Bukan Sekedar Fiksi

Bukan Sekedar Fiksi
Episode 6 "B" aja


__ADS_3

"cay.. semua tugas udah beres kan? aku pulang dulu ya!?" ucap rara seraya membereskan buku yang berserakan di atas meja di ruang keluarga rumah nene rara


" buru buru amat, kita makan dulu yu emak masak cumi pedas kan kamu suka" kata indri,


"mauu sih... tapi barusan anggi WA dia lagi di jln mau ke rumah" jelas rara


"semangat amat ra" kata indri


"ga juga, "B" aja" jawab rara


"ah yang beneerrr?" goda indri


"beneran cay kan udah aku bilang anggi bukan type aku ga masuk kriteria dari segi apapun, aku cuma menghargai frida aja, yang berusaha biar aku ga jomblo, padahal kan aku juga bisa cari sendiri" ucap rara


"ada?!" tanya indri


"nggak...!"jawab rara sambil tersenyum, ya memang itu kenyataan nya, rara merasa dirinya ga jelek jelek amat, bukti nya dulu angga menyukai nya... ah lagi lagi angga melintas di ingatan nya.... "ya udah aku pulang, salamin aja tumis cumi buatan emak" lanjut rara melangkah ke luar dari rumah indri


"goodluck"lambai indri yang hanya di tanggapi senyum rara

__ADS_1


Rara membuka gerbang rumah nya, cowok tinggi itu sudah duduk di kursi teras


"sudah lama?" tanya rara


"baru saja, baru pulang?" ucapnya


"abis ke rumah temen dulu ngerjain tugas, sebentar aku ganti baju dulu, mau minum apa" kata rara


"apa aja..." jawabnya, rara masuk untuk ganti pakaian, sekaligus membuat kan minum


"di minum" kata rara sambil meletakan sexangkir teh hangat bersama se toples biscuits, lalu duduk di sabelah meja kecil yang menjadi pembatas antara rara dan anggi


"ya...terima kasih" angguk nya berikut nya hanya saling diam rasa canggung begitu di rasakan keduanya,


"bukan, teman di band" jawabnya rara mengangguk, ga tau lagi harus ngomong apa, masa iya kudu dia terus yang inisiatif ngajak ngomong males banget... akhirnya mereka kembali saling diam....


"ra.... boleh aku berteman sama kamu?" akhirnya bersuara juga makhluk kaku ini batin rara...


" ya.... " jawab rara

__ADS_1


"maksud nya... teman yang spesial" lanjut anggi


" pacaran mksudnya?" rara memperjelas perkataan anggi


"ya seperti itu kurang lebih" jawab anggi


"sebenarnya aku belum siap untuk itu... " jawab rara


"kenapa apa kamu sudah...." anngi tak meneruskan kata kata nya...


"nggak, bukan seperti itu... " tukas rara cepat ia faham anngi mengira dia punya pacar


"lantas kenapa?" tanya anggi


"kita baru saling kenal,... jangan terlalu cepat memutuskan sesuatu..." elak rara padahal secara halus rara menolak... rara merasa sedikit pun tak ada yang menarik dari anggi meski hati kecil nya berkata anggi sepertinya cowok baik, tapi Entahlah... ia merasa tak nyaman


"setidaknya kamu membiarkan aku untuk bersamamu" kata anggi


"oke... tapi temen aku kebanyakan cowok, kamu ga keberatan?" ucap rara berharap cowok itu mundur,

__ADS_1


"ga apa apa, aku tak akan mempermasalahkan hal itu sedikit pun kamu bebas berteman dengan siapa aja, aku yakin kamu tau batasan" sebuah jawaban yang tak di harapkan rara sebenarnya, apa boleh buat sarat yang di ajukan rara telah di setujui tak ada alasan lagi untuk nya menolak


"oke... " rara mengangguk, akhirnya dengan berat hati iapun menerima anngi dalam hati rara berniat untuk membuat anggi tak simpati padanya, setidak nya dia sudah menuruti ke inginan frida


__ADS_2