Bukan Sekedar Fiksi

Bukan Sekedar Fiksi
Episode 24 Hari hari Rara


__ADS_3

rara mengemasi semua barang pemberian azwar,


"mau kemanain?" tanya frida


"belum tau, mau di buang atau di kembali kan bingung aku juga, yang pasti di beresin aja dulu"


rara membuka sebuah aplikasi musik di ponsel nya, ia memilih play list lagu lagu potret lagi lagi sebuah lagu membuat rara baper


Ku terdiam dalam malu


Mengingatku dahulu


Kala itu, kau dan aku


Masih saling bersama


Tak setitik kau bersalah


Sepanjang bersamaku


Bahkan aku s'lalu resah


Ku s'galanya untukmu


Namun aku yang belia


Tak puas dengan satu kekasih


Aku ingin dan merindu yang lebih

__ADS_1


Kulacurkan diri ini untuk cinta yang tiada berarti


S'gala pujian dan buaian membutakan aku


Ku t'lah sadar, aku salah


Nasi sudah jadi bubur


"jadi sedih gue"


"kenapa? "


"lagu ini mengingat kan aku sama anggi, aku ninggalin dia mengejar cinta yang semu"


"semua ada masa nya, sekarang kamu sadar yang romantis belum tentu tulus begitu pun anggi dia tidak bisa membuat mu bahagia tapi dia tidak pernah mengecewakan mu, dia sekarang masuk universitas hukum, dan kata rio masih jomlo"


"balikan aja lagi"


"malu gue"


"eh boneka lumba lumba ini mau di kemanain?" frida meraih boneka itu di atas lemari


"mo gue tuker boneka buaya, gue balikin lagi"


¹¹Dih sekarang baru sadar dia buaya"


selesai rara mengemas semua barang dalam kardus besar dengan menambah kan tulisan, Terimakasih untuk satu tahun pacar terbaik sekaligus terbrengsek


"segitu nya sekarang lo trus lo mau ke sana?"

__ADS_1


"kirim via aplikasi online, males gw ke sana"


sejak hari itu rara belajar untuk berusaha untuk melupakan sosok azwar dengan segala pesona nya, yang justru meninggal kan luka yang mendalam


setahun sudah peristiwa menyakitkan kan itu bagi rara, dia menutup hatinya untuk cinta lain, dia sadar kini tak ada lagi sesuatu yang ia bangga kan, rara semakin sibuk kini dia sudah mulai masuk kuliah, meski tidak sesuai seperti yang dia inginkan, untuk menebus rasa bersalah terhadap keluarga nya dia menuruti kemauan mama nya masuk fakultas keguruan, beberapa kali frida berusaha menyatukan kembali anggi dan rara, tapi rara merasa belum siap,


di sela sela waktu senggang kuliah, dia kembali aktif di klub pecinta alam seperti sore itu sepulang kuliah mampir ke base camp yang dan secara kebetulan dia ketemu nanda


"hay kemana aja ..." sapa rara


"sekarang jadwal broadcast makin padet"


"ra ... kamu masih kontekan sama azwar?"


"sudah lama engga tuh"


"dia di tinggal elsa"


"di putusin"


"bukan, meninggal... dia itu mengidap leukemia"


"Oh.." mungkin itu salah satu alasan azwar tak bisa meninggalkan dia batin rara,


"sekarang azwar sudah pindah di kontrak salah satu stasiun radio di bandung" lanjut nanda, rara hanya mengangkat bahu nya, dia sudah malas membahas segala sesuatu tentang azwar sebenarnya, sosok yang ingin ia kubur dalam dalam sedalam luka yang azwar torehkan


kini rara kembali lagi ke rara yang dulu rara sebelum mengenal azwar, kini dia juga kembali dekat dengan ka resky teman kaka ipar nya itu, lumayan rara bisa belajar banyak dari dia, hanya dengan haykal rara tidak bisa bertemu, karena dia sudah kembali ke kota asal nya surabaya rara hanya bisa melepas kangen dengan chatting atau video call


beberapa kali frida membujuk nya untuk menerima anggi kembali rara tetap belum siap, ia sadar ia sudah tak lagi pantas buat anggi, rara sendiri bingung masa depan nya akan seperti apa, dia tak ingin mengemis tanggung jawab dari seorang bajingan, namun rara hilang rasa percaya diri untuk merajut kembali sebuah hubungan

__ADS_1


__ADS_2