
Rara tak lagi memusingkan tentang anggi, dia lebih banyak meluangkan waktu nya bersama teman teman nya, dengan indri,haykal, bahkan kini ia lebih aktif di kegiatan sosial bersama team pecinta alam... Terkadang rara terkesan seperti ingin membuat anggi muak dengan nya, beberapa kali malam minggu rara dengan sengaja pergi bersama teman teman nya, atau bahkan mengajak teman teman nya ke rumah, di kala sedang ada anggi, dan sama sekali anggi tak marah, paling ia hanya mengalah pulang, Terkadang teman rara merasa tak enak hati, tapi rara mengatakan bahwa anggi cowok yang amat sangat pengertian, tapi di sisi lain rara semakin yakin kalau anggi tak mencintai nya, masa iya ga ada rasa cemburu rara di kerubutin cowok cowok, tapi situasi ini sedikit menguntungkan bagi rara, diam diam dia dekat dengan anggota baru pecinta alam nya itu, rara mulai sering jalan bareng, bintang namanya.... malah bintang sering kali menjemput nya ke sekolah, sebuah hal yang tak pernah anggi lakukan.... bintang tau rara sudah punya pacar, karena rara pun jujur akan hal itu, lgi pula beberapa kali bintang bertemu waktu anggi apel, di rumah rara bintang datang berkunjung bersama teman teman nya, dengan alasan membahas kegiatan baksos, dan itu sebenarnya inisiatif rara untuk membuat anggi ilfil, ... tapi malam minggu berikut nya anggi tetap datang...
Hari hari rara kini sedikit lebih berwarna dengan kehadiran bintang.... mereka nonton, nongkrong, ..... apa yang rara harapkan dia dapat dari bintang.... tapi belakang rara merasa tak nyaman, pasalnta bintang mulai berani dari pegang ngan tangan.... hingga memaksa untuk memeluk dan mencium rara, rara merasa ini tidak benar, dia berfikir itu hanya akan di lakukan dengan suaminya kelak... dan perlahan rara pun menjaga jarak dia takut seperti angga, yang katanya jika sudah bisa mencium nya maka akan di tinggal kan, meski rara sendiri tidak benar benar yakin angga seperti itu, tapi cukup membuat dia berhati hati.... mungkin itu pula yang membuat rara bertahan dengan anggi, di samping anggi yang tahan dengan rara, rara pun berfikir anggi tak pernah macam macam dan berbuat yang tidak tidak,enam bulan pacaran rating tertinggi cuma pegangan tangan itupun terjadi sekali, waktu jalan jalan mereka melewati segerombol pemuda yang tengah mabuk, anggi memberi nya perlindungan... dan sedikit rasa aman... bagi rara
Rara, indri dan haykal tengah berada di perpustakaan daerah, mereka mencari referensi buku untuk tugas makalah kelompok nya, indri dan haykal masih sibuk dengan sederetan buku tentang psikologi remaja... sementara dari tadi rara sudah menemukan buku yang ia cari... ya, rara mencari novel lupus... rara sangat suka dengan serial serial karya hilman hariwijaya ini, meski mungkin itu jaman jama mamanya rara, tapi masih sangat mengasikan untuk di baca... kini rara sudah mendapatkan posisi ternyaman nya di pojok perpus, dia mulai membaca novel lupus yang berjudul kenduri karet, tampa sadar rara tertawa....
"Sssttt....."
seketika rara terdiam, mencari arah suara itu, dan dia menemukan sosok pria berkaca mata, dengan buku yang sangat tebal, di tangan nya, rara jadi penasaran buku apa sih yang di baca pria itu, diam diam rara memperhatikan pria itu cukup tampan, berkulit putih, tatapan matanya tajam, dan kaca mata nya malah menambah gaya maskulin ... rara menerka nerka, seperti nya pria itu mahasiswa hukum, setidaknya dari buku tebal yang ia baca,
"ih ternyata kamu di sini ra" kata indri
"dah dapet buku nya?" haykal menimpali
rara hanya mengacungkan novel nya sambil nyengir
"Aduh ra.... kita pusing, kamu malah refresing, gimana sih, mana Waktu nya udah mepet lagi...." omel indri
"Sstttt" pria berkaca mata itu kembali nengisaratkan untuk diam
indri segera menarik tangan rara "ayo kita pulang" bisik nya.... setelah menyelesaikan administrasi mereka pun meninggal kan perpus
Kelas dua belas memang puncak segala kegiatan belajar, fokus untuk ujian, sementara kegiatan organisasi sudah turun temurun kepada adik kelas mereka, kelas sebelas, banyak tugas menjadi kan mereka mencari sumber materi, dari google.... youtube.... juga perpustakaan.... rara indri dan haykal selalu bersama dalam mengerjakan tugas sekolah, termasuk ke perpus, dan setiap ke perpus, pasti ada pria tampan berkaca mata...dengan buku tebal nya, mungkin dia bercita cita jadi pengacara batin rara, diam diam rara kagum,
Kali ini mereka(rara indri haykal) berbagi tugas karena cuma di kasih Waktu satu hari untuk mengerjakan sebuah makalah... indri bagian mengetik, haykal searching searching sekaligus merangkum, sedang kali ini rara harus pergi ke perpus sendiri....
"cari buku apa?" tanya seseorang setengah berbisik, rara kaget, ketika dia menengok ternyata pria tampan berkaca mata
"udah ada ko..." jawab rara cepat seraya menuju meja admin.... setelah selesai rara segera keluar untuk pulang
Udara sangat panas, membuat rara gerah dan merasa haus, ia memutuskan mampir ke sebuah mini market untuk membeli beberapa kebutuhan nya, juga minuman dingin guna menghilang kan dahaga nya,....
Dalam mini market sedikit aga ramai bahkan di kasir pun antri, rara hendak melangkah kembali menaruh kembali minuman nya, dia pikir tak punya banyak waktu, indri dari tadi sudah mengirimkan pesan agar cepat cepat, tapi lankahnya di hentikan oleh colekan di depan nya, rara menoleh ke arah nya, pria berkaca mata tampan, batin rara
"sini aku aja yang bayar biar cepat" seperti paham apa yang rara khawatir kan, rara pun menyerah kan belanjaan nya... pria iti berada di barisan je dua... tak lama pria itu selesai dengan transaksi kartu credit nya, rara bingung bagai mana cara membagi belanjaan nya, semua nya di satukan, sementara pria itu tidak meminta kantong plastik lebih...
__ADS_1
"pulang kemana?" tanya pria itu... begitu keluar dari mini market
"jalan tanjung, sebentar saya cari kantong plastik dulu" rara berkata pelan,
"tidak perlu berbisik ini bukan perpus, dan tak usah cari kantong plastik, biar saya antar, nanti kita berbagi di rumah mu, lagian kamu belum membayar nya" kata pria itu
"iya berapa semua belanjaan ku?" tanya rara
"aku akan menghitung nya di rumah mu, belanjaamu terlalu banyak mana ada pembalut lagi, " katanya sambil berjalan menuju parkiran, dan dia membuka bagasi mobil brio satya berwarna hitam, rara ragu, masa iya dia harus ikut dengan orang yang belum dia kenal, belum lagi rara merasa malu dengan belanjaan nya, dia tak menyangka pria itu akan melakukan hal itu padanya...
"setidak nya berikan dulu minuman ku" pinta rara...
"minum nya di mobil saja" kata pria itu,
"tidak" rara menggeleng tampa menunggu persetujuan rara langsung membuka kantong plastik di tangan pria itu mengambil sebotol minuman dingin lalu dia duduk di rest area dengan segera membuka minuman itu dan meminumnya, sementara pria itu hanya berdiri melihat nya, rara bingung harus berbuat apa... akhirnya pria itu menghampiri rara dan duduk di samping rara,
"aku tau sebenarnya kamu takut, karena kamu tidak mengenalku, clara...." kata kata pria itu membuat rara terlonjak kaget, bagai mana bisa dia tau namanya....
"aku resky.... jangan takut, aku bukan paranormal yang bisa menebak namamu, kebetulan saja aku pernah mendengar admin perpus waktu menyebut namamu bukan kah kita sering bertemu...." jelas pria itu
"mau pulang sekarang? seperti nya sebentar lagi akan turun hujan" kata resky sambil berdiri rara pun mengikuti resky menuju mobil nya, dan membuka pintu belakang
"aku bukan sopir mu non,... di depan aja" kata reski sambil menutup kembali pintu belakang dan membuka kan pintu depan untuk rara, rara mendadak seperti orang yang bisu tak berkata apa pun.... sedikit nya masih merasa takut, ia berpikir kalau ada apa apa bagaimana, kalau tiba tiba pria itu membawanya ke sebuah tempat terpencil, lalu memperkosa nya lalu kabur bagai mana, mungkin ia bisa mencari data tentang pria itu di perpus, tapi bagai mana kalo setelah memperkosa lalu membunuh nya?!? pikiran rara benar benar kacau
"ayo cepat, kemana aku harus mengantarmu?" kata nya sedikit mendorong tubuh rara untuk segera masuk
"jalan guntur 190" jawab rara
"o iya aku tau tempat itu" katanya
"stop" kata rara begitu mobil sampai di depan rumah nya... resky mengerutkan keningnya.... sejenak ia berfikir
"ini bukan nya rumah sinta?" tanya nya
"kaka nengenalnya? teh sinta kaka ipar ku" jawab rara
__ADS_1
"iya sinta teman sma ku, waktu reunian aku mengantarnya pulang bersam teman yang lain nya" jelas resky membuat rara menjadi lega
"masuk...." kata rara
"di sini aja... " kata resky sambil duduk di teras...
dan benar saja seperti apa yang di katakan resky hujan benar benar turun dengan deras nya,
"pantesan gerah nya menyengat sekali" kata rara memandang aur hujan yang jatuh di pelataran teras " mau minum apa?" lanjut rara,
"ga usah... ini juga kan ada minuman" tunjuk resky ke kantong plastik
"o ya sebentar aku ambil tempat untuk barang ku..., mana struk nya.... biar aku hitung berapa belajaan ku" kata rara
"tak usah,... kecuali kamu mau bayar lebih untuk aku yang sudah terlanjur malu belanja pembalut, ku kira kau tak membeli benda itu" kata resky rara hanya menarik nafas panjang,
"aku tidak meminta mu melakukan nya" kata rara
"tapi aku tau kamu sedang terburu buru" kata resky...
"ya ampun benar, aku lupa sudah ditunggu teman" kata rara
"kedua teman mu yang sering datang ke perpus?" tanya resky
"seperti nya kamu telah menjadi detektif hebat" kata rara resky hanya menanggapi dengan senyum
"di mana rumah nya?" tanya resky
"di ujung jalan sana" tunjuk rara
"ayo bareng sekalian aku pulang lagi pula hujan sudah mulai reda" kata resky
"sebentar aku simpan dulu belanjaan nya, btw thanks ya...."
\*\*\*
__ADS_1
Semakin hari rara semakin akrab dengan resky, rara tak lagi memusingkan kebersamaan nya dengan anggi, yang penting dia sekarang merasa enjoy dengan dunia nya....