
Berulang kali rara menekan tombol delete pada keyboard nya, tugas buat besok masih belum beres rara tak dapat berkonsentrasi, saat seperti ini rara merindukan haykal yang selalu jadi solusi tugas nya, akhirnya ia putuskan pergi ke perpustakaan mencari buku sebagai referensi
suasana perpustakaan agak sepi maklum jaman sekarang lebi banyak googleling, sebenernya bukan malas cari di si mbah google, cuma saja sekalian keluar cari angin, rara menyusuri rapih nya deretan buku setelah dapat beberapa buku dia duduk di simpan nya buku di meja lalu membuka laptop nya dan mulai mengerjakan tugas nya hampir satu jam berlalu tugas rara setengah rampung dan tiga puluh menit kemudian akhir nya benar benar selesai rara membereskan buku buku dan menutup laptopnya
"sudah selesai?" sebuah suara dari belakang rara, suara yang sangat rara kenal, rara menoleh ya anggi tengah duduk tepat di belakang rara
"sejak kapan kamu di sini?"
"satu jam yang lalu" jawab nya,
"ko aku ga tau?" rara heran
"ku perhatikan kamu serius dengan laptop mu, jadi kamu tak menyadari kedatangan ku"
"maaf" rara kikuk ketemu setelah sekian lama tak bertemu
"mau terus ke mana?" tanya anggi
"pulang" jawab rara singkat
"aku anterin ya?"
"biar aku naik angkot saja" tolak rara
"ga apa apa, sekalian aku ke rumah mu boleh kan?" rara hanya mengangguk,
__ADS_1
"ayo " anggi memberi isyarat untuk rara duluan jalan sepanjang perjalanan kedua tak ada yang bersuara, mereka tenggelam dalam pemikiran masing masing,akhir nya mereka sampai rara menggeser pintu pagar memberi jalan agar anggi dapat memarkir kan motor nya di halaman, rara membuka kunci pintu rumah,
"masuk ngi"
"di sini aja" kata anggi sambil duduk di kursi rotan di teras
"mau minum apa?"
"terserah..."
"sebentar...." ujar rara sambil masuk, tak lama kemudian ia datang dengan segelas teh manis dingin
"di minum..."
"terima kasih....ra...."
"aku ingin kita kembali seperti dulu...." kata kata anggi membuat rara tersentak, rara pikir anggi membencinya, setelah apa yang ia lakukan terhadap nya,
"apa yang terjadi setahun yang lalu hingga kamu sakit"
"aku sakit ra"
"iya tapi kenapa?"
"karena mu"
__ADS_1
"aku?" rara menunjuk dirinya sendiri
"cuma flu biasa, .... malam berikut nya aku pergi lagi ingin menemui kamu, tapi begitu sudah deket rumah mu, aku lihat kamu sedang bersama dengan seseorang... aku ga tau siapa dia, namun aku lihat kamu begitu asyik, dan entah kenapa itu pertama kalinya aku merasakan cemburu yang teramat sangat, akhirnya malam itu aku pergi tak punya arah, mengelilingi kota ini, ....."
"kamu waktu itu minum?!" potong anggi
"nga... otak ku tak dapat berfikir apa apa selain terus melajukan motorku meski tanpa arah.... malam itu hujan deras.... aku merasa hujan tengah menyembunyikan tangisan ku, dan petir menyamarkan teriakan ku yang memanggil mu.... dan ..... begitu aku sadar aku sudah berada di rumah sakit.... "
"tapi kenapa?" tanya rara
"jalanan licin aku hilang ke seimbangan ...."
rara menatap tajam laki laki yang dulu dia sia sia kan, laki laki yang dia anggap tak pernah mencintai nya, namun ternyata di luar dugaan justru anggi begitu sakit waktu rara putuskan, berbalik dengan azwar yang dia anggap cinta nya hanya untuk rara dengan begitu mudah nya berpaling.... ingin rasa nya rara memeluk anggi, meminta maaf atas sakit yang ia toreh kan, namun ia tak berani, rara merasa dia pun telah merasakan karma nya, kini azwar menyakiti nya dengan begitu kejam
"ra.... kenapa? tanya anggi melihat rara hanya terdiam
"maafkan aku...." air mata rara menetes
"tak ada yang perlu di maafkan...."
rara tertunduk ia menyesal telah menyia nyiakan lelaki sebaik anggi
"ra.... sudah sore aku pulang dulu ya..." rara hanya mengangguk,
"boleh kalau aku datang lagi?" lagi lagi rara hanya mengangguk, anggi tersenyum lalu bangkit dan berjalan ke halaman di ikuti tatapan rara yang hanya berdiri mematung..
__ADS_1
menngantar kan kepergian anggi