Bukan Sekedar Fiksi

Bukan Sekedar Fiksi
Episode 2 ANGGI NYA MANA?


__ADS_3

teeeeettttt...... bell sekolah berbunyi.... rara segera membereskan buku nya di masukan ke dalam tas nya,


"Ra... mo ke mana, ko kayak buru²? tiba tiba saja c


indri satu satu nya sahabat kental manis nya rara nongol,


"frida sepupu ku itu, mo kerumah"


"oh iya, ntar kamu jadi kan ke rumah ku ngerjain tugas? sory ga bisa pulang bareng aku hari ini ga bawa motor, di pake ayah motor ayah lagi di service,


"jadi donk, gpp woles, aku naik angkot cay, ya udah duluan ya... see you..


cay adalah panggilan kesayangan rara ke indri,


Rara berlalu, berjalan menuju gerbang sekolah, angkot melintas di gerbang, rara melambai lambaikan tangannya, namun rupanya sopir ga melihat entah sudah penuh penumpang, rara sendri tidak dapat melihat dengan jelas, akhir nya rara berjalan menuju halte yang nampak ramai, namun rara tak begitu mempedulikan nya, rara duduk sambil melihat jam di pegelangan tangannya, setelah menunggu kira kira 10 menit akhirnya sebuah angkot berhenti, dan langsung di serbu para siswa, rara harus berebut supaya ga kehabisan tempat duduk, tetep aja dia dapet di deket pintu, tapi tak apalah biar ga kegerahan, pikir rara, meski Terkadang suka sebel karena suka ada anak funk berkostum serba hitam ngamen dengan aroma badan nya entah bau apaan ... yang kuping nya bolong segede ban sepeda, rambut nya udah kaya kesetrum..celana robek dan masih banyak lagi....

__ADS_1


Terkadang rara merutuki diri nya, dia bisa naik gunung, tapi naik motor?!? sama sekali ga bisa, udah di ajarin sama kaka nya, tetep susah, aneh, kalo mendaki sama sekali ga takut jatuh, tapi belajar motor, ....


Pernah suatu ketika di bawa belajar, di jalan baru, area pesawahan sehingga, belum ramai kendaraan, karena belum resmi di buka, tapi rara malah tertidur, karena angin sepoi sepoi dari pepohonan sekitar jalan, sampai kaka nya kesal sekaligus merasa heran bisa bisa nya rara malah tidur sementara ia sibuk mengajari rara, sebenarnya rara trauma, dulu waktu sd dia belajar sepeda, dia menabrak mobil mewah yang terpakir di ujung jalan, rara takut sekali kalo yang punya marah, dan benar saja ibu² marah kepada rara, untung saja suaminta menenangkan istri nya, dia bilang namanya juga anak anak,


tiba tiba angkot berhenti karena tertutup palang pintu, kereta api mau lewat, rara pun tersadar, kalo ia sudah sampai, untung lah ga kelewat, pikir nya, rumah rara memang depan rell kereta, rara segera turun, ia berjalan ke arah rumah nya, sekitar 100 mtr dari jalan raya,


"raa..... lama amat sih?"


tiba tiba frida sudah di teras bersama dengan 2 lelaki, rara tau yang itu adalah Rio pacar frida, tapi uang satu nya lagi pria tinggi entah siapa,


"makanya belajar naik motor, gunung bisa lo taklukin masa motor kalah....


rara cuma nyengir menanggapi celoteh frida, dia menyalami kedua cowok di depan nya,


"lama nunggu ya?!? tanya rara

__ADS_1


"lumayan, karena kita tadi pulang lebih awal sebab para guru mau rapat" jawab rio


"oh begitu, sory yaa... eh silahkan duduk" kata rara, sambil celingukan,


"frid, anggi nya mana ko dia ga jadi dateng? tanya rara,heran


seketika frida membungkam mulut rara, sambil menunjuk ke arah cowok tinggi yang bersama rio,


Jlebbb......perasaan rara campur antara malu dan heran, rara pikir yang mau kenalan dengan dia adalah cewek , karena frida tau rara cuma punya temen cewek semata wayang yaitu indri alias cay, frida ga bilang kalo anggi itu cowok, apa dia bermaksud jodohin aku sama temen rio karena frida tau kalo rara masih jomblo, pikiran rara pun terus menerka²


"ra... malah bengong... " ujar frida


"sorry.. sorry... "wajah rara bersemu merah


"sebentar aku ambilin minum" rara berlalu masuk ke dalam rumah, diam diam dia memperhatikan cowok bernama anggi itu,

__ADS_1


"notbad" batin rara


__ADS_2