
Hujan belum reda, rara masih berteduh di sebuah halte, ia pulang dari super market membeli beberapa kebutuhan nya, indri tak bisa menemani nya, haykal juga sedang berada di rumah viola, anngi? rara tak mau menghubunginya, karena tak pernah ada pertemuan selain malam minggu, terpaksalah ia berangkat sendiri, rara mulai merasa bosan menunggu hujan reda, ia memutuskan untuk nemerobos hujan saja meski pun kebasahan, nanti setiba nya di rumah mandi dan bikin mie rebus untuk menghangatkan badan, baru beberapa langkah tiba tiba sebuah mobil berhenti kaca mobil di buka
"clara.."
seseorang di dalam nya memanggil nya, rara menengok
"ka resky?"
"ayo cepat masuk" resky membukakan pintu depan dengan segera rara masuk,
"kaka habis dari mana?" tanya rara
"dari rumah temen, kamu sendiri? " tanya resky
"seperti yang kaka lihat" rara tersenyum
"sekarang mau kemana?"
"pulang" jawab rara
"mau temenin kaka ga? "
"kemana?"
"kaka pengen bubur kacang madura"
"boleh"
hujan sudan reda ketika mobil resky berhenti di sudut sebuah taman,
"ayo" ajak resky sambil turun dari mobil, yang di ikuti rara, mereka masuk sebuah kedai ....
__ADS_1
Untuk beberapa saat rara melupakan segala kepenatan nya, tentang anggi, dia menikmati saat saat bersama resky, yang hanya sebatas hubungan tampa status, namun menyenangkan, sementara dengan anggi yang berstatus pacar terasa membosankan, akhirnya hujan benar benar reda, rara di antar pulang oleh resky,
...****************...
Rara tengah duduk di kursi deretan para undangan, para tamu undangan, sungguh membosankan berada di tengah tengah ibu ibu dan bapak bapak, mama rara minta di temanin mengahadiri tasyakuran temannya yang mau naik haji, sementara mama nya malah asik ngobrol dengan teman lamanya...
"ma... rara ijin ke toilet sebentar, toilet nya sebelah mana ya ma?" kata rara
"itu di sudut kiri sebelah mushola" tunjuk mama rara
"o iya " rara berlalu menuju toilet, rumah itu sangat besar berbentuk letter L di lantai dua tempat menjahit sekaligus mess karyawan, teman mama rara seorang pengusaha kulit yang sangat terkenal, ketika rara melintasi mushola, terlihat seseorang sedang khusu berdoa, ya karena dzuhur baru setengah jam yang lalu, rara juga mau sholat dzuhur setelah mengambil air wudhu rara menuju mushola, selesai sholat rara sedikit merapihkan penampilan nya, di lirik nya laki laki yang sedari tadi masih khusu, tak jelas wajah nya karena rara hanya melihat nya dari belakang ,laki laki itu mengenakan kemeja lengan pendek berwarna army, sejenak rara kagum apa aja do'anya betah sekali dia pikir rara sambil berlalu, rara telah bergabung kembali dengan mama nya,
"ko lama ra?" tanya mamanya
"sekalian dzuhur ma" jawab rara singkat
"udah cantik sholeha pula, siapa namamu?" kata teman mama rara
"clara tante" jawab clara
"kenalin ini azwar ponakan tante, azwar, ini clara anak temen tante" kata tante tia rara menerima uluran tangan azwar keponakan temen mama nya itu, ada perasaan aneh dalam hati rara,yang rara sendiri tak dapat mengartikanya, Diam diam rara memperhatikan azwar, cowok itu tak setinggi anggi, juga tidak lebih tampan dari anggi, namun begitu kharismatik,
"kalian ngobrol ngobrol aja, tante sama mama mu mau gabung sama temen temen" kata tante tia menarik tangan mama rara yang bagai kambing di cocok hidungnya mengikuti tante tia, meninggal kan rara yang bengong,
"neng..... " cowok itu berkata, sementara rara celingukan bingung, sebenernya azwar manggil siapa
"neng..... " ulang nya..
"saya? manggil saya?" tanya rara
"iya siapa lagi?" kata azwar
__ADS_1
"saya clara....." kata clara seolah menegaskan
"iya tau... boleh kan kalo kalo aa panggil neng" rara hanya mengangguk
"neng... masih sekolah ya, kls berapa?" tanya azwar
"ya... kls 12"jawab rara, diam diam rara memperhatikan azwar, dari gaya nya rara menerka nerka azwar sepertinya seorang mahasiswa atau sudah bekerja,
Rara dan azwar dengan begitu cepat akrab, padahal pada dasarnya, rara termasuk tipycal yang tidak mudah akrab dengan orang yang baru dikenal, namun pribadi azwar seperti tengah menghipnotis nya terlihat sesekali rara tersenyum,
Diam diam tante azwar dan mama rara memperhatikan kebersamaan antara rara dan azwar,
"seperti nya rencana kita berhasil untuk membuat mereka dekat" ucap tante azwar
"iya... aku harap rara tak lagi bersama dengan lelaki itu, aku gak suka, dia tak ada sopan santun nya" kata mama rara
"tenang aja azwar anak nya baik, santun, taat , dia sudah bersama ku dari smp sewaktu kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan" promosi tante tia
"sekarang azwar kuliah?"
"itulah azwar, dia terlalu mandiri, aku sudah membujuknya, tapi dia selalu beralasan tidak mau merepotkan ku, dia tidak kuliah, sekarang dia kerja part time, karena dia juga punya beberapa murid les privat ngaji" jelas tia
"aku harap nanti nya mereka benar benar cocok, rara butuh orang seperti azwar, aku percaya azwar akan bisa nembingbing rara, karena rara itu beda sekali dengan gia," mama rara penuh harap,
"beda gimana?" tanya tia
"rara terlalu aktif, dia gabung di pecinta alam, teman nya banyak laki laki Terkadang aky takut juga, tapi kalo pacar baru kali ini kayak nya, karena aku juga selalu pantau dia, agis selalu cerita apapun, apalagi sinta istrinya... karena rara lebih dekat sama kaka iparnya, kalo gia cenderung pendiam dia juga mengalami disleksia, (kesulitan belajar) beda dengan rara yang selalu juara kelas, Terkadang gia minder, ...makanya aku ga bisa ninggalin gia, aku tak punya pilihan, setelah usaha ayahnya rara bangkrut, aku harus ikut mencari tambahan uang, ya Alhamdulillah.... sekarang rumah makan sudah mulai rame, karena jarang juga di daerah jakarta ada rumah makan khas Sunda, kebanyakan rumah makan padang atau warteg" jelas mam rara sementara tia mengangguk
"kamu ga keberatan, azwar hanyalah yatim piatu yang masa depan nya belum keliatan seperti apa?" tanya tia
"aku tidak mempermasalahkan hal itu, yang terpenting dia baik, "
__ADS_1
...****************...
jam menunjukan pukul tiga dini hari, namun rara tak dapat tidur,meski sudah mencoba memejamkan matanya, entah mengapa bayangan azwar selalu ada di benak nya, padahal pertama kali rara bertemu angga cowok ganteng idola para cewek ga seperti ini, apalagi ketemu anggi ga inget sama sekali sangat ga special, terkecuali dengan first kiss nya iya membuat rara tak bisa tidur semalaman, dan sekarang ketemu azwar yang dari segi fisik jangan kan dari angga, dari anggi aja kalah banyak, terkecuali sikap manisnya... ya azwar begitu manis nya memperlakukan rara, apa kah karena hal itu sampe membuat rara semalaman tak bisa tidur