
Happy reading yeorubun😘😘😘
Masih ada yang penasaran???
Ok lah langsung saja yah. Typo bertebaran🙏🙏🙏
Senyum menghiasi wajah orang tua itu. Dia membuka pintu dengan sangat hati-hati.
"Syukurlah ternyata dugaanku benar" gumamnya menutup pintu kamar terakhir yang dia cek.
Kakek Park kembali kekamarnya. Dia sengaja pulang larut malam untuk melihat 3 pasangan cucunya.
Melihat perkembangan hubungan mereka beberapa hari ini, dia berfikir keputusannya untuk pergi adalah keputusan yang tepat. Buktinya sekarang, ke 3 pasangan itu sudah mulai menerima satu sama lain.
"Yeobeseo(hallo)....." kakek Park menelpon seseorang.
"........"
"Ne...mulai besok suruh semua maid kembali bekerja dan jangan lupa kirim kan juga beberapa chef. Arasso(mengerti)" tegasnya.
"........."
"Ne(iya)" ucapnya lalu menutup telpon.
💜💜💜
Pagi hari di mansion.
Eunmi turun dari tangga menuju dapur, hari ini dia kesiangan. Ia berjalan terburu-buru menuju dapur namun saat ia Sampai, gadis itu membelalakan matanya terkejut.
Taehyung keluar kamar bertepatan dengan Soora, Hoseok dan Soon Ae yang keluar kamar. Mereka turun dan bersiap sarapan Yoongi berjalan terakhir. Mereka sudah memakai baju rapih ah hari ini mereka berangkat kerja omong-omong.
Saat sampai mereka terkejut melihat keadaan meja makan yang penuh dengan hidangan.
"Eoh? Harabeoji(kakek)? " Ucap Taehyung bingung.
"Kapan pulang? " Tanya Hoseok.
"Tadi malam. " Jawab Sang kakek yang tengah melipat korannya saat setelah selesai membaca.
"Kenapa pulang cepat? Apa perjalanan bisnisnya sudah selesai? " Tanya Soora polos.
"Haha iya semuanya sudah selesai" Jawab Sang kakek membuat Soora mengangguk mengerti.
"Cah kalian sudah sampai kajja(ayo) kita sarapan"
Semuanya dengan bingung pun mengikuti perintah Sang kakek lalu duduk di kursi.
"Kau yang memasak semua ini? " Bisik Taehyung pada Eunmi.
"Tidak.. Aku kan tadi bilang aku kesiangan pasti para chef itu yg memasak" Ucap Eunmi sambil menunjuk chef yang tengah berjajar di dapur.
"Kenapa repot-repot mendatangkan chef? " Tanya Yoongi membuat semua orang menangguk setuju.
"Karena ini jamuan terakhir yang harabeoji buat untuk kalian. "
"Nde?(apa) "
"Hari ini kalian tidak usah masuk kerja dulu. Kalian harus pindah ke rumah kalian hari ini. "
"Nde?!! " Kompak semuanya bersuara membuat Sang kakek kaget.
💜💜💜
Semua maid membantu 3 pasangan itu berkemas dan membawa barang mereka ke mobil masing-masing.
Kakek membuang nafasnya berat. Apalagi melihat raut wajah dari Eunmi, Soon Ae apalagi Soora.
Gadis itu sejak tadi sudah menangis. Bahkan sejak kakek mengatakan mereka akan pindah.
"Kau bisa mengunjungi harabeoji kapanpun kau mau nak" ucap kakek Park mendekat lalu membawa Soora dalam pelukannya.
"Huwaaaa harabeoji(kakek).....hiks" gadis itu menangis sejadi-jadinya di pelukan sang kakek. Begitupun kakek Park, namja itu juga ikut menangis.
Itu membuat mereka yang ada di sana yang tadinya sedih malah jadi terkekeh melihat Soora dan kakek.
"Hanya Soora yang bisa membuat kakek menangis..." kekeh Taehyung.
"walaupun aku menantu pertama pun , tetap saja aku masih kalah menggemaskan dari Soora" Ucap Eunmi mengerucutkan bibir nya.
"Bagiku kau lebih menggemaskan apalagi jika kau sedang marah atau......jika kau sedang menyanyi" kekeh Taehyung menggoda Eunmi.
"Yak !!! jangan menggoda ku pabo(bodoh)" Eunmi mencubit perut Taehyung.
"Boleh kita pergi sekarang? " Tanya Yoongi mengalihkan pembicaraan.
Seketika pertengkaran kecil Taehyung dan Eunmi itu berhenti ketika Yoongi angkat bicara.
"Benar....atau kau ingin tinggal di sini saja bersama harabeoji?" tanya Hoseok pada Soora yang masih memeluk kakek Park.
"Aniyo(tidak) oppa_" ucap Soora melepaskan pelukannya.
"aw aw , iya benar kata Yoongi hyung. Eunmi-ah kajja(ayo) kita pergi " Taehyung menggenggam lembut tangan Eunmi.

"Oh geure(benar)~ kalian harus pergi" Ucap sang kakek setelah mendengar ucapan Yoongi.
"Ck merusak suasana" Gumam Soon Ae yang mendengar ucapan yoongi tadi.
"Mwo(apa)? " Tanya Yoongi malas.
"Kenapa takdirku menyedihkan sekali" Gumam Soon Ae meratapi nasib.
Setelah berpamitan semuanya pergi menuju rumah masing-masing dengan mobil pribadi tentunya.
Eunmi dan Taehyung turun dari mobil.
Eunmi yang turun pertama kali hanya melongo melihat rumahnya.
'Ini rumah atau istana?' pikirnya
"Kenapa diam saja kajja kita masuk" Ucap Taehyung lalu menarik tangan Eunmi untuk masuk ke dalam.
Eunmi hanya mengikuti sambil menatap tangannya yang tengah di genggam oleh Taehyung.
Eunmi yang masih canggung dengan cepat melepas pegangan Taehyung ia juga berhenti berjalan membuat Taehyung berbalik menatapnya.
Eunmi memegangi tangannya, ada rasa berdebar aneh saat digenggam oleh tangan besar milik Taehyung.
"Wae\(kenapa\)? Tanganmu sakit? "
"Huh? "
"Aku tanya apa genggamanku barusan menyakiti tanganmu? "
Eunmi yang kalang kabut antara memikirkan apa maksud dari jantungnya yang berdebar dengan rasa bingung menjawab ucapan Taehyung hanya mengangguk cepat.
"Oh jinjja\(benarkah\)? Mianhae\(maafkan aku\)! " Dengan cepat Taehyung menggengam tangan Eunmi untuk mengecek apakah ada luka atau tangannya merah atau semacamnya. Namun belum juga melihatnya Eunmi malah kembali menarik tangannya.
__ADS_1
"Ah a\-aniii\(ti\-tidak\) aku tak apa. Kajja masuk" Ucap Eunmi terburu dengan awalan sedikit terbata, lalu berjalan cepat meninggalkan Taehyung.

Taehyung yang melihat sikap malu Eunmi langsung tersenyum. Gadis keras kepala dan menyebalkan seperti Eunmi bisa tersipu malu hanya karna dia menggenggam tangannya.
"Jadi dia bisa merasa malu juga.....ckkk manis sekali? " Tanya Taehyung pada dirinya sendiri. Lalu ikut berjalan mendekati Eunmi.
Saat sampai pintu Eunmi berbalik dan menatap Taehyung.
"Geundae \(tapi\) kenapa kau membeli rumah sebesar ini?"
"Oh?? Molla. Wae\(entahlah. Kenapa\)? Kau tidak menyukainya? "
"Ahhh aniyo\(tidak\) hanya saja\_"
Eunmi menggeleng lalu kembali berbalik sambil bergumam kecil.
"Rumah sebesar ini akan melelahkan jika harus aku sendiri yang mengurusnya"
Taehyung hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Eunmi. Dia bergumam tapi suaranya jelas terdengar.
Saat mereka sampai pintu tiba\-tiba terbuka menampakan deretan orang yang memakai baju maid dan namja yang memakai baju setelan seperti jas seragam hitam?
"Selamat datang tuan dan nyonya Jeon" Sambutan mereka membuat Eunmi terperangah.
"Terima kasih. Nah Eunmi mereka adalah maid dan para penjaga yang akan bekerja disini. Jadi jangan khawatirkan tentang cara membersihkan rumah ini Araci\(mengerti\). "
"N\-nde\(apa\)? "
"Kenapa kau bisa ta\_? " Tanya Eunmi lagi.
"Aku membaca pikiranmu" Ucap Taehyung cepat.
"Ooh? Bagaimana\_ yak?!! Kau mendengar ucapanku eoh?! " Tanya Eunmi sambil berjalan cepat mendekati Taehyung lalu memukulnya.
Puk!
"Aw appoo\(sakit\)!! ~"
"Rasakan kau menyebalkan! " Ucap Eunmi.
💜💜💜
"Aauuhhh!! " Hoseok melepas jaketnya lalu merebahkan dirinya di kasur big size nya seperti biasa ia akan melakukan efek suara saat ia lelah.
"Oppa berisik" Protes Soora yang tengah menangis di sofa kamar.
"Biarkan saja aku berisik. Kau juga tadi di dalam mobil berisik tapi aku tidak protes"
Soora hanya diam terisak dan duduk di sofa kamar dirumah baru mereka.
"Jangan menangis begitu terus.. Kau masih bisa bertemu dengan Eunmi dan Soon Ae kenapa harus bersedih. Kita masih di Seoul omong\-omong"
"Oppa!~" Soora merajuk.
"Ck....sudahlah jangan menangis atau kau akan demam. Ingat aku tidak akan mau mengurusmu jika kau sakit"
Soora menghapus air matanya lalu mendekati Hoseok yang tengah berbaring di kasur.

"M\-wo\-mwoya\-mwoya? \(A\-apa\-Apa apa ini?\) " tanya Hoseok saat Soora tiba\-tiba memeluknya.
"Aku hanya ingin memelukmu oppa"
"Yak! Kenapa memeluk ku eoh? Kau sedang menggodaku Ahn Soora? " Tanya Hoseok sambil menatap Soora.
"Ah waee\(kenapa\)~ aku hanya ingin dipeluk saat menangis.. Oppa bilang aku harus berhenti menangiskan....jadi biarkan aku memelukmu karna itu bisa membuatku tenang oppa" ucap Soora membuat Hoseok diam.
'Akh! Sial sungguh sial! Tenangkan dirimu Hoseok kau harus menahan dirimu' ucap Hoseok dalam hati saat Soora terlalu menempel padanya. Dan posisi mereka juga sungguh......akhhh.
Oh ayolah Hoseok jadi berfantasikan!?.
"Ah sial! " Ucap Hoseok lalu berdiri dan berjalan cepat ke kamar mandi.
"Ah oppa eoddi? \(Kemana\) " tanya Soora bingung.
__ADS_1
"Membereskan sesuatu yang kau bangunkan! "
Blam!
Soora menatap pintu toilet dengan tatapan bingungnya.
"Kasihan sekali pintunya. Dasar oppa kasar! " Gumam Soora lalu kembali merebahkan dirinya di kasur mengabaikan Hoseok yang tengah berjuang sendiri.
\(Poor Hoseok😂\)
Soora menatap keluar jendela, tiba\-tiba ia memikirkan Soon Ae, bagaimana keadaanya sekarang? Apa dia baik\-baik saja? dia tak bertengkar lagikan dengan Yoongi? Apa Yoongi bisa memperlakukan Soon Ae dengan baik? Apa tak apa membiarkan mereka satu rumah? Apa tak apa jika Soora tak memberitahu kakek pasal pertengkaran waktu itu?
"Kenapa melamun? "
"Ah Hoseok oppa, oppa membuatku kaget" Ucap Soora menatap Hoseok beberapa detik lalu kembali menatap keluar.

"Apa yang kau pikirkan? " Tanya Hoseok lagi lalu ikut menatap keluar jendela. Diluar hujan gerimis.
"Soon ae.. "
"Soon ae? Kenapa dengan dia? " Tanya Hoseok penasaran.
"Apa dia akan baik\-baik saja? "
💜💜💜
Pintu gerbang rumah terbuka, Yoongi langsung memarkirkan mobilnya.
"Turun" Ucap Yoongi membuat Soon Ae hanya mengikuti ucapannya.
Yoongi dan Soon Ae tak banyak bicara lalu mereka berdua masuk ke dalam dan langsung disambut oleh para maid dan penjaga yang bertugas disana. Soon ae menyapa mereka begitupun Yoongi setelahnya para maid dan petugas keamanan kembali melakukan tugasnya.
"Pilihlah salah satu kamar yang ingin kau tempati" Ucap Yoongi lalu ia berlalu menuju dapur ah dia merasa haus.
Soon Ae tak banyak bicara lalu berjalan menuju lantai atas untuk mencari kamar yang ia suka.
Sepanjang jalan di dinding tak ada satupun foto pernikahan Soon Ae dan Yoongi. Soon ae hanya berfikir positif mungkin belum Sempat Yoongi pasang. Lagipula mereka pindah kan mendadak.
Soon Ae membuka pintu pertama lalu masuk ke dalam. Ia tersenyum saat melihat dekorasi kamarnya terlihat simple dan indah di waktu bersamaan. Soon Ae sangat suka sesuatu yang simple, warna putih yang mendominasi membuatnya tenang.

"Kau suka? " Tanya Yoongi yang entah sejak kapan berdiri di dekat pintu.
"Ya.. Aku menyukainya.. " Ucap Soon Ae diiringi anggukan cepat.
"Baguslah"
Setelah bicara begitu Yoongi pun berlalu. Sampai seorang maid mengantar barang\-barang Soon Ae dan membantunya merapihkannya.
Saat selesai Soon Ae pun memutuskan mandi dan bersiap untuk memasak dibawah saat ia melewati salah satu kamar disebelahnya Soon Ae terdiam. Yoongi tengah tidur sendiri di kamar itu.
"Kenapa dia tidur di sini? " Ucap Soon Ae bingung.
Yoongi perlahan terbangun dan melihat Soon Ae yang tengah menatapnya bingung.
Yoongi mengusap wajahnya lalu berjalan menghampiri Soon Ae.
"Ini kamarku jika butuh sesuatu bilang saja padaku. Kuharap kau mengerti" Setelahnya Yoongi kembali masuk ke kamarnya.
Diam. Soon Ae diam. Pendengarannya tak salah mendengar namun......
Pernyataan Yoongi barusan membuat ia merasa tuli.
"Kita pisah kamar rupanya" Gumam Soon Ae yang sadar akan maksud Yoongi.
TBC..........
Diusir😭😭😭. Mereka akhirnya tinggal di rumah masing\-masing.
Jadi pasangan mana yang bikin kalian gregetan????
Jangan lupa voment juseo yeorobun🙏🙏🙏🙏
Ok see u next chap
By Rara Vina Lion💜💜💜💜
__ADS_1