
Anggi tau, sekarang rara bukan hanya dekat dengan haykal, teman teman pecinta alam nya, tapi juga dengan resky mahasiswa fakultas hukum ... tapi seperti biasanya dia bersikap biasa saja. sampai rara berfikir cinta macam apakah yang di miliki anggi, dan semakin memperkuat keraguan nya akan keyakinanan nya bahwa anggi tak sungguh sungguh mencintainya, tapi tetap saja rara tidak bisa meninggal kan anggi, karena anggi sendiri tidak pernah menbatasi pergaulan rara, tidak pernah ikut Campur pribadi rara .... justru indri dan haykal yang sering kali menegur rara,
"ra, aku pikir kamu agak sedikit keterlaluan, selama ini kamu seperti tak menganggap keberadaan anggi" ucap indri
"maksud nya?" tanya rara
"ya kamu dengan bebas nya jalan bareng bintang, ka resky, belom lagi teman komunitas mu yang lebih kamu prioritas kan" jelas indri
"cuma dikit kan?" tanya rara cuek,
"ga gitu maksud ku, hargai sedikit lah, masa anggi lagi apel kamu bolehin para fans mu ke rumah" kata indri
"Idih berasa seleb aku, tau aku juga bingung cay... waktu masih jomblo, ga ada lalat pun ga mau hinggap, sekarang giliran punya pacar pada muncul... anggi itu penglaris kayaknya, bukti nya setelah anggi ada yang lain pada dateng,.. " kata rara sambil tertawa,
"ga lucu tau di bilangin malah gitu" indri cemberut...
"intinya aku merasa belum ketemu aja sama yang benar-benar cocok" jelas rara serius
"bintang, ka resky apa kabarnya? apa cuma di jadiin ganjel aja? tanya indri
"kurang lebih seperti itu,bintang terlalu agresif, ngeri..., sementara kalo ka resky Terkadang susah mengerti arah pembicaraan nya, begitulah kalo orang IQ nya rata rata dengan orang genius, jadi suka Oon, sementara ini anggi masih unggul" kata rara, sementara indri hanya geleng geleng kepala menanggapi omongan sahabat nya itu,
"sama aku aja ra, kan kita cocok" kata haykal sambil tersenyum...
"hah... maruk, viola mau di kemanain?" ucap rara
"lah kamu lebih serakah di embat semuanya, lagi pula aku cuma bercanda serius amat... " haykal tertawa puas mengerjai rara, sementara rara melemparkan bantal sofa ke arah haykal
__ADS_1
***
Rara baru saja hendak membereskan meja tamu yang berantakan oleh sisa makanan juga gelas kotor bekas tadi sore bersama indri dan haykal, suara ketukan pintu menghentikan aktifitas nya, sudah dapat di tebak siapa yang datang, ya anggi memang selalu tepat waktu setiap malam minggu nya, anggi hanya akan mengunjungi rara sepekan sekali, tak kurang, tak lebih itu menguntungkan bagi rara setidak nya dia bisa mengatur waktu dengan ka resky.... meski status nya te te eman,
"masuk..." ujar rara begitu pintu di buka, anggi masuk mata nya menoleh ke atas meja yang berantakan,
"maaf, aku bereskan dulu" dengan segera ia membawa semua nya kebelakang, dan muncul dengan secangkir teh serta beberapa potong cake lalu menaruh nya di meja... dan segera duduk di depan anggi.... rara melihat anggi menatap nya tajam, hati nya kebat kebit, ada apa dengan anggi, batin rara, tiba tiba saja anggi berdiri lalu berjalan dan duduk di samping rara, memegang bahu rara, jantung rara berdegup kencang, belum lagi mereda rasa deg degan rara, tiba tiba
"hemmmtp" anggi mencium rara, dengan sangat dalam dan sedikit kasar, rara berusaha melepas kan nya, namun anggi kian kuat menekan kepala rara yang hampir kehabisan nafas, tapi rara merasakan sensasi yang baru kali ini ia rasakan, rasa yang sulit di ungkap kan, rara tertegun kaku entah harus berbuat apa, perasaan nya campur aduk, debaran jantungnya kian kencang, hati nya bertanya tanya kenapa dengan si kanebo kering ini, ... akhir nya anggi melepaskan pagutan nya setelah melihat rara benar benar kesulitan bernafas
"jangan menguji kesabaran ku" kata nya seraya duduk di samping rara
"a.. a.. aku tak mengerti maksud mu" rara masih tak dapat menyembunyikan ke gugupan nya... di luar dugaan nya anggi melakukan hal itu, ciuman pertama nya di renggut anggi begitu saja, satu hal yang rara pertahankan, ia berfikir setidak nya itu akan ia berikan pada suaminya, atau minimal calon suami, sementara rara tak yakin anggijang akan menjadi suaminya kelak,... ya rara memang aga sedikit liar, tapi meski begitu ia cukup tau batasan,tak pernah terjermus pergaulan bebas, apa lagi mengenal obat obat terlarang.... dan kini dalam sekejap saja anggi meruntuhkan pertahananya, entah harus berbuat apa, harus marahkah? atau justru bahagia karena ia merasakan sesuatu ke indahan....
"aku hanya ingin di anggap aku ini ada" kata nya, rara semakin tak mengerti kemana arah ucapan anggi, "kamu selalu asyik dengan teman mu, sementara dengan ku..." anggi tak meneruskan kata kata nya....
"ra...." anggi bingung
"pulang....." rara mengulang kata kata nya
"maafkan aku ra...." anggi berdiri dan meninggal kan rara yang masih tertegun dengan segala perasaan nya....
Rara berjalan menuju kamar nya.... di tatap nya cermin yang menampilkan pantulan wajahnya, perlahan ia meraba bibir nya yang terasa begitu tebal, dan memerah, fikiran nya menerawang apa maksud nya anggi melakukan semua ini, rara benar benar tak mengerti semalaman rara tak dapat tidur sekejap pun dia tak dapat melupakan kejadian semalam, baru pertama kali nya ia merasakan sensasi begitu hebat nya, tapi di sisi lain ia teramat kecewa seorang anggi yang kaku dan dingin ternyata bisa berbuat seperti itu.... rara berfikir apakah harus terus bersama pria itu hingga kelak dia berumah tangga, tapi rara selalu saja merasa anggi bukan yang ia ingini, tak ada hal yang rara suka dari anggi, kini dia merasa terjebak dalam situasi yang membingungkan.
***
Di sekolah rara bercerita tentang kejadian semalam kepada indri, karena mereka berdua selalu terbuka dalam hal apapun.
__ADS_1
"baguslah..." tanggapan indri di luar dugaan rara
"apa nya yang bagus?" rara mengerutkan kening nya
"setidak nya kita tau anggi normal, bukan sesuka jenis alias gay, kemungkinan besar lainnya dia ga inpoten" jelas indri seraya tersenyum....
"aku tak rela firstkiss ku di renggut begitu saja, itu hanya milik suami ku kelak" kata rara
"siapa tau anggi memang jodoh kamu" kata indri,
"sesuatu yang tak pernah ku bayangkan" mata rara menerawang jauh se akan ingin menembus mesin waktu masa depan...
"tapi kamu menikmati nya kan?" ledek indri rara tertegun dengan kata kata indri, apa iya?!? dia memang marah, kecewa ... tapi tak di pungkiri ciuman itu membuat nya semalaman tak bisa tidur, serasa bibir anggi tetap melekat di bibir nya....
"jangan tanyakan itu, kamu sendiri kan pernah merasakan nya" rara kick balik indri
"ya justru itu aku kecewa... aku ga tau raja se brengsek itu... tapi kalo anggi kaya nya ga bakalan gitu, justru yang ku lihat kamu nya yang buaya betina nya..." kata indri
"dihhhh .... ko malah belain anggi" protes rara
"iya Terkadang aku suka kasihan juga Terkadang kamu lebih mentingin yang lain ketimbang dia, ........"
"ah ya.... aku tau sekarang... kenapa dia melakukan itu, semalam dia datang dengan tatapan yang lebih dingin, lalu dia berkata, jangan menguji kesabaran ku, mungkin dia marah karena aku sering jalan sama ka resky..." rara memotong pembicaraan indri
"bisa jadi anggi ingin menunjukan bahwa kamu hanya milik nya" terka indri
"milik nya? aku? dia tak pernah mengerti apa mauku, ... " kata rara sambil menuju dirinya sendiri
__ADS_1
"dia tak pernah membuatku nyaman,.... tak ada romantis² nya.... aku membayang kan punya pasangan kayak dalam drakor, seorang CEO, .... tapi ini dunia nyata.... tak seindah dalam film² ftv" kata rara