
Rara menengok jam di pegelangan tangan nya, sudah hampir dua puluh menit dia menunggu indri menjemput nya seperti biasa untuk berangkat bareng, tak seperti biasa nya indri telat seperti ini, rara memutuskan untuk menelpon nya tapi ga di angkat, "apa indri lupa, dan sudah berangkat duluan" batin rara, akhirnya rara membuka aplikasi ojeg online, tak lama berselang, si abang sampai, segera rara naik,
Setiba nya di sekolah segera rara menuju kelas nya, dia celingukan mencari sosok indri, tapi dia tak menemukan nya,
"sama aku juga lagi cari indri" kata seseorang di belakang rara, seperti tau apa yang rara cari, ya... dia haykal yang sudah faham betul, rara sama indri ibarat sendal jepit ga bisa di pisah kiri dan kanan harus se irama....
"iya kal kenapa ya aku telfon juga ga di angkat, jangan jangan dia sakit?" kata rara
"kemaren dia baik baik aja, mudah mudahan seperti itu, tapi kita kan ga tau yang sebenar terjadi" kata haykal
"ga biasa nya ga ada kabar, pulang sekolah nanti kita ke rumah nya yu?!" kata indri yang di angguki haykal
Motor yang di kendarai haykal dan rara sudah sampai di halaman rumah nene indri, rumah itu kini sedikit lebih rame terlihat dari banyak sandal dan sepatu di teras, dan ya... rara baru sadar kalo di luar pagar tadi ada pula mobil dinas ayah indri ada apa... rara bertanya tanya dalam hati, segera ia menarik cepat tangan haykal untuk segera masuk....benar saja ... pintu rumah terbuka lebar dan keluarga indri sedang berkumpul, tapi rara tak melihat sosok indri
"kebetulan, ada neng rara.... ayo masuk!" kata ibu nya indri, begitu melihat kedatangan rara dan haykal
"bu, kenapa indri ga sekolah, dan tak ada kabar? tanya indri sambil masuk
"indri sakit.... ayo ibu anter ke kamar indri...." kata ibu indri seraya mengapit lengan rara, "o iya, kamu juga..." ibu indri menatap haykal, sementara haykal hanya mengangguk, dan mengikuti rara juga ibu indri, setibanya di kamar terlihat indri berbaring, tidak tidur tapi mata nya seperti yang menerawang jauh
__ADS_1
"dri kamu kenapa? apa yang sakit?" tanya rara
tapi sama sekali indri tak menjawab,
"dri... apa yang sakit?" ulang rara tapi tetap indri tak merespon tak bergeming sedikit tapi dari sudut mata air mata nya mengalir perlahan,... ibu indri kembali menarik tangan rara menngisaratkan untuk mengikuti nya, rara pun hanya bisa menurut, mengikuti ibu indri kembali ke ruang keluarga, tapi matanya menoleh ke belakang melihat indri yang masih membisu, hati nya bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi, indri gadis periang ada apakah gerangan....
rara dan haykal telah kembali bergabung di ruang keluarga, bersama kedua orang tua, kaka dan nene indri
"neng rara... ng rara tau, sejauh mana kedekatan indri dan raja?" tanya nene indri
"memangnya kenapa dengan raja" rara balik bertanya, "ya setau saya selama ini baik baik saja memang mereka pacaran enam bulan belakang ini" lanjut rara
"jadi indri sakit karena raja?" tanya indri...
"sebenarnya ada hal lain yang terjadi.... semalam ada perampok masuk melalui benteng, naik ke balkon, tangan dan kaki nene di ikat, mulut di lakban, nene mendengar suara ribut di kamar indri, tapi nene tak bisa berbuat apa apa, sebenarnya nene tau yang masuk itu doni, meski pake penutup wajah, nene mendengar, indri berkata,"ampun doni...." tapi doni menjawab "aku tidak kenal doni, aku bukan doni...." lalu nene mendengar indri menjerit, .... dan mendengar doni meminta hp dan uang, doni juga telah mengambil sekotak perhiasan nene... setelah itu nene melihat dia keluar melalui pintu depan, dengan susah nene melepas kan tangan dan kaki yang terikat, setelah itu nene segera menuju kamar indri, nene lihat indri menangis, lalu dia menceritakan bahwa doni hampir saja membunuh nya kalau saja ia tidak menghindar, dengan menelungkupkan tubuh nya mungkin pisau itu telah mengorok leher nya, dan akhir nya pisau itu menancap di buku ini yang indri baca sebelum tidur" jelas nene rara sambil memperlihatkan buku dengan sayatan dari sampul sampai ke halaman tengah
"kenapa ga lapor polisi aja, kan tau palakunya,..nene mengenalmu?." ada barang bukti juga buku ini" kata haykal
"doni itu tetangga, itu yang rumahnya, sebelah kiri, doni itu resedivis sering berada dalam sel ketimbang di rumah, .... dan dia baru keluar penjara seminggu yang lalu, sungguh kami pun baru tau belakangan tentang hal ini, yang kami tau lingkungan ini sangat baik, makanya memilih rumah ini untuk nene" kali ini aldi kaka indri bicara, ya keluarga indri memang pendatang, pantas saja tidak mengenal dengan baik situasi nya, "bukan tidak mau lapor polisi, tapi kami lebih mementingkan kondisi indri, bagai mana mental nya jika dia harus di BAP untuk menjadi saksi mata" tambahnya
__ADS_1
"indri itu ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, ia shock, rencana nya kita akan melakukan terapi trauma healing" kata ayah indri
Seminggu setelah kejadian itu kondisi indri memburuk, badan nya menjadi lebih kurus, karena dia tidak mau makan, tidak mau bicara, dan..... sekarang kedua kakinya lemah tidak bisa di gerakan....segala upaya telah di lakukan.... termasuk rara yang berusaha membujuk raja untuk menengok indri, siapa tau dengan raja datang menjenguk indri menjadi mempunyai semangat untuk sembuh.... sore itu dengan sengaja rara ke rumah raja, karena kalau di sekolah kurang leluasa
"raja.... aku harap kamu bersikap layaknya seorang raja yang sangat bijaksana ... indri sakit kenapa kamu sebagai pacarnya malah mengabaikan nya malah aku liat kamu sering bareng dengan sella belakang ngan ini" kata rara
"ya karena dia pacarku sekarang" dengan santai nya raja berkata,
"apa Raja? aku ga salah denger kan? katakan sekali lagi? rara melonjak kaget
"iya aku dan indri sudah putus dan sella sekarang pacar ku, jadi mulai sekarang apapun yang terjadi pada indri bukan lah tanggung jawab ku, lagi pula seperti sebuah kebetulan yang memikirkan ku, sore nya aku datang malam hari nya terjadi tegas Raja
"aku nggak menyangka raja kamu tega.... sella kan dekat juga dengan indri" kata rara
"justru karena sella dekat juga dengan indri, aku pikir indri bisa menjadi penghubung antara aku dan sella, awalnya aku mendekati indri untuk sella, di luar dugaan indri begitu bersikap manis padaku, akhirnya aku menunda maksud ku... tapi lama lama aku seperti terperabgkap dengan sikapnya, semakin susah untuk mengutarakan maksud ku, dan sampai lah waktu itu sudah cukup aku selama enam bulan menahan rasa ini, aku jujur pada indri.... karena dari awal kita tidak ada komitmen apa apa" jelas raja
"aku tak menyangka kamu sekejam itu" kata rara sambil berdiri berlalu dari hadapan raja, ia berjanji untuk tidak lagi memohon pada laki laki tak ber perasaan itu
Alhamdulillah..... sebulan berlalu indri mulai membaik dan raja si brengsek sama sekali tidak pernah menampakan batang hidung nya sekalipun, indri merupakan orang yang tidak mudah jatuh cinta, kini sekali nya jatuh cinta pada orang yang salah...
__ADS_1