Bukan Sekedar Fiksi

Bukan Sekedar Fiksi
Episode 15 AKHIR PENCARIAN RARA


__ADS_3

"lo yakin mau putusin anggi?" tanya frida menatap rara


"ya... sorry frid katanya aku ga cocok sama dia"


"kamu jangan buru buru membuat sebuah keputusan, nanti nyesel" nasihat frida


"gue yakin, gue rasa udah nemu apa yang gue ih inginkan" ucap rara


"apa yang membuat lo begitu yakin kalo azwar cocok buat lo" tanya frida


"dia selalu ngerti apa yang aku inginkan, sementara anggi, seperti jalan di tempat setahun bersama tak bisa membuat ku merasa istimewa" ucap rara


"ya mudah mudahan pilihan lo bener, ... jangan sampai membuat lo nantinya nyesel" frida menghela nafas


"ko lo gitu sih, apa karena anngi temen cowok lo?, lo ga dukung gue" rara cemberut


"ga gitu juga, tapi kenapa kamu seyakin itu sama dia?" tanya frida


"dengerin nona manis, karena azwar itu keponakan tante tia temen mama, masa iya tante tia tega kalo anak temen baiknya menderita, secara gue juga udah liat dia sholeh, calon imamku" rara tersenyum yakin


"ya kalo lo udah yakin aku ga bisa apa apa, semoga lo bahagia" akhirnya frida mengalah,


"gitooo donk dukung sodara lo bukan pacar lo" rara girang sementara frida hanya tersenyum tipis


...****************...


Rara sudah bulat dengan tekad nya untuk mengakhiri hubungan nya dengan anggi, malam ini kali ini dia harus benar benar tega, anggi seperti biasanya datang pada malam minggu dan seperti biasanya pula dia datang hanya untuk diam kalo tida rara terlebih dulu membuka topik,


"ngi...." rara mulai berbicara


"ya..."


"kali ini hubungan kita benar benar harus berakhir...." ucap rara membuat anggi terkejut tapi dengan segera ia menata perasaannya,

__ADS_1


"tapi kenapa"?" tanya nya pelan sambil menatap rara


"mama.... kamu tau mama tak pernah suka dengan hubungan kita, dan mama telah menjodohkan ku dengan keponakan teman dekat nya... " kata rara


"trus kamu mau?" tanya anggi


"aku.... aku.... " rara terbaik bata


"kamu mau?" kejar anggi


"aku ga punya pilihan, .... aku ga mau terus bersitegang dengan mama, dari masalah sekolah, sekrang masalah .... "


"ya aku tau, ga apa apa jika itu sudah menjadi keputusan kamu, maafkan aku selama ini tidak bisa memberikan kamu yang terbaik, aku pulang dulu, jaga diri baik baik" anggi bangkit


"cup" di kecupnya kening rara, seketika air mata rara jatuh tak terbendung, di sisi lain ia juga merasa sakit, ia sadar betul anggi ga salah, ga pernah membuat nya sedih, selalu memberinya kebebasan, cuma bukan sosok seperti anggi yang rara inginkan


...****************...


sebulan sudah rara menjalani hari bersama azwar, rara juga sudah di kenalkan kepada keluarga besar azwar, terutama kaka kakanya azwar, karena azwar merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, rara sangat kagum akan sosok azwar yang begitu mandiri, dan hari ini azwar akan membawa rara ke rumahnya, karena azwar sudah memiliki rumah sendiri meski kecil, rumah yang di peroleh dari hasil pembagian warisan


"Astagfirullah.... neng... apa apaan kamu neng" tiba tiba saja azwar sudah di depan rara tampa ia sadari,


"kenapa a?" tanya rara


"neng ... kamu keluar rumah pake baju seperti ini, aurat neng, ... pokonya jangan ulangi lagi, neng harus menutup aurat, aa ga mau tubuh neng jadi konsumsi orang lain, neng harus belajar jadi istri sholehah buat aa" azwar menceramahi rara ya rara hanya memakai kaos dan hotpant


"maaf a.... tadi lagi nanggung abis beres beres dapur jadi biar sekalian kotor" rara bela diri


"ya sudah sekarang siap siap kita berangkat sekarang" kata azwar


"bukan nya nanti jam 10?" tanya rara


"neng kan pintar masak, hari ini ka ina syukuran beres renovasi rumah, neng bantuin biar kaka tau calon adik iparnya bukan hanya cantik tapi pintar masak juga" kata kata azwar membuat rara tersipu dan hanya mengangguk

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian rara telah siap.dengan penampilan outfit terbaik nya, blouse lilac warna kesukaan rara yang di kombinasi dengan celana cargo warna hitam model loose.


"Subhanallah.... bidadari surga ku..." azwar terpana dengan penampilan rara, rara tersipu


"ayo a... keburu siang" rara mencoba mengalihkan topik dia bukan type gadis yang gila pujian justru malu kalo ada orang yang memujinya, apalagi azwar ... meski dalam hati girang bukan kepalang, azwar mengangguk tampa di duga azwar memakai kan helm di kepala rara dengan segera ia menstater motor nya, lalu menarik tangan rara untuk segera naik.. lima belas menit kemudian motor yang dinkendarai azwar dan rara sampai di sebuah gang...


"neng... rumah aa di gang buntu paling ujung, sebelum nya itu rumah ka ina" jelas azwar sambil mengapit tangan rara, membawa rara masuk kedalam rumah kaka nya setelah bersilaturahmi sebentar azwar membawa rara ke rumah nya hampir mirip sebuah kosan, begitu masuk rara di buat takjub dengan rumah mungil ini, pintu masuk nya pintu geser... dan begitu rara menoleh belakang pintu ada grafity inisial C & A rara mendekati nya ternyata bukan hanya inisial.... tapi ada nama nya juga tersemat di sana CLARA & AZWAR rara masih di buat kaget, karena di balik pintu juga ada catatan catatan kecil


*Diamond city 02 february.... meski dia bukan yang pertama, jadikanlah dia yang terakhir ku*


*Diamond city 04 februari.... neng... lagi apa... aa kangen*


rara membaca tulisan demi tulisan di balik pintu,tulisan tangan yang begitu rapih bahkan mengalahkan rara yang menjabat sektretaris


"a... aa ga malu kalo curhatan aa ini di baca orang lain? kan aa bisa chat kalo kangen" ucap rara


"kenapa mesti malu, aa bangga memiliki neng... biar saja orang tau kalo aa cuma milik neng dan sebaliknya, kalo chat itu nantinya bakalan di hapus atau ke hapus dengan mudah, kalo di sini tidak akan mudah hilang, dan aa harap kita akan bersama sampai memutih rambut kita" ucap azwar sambil mengusap kepala rara, membuat perasaan rara serasa melayang


"duduk neng aa buatin minum ya.. " kata azwar sambil menuju dapur lantai bawah memang cuma terdiri dari ruang tamu dan dapur rara masih mengamati ruangan kecil namun penuh dengan hiasan dinding terutama ukiran nama nya azwar datang dengan segelas teh dan kue kering


"nanti kalo neng di sini kue nya bikin ya... kalo sekarang kan aa ga ada yang masakin makanya beli kue kering, eh bukan beli ini dapet dari ibu, yang anak nya aa ajarin ngaji" ralat azhar


"okee" ucap rara manja


"neng mau lihat kamar aa ga?" kata azwar


"boleh..."


"ayo..." azwar kembali mengapit tangan rara mulai menaiki anak tangga, rumah ini meski kecil tapi pentaan dan aksesoris nya sangat menarik lantai bawah cuma ruang tamu lantai atas kamar sekaligus kamar mandi


Lagi lagi rara di buat tercengang, di ruangan pribadi ini lebih besar lagi terukir nama nya rara melihat je arah azwar yang tengah menatap nya


"A...." rara tak dapat lagi meneruskan kata kata nya, tangannya berhamburan ke pelukan azwar, perasaan bahagia karena merasa terspesial merasa menjadi tuan putri,

__ADS_1


"aa sayang neng... aa mau neng menjadi ibu untuk anak anak aa nanti" ucap azwar sambil membelai kepala rara,


__ADS_2