
Rara menatap puas kamarnya yang telah di dekorasi azwar, ke kreatifan azwar semakin membuat rara kagum akan sosok azwar, dia membuat kan nama rara dari seterofoam yang di cat dengan warna kesukaan rara, kamar dengan bertemakan rustic
"gimana neng suka?" tanya azwar
"bangettt" rara girang
"neng ... aa ada tawaran buat jadi annauncer di radio diamond"
"o ya?!... terus?"
"boleh ya... biar ada aa punya penghasilan tetap" rara mengangguk ragu
"ko kaya yang ga senang gitu?" tanya azwar
"ga ko, seneng" rara berbohong yang sebenarnya hati nya langsung kebat kebit mendengarnya, ia takut dengan sosok azwar yang supel akan banyak di kerubuti fans nya apalagi suara nya azwar yang sangat khas
"neng... aa juga pengen meraih masa depan, aa juga pengen dukung neng kan mau kuliah di jurnalistik, kan nanti kita cocok bisa kerja sama"
"neng takut a...."
"apa yang neng takutin?"
"takut aa lupain neng karena nanti mungkin akan banyak yang nge fans ke aa" akhirnya rara mengungkapkan ke khawatiran nya, azwar meraih tubuh rara menarik nya kedalam dekapan membelai lembut kepala rara
"percaya neng aa bukan orang seperti itu... " yakin azwar
"tapi a ... "
hempttt' sebuah ciuman menghentikan kata kata rara, rara tersentak kaget ia tak percaya azwar yang di anggap nya alim, yang baru dikenal nya tiga bulan sudah mencium nya, rating tertinggi pacaran dengan anggi saja setelah satu tahun baru berani
"kenapa neng aa bukan orang suci"
'hempptttttt' azwar kembali ******* bibir rara lebih dalam dan ganas, untuk pertama kali nya rara merasakan, ciuman macam apa pikir rara, yang berusaha sekuat tenaga melepaskan nya karena hampir kehabisan nafas
__ADS_1
"neng, aa pengen neng hanya milik aa, jangan pergi ya..." kata azwar, rara yang sudah mulai bisa menguasai dirinya menatap azwar
"justru neng takut aa yang akan menjauh, karena dunia aa akan di kelilingi para fans nya" ucap rara sendu
"aa janji, itu ga akan pernah terjadi, ini semua juga demi kita neng" azwar kembali meyakinkan rara sambil menghujani wajah rara dengan ciuman
...****************...
sebulan sudah azwar menjadi penyiar di sebuah stasiun radio terkenal di kota garut, rara sering kali membantu azwar menyiapkan srcipt siaran, notabene nya rara yang gaul memiliki wawasan banyak, cocok dengan selera muda mudi, hal itu pula yang membuat azwar dengan cepat menjadi penyiar favorit, satu hal yang tak rara inginkan sebenarnya, tapi dia mencoba untuk dewasa menyikapi semua nya,rara juga mencoba memahami kalau sekarang, azwar sibuk dengan pekerjaan nya, dan memiliki sedikit waktu untuk bersama nya, tapi rara selalu meyakinkan hati nya, bahwa azwar akan tetap setia meski di kelilingi para fans nya
"neng ... malem dengerin aa siaran ga" tanya azwar yang suatu sore datang ke rumah rara
"dengerin" kata rara berbohong, padahal ia sekali saja mendengar kan azwar brodcast, mendengar kan suara khas kharismatik nya, mendengarkan para fans ganjen, membuat rara malas
"gimana bagus ga" tanya azwar
"bagus ko" jawab rara yang kembali sibuk dengan laptop nya menyiapkan script untuk broadcast azwar nanti malam
"temen neng di mana?"
"di krapala, kelompok pecinta alam itu lo"
"nama nya siapa?"
"indira"
"ga tau"
"ya mungkin juga, so dia baru seminggu lalu di sana, neng tau dari story nya, tapi pas neng tanya kenal sama aa, dia bilang tau"
"ya kan aa sudah senior" azwar sedikit sombong rara menanggapi nya dengan memonyongkan bibir nya azwar tersenyum melihat ekspresi pacarnya itu
"tema kali ini apa neng.... ?" tanya azwar sambil melihat ke arah laptop
__ADS_1
"membahas kota kita yang kaya akan kulineran nya"
"neng pasti jadi recomended terbaik, so neng kan tukang jajan" kata azwar
"kenapa emang?"
"neng ga takut gendut?"
"dari dulu udah doyan jajan, tapi ga seburuk itu deh, kalaupun iya no problem" ucap rara ya rara ringan, rara dan gia memang beda gia begitu menjaga pola makan nya dia juga melakukan diet karena tinggi badan nya hanya 155, sementara bb nya hampir enam lima sementara rara tinggi 160, bb 55 cukuplah,
"neng udah beres kah script nya?, aa mau pulang jam tujuh malam aa ada jadwal siaran, aa mau siap siap" azwar melirik rara
"bentar lagi a...." jari rara menari cepat di atas keyboard
"beres deh, ..." rara menyerahkan laptop ke arah azwar
"makasih ya neng...., o iya ini" azwar menyerahkan buku harian, ada kebiasaan manis yang rara suka, yaitu azwar suka menuliskan curahan hati nya dalam diary, meski sekarang udah jaman canggih, tapi azwar beralasan biar ada kenangan, ga mudah di hapus, rara menerima buku diary itu
sepeningglan azwar rara mulai membuka diary berwarna biru muda, di situlah rara dan azwar saling berbalas perasaan nya, saling curhat ,deretan demi deretan tulisan rapih azwar mulai di baca rara
"02-05"
rasa rindu tak tertahan kan lagi, hari ini aku segera mengakhiri siaran ku lebih cepat dengan sedikit memperbanyak lagu sebagai penutup, ku pacu motorku di jalanan yang mulai sepi karena ini sudah pukul 21'30 tapi betapa kecewa nya pas sampai di depan rumah mu, gerbang udah di gembok, tadi nya aa mau nekat manjat pagar, tapi takut di kira maling, mau nelpon takut kamu nya juga udah tidur neng, akhirnya aa cuma bisa sandaran di gerbang, o ya neng malem aa bawain coklat dalam paper bag kecil, yang akhirnya aa lempar ke dalam pagar deket pot yang di samping pohon mangga"
"hahhh" rara kaget segera ia berlari ke luar rumah mencari apa yang di katakan azwar, dan iya ada.... paper bag merah hati isi nya sebatang coklat dengan stiky noy "good night kesayangan"
rara memeluk binkisan kecil itu hati ya berbunga bunga, azwar semalam ke sini, padahal dia juga semalam baru tidur hampir tengah malam kerena Tugas yang banyak, biasa nya haykal membantu nya, tapi kini rara belajar melakukan nya sendiri, karena tau azwar tak akan suka rara kembali masuk ke rumah membawa diary biru muda itu ke kamar nya, ia mulai membalas tulisan azwar
03-05
A... Seandainya aa tau neng malam belum tidur....jujur sebener nya bukan karena inget aa juga sich, tapi karena banyak tugas, padahal kalo aa ada bisa bantuin, makasih coklat nya makasih aa masih menyempatkan waktu buat dateng, pokonya makasih untuk semua yang telah aa lakukan buat neng i love you calon imamku
selesai membalas tulisan azwar rara memeluk erat diary itu sampai terlelap
__ADS_1