." frida menatap tajam


"ga, belum pernah, dulu sih pernah, waktu smp ketemu seseorang, dia bilang suka, dan sejujurnya gw juga suka, wajah nya baby face, gigi gingsul nya, lucu.... jago basket, pinter main gitar..... ideal banget pokonya," rara menerawang teringat kembali sosok angga dengan segala pesona nya


"trus lo jadian?" frida penasaran


" nggak" tukas rara cepat


"lho ko? kan kalian saling suka? frida penasaran


"kita baru jalan bareng belum berkomitmen buat pacaran, tapi gw denger berita miring kalo dia flyboy, akhirnya gw menjauh, gw takut sakit hati nantinya, meski rasanya berat, dia terus berusaha mendekati, meski gw terus menghindar, .... "


"sayang banget..." ucap frida


"iya" tampa sadar rara menjawab "memang, dulu, ada sedikit penyesalan, bahkan sampai sekarang.... kenapa gw..... " rara menggantung kalimat nya


"gw ga cari tau kebenaran nya, tapi ya sudahlah itu masa lalu, cuma cinta monyet" ucap rara


"diih ganteng di bilang cinta monyet, cinta pertama tuhh "jelas frida


"gw ga tau definisi cinta pertama seperti apa, .."jawab rara


"truss sampe sekarang ga da lagi gitu yang deketin lo? tanya frida


"pernah... tapi ga sreg..." jawab rara


"bukan ga sreg tapi sebenernya lo masih inget dia, sekarang apa kabar nya dia? tanya frida


"aku ga tau, kabar terakhir yang ku dengar dia kuliah di yogya,..."


"sudah dewasa siapa namanya? tanya frida

__ADS_1


" Angga, waktu itu dia smu kls dua, dan gw smp kls 3" jawab rara


"cocok...!" ujar frida cepat


"apanya?" rara melongo


"angga itu masa lalu, cinta monyet dan saat ini anggi, cinta sesungguhnya dan masa depan lo,.... kenapa lo malah senyum? Frida melihat ekspresi rara yang hanya menanggapi dengan senyum


"jadi gimana?" kejar frida


"Entahlah.... anggi jauh dari type gw" di mata rara kesan pertama ga ada yang spesial pada pria tinggi itu, bahkan terkesan seperti kanebo kering kaku


"coba aja dulu..." kata frida


"pacar ko coba coba.... " kata rara sambil tertawa nenirukan sebuah iklan di tv


"jalanin aja dulu orang jawa bilang tresno jalaran soko kulino" kata frida


"paan tuh? tanya rara


"rasa suka muncul karena kebersamaan, lagian lo juga sama angga dulu gitu kan? meski ga happy ending" kata frida


"beda.." kata rara


"sebelah mana bedanya?" tanya frida,


"pandangan pertama" jawab rara cepat


"pandangan pertama awal aku berjumpa,... torerot torerot.... " ledek frida menyanyikan lagu sang sang legendaris sambil goyang muter muter


rara tertawa melihat tingkah frida,


"ayo dong setidak nya gw ada temen kalo jalan sama rio," kata frida setengah memaksa


"double date? ah jangan jangan malah menganggu" kata rara


"seru yang ada.... come on....kamu harus move on" bujuk frida


"ih segitu menyedihkan kan nya gw di mata lo?, gw baik baik aja, cuma aja saat ini gw sudah nyaman dengan keadaan ini, kan kalo punya pacar bisa bisa ga bebas, belum tentu dia mendukung gw yang hoby hiking" jelas rara padahal jauh di lubuk hati nya dia sama sekali tak tertarik dengan angga, "tapi akan gw coba, dengan sarat, tidak membatasi pargaulanku karena hanya sebatas jalan bareng" pinta rara

__ADS_1


"sip gw jamin 100% anggi bukan type pengekang" yakin frida


rara menghela nafas panjang, gigih sekali usaha sepupunya itu,


__ADS_2