Bukan Sekedar Fiksi

Bukan Sekedar Fiksi
Episode 3 CAY MY BESTIE


__ADS_3

Rara sampai di halaman rumah indri, di sambut emak, nene nya indri, rumah rara dan emak masih satu komplek, indri sering menginap di rumah emak, terkadang rara pun sesekali ikut nginep, karena emak tinggal seorang diri, enak tidak mau di bawa oleh orang tua indri, yang berjarak sekitar 3km saja, ayah indri seorang kepsek di sekolah dasar, indri adalah anak bungsu, dan cuma memiliki satu kaka laki laki, karena indri dua bersaudara, rumah emak bangunan tempo dulu namun sangat masih kokoh terawat, mungkin karena bahan yang di gunakan kualitas super, mengingat ema adalah keturunan raden,


Eh, neng rara, .... sapa emak indri


iya mak indri nya ada?


"ada" ayo masuk, emak mengapit tangan rara membawa ke dalam rumah,


"nung ada neng rara nih, ....


Enung adalah panggilan kesayangan indri di rumah, mungkin juga karena keturunan ningrat


"sini ra, masuk aja aku di kamar, teriak indri...


"cay, ngapain, serius amat" tanya rara seraya menghenpaskan tubuhnya di samping indri yang tengah telungkup di atas sofa bad, sambil main handphone,


"biasa chattingan ama reno" jawab nya


"cay apa enaknya punya pacar?" seloroh rara tiba tiba


"ya makanya kamu cari cowok, biar tau rasanya, relatif sich tergantung orang yang menjalani nya, jawab indri


"kamu kira cari pacar segampang cari seblak yang lagi ngetrend, di mana aja ada, mau yang seperti apa bisa, kamu sendiri tau ga ada yang mau sama aku"


"kayaknya kamu mesti sedikit rubah penampilan mu deh, kamu jangan terlalu tomboy, dan kamu juga jangan kelewat jutek, " ucap indri


"cay... mana bisa aku berpenampilan kaya kamu,


ya indri memang sangat feminim dia juga supel, sehingga mudah bergaul dengan siapa saja, terlebih dia berasal dari keturunan darah biru, indri memang tidak terlalu tinggi tapi wajah nya cukup cantik, indri juga memiliki seorang pacar yaitu Arif, mereka sama sama aktif di organisasi osis, arif emang ketos, dan indri sebagai sekretaris, cucok banget, indri bukan hanya saja pandai dia juga Terkadang suka menulis artikel, puisi bahkan cerpen, yang di pajang dalam mading, tulisan tangan juga cakep bener makanya rara semangat ngerjain tugas bareng indri,

__ADS_1


"eh cay, tau ga tadi siang frida sepupu ku itu datang sama pacarnya, dan .... " sejenak rara terdiam


"dan sama siapa?" penasaran indri


"Anggi" jawab rara cepat


"siapa dia, jangan jangan pacarnya frida mau minta putus, karena udah punya pacar baru"


"sotoyy ah..."


"truss siapa dia?"


"temen nya, anggi itu cowok cay...


"whats? kupikir cewek" indri terlonjak kaget


"kayaknya aku mulai faham nih, ... frida pasti mau comblangin kamu" lanjut indri setelah reda dari rasa kaget nya


"ko kamu kayak ga semangat gitu? apa dia bad?" tanya indri


"tidak terlalu, postur tubuh nya tinggi, wajah nya mirip pemeran azam dalam film ketika cinta bertasbih, tahi lalat nya pun sama"


"menarik ..." tukas indri


"ya, bahkan kaku nya juga seperti peran azam... penampilan nya juga" tambah rara


"gapapa seru kali, kamu yang tomboy, dapet pasangan yang cool, di jamin ga bakalan banyak berantem, kalo merid ntar anak nya bakal gimana yach, yang pasti ga mirip aku donk?!" canda indri


"semangat sekalia cay... "

__ADS_1


"ya kali aja kamu ga jomblo lagi so orang udah pada punya cowok dari smp, kamu udah mo lulus masak masih single aja, nanti kita bisa seru double date"


"ntahlah.... " indri menerawang langit² kamar, dia membayangkan mempunyai pacar seperti reno, leader dalam tim hiking nya, dia macho abis, membayangkan seru punya pasangan satu tim, dalam hobi yang sama, bahkan rara memiliki ke inginan untuk prewed


di ketinggian gunung cikuray, dan juga honeymoon di sana, tapi perasaan rara terhadap reno hanya sebatas kagum, rara yakin itu, apalagi reno sudah memiliki dita yang sempurna


"ra... ko bengong?" tanya indri membuyarkan lamunan nya


"ga, aku cuma merasa antara aku dan dia beda 180derajat, dia kalem, aku nya riweuh, dan dia boyband, suka nonton konser, ikutan festifal aku suka nya hiking ....


apa mungkin ngaruh ya faktor nama? harus nya nama nya angga jadi lebih jentle, kalo anggi kan identik nama cewe, makanya dia aga² kurang macho, eh cay tau ga? tadi itu sumpah aku malu banget"


"kenapa? " tanya indri


"ya pas dia datang aku blom sempet kenalan, malah nanya kenapa anggi nya ga dateng kan dia mau kenalan, aku pikir frida mau ngenalin sama teman cewek nya, biar aku punya temen selain kamu, ternyata anggi itu cowok, lagi itu cowok cuma diem aja, yang rame ngobrol ya frida sama si rio, aku berasa jadi kambing congek" jelas rara


"Iya aku pikir juga begitu anggi tu cewe, eh sempet kesal pula, jangan jangan kamu mau selingkuh dari aku ya?!?


"ih paan sih cay,biasa aja kali, kamu juga di sekolah banyak temen nya, ga kayak aku, aku cuma bisa deket sama kamu aja aku juga ga tau, kenapa aku ga bisa deket sama yang lain, "


"karena kita bestie, meski aku punya banyak temen, tapi beda sama kamu, aku bisa berbagi apapun dengan mu kasih sayang emak aja aku bagi, kecuali arif" ucap indri sambil memeluk rara


ya, emak memang sangat menyayangi indri, dan emak juga menyayangi rara pula, sering kali rara di buat kan makanan kesukaan nya oleh emak, dan emak juga sanga menyenangkan, meski nene nene, tapi emak juga puitis, pila pikir nya modern, ya karena emak dulu sekolah tinggi, pada jalannya jangan kn sekolah tinggi, sekolah rakyat (SR setara dengan SD) saja sangat jarang,


pernah suatu hari indri curhat sama emak tentang arif,


"dulu pernah ma juga begitu sama aki, ema kasih puisi aja, ... tapi emak lupa seperti apa, yang jelas di akhir puisi emak tulis, " hatiku jatuh di ujung ujung jemari hatimu"


sontak saja aku dan indri tertawa sambil meluk emak, " ih emak romantis juga puitis, ku pikir emak hanya pandai menyulam" kata rara, ya di rumah emak banyak sekali sulaman² karya emak,

__ADS_1


"ra, jadi doyan banget ngelamun, jangan jangan mulai suka sama anggi" indri membuyarkan lamunan nya,


"makasih ya cay.... selama ini kamu selalu ada, teman berbagi .... kamu memang bestieku" rara memeluk indri


__ADS_2