
Rumah rara lebih ramai dari biasa nya, hari ini keponakan nya merayakan ulang tahun nya yang ke enam, di adakan di rumah orang tua rara karena lebih luas, rumah pun telah di dekorasi sedemikian rupa, dengan banyak balon dan aksesoris lain nya di meja telah terpajang cake ultah, snack tower dan sebuah tumpeng, buatan mama rara yang sengaja datang di hari spesial cucunya, tamu undangan pun telah datang teman teman keponakan nya dari TK juga tetangga sekitar rumah rara yang di antar Oleh orang tua nya, rara resah azwar belum juga datang,
"ra... coba kamu telfon azwar masih di mana dia?" ucap kaka nya
"udah ga di angkat, mungkin lagi di jalan" jawab rara mencoba menenangkan, dia berpikir jangan sampai azwar membuat kacau acara ini, dengan terlambat datang, tapi akhir nya rara lega ketika melihat azwar datang dengan membawa dua kado di tangan nya
"ga bawa motor?" tanya rara heran
"di anterin teman, susah bawa kado" , ya azwar membawa satu kado yang sangat besar, di antara dua kado tersebut ,"neng tau ini kan bertepatan dengan anniv pertama kita..." azwar langsung menyerahkan kado besar tersebut, beberapa tamu undangan, yang kebanyakan ibu muda, melihat nya sambil berdehem
"ekhmm... so sweet" kata salah seorang di antara nya, bahkan di antara mereka ada yang bertepuk tangan membuat memerah wajah rara,
"hey.... itu kan azwar rakashiwi yang penyiar itu lo...." rupa nya ada yang mengenali azwar, yah... biar mana pun dia manusia setengah seleb
"haiii...." azwar menyapa para tamu sambil masuk, acara pun di mulai di pandu azwar dengan meriah
Acara telah selesai undangan telah pulang menyisakan PR pekerjaan rumah yang berantakan
"neng .... aa di kejar deadline harus broadcast, sepuluh menit lagi,..." kata azwar
"ka ngicip dulu nasi tumpeng buatan mama?"
"satu jam lagi aa ke sini lagi, oke ..." azwar mengusap lembut pucuk kepala rara, rara mengangguk dan mengantarkan azwar sampai pintu pagar di sana teman azwar sudah menjemput nya kembali
"masuk dulu ka.." tawar rara
"terima kasih bang azwar nya udah di tunggu" katanya, azwar langsung nak ke atas motor dan berlalu di iringi tatapan rara sampai menghilang dari pandangan
satu jam berlalu azwar belum datang, dua jam masih belum tampak batang hidung nya, rara tak peduli, dia memilih masuk ke kamar nya berniat membuka kado besar apa yang azwar kasih buat nya, ternyata sebuah boneka lumba lumba biru muda se ukuran vitran keponakan nya "Happy anniv my queen" rara meremas gift card itu dan membuang nya ke tempat sampah di sudut kamar nya, boneka itu juga dia lempar ke atas lemari
"ra...." terdengar suara mama nya memanggil
"ya ma..."
"ko azwar belum datang juga keburu dingin makanan nya"
"dia itu sibuk sekarang ma.... " jawab rara ringan
"kamu anterin aja ke studio nya"
"biarin aja lah mah...." ucap rara malas
"eh.... cepetan mama udah hangatkan lagi, keburu dingin lagi nanti"
rara terpaksa bangkit dari tiduran nya bersiap mengantarkan makanan untuk azwar, ia tau mama nya akan terus bawel sebelum di turuti
rara turun dari ojol yang mengantar nya, kaki nya mulai melangkah masuk studio di mana akhir akhir ini menjadi tempat yang sering di datangi azwar di luar dugaan rara bertemu nanda teman pecinta alam nya, yang juga jadi announcer
"rara apa kabar?"
"seperti yang kamu lihat... Alhamdulillah baik"
"kangen ra.... anak anak juga pada kangen kamu ..."
"dalam waktu deket aku mau balik lagi aktif aku juga kangen hiking"
"ya udah ra sini duduk ..." nanda membawa rara duduk di lobi
"aku ke sini mau ketemu azwar..." kata rara
"azwar nya udah pulang dua jam lalu"
deggg rara kaget, seharusnya dua jam yang lalu azwar telah di rumah nya kemana dia sebenarnya,
"ra... beberan kalian putus ya? soal nya sekarang azwar jalan sama elsa, waktu aku tanya katanya kamu mutusin dia.." kata kata nanda membuat rara kaget, tapi dengan cepat dia menata perasaan nya dan mengangguk
"siapa dia? "
"anak baru di sini"
"yang mana orang nya?"
"hari ini dia ga ada jadwal, o ya ini ...ada poto nya waktu acara ulang tahun radio" nanda membuka galery di ponsel nya menujukan sebuah foto, seorang perempuan yang menurut rara biasa aja, rara mengangguk tersenyum
"kenapa ra? aku juga aneh selera azwar turun kini, ga fashionable, sedikit urakan"
"masa sih?, kata azwar dia sakit"
"denger denger gitu" ucap nanda seperti tak yakin
"ya udah pulang dulu ya"
"oh... iya aku ke sini juga ada sedikit urusan yang harus di selesai kan, ya udah aku pulang dulu ..." rara bangkit,
"hati hati ra...." teriak nanda begitu nanda melangkah keluar studio, ia memesan ojek online ia berniat ke rumah kaka nya azwar menitipkan bingkisan dari mama nya itu rara mulai memasuki area gang buntu ternyata ada kaka azwar di halaman dengan keras nya dia menyapa
"eh.... neng sendirian ke sini?" tanya nya rara mengangguk, sekilas di lihatnya di teras rumah azwar ada sandal yang rara kenal itu milik azwar tapi yang satu nya sepasang sepatu heels? rara mengerutkan kening nya, apa itu punya kaka nya? belum reda kaget nya, tiba tiba azwar muncul berlari ke arah rara
"please neng pulang ..."
__ADS_1
"siapa dia? ..."
"neng please... biar kan aa menyelesaikan ini dengan cara aa sendiri"
"fine.... aku juga ke sini cuma mau nganterin ini dari mama untuk calon mantu kesayangan nya yang brengsek terima kasih untuk setahun yang penuh kesan, untuk setahun yang membuat sakit " rara melempar tas spundbond di tangan nya ke hadapan azwar dia berlari pergi, sakit sekali rasanya di usir seorang yang dulu amat dia cintai ia berlari menuju mall yang terdapat tak jauh dari rumah azwar ia berjalan menyebrang tampa melihat kanan kiri, ia tak peduli mobil dan motor yang ramai lalu lalang hampir menabrak nya
"heyyyy hati hati dong bosen idup neng?" teriak sopir angkot yang tak di pedulikan rara
tabrak aja batin rara putus asa hati nya benar benar hancur ia terus berjalan masuk menuju food court ia duduk bersandar di sudut ruangan foodcourt setelah sebelum nya memesan softdrink, air mata rara menetes deras, sulit untuk di bendung, beberapa orang di sekitar nya melihat nya, tapi rara sudah tak peduli lagi... dia mengambil ponsel dari tas ransel kecil nya
"halo kal... ... jemput gue sekarang, tempat nya gw serlok" ucap rara singkat menutup kembali panggilan nya dan kembali bersandar kejadian tadi di luar dugaan
tak lama haykal datang
"ra ... kenapa... apa yang terjadi?" haykal kaget melihat kondisi rara,
"pulang ra...."
"ngga mau, anterin gue beli wine yu, pengen nyobain biar play gue, bisa lupain bajingan azwar" tangis rara pecah dalam dekapan haykal
"ngaco kamu ra. .. "
"beneran kal... "
"ayo pulang malu di lihat orang"
"jangan ke rumah kal... "
"trus mau nya kemana?"
"kemana aja gue pengen nenangin diri"
"ayo aku tau tempat nya" haykal membantu rara berdiri dan mengandeng nya menuju lantai atas,
"kemana kita?"
"nanti juga tau, tunggu sebentar" haykal mendudukan rara di sebuah kursi, tapi tak lama kemudian dia sudah datang kembali
"ayo.."
"kemana kita?"
haykal tidak menjawab di menarik tangan rara ke sebuah ruangan
"kal ngapain ke tempat ini, kita ga akan karaoke kan?" setelah rara sadar dia ada di ruang karaoke
"terserah di sini kamu mau nangis mau marah mau karaoke,ga akan ada orang yag denger, ga akan ada orang yang lihat, sebenernya nya kamu kenapa?" tanya haykal
"lo ko minta maaf kenapa jelasin.."
"gue ngerasa ga adil sama lo, selama ini gue ngejauhin lo, demi azwar,tapi sekarang di saat seperti ini gue malah ngerepotin kamu"
"maksud nya apa sih ra... ga ngerti"
"azwar dia telah mengkhianati ku ... uwwaaaaaaaaaaa" jelas rara di iringi tangis nya, haykal tercengan, namun dia segera menguasai diri, di raih nya kepala rara ia sandar kan di dada nya mencoba memberi rasa nyaman
"udah jangan di terusin, aku kangen rara yang dulu... kembalikan waktu yang sempat hilang antara kita" haykal mengacak ngacak kepala rara "kita tebus setahun waktu kita yang hilang kita senang senang aja, sayang tempat ini udah di booking mahal cuma buat nangis, temenin aku nyanyi ya..." ucap haykal.bijak rara mengangguk.. sore itu rara menghabiskan waktu nya bersama haykal, tak peduli hp nya yang terus berbunyi ada panggilan dari mama nya, dan juga si bregsek azwar
"kal...,Andai kan ada mesin waktu aku ingin tidak menghadir kan dia di hidupku" ucap rara
"baik akan ku kabulkan" jawab haykal
"mana bisa"
"bisa apa sih yang engga, nanti aku minta bantuan teman lama ku"
"siapa?"
"doraemon"
"ihhhhh " rara memukul dada haykal
"sejak kapan ra ini terjadi?"
"sebulan lebih"
"ko kamu ga cerita?"
"aku malu dengan kesombonganku yang bangga memiliki dia, aku malu telah menjauhi kamu demi menjaga perasaan dia"
"sudah lah, setidak nya kamu telah merasa kan punya pacar romantis seperti apa yang kamu mau" rara hanya tersenyum hati nya mengakui apa yang di katakan haykal benar
"kal udahan yu... lapar" rengek rara manja
"ayo tapi janji di luar sana ga nangis, malu tau, ntar orang kira aku jahatin kamu"
"air mata nya udah abis" rara dan haykal keluar dari karaoke room menuju caffetaria memesan makanan juga softdrink
lagu milik ahmad dhani terdengar dari audio cafe awal nya rara cuek namun akunya dia sadar
__ADS_1
Hancur hatiku mengenang dikau
Menjadi keping keping setelah kau pergi
Tinggalkan kasih sayang
Yang pernah singgah antara kita
Masihkah ada sayang itu
Memang salahku yang tak pernah bisa
Meninggalkan dirinya tuk bersama kamu
Walau tuk trus bersama
Kan ada hati yang kan terluka
Masihkah ada sayang itu
Sekali lagi maafkanlah
Karena aku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa
Tinggalkan dirinya
Mungkin tak mungkin tuk terus bersama
Jalani semua cinta yang tlah dijalani
Tapi bila itu yang
Kau pikir yang terbaik untukmu
Bahagiaku untuk dirimu
Sekali lagi maafkanlah
Karena aku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa
Tinggalkan dirinya
Simpan sisa sisa cerita cinta berdua (hu)
Walau tak tercipta cerita cinta berdua (hu)
Still I have in my eyes
Still I have forever
Memang salahku yang tak pernah bisa
Meninggalkan dirinya tuk bersama kamu
Walau tuk trus bersama
Kan ada hati yang kan terluka
Dan ku tahu kau tak mau
Sekali lagi maafkanlah
Karena aku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa
Tinggalkan dirinya
Sekali lagi maafkanlah
Karena aku cinta kau dan dia
Maafkanlah ku tak bisa
Tinggalkan dirinya ho ho hu
Still I have in my eyes
Still I have forever
"lagu ini spesial untuk clara dita dimanapun berada, terima kasih untuk yang masih setia stay di radio kesayangan kita semua ini" suara sang penyiar yang sangat rara kenal
"kal.... " rara menoleh ke arah haykal
"kamu sudah janji untuk tidak menangis'
__ADS_1
"nga kal aku ga nangis" rara menggeleng lalu memeluk haykal tapi tangis nya pecah juga