Bukan Sekedar Fiksi

Bukan Sekedar Fiksi
Episode 16 MINE


__ADS_3

Hari hari begitu indah di jalani rara, azwar selalu datang dengan kejutan kejutan manis, dia selalu membawa apa yang rara suka, azwar selalu menerapkan pola hidup sehat, ya memang rara punya maag karena pola makannya yang buruk tak teratur ga sarapan, siangnya langsung makan bakso super pedas, entahlah rara tiba tiba jadi penurut apapun yang di katakan azwar, sekarang jangan kan makan bakso pedas, masak mie instan aja ga boleh sering, dan ga boleh di masukin cabe nya yang cuma seuprit itu... rara pernah merajuk... tapi azwar tetep kukuh akhiri nya rara ratu pedas pun berubah kini selevel indri dalam selera, tapi ada baik nya juga sekarang rara hampir ga pernah mnggil dokter om nya angga itu


...***********...


"ra..... ga asik ah sekarang" ujar indri tiba tiba ketika mereka tengah duduk di kantin menikmati pop mie nya


"kenapa emang nya?" rara heran


"azwar hebat ya,... " lanjut indri


"Iihhh ngomong apaan sih ga ngerti tau" rara makin heran


"pangeran kamu itu bisa merubah queen clara" kata indri


"apanya cay... aku tetep rara ko" jawab rara


"menurut ku pangeran kamu hebat, kamu yang dulu aga tomboy sekarang aga feminin dikit, kamu yang doyan makanan pedas sekarang makan pop mie aja kalah ama aku, kamu ga pake cabe, jadi nya ga seru aku ga bisa nyobain punya kamu," ucap indri


"semua demi kebaikan aku juga cay, lihat aja sekarang aku lebih sehat, ga lagi tergantung sama obat, lagi pula apa yang dia lakukan buat aku selalu ada benar nya" jawab rara


"ra apa ga berlebihan, dia juga larang kamu hiking, bahkan kamu juga jaga jarak dengan haykal, dan kamu juga sekarang sering nolak kalo aku ajak jalan" terlihat raut kecewa indri


"cay... aku lagi berusaha menjadi diri yang lebih baik, mungkin sudah saatnya aku berhenti bermain main dengan cowok" kata rara


"apa sih yang membuat dia istimewa di mata kamu?" tanya indri


"yang pasti dia dewasa penyayang, dan bisa membimbing aku" mata rara berbinar membayangkan sosok azwar


"emang kamu mo nikah?" tanya indri


"ya donk.. .... tapi ga sekarang, aku masih mau lanjutin sekolah ngejar cita cita, dengan dukungan keluarga dan dia tentunya" rara optimis


"ra ada pepatah yang mengatakan, cinta yang di awali semangat berapi api akan berakhir padam dan sepi, dan itu yang terjadi padaku, dan kuharap kamu tidak mengalami nya" indri seperti sedang berbicara pada diri sendiri

__ADS_1


"tenang aja cay, dia ga bakalan gitu,... kamu move on dong, ga semua laki laki kaya raja" rara meyakinkan indri, sementara indri hanya tersenyum tipis, Entahlah hatinya tak yakin akan azwar dia sendiri tak begitu faham apa karena dia trauma atau feeling nya yang merasa azwar tak sebaik yang rara kira, tapi dia sendiri tak punya alasan untuk itu


"cay.... aku sendiri gak nyangka, waktu aku di ajak ke rumah nya, di ruang tamu ada banyak namaku terukir, bahkan dia menulis kan setiap sesuatu yang penting di belakang pintu nya, bahkan di kamarnya tulisan nya lebih besar lagi, oh cay aku ngerasa menjadi cewek yang paling beruntung" kata rara sambil menguncang kan bahu indri


"segitu nya ra? padahal dari segi penampilan biasa aja, face nya juga masih mending anggi, apalagi dari angga kalah banyak" kata kata indri sedikit merendahkan tapi rara sama sekali ga tersinggung


"ah buatku ga ada yang penasaran, jalan sama cowok ganteng udah, sama yang genius pernah, sama kulkas apalagi, yang aku mau sekarang sudah aku dapat, meski ga ganteng, ga tinggi, ga fashionable, tapi dia baik, perhatian, sholeh... "mata rara berbinar kemba membayangkan sosok azwar


"anggi apa kabar nya setelah kamu putusin?" tanya indri


"ga tau, sebenar nya aku juga aga heran dulu aja pas mau di putusin riweuh banget, sekarang udah bener bener putus ko sepi" rara bingung juga


"dulu baru percobaan putus dia mabuk, sekarang udah fix putus, jangan jangan anggi bunuh diri" kata indri sedikit bercanda


"huss sembarangan kamu cay" rara memukul lengan indri dengan buku LKS yang di pegang nya,


"rupa nya khawatir juga, jangan bilang ada rasa yang tertinggal" goda indri


"itu first kiss nya masih berasa kan?!" ledek indri


"ihhh.... " kali ini rara mencubit paha indri


"aduhh sakit ra...bisa dilaporin KDLS nih" indri meringis


"apaan tuh....abis kamu ngeselin" kata rara


"kekerasan dalam lingkungan sekolah, pasal berlapis, di bawah umur" jelas indri sambil tertawa


...****************...


Jam sekolah telah usai, rara dan indri berjalan menuju parkiran, seperti biasanya rara nebeng pulang ke indri, baru saja motor yang di kendarai indri dan rara sampai di gerbang, terlihat azwar sudah menyambut nya indrilah yang pertama kali melihatnya


"ra... pangeran kamu jemput tuh, kayanya mulai sekarang aku bakalan pensiun jadi ojol kamu" kata indri sambil menghentikan motornya tepat di depan azwar

__ADS_1


"silahkan putri clara" canda indri rara malah sudah duluan turun dan langsung menghampiri pujaan nya


"duluan yaahhh...." rara melambai kan tangannya, indri cuma geleng geleng kepala melihat sahabatnya yang lagi feeling in love berat


...****************...


Azwar memang sosok yang paling mengerti apa yang rara ingini, seperti kali ini setelah menjemput rara dari sekolah, ia mengajak rara mampir ke sebuah food cuort,


"neng, mau di pesenin apa?" tanya azwar


"apa ya... ramen aja sama milk shake strobery" kata rara


"oke, tapi yang ori aja yah!?"


"Iya " rara ga protes, karena ia sendiri sudah mulai terbiasa makan tampa pedas, padahakl dulu sering banget ledek indri kalo makan bakso atau ramen, kayak makan sup, entahlah apa pun yang azwar lakukan dia suka, tidak merasa di atur, malah merasa azwar begitu menjaga nya dari segala hal


"sekarang mau apa lagi" tanya azwar setelah melihat makanan rara hampir habis,


"mau maen basket di zone boleh?" kata rara


"boleh, tapi aa ga begitu bisa" kata azwar


"tenang aja a, neng bisa kok, haykal sering ngajarin maen dulu, pokonya dia tuh baik banget, Terkadang tugas neng aja dia yang ngerjain" tampa sadar rara memuji haykal, namun dia tidak menyadari perubahan mimik muka azwar


"haykal suka sama neng ya?" tebak azwar dengan nada cemburu


"ih mana bisa, haykal ganteng suka sama neng, lagi pula dia punya pacar yang cantik pintar pula, perfect pokonya, mungkin karena pacar nya pinter, ya dia bantuin nya neng" tawa rara polos sementara azwar mengeraskan rahangnya menahan cemburu karena rara terus memuji haykal


"tapi kenapa dia baik banget sama neng?" tanya azwar


"a... namanya sahabat ya pasti baik, sama ke indri juga, a cemburu ya...... " jelas rara


"neng kamu itu hanya milik aa, "mine" please mulai sekarang harus jaga jarak dengan haykal, juga teman teman komunitas pecinta alam itu" azwar menatap rara sambil menggenggam kedua tangan nya, sementara rara hanya menggangguk sebagai jawaban nya, Entahlah dia merasa azwar begitu menjaga nya

__ADS_1


__ADS_2